JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Bagian 11 Benarkah aku cinta.?


__ADS_3

Hari telah pagi, suasana di luar rumah sudah kelihatan terang, sementara kamarku masih terlihat gelap karena jendela kamarku masih tertutup. Saat aku bangun dan mengambil handphone dari atas meja dekat tempat tidurku, ternyata jarum jam telah menunjukkan pukul 05.47, aku segera bangkit dari tempat tidurku lalu menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu, lalu aku sholat Subuh. Aku benar_benar tidak mendengar orang adzan di mesjid tadi subuh. Ini semua akibat dari obrolanku dengan pak Arsyad tadi malam.


Aku sedang bersiap_siap untuk mandi, tiba_tiba handphoneku berdering tanda telfon masuk dan aku lihat ini nomor pak Arsyad walau aku belum menyimpannya tetapi aku masih ingat.


Aku segera mengangkat telfonnya dan dia cuma mau buktikan kalau aku sudah bangun atau belum. Bicaranya pagi ini cuma memakan waktu sekitar tiga menit.

__ADS_1


Aku segera menuju ke kamar mandi setelah telfonnya tutup. Setelah aku mandi, aku sarapan lalu siap_siap. Tepat pada pukul 07.35, aku berangkat dari rumah menuju kampus. Sekitar 20 menit aku di perjalanan hingga akhirnya aku sampai. Saat aku masuk ke area parkiran fakultas aku bingung mau parkir di mana karena keadaan parkiran saat ini sangat padat. Aku memarkir motorku di bagian belakang karena sepertinya di sana masih bisa untuk satu motor.


Aku segera meninggalkan parkiran setelah aku memarkir motorku. Aku berjalan masuk ke fakultas dan suasana pada saat ini sangat sepi, mungkin karena semua pada masuk ke kelasnya masing_masing.


Dengan begitu sepinya, aku tetap berjalan dan segera naik. Aku menghubungi Wiwi’ untuk menanyakan ruangan hari ini. Tiba-tiba ada suara hentakan sepatu, sepertinya ada orang yang sedang berjalan di belakangku. Aku terus melanjutkan langkahku tanpa menghiraukan orang yang ada di belakangku. Aku berharap orang itu melangkah dengan cepat, tetapi dia tetap saja mengikut di belakang. Aku penasaran dengannya dan aku pun menoleh. Saat aku menoleh, senyuman yang begitu tidak asing di mataku. Aku berhenti mendadak setelah aku menoleh, ternyata orang yang di belakangku adalah pak Arsyad. Aku tidak menyangka kalau dia yang dari tadi mengikut di belakangku. Dia terus saja melanjutkan langkahnya sementara aku masih berdiri di tengah_tengah anak tangga. Saat dia lewat di sampingku, dia mengusap_usap kepalaku seraya kembali tersenyum. Mataku begitu tak sanggup melihatnya. Aku baru melanjutkan langkahku setelah dia melewati beberapa anak tangga. Aku masih memikirkan kejadian yang baru_baru saja terjadi. Sungguh aku tidak sanggup menjalaninya.

__ADS_1


Wiwi melap air mataku langsung dengan tangannya. Aku menatap Wiwi dengan haru, betapa pedulinya dia terhadapku padahal aku telah berbohong padanya. Aku berjanji akan menjaga persahabatanku dengan Wiwi sampai kapan pun. Baru kali ini aku menemukan orang yang begitu perhatian padaku. Aku beruntung bertemu Wiwi’.


Suasana haru terus menggeluti perasaanku. Sementara dosen telah duduk di depan kursi khususnya. Dosen kali ini langsung masuk memberi materi setelah dia memperkenalkan namanya. Menurutnya perkenalan itu cuma nama yang paling penting, dan untuk perkenalan mahasisiwa dia lihat ketika mengabsen.


Suasana kelas saat itu sangat tenang dan teman_teman di kelas sepertinya sangat serius memperhatikan materinya. Dosen untuk hari ini begitu serius membawakan materi sehingga kami semua merasa tegang.

__ADS_1


@@@


__ADS_2