JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Bab 71


__ADS_3

"Uh sini cucu mommy biar mommy gendong" Bram menyerahkan Ansel ke gendongan mommy nya.


"Mom, dad. Ayo masuk Sepertinya kalian baru pulang dari London" Bram membantu daddynya membawa beberapa koper.


"Iya. Mommy kamu kangen sama cucunya "katanya sahut daddy Bram.


"Syifa mana sayang? Mommy kangen sama cucu dan menantu mommy" ucap mommy menanyakan keberadaan menantunya.


"Eh mommy gak kangen sama aku? Anak mommy sendiri? "Bram terbelalak Tega sekali mommynya datang jauh-jauh dari London tapi hanya ingin ketemu cucu dan menantunya saja.


"Mommy sudah bosan sama kamu" ucap


mommy acuh.


"Sekarang sudah ada rafka aku dilupain Mommy tega! "Ucap Bram mendramatisir. Mommynya hanya mendengus kesal.


"Sudahlah, mommy mau samperin menantu kesayangan mommy dulu" mommy pun melengos membawa serta rafka menemui Syifa di dapur.


"Ish, emak sama menantu kompak banget. Suka sekali bikin orang kesal "gumam Bram mengelus dadanya.


"Son, mending kita bersantai dahulu. Biarkan mommy kamu yang lagi rindu dengan menantu dan cucunya "ucap daddy Bram menepuk bahu Bram.


"Iya dad. Kita ke taman belakang aja" ajak Bram pada daddynya.


Di dapur. Syifa sangat terkejut mendapati ibu mertuanya yang menghampirinya dengan senyum sumringah.


"Mommy, kenapa gak kabarin kalau mau kesini? Biar Bram jemput di bandara "ucap Syifa mencium telapak tangan serta cipika-cipiki ala perempuan.


"Ah mommy sudah terlalu kangen sama jagoan. Lihat Syifa, dia benar-benar duplikat Bram sewaktu kecil" ucap mommy. Syifa tersenyum.


"Iya mom. Cuma warna matanya saja yang berbeda" sahut Karen.


"Mommy senang sekali. Kamu dan Bram


sudah hidup bahagia" Syifa tersenyum


mendengarnya


"Mommy gak salah memilih kamu sebagai menantu. Kamu sudah membuat Bram banyak berubah. Dulu Bram yang dingin sekarang dia bahkan terlihat bahagia "ucap mommy Bram panjang lebar.


"Makasih juga, mom sudah mempercayakan Syifa menjadi menantu mommy. Syifa juga sangat bahagia sekarang, apalagi ditambah kehadiran rafka" sahut Syifa ikut merasa bahagia. la tak menyangka pernikahannya yang berawal dari perjodohan membuatnya sebahagia ini sekarang.


"Harusnya mommy yang berterima kasih. Kamu menerima Bram apa adanya "mata Syifa mulai berkaca-kaca.

__ADS_1


"Bram sangat menyayangimu, Syifa dan juga anak kalian. Bram kalau sudah mencintai seseorang, ia tidak akan melirik wanita lain. la tipe orang yang setia sama seperti daddynya' ucap mommy yang membuat Syifa tak dapat membendung air matanya.


"Syifa sangat Sangat bahagia, mom, Tuhan mengirimkan Bram dan juga rafka. Mereka sangat berarti di hidup Syifa " Syifa memeluk mommy Bram dan mulai terisak bahagia.


"Tetaplah seperti ini. Jika masalah datang. hadapilah bersama-sama "ucap mommy bijak Syifa menganggukan kepalanya dan mengusap air matanya.


"Mommy ingin mengajak rafka ke taman dulu. Kamu lanjut masak saja, sayang" Syifa mengangguk. Mommy pun menggendong rafka meninggalkan dapur. Syifa kembali memasak.


Betapa bahagia Syifa sekarang. Saat ini semua orang-orang yang ia sayangi datang ke rumahnya membuat suasana minggu siang yang bahagia.


Papa, mama, mommy beserta daddy turut hadir Juga Dion. ivana, dan Kiara. Alangkah terkejutnya Syifa saat mendapati Alika ikut hadir bersama Dika. Mereka pun berpacaran. Syifa rasa, dunia Alika sudah kiamat karena jadian dengan Dika. Dan Angga, sahabat Bram juga ikut hadir dan membawa kekasihnya yang baru beberapa bulan ini. Friska, sekretarisnya sendiri.


Mereka semua berkumpul di taman yang luas. Para lelaki sedang asyik membuat barbeque. sedangkan para wanita mengobrol dan menunggu hidangan di Gazebo.


Syifa pun permisi sebentar ingin mengambil


popok untuk rafka yang habis mengompol.


Setelah mengambil popok di kamar anaknya. Syifa turun ke bawah ingin kembali ke taman. Saat di ruang tengah ia ditahan oleh Bram


"Bram, lepas!" Syifa meronta, Bram tidak ingin melepasnya dan malah menatap Syifa dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Sebentar. sayang. Aku hanya ingin berdua sama kamu aja "ucap Bram yang semakin menyeringai membuat Syifa waspada.


"Nanti saja. rafka lagi bermain dengan omanya" kemudian Bram meraih tengkuk Syifa dan mencium bibirnya lembut


"Kamu bahagia sekarang?" Tanya Bram setelah melepas ciumannya.


"Sangat "Syifa mengangguk.


Terima kasih sayang, terima kasih. Kamu memberikan aku kebahagian yang tak ternilai. Aku sangat beruntung memiliki kamu dalam hidup aku. Aku akan berjanji akan terus membuat kamu bahagia." Bram merengkuh Syifa ke dalam pelukannya.


Syifa tak dapat lagi menahan tangisnya. la memeluk Bram dengan erat seakan tidak ingin kehilangan


"Bram." Panggil Syifa lirih.


"Hmm?" Bram hanya bergumam.


"Hmm, mungkin aku belum pernah serius mengatakan ini ke kamu. Aku mau bilang. I love you" ucap Syifa menahan malu dan membenamkan wajahnya di dada Bram. la malu jika Bram melihat wajahnya yang memerah.


"Apa? Bisa kamu ulang, sayang?" Ucap Bram yang berpura-pura tidak mendengar. Padahal ia sangat mendengar dengan jelas tadi.


"I love you, my husband" sahut Syifa lirih.

__ADS_1


"Apa sayang? Aku gak denger!" Bram sengaja


menggoda istrinya itu.


"Ish kamu mah, sudah ah bete" Syifa melepas pelukannya dan ingin meninggalkan Bram.


Bram gemas sekali dengan istrinya. la pun kembali menarik lengan Syifa dan langsung meraih tengkuknya. Menciumnya dengan gemas.


Syifa tentu terkejut. Namun kemudian, ia membalas ciuman itu dengan lembut Bram sangat bahagia sekarang. baginya kehadiran Syifa dan rafka, putranya sudah benar-benar memberinya warna pada hidupnya


"Ah. aku jadi ingin kunci kamu di kamar. "Ucap Bram dengan menggoda setelah melepas ciumannya.


"I love you. Bram. Suami bule mesum" ucap Syifa terkekeh.


"I love you, my wife, my best friend, mommy of my child. Love you more and forever" balas Bram yang tidak mau kalah.


"You are my love CEO "tanpa malu lagi. Syifa mengalungkan kedua tangannya di leher Bram dan mencium bibir Bram. Dengan senang hati,


Bram membalasnya.


Bram mencium Syifa tanpa henti. Ia pun mencumbu leher Syifa membuat Syifa mendesah pelan. Syifa sungguh tidak bisa menghentikkan kegiatannya dengan Bram sekarang.


"Ehem, hmm. Bisa-bisanya kalian berduaan disini. Anaknya butuh popok, eh taunya emak dan bapaknya lagi buat dede lagi. Yeah, rafka, kamu mau punya adik lagi! "celetuk Angga yang ingin menghampiri Syifa sambil menggendong rafka karena Syifa tak kunjung datang mengambil popok untuk rafka


Dengan spontan. Bram menghentikan kegiatannya. Sedangkan Syifa langsung menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Bram la sangat malu sampai kepergok Angga sekarang.


"Yeh, ganggu aja lo!" Bram mendengus kesal.


"Heh anak lo lagi butuh popok sampai pantatnya kering. Lo malah enak-enakan disini ya. Sini deh biar gue aja yang pakein popoknya. Lo lanjut di kamar gih!" Ucap Angga mengambil popok lalu meninggalkan Bram dan Syifa penuh senyum menggoda. Demi Tuhan, Syifa rasanya ingin menceburkan dirinya ke kolam renang sekarang juga karena malu sudah ketahuan oleh Angga


"Sayang, ayo kita lanjut di kamar!" Ucap Bram.


"Gak mau!" Syifa mendelik lalu menaiki tangga.


Bram menghela nafasnya saat melihat Syifa malah menaiki tangga menuju kamarnya.


Tadi katanya gak mau tapi sekarang malah naik sendiri. Wanita emang susah ditebak. ckck" gumam Bram terus mengikuti Syifa di belakang.


Syifa pun merasa kebahagiaannya sudah cukup dengan hadirnya Bram, suami bule yang membuatnya jatuh cinta dan juga putra yang lucu seakan memberi warna hidupnya.


Syifa berdoa dalam hati agar Tuhan selalu memberikannya kebahagian pada keluarga kecilnya seperti saat ini dan seterusnya.


END.

__ADS_1


__ADS_2