JODOH PILIHAN PAPA

JODOH PILIHAN PAPA
Bab 51


__ADS_3

"Halo. Alika " Syifa menyapa Alika lewat video call di ponselnya.


"Syifa. Wait, dimana lo sekarang?" Balas Alika di seberang. Ia melihat sahabatnya itu berada di tenpat keramaian.


"Tebak dimana gue sekarang?" Ucap balik Syifa sambil memperlihatkan sedikit keramaian yang berada di belakangnya.


"Hmm. "Alika hanya bergumam sambil berfikir tempat vang sedang dikunjungi Syifa saat ini


"Tada!!" Ada patung Laboe Naval Memorial dibelakang gue. "Syifa menunjukkan patung merlion di belakangnya agar Alika dapat menebak ikon khas negara tersebut


"Jerman? Demi apa lo di Jerman. Syifa ?" Alika berteriak heboh begitu menyadari tempat dimana Syifa berada sekarang.


"Ya percaya gak percaya gue di Jerman sekarang." sahut Syifa dengan senangnya


"Kenapa gue gak diajak? huh, lo sudah lupa sama gue ya?" Alika sedikit ngambek karena Syifa tidak mengajaknya jalan-jalan.


"Gue kesini karena Bram " ada kerjaan ucap


Syifa dengan jujur. Alika mengerti.


"Biasa, gue nitip oleh-oleh! "Alika menyengir lebar Syifa mendengus sebal. la tidak pernah lupa dengan kewajibannya yang satu itu.


Tenang aja, nanti gue kasih patung Laboe Naval Memorial buat lo!" sahut Syifa.


Wah beneran lo mau bawain gue Laboe Naval Memorial?"


"Hmm maksud gue. gantungan kunci" sahut Syifa dengan polosnya. Sekarang gantian malah Alika


yang mendengus sebal sahabatnya itu.


"Sayang." Panggil seseorang pada Syifa. Syifa sudah hafal betul dengan suara ini. Siapa lagi kalau bukan suami menyebalkannya.


"Kamu kebiasaan ya suka lupa sama aku kalau lagi jalan-jalan!" Bram menghampiri istrinya yang sedang memegang ponsel di dekat patung itu


"Bram." gumam Syifa. la masih tersambung


video call dengan Alika.

__ADS_1


"Kamu ngapain disini?" Tanya Bram menahan emosinya.


Pada saat mereka masih di hotel, Bram ditinggal begitu saja oleh Syifa pada saat dirinya sedang mandi. Bram panik bukan main saat mengetahui Syifa tidak berada di kamar hotel. Bram mencoba menghubungi Syifa, namun hanya suara operator yang menjawabnya. Alhasil, Bram langsung keluar hotel dan segera mencari Syifa, la jadi teringat lagi dengan Syifa yang meninggalkannya saat di Hawaii.


"Aku lagi jalan-jalan lah" sahut Syifa dengan santainya.


"Kamu kalau ingin keluar, bilang aku. Jangan main ninggalin aku gitu aja. Aku sudah kayak orang gila cari kamu kesana ke sini tau gak?" ucap Bram dengan cepatnya. Syifa hanya menyengir tak berdosa.


"Hehe sorry. Bram. Lagipula aku juga gak jauh dari hotel kok" ucap Syifa .


"Untung saja orang gilanya tampan kayak aku" ucap Bram merasa lega karena sudah menemukan Syifa yang baik-baik saja. Syifa mendengus geli karena perkataan Bram yang sangat percaya diri itu.


"Percuma tampan tapi gila" celetuk Syifa


memandang geli Bram.


"Sayang, kamu gak boleh menghina suami kamu sendiri." tutur Bram.


"Aku gak menghina kamu. Bram . Aku bicara kenyataan" jawab Syifa dengan polosnya. Bram gemas sekali dengan tampang Syifa sekarang.


"Aku bercanda kok sayang". Bram langsung mencium sekilas bibir Syifa yang suka asal bicara.


"Hehe sorry. Alika" Syifa kembali memperhatikan Alika dibalik layar ponselnya. Bram pun merapatkan tubuhnya pada Bram agar bisa melihat Alika di balik ponsel Syifa itu.


"Halo, Alika ." ucap Bram menyapa Alika.


"Halo, ganteng!" Alika dengan senangnya sampai melambaikan tangan pada Bram. Syifa hanya mendengus melihat sahabatnya yang masih saja ngefans dengan suami gilanya ini.


