
Di soreharinya Dira di perbolehkan pulang, Davin menantarkan Dira ke rumah Ibunya satu jam sudah Davin berpamitan untuk pulang , saat mendengar Davin berpamitan pulang Dira berpurak - purak sakit perut agar Davin tidak pulang,
"Kenapa dengan perut kamu, sakit lagi ! Sana buat tidur saja, " ucap Davin,
Davin berjalan di belakang Dira, dan Dira merebahkam baranya sambil merinti kesakitan, Davin mengelus perut Dira sambil berkata, "Sayang , aku mau pulang dulu ya,
"Mas ! Kamu ngak peka ya jadi suami, istri baru sembuh kamu mau pergi, pergi sana jangan kembali, aku juga mau pergi, " jawab Dira dengan nada manja sambil menangis,
Langsung saja Dira membeesikan air matanya sambil berjalan menuju pintu, Davin berjalan di belakang Dira, saat ada Ibu dan kakaknya dengan spontan Davin mengandeng Dira dengan kasar sambil mengajak Dira duduk,
"Buk ! Kak ! Terimakasih dan sekarang Dira mau saya ajak pulang ke rumah, " pamit Davin sambil mencium tangan Ibu, begitu juga dengan Dira mencium tangan Ibunya,
"Hati - hati di jalan ya Nak ! Jaga Dira, bimbing Dira, jangan sakiti Dira, sayangin Dira, dan bersabarlah mengadapinya karena Dira srlalu mintak di manja, " ucap Ibunya sambil mengantar ke depan rumah,
Tiga puluh menit mobil Davin sudah terparkir di depan hotel mandiri, Davin mengajak Dira untuk masuk, Dira berjalan di samping Davin, sampailah di kamar, Davin merebahkan badanya di atas kasur sambil melentangkan tangan dan kakinya, tidak dengan Dira, Dira duduk di atas sofa sambil memakan makanan yang ada di atas meja,
"Selama ini kamu di sini pantesan pas Kakak menghubungi kamu kok cepat, " ucap Dira sambil melihat isi ponsel Davin,
Dira membukak ponsel Davin dan membacanya semua WA, dan Dira akan menyadap ponsel Davin,
Dira berhasil menyadap ponsel Davin, dan tidak terasa jam dinding menunjukkan pukul dua belas malam, Davin terbangun dari tidurnya dan melihat ke samping ada Dira yang sedang tertidur sambil memegang tangan Davin dan di letakkan di perut Dira,
"Maaf ya sayang, aku tadi sangat capek dan capek, " ucap Davin sambil memeluk perut Dira dan menciumnya,
Dan alangkah terkejutnya saat perut Dira bergerak sangat kencang dan Davin langsung terbangun dan duduk melihat perut Dira yang bergerak - gerak, Davin mengusap perut Dira sambil berkata, " Tidur ya Nak kasihan Mami biar Papi peluk kamu,
__ADS_1
Dengan seketika gerakan perut Dira berangsur berhenti dan Dira berteriak kesakitan sambil memegangi perutnya,
"Sa ____ sakit !!!!!!
