
Di beberapa hari ini Davin sangat sibuk dengan pekerjaanya, pergi pagi pulang malam Dira merasa kesal dengan sikap Davin mulai cuek terhadap Dira dan tidak seperti biasanya,
"Mas Dira pingin makan bakso yang dekat rumah Ibu, " ucap Dira dengan nada manja,
"Maaf ! Aku banyak pekerjaan, kamu mintak anterin Pak Mamat aja , " ucap Davin dengan singkat sambil membukak leptopnya,
Dira melihat jam dinding menunjukkan pukul tuju malam, Dira berjalan menghampiri Pak Mamat untuk memintak tolong menggantarkan ke rumah Ibunya,
Dua jam sampailah di depan penjual bakso dan ternyata sudah tutup, Dira mengajak pak Mamat untuk pergi ke rumah Ibunya,
Lo