"Ganteng jangan lupa bawain gue oleh-oleh dari Jerman yah!" ucap Alika bersemangat


"Pasti. Tunggu aja "sahut Bram singkat.


"Makasih. ganteng "Alika mengedipkan sebelah matanya.


"Alika , please gak usah lebay!" Celetuk Syifa memandang geli Alika pada Bram.


"Aduh Syifa lo gak usah cemburu sama gue Gue gak genit sama si ganteng, kok" ucap Alika menggoda Syifa. Syifa langsung memelototi sahabatnya itu dengan horornya sementara pipinya sudah merona.

__ADS_1


"Apaan sih, Alika ?" cemburu? "Syifa sendiri bahkan tidak pernah merasakan hal itu secara ia tidak pernah pacaran sebelumnya. la menganggap bahwa Alika hanya menggodanya saja.


Sedangkan Bram yang memperhatikan Syifa pipinya bersemu karena ulah sahabatnya, ia merasa senang. Syifa terlihat menggemaskan kalau ia cemburu padanya. Betapa beruntung dirinya menjadi orang pertama bagi Syifa.


"Hehe fa, sepertinya gue ganggu lo sama ganteng deh. Gue off dulu ya Bye" ucap Alika yang tidak mau menganggu sahabatnya bersama suaminya itu.


"Bye" sahut Bram.


"Selamat bersenang-senang. Syifa " Setelah itu, video call mereka terputus. Alika memutuskan sambungannya dan ia pun kembali bekerja.


Syifa langsung menyimpan ponselnya di dalam tasnya, namun tangannya dicekal oleh Bram, Syifa pun menatap Bram dengan bingungnya. Bram pun tersenyum dan menunjukkan cengiran lebarnya.


"Kita selfie dulu." Bram langsung mengambil ponsel Syifa lalu menggeser kamera depan untuk berselfie ria.


"Dasar alay!" umpat Syifa. Mungkin setelah ini Syifa menyebut suaminya dengan sebutan alay. Baru kali ini ia melihat Bram yang ingin berselfie dengannya. Biasanya selalu dirinya yang mengajak pria itu berfoto bersamanya


"Kamu lebih alay dari aku, Iho" ucap Bram tidak mau kalah.


"Aku sudah gak alay. Sekarang malah kamu yang alay "Syifa membalas tak mau kalah. la jadi geli sendiri membayangkan suaminya yang notabene nya adalah CEO perusahaan besar yang dingin kini berubah menjadi CEO alay


"Kamu itu gak capek ngoceh terus? Sini, kita foto" Bram langsung menarik pinggang Syifa agar merapat padanya dan mencekrek kamera di ponsel Syifa tersebut.


Satu cekrekan. Dua cekrekan. Tiga cekrekan Banyak sekali foto mereka. Bram pun melihat hasil foto-fotonya. Namun ia terbelalak saat melihat semua fotonya. Di semua foto yang ia ambil, Syifa tampak tercengang seakan tak percaya bahwa Bram suka selfie. Syifa hanya menampakkan wajah melongonya dan beberapa kali ada yang tersenyum, namun senyum yang sedikit dipaksakan.


Bram malah tidak percaya dengan Syifa Biasanya Syifa paling suka berselfie ria dan biasanya juga ia selalu di ajak selfie hingga Syifa merengek jika Bram tidak mau menurutinya. Tetapi sekarang malah kebalikannya. Syifa justru terlihat tercengang.


"Sayang, kamu kenapa kok tercengang gitu sih?" Tanya Bram sembari mengelus kepala Syifa dengan lembut.


"Aku hanya gak percaya aja "tutur Syifa yang tidak menunjukkan kebohongan sama sekali.


"Apa?"


"Aku gak percaya. Kok sekarang kamu malah gila selfie? Biasanya juga kalau aku ajak kamu selfie pasti kamu selalu nolak" ucap Syifa menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Haha kayaknya sifat alay kamu pindah ke aku" sahut Bram terkekeh. la sendiri juga lagi mood saja ingin berselfie dengan Syifa. Semua fotonya tadi. Bram sangat gemas dengan wajah Syifa yang tercengang.


"Sudah yuk, kamu mau jalan-jalan lagi?" Tawar Bram

__ADS_1


mengalihkan pembicaraannya.


"Mau" Syifa antusias. Bram pun menggandeng tangan Syifa dan berkeliling yang ramai akan wisatawan sore ini


__ADS_2