"Sayang ! perut kamu sakit lagi, "tanyak Davin dengan nada gugup dan langsung bangun,
Davin bangun sambil mengelus perut Dira, begitu juga Dira duduk di samping Davin, Davin memeluk Dira sambil mencium keningnya sambil berbicara, "Sayang besok kita pulang ke rumah ya sayang,
Dira hanya mengagukkan kepalanya dan bersandar di badan Davin sambil memejamkan matanya sepuluh menit Dira sudah tertidur di pangkuan Davin, Davin membenarkan posisi Dira dan memberikan bantal di samping perut Dira,
Seperti biasa Dira terbangun di seowrtiga malam untuk melakukan sholat sunah dua rokaat, dan menunggu waktu subuh, Dira membangunkan Dira untuk sholat berjamah, Davin mengimami sholat subuh, setelah sholat Davin terlebih dahulu memintak maaf begitu juga dengan Dira, Dira memintak maaf sambil menangis dan berkata, " Mas jangan ulangi lagi ya, kasihan anak kita nanti,
Ih kamu apa an ! Aku ngak ngapa - ngapa, lagian kamu yang terlalu cemburu dan takut kehilangan aku ya ! Terimakasi, aku suka mempunyai istri yang pencemburu, itu tandanya kamu benar - benar mencintai aku dan takut ke hilangan aku, terimakasih sayang ! " ucap Davin sambil mencium kening , pipi dan tidaknketingalan dengan bibir,
Davin memainkan bibir Dira sampai Dira terangsang di buatnya, dan Davin juga melepaskan mukna Dira dan memainkan dua aset kembat Dira, Davin menghisapnya dannuntuk hari ini hisapan Davin membuahkan hasil,
Dira hanya mengangukkan kepalanya sambil tersenyum, dan menikmati sentuhan - sentuhan lembut Davin
Dan keduanya melayang di angkasa untuk menikmati surga dunia,
Dira merasa lelah dan tertidur, tudak dengan Davin, Davin langsung membersikan badanya, lima belas menit Davin keluar kamar mandi dan melihat Dira sedang tertidur dengan nyenyak, Davin membangunkan Dira dengan sentuhan lembutnya sambil melihat badan Dira yang tidak memakai sehelai kain dan Davin berkata dalam hati, " Sungguh sempurna ciptaanmu tuhan,
Dira sangat kaget saat terbangun dari tidurnya dan melihat di depannya ada Davin yang sedang tersenyum, Dira langsung mengambil celimut sambil berkata " Ih malu kamu melihat semuanya ya Mas ! Punyaan Dira,
Ih ! Emang punyaan kamu saja, itu juga punyanku sayang, memang sungguh sempurna ciptaan tuhan sayang, terimakah sayang, " jawab Davin sambil mencium bibir Dira dan melepaskan celimut nya,
__ADS_1
"Mas ! Mau lagi "
Davin hanya tersenyum sambil memainkan dua aset kembarnya dengan lembut, sampai Dira terangsang dan memegang ular konda Davin untuk di masukkannya,
Dan dua kali Davin dan Dira terbang di angkasa untuk menikmati nikmatnya surga dunia,
Dira langsung berdiri untuk pergi ke kamar kecil dengan spontan Davin mengendong Dira untuk di bawah ke kamar mandi, Davin dan Dira mandi bersama dan lagi - lagi Davin memainkan kedua aset kembar Dira, Dira menjadi terangsang dan Dira memegang ular konda dan di masukkanya,
Tiga puluh menit Davin dan Dira sudah selesai mandinya, Dira duduk di atas sofa di samping Davin, dan tidak sengaja perut Dira berbunyi , dengan spontan Davin melihat Dira sambil berkata, " Kamu lapar sayang ! Ayo kita cari makan di luar sekalian pulang,
''Oke Tuan, siap " ucap Dira dengan singkat sambil berdiri dan memberi hormat,
Davin dan Dira meningalkan hotel dan mencari rumah makan yang terkenal dan enak, lima belas menit mobil Davin udah terparkir di depan restoran,
Davin mesan makanan yang terenak dan terkenal di restoran ini,
Saat makan ponsel Davin berbunyi dan ternyata Joni yang menghubungi,
"Iya aku langsung ke situ Jon ! " ucap Davin sambil menyelesaikan makanya,
Davin mengajak Dira di kantor untuk menemui klayen kerja yang memintak tanda tanggan Davin, satu jam mobil Davin sudah sampai di depan perusahanya,
Semua karyawan Davin menyapanya sambil badanya setengah bertunduk memberi hormat, dan tidak sengaja Dira mendengarkan salah satu karyawan yang berkata, " Cantikan istrinya dari pada pelakornya, istrinya lebih sopan,
Dira hanya tersenyum saat mendengar ucapan salah satu karyawanya, Davin mengandeng dengan mesra menuju ruanganya, di dalam sana sudah ada klayen cantik yang tersenyum saat Davin masuk ruanganya dan menyapanya dengan nada mesra,
__ADS_1
"Siang juga, " jawab Davin dengan singkat,