
Di sorenya Rani dan Ica ke rumah Dira, Rani dan Ica langsung masuk ke ruang tengah, Dira langsung mintak maaf dan Dira mulai bercerita tentang wanita yang berada di samping Davin tadi,
Rani juga bercerita tentang Ratna, dan Ica menyuru Dira untuk berhati - hati kepada Ratna, karena Ratna akan berbuat tidak baik pada Dira, Rani dan Ica bercerita tentang apa yang sedang di dengarnya,
Dan tidak sengaja Davin memdengar ucapan Rani dan Ica, langsung Davin ikut duduk sambil berkata,." Maaf Ratna itu orangnya sangat baik tidak mungkin dia akan berbuat tidak baik pada keluarga kita,
"Bisa jadi Mas ! Apa kamu masih punya perasaan sama dia, itu memang dulu baik sama kamu dan tidak dengan sekarang , kamu telah meningalkan dia, " ucap Dira,
Dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul tujuh malam Rani ran Ica berpamitan pulang,
Pas waktu makan malam ponsel Davin berbunyi terus menerus terpaksa Dira menerimanya dan pangilan itu tampa nama, dan lagi - lagi dia yang di sana memanggil Davin dirinya sebutan sayang, Dira memberikan ponselnya ke Davin dan Davin berpamitan keluar untuk menerimanya,
__ADS_1
"Siapa itu tadi Mas ! Kok pakai keluar segala kamu, takut ketahuan Dira ya, selingkuan kamu Mas ! " tanyak Dira dengan sedikit marah,
"Selingkuan - selingkuan dia itu Pak Henda yang mau ngajak keluar untuk membicarakan pekerjaan, " jawab Davin dengan gugup sambil minum,
"Davin masuk kamar memgambil jas dan mengambil kunci mobil, dan Dira berjalan di belakang Davin sambil berkata, " Aku ikut Mas !
"Ini udah malam ngak baik , kamu di rumah aja lagian aku bertemu sama pak Hendra, ngak lama aku janji, " jawab Davin dengan nada gugup,
Dengan spontan Dira mengambil ponsel Davin yamg ada di tanganya dan menghubunginya, sebelum terhubung Davin mengambil ponselnya dengan paksa sambil berkata, " Kamu jangan ikut - ikut urusan aku, aku kerja cari duit buat kamu dan satu lagi kamu jangan menuduh aku selingkuh,
Mendengar ucapan Davin langdung saja Dira duduk di lantai sambil menangis, dan Davin masuk ke ruang kerjanya, sepuluh menit sudah Dira masuk kamar dan mengkuncinya dari dalam,
__ADS_1
Di dalam ruang kerja Davin menghubungi Ratna dan menghapus kontak panggilanya, Davin pergi menemui Dira,
Davin membukak kamarnya karena Davin mempunyai kunci yang lain,
Davin mendekati Dira sambil memintak maaf dan berkata " Ayo sayang katanya kamu mau ikut, aku ngak selingku dari kamu, ayo pak Hendanya nunggu di cafe,
Dira hanya menangis tanpa memperdulikan Davin, dan tidak terada jam dinding menunjukkan pukul sebelas Dira tidak bisa tidur dan Davin duduk di sofa sambil memainkan leptopnya,
Danndi pagi harinya seperti biasa Davin bersiap - siap untuk pergi ke kantor, Davin berpamitan dan seperti biasa mencium kening dan perut Dira sambil berkata " Jaga Mama ya Nak ! Dan ajak Mama makan biar Bik Atun nanti yang menyiapkanya,
Ponsel Dira berdering berulang kali dan datanglah Bik Atun mengantar makan dan tidak sengaja Bik Atun melihat ponsel Dira yang berbunyi Bik Atun memberikan pondelnya sambil berkata, "Non ini ada panggilan dari Mama Lisa,
__ADS_1
Dengan spontan Dira menerima panggilanya sebelum berkata Dira menangis Mama Lisa menjadi panik dan bertanyak, " Sayang kamu kenapa kok menangis, apa suami kamu menyakitin kamu, cerita sama Mama, kamu tidak boleh sedih Nak ! Kasihan anak yang berada di kandungan kamu,