
Sampailah Davin di rumah dengan selamat, langsung Davin masuk kamar sambil menghubungin Dira dan memprrsiapkan apa yang akan di bawah Davin oergi ke kantor,
Sebelum berangkat Davin menghampiri Mama dan Papanya untuk berpamitan,
"Nak makan dulu " ucap Mama Lisa dengan singkat,
"Udah Ma ! Davin udah sarapan, Davin udah telat lupa kalau pagi ini ada metting, " jawab Davin sambil meminum segelas susu,
Tu Ma ! Lihat sendiri anak kamu, mungkin tadi malam dia dapat jatah, kok muka dia seger banget " Ucap Papa Bima sambil tertawa,
"Iya Pa ! Kayak Papa aja, tapi Dira udah lama kok belum hamil - hamil ya Pa ! Udah satu tahunan lo, apa sebaiknya Mama ajak Dira periksa di dokter kandungan ya, iya deh coba kalau Dira pulang " jawab Mama Lisa,
*********
__ADS_1
Tidak terasa jam tangan sudah menunjukkan pukul sebelas Dira dan kawan - kawanya sudah selesai dan menuju penginapanya, sampai di penginapan Dira dan ke tiga temannya sedang memasak sambil bercanda, Rehan yang sedang duduk tidak jauh dari Dira dan teman - temanunya, Rehan melihat Dira sambil berkata, " Dira aku tidak bisa jauh dari kamu,
"Hai Dir ! Coba kamu lihat Rehan yang sedang melihat kamu, tu matanya ngak bisa kedip, kasihan dia ngak bisa melupakan kamu, apa lagi tadi kamu sama suamimu Rehan mukanya kayak singa, " icap Ica sambil duduk dengan Dira dan sesekali melihat Rehan,
"Ca gimana kalau Rehan kita jodohkan sama Rani aja, kamu sama Ucok, setuju ngak " ucap Dira,
ICa hanya tersenyum saat mendengar ucapan Dira yang akan menjodohkan dirinya dengan Ucok, dan datanglah Rani membawah semangkok mie instan yang sangat pedas, Rani memberikan semangkok mie pada Dira,
"Ini buat kamu aja, kalau yang ini buat aku sama Ica, ini terlalu pedas buat kamu jangan ikut - ikutan kita, " ucap Rani sambil memberikan semangkok mie buat Dira,
"Hai Rey ! Rey gimana kalau kamu jadian sama Rani, sepertinya kalian berdua cocok sama sama masuh sendiri " ucap Dira sambil tersenyum,
Mendengar ucapan Dira, Rani langsung batuk, sambil melihat ke arah Rehan begitu juga Rehan menatap Rani sambil mengerutkan ke dua alisnya,
__ADS_1
"Aku setuju, " teriak Ucok di belakang Ica,
"Begitu juga dengan kamu Ucok, kamu dengan Ica saja, kamu kan sama - sama belum punya pasangan, " tanyak Dira,
"Langsung saja Ucok menyatakan cintanya kepada Ica, Ica hanya tersenyum sambil berkata, " Gila semuanya,
Sambil berjalan menuju ke dapur untuk mengambil minuman, dan jantung Ica berdebar kencang saat Ucok mengatakan cinta,
Rehan hanya terdiam saja saat Dira berbicara tidak dengan Rani, jantung Rani mulai berdebar saat duduk berdua bersana Rehan, jantung Rani mulai berdebar, dan sesekali melihat Rehan begitu juga dengan Rehan,
"Apa seharusnya aku dengan Rehan ya, ah engak mungkin, hati Rehan masih ada Dira, aku ngak mau jadi pelampiasan Rehan, emang aku cewek apaan " ucap Rani dalam hati sambil senyum - senyum sendiri,
Dan tidak sengaja Dira mengagetkan Rani dari belakang, sampai Rani kaget dan berteriak dengan kencang menyebut nama Rehan,
__ADS_1
"Eh Rehan - Rehan, " teriak Rani sampai semua temanya melihatnya,
Dira mendekati Rani, dan jantung Rani mulai berdebar kencang, Dira memeluk Rani dan Dira berkata " Aku janji akan menyatukan kamu dengan Rehan,