JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Di pukul pakai panci


__ADS_3

Di malam hari Davin dan Dira sedang duduk di ruang keluarga dan datanglah Bik Ita untuk berpamitan,


"Den ! Non , maaf bila ada salah Bik Ita, Bibik mintak maaf besok bibik mau pulang dan tidak kembali lagi, " ucap Bik Ita sambil duduk di bawah,


"Iya Bik ! Sama - sama, maafkan Dira sama Mas Davin tidak lupa Mama dan Papa, ya Bik sebenarnya Dira ngak mau di tinggal Bik Ita, Bik Ita sudah saya anggap seperti saudara sendiri, jangan lupa sering - sering kasih kabar ya Bik.! Dan kapan pernikahan Bik Ita di gelar kalau ngak ada halangan kami mau ke sana, " jawab Dira sambil mengajak Bik Ita duduk di atas sofa,


Dan tidak terasa jam dinding mrnunjukkan pukul delapan Dewa tertidur di pangkuan Davin,


Davin mengendong Dewa masuk ke kamar, dan Dira berpamitan kepada Bik Ita dan Bik Atun untuk tidur, Dura berjalan di belakang Davin,


Di dalam kamar Davin dan Dira membicarakan tentang Bik Ita yang akan pulang ke desa, Davin akan memberikan uang pesangon untuk nya,


Di pagi harinya Bik Ita bersiap - suap untuk berangkat ke stasiun, Dan Davin akan menyuru Pak Mamat untuk mengantar kan Bik Ita pulang dengan alasan Bik Ita banyak bawahan,

__ADS_1


"Aduh tuan ! Bik Ita jadi merepotkan Den Davin sama Pak Mamat, dan terimakasi atas pesangonya Den ! Apa ini tidak ke banyakan Den " ucap Bik Ita sambil ke dua tanganya di dada,


Sama - sama Bik ! Maaf Davin dan Non Dira ngak bisa mengantarkan Bibik, Davin banyak kerjaan, dan kalau mau Bik Atun juga boleh ikut nemani Bik Ita sama Pak Mamat, tapi ingat Pak Mamat dan Bik Atun hanya bileh nginap satu hari aja dan siangnya pulang,


"Asip Den ganteng " ucap Bik Atun sambil memberi hormat,


Tinggal lah Davin dan Dira, dan hari ini Davin pergi ke kantor hanya Dira dan Dewa di rumah sendiri, Davin mengendong Dewa dan duduk di samping Dira sambil berkata, " Sayang kamu ikut ke kantor aja ta sama Dewa, apa kamu ngak takut di rumah sendiri,


"Ngak Mas ! Kan masih ada Dewa yang nemani Dira, " jawab Dira sambil mencubit pipi Dewa,


"Siap suami sayangku, " jawab Dira dengan nada manja,


Sampai di kantor hati Davin tidak tenang memikirkan Dira dan Dewa di rumah sendirian, dan satu jam sekali Davin menghubungi Dira,

__ADS_1


"Udah Mas ! Dira ngak papa, di rumah kan ada Mang Ujang, udah Mas Davin kerja yang tenang jangan lirik - lirik karyawan cantik dan jangan main gila sama tamu, " jawab Dira dengan nada sedikit sewot,


"Emang aku suami apaan, " ucap Davin dengan nada senyum,


Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul satu siang dan waktu nya karyawan Davin istirahan, dan Davin menghampiri Joni untuk berpamitan pulang dengan alasan Dira ngak berani di rumah sendirian,


"Oke siap Bos ! " jawab Joni sambil memberi hormat,


Sampai di rumah Dira sedang memasak untuk makan sore, Dira mendekati Dira sambil berjalan mengendap - endap agar tidak ketahuan,


Dira sangat terkejut saat melihat bayangan seseorang yang sedang mendekatinya, dengan spontan Dira berbalik arah sambil memukul mengunakan panci,


"Ah sakit Sayang ! Apa kamu ngak lihat kalau aku yang datang ? " teriak Davin sambil memegangi kepalanya yang habis di pukul Dira pakai panci,

__ADS_1


"Maaf kamu si Mas, masuk rumah ngak pakai salam, " jawab Dira sambil tertawa dan melihat Davin yang merasa kesakitan dan juga melihat panci yang di pegangnya penyok,


__ADS_2