
Malam cepat berlalu, rembulan berganti dengan sinar matahari, dan matahari bersinar dengan terang tak seterang hati Dira,
Bik Atun yang sedang merapikan pakian yang ada di bawah dan tidak sengaja Dira mengigau memanggil,
"Mama ! Mama ! Dira takut , tolong Dira, Dira takut, " teriak Dira sambil tertidur,
Langsung Bik Atun mendekati Dira sambil mengoyangkan badanya, alangkah terkejutnya saat tangan Bik Atun memegang badan Dira sambil berkata, " Non ! Non Dira bangun badan kamu demam Non, sebentar aku panggil Den Davin,
Bik Atun lari sambil berteriak , " Den ! Den Davin, Non Dira badanya panas sekali,
Dengengar teriakan Bik Atun yang menyebutkan badan Dira panas dengan spontan Davin dan Mama Lisa lari menuju kamar Dira,
Davin menghubungi Dokter keluarga, lima belas menit Dokter datang memeriksa Dira, dan sesekali Dira mengigau memanggil - manggil Mama Lisa,
"Ma ! Mama tolong Dira, Dira takut, " teriak Dira sambil tertidur,
__ADS_1
Davin duduk di damping Dira sambil memegangi tangannya dan sesekali Davin mencium tangan Dira sambil berkata, " Maafkan aku Sayang,
Dan Mama Lisa setia menemani Dira yang sedang tertidur dan sesekali Mama Lisa membangunkan Dira ,
sepuluh menit obat mulai beraksi dan Dira tertidur dengan nyenyak sampaibadanya di penuhi dengan keringat,
Tiga puluh menit Dira terbangun dari tidurnya dan Davin menyambut Dira dengan tersenyum sambil berkata, " Sayang maafkan aku ya,
Dira hanya diam saja sambil melihat Davin, Dira merangkul guling sambil membelakangi Davin yang sedang berbicara dengannya, dan tidak sengaja air mata Dira mengalir sambil berkata dalam hati, " Mas Davin kamu jahat sama aku !
Tok !,,,
Tok !,,,
"Sayang Nak ! Gimana dengan kamu apa kamu udah sehat ! " tanyak Mama Lisa sambil memelus kening Dira,
__ADS_1
Mama Lisa keluar kamar, dan di dalam kamar tinggal Dewa, Dira dan Davin, Davin mengajak Dewa untuk bermain dan bercanda, lima belas menit Dewa dan Davin bermain Davin sengaja lari memeluk Dira untuk memintak perlindungan sambil berkata, " Mi ! Tolongin Papi , jangan katakan kalau Papi di sini,
Terus saja Dewa mengejar sambil terbatuk batuk, dan Davin mengajak berhenti karena Dewa sedang batuk, Dewa memeluk Dira sambil berkata, " Mi ! Ayo kita cari bakso, Dewa pinggin makan itu Mi ! Mumpung Papi libur kerja, dan kita ke rumah Yangti,
"Ayo sayang ! Papi tunggu di luar ajak Mami kamu sekarang juga, habis makan bakso kita ke rumah Yangti, " ucap Davin dengan nada senyum,
Davin keluar kamar dan duduk di sofa, Mama Lisa menghampiri Davin dan bercerita tentang Dira, Davin hanya tersenyum sambil berkata, " Iya Ma ! Sekarang Dewa ada di kamar mengajak Maminya pergi mencari bakso dan ke rumah Yangti nya,
Tuga puluh menit Dewa dan Dira keluar kamar dan Mana Lisa mencoba bertanya dan pura - pura tidak tau apa yang sedang Davin rencanakan,
"Ma ! Ayo ikut Ma ! Beli bakso ," ucap Dira dengan nada manyun,
"Ngak ah ! Mama nunggu Papa kamu aku mau pergi sendiri, " jawab Mama Lisa,
Di dalam perjalanan Dewa tertidur di pangkuan Dira dan Davin sesekali melihat Dira yang sedang main ponselnya, tangan Davin menyentu pipi Dira sambil tersenyum dan berkata, " Sayang maafkan aku ya !
__ADS_1
"Mas Davin jahat sama Dira, " ucap Dira sambil memanyunkan bibirnya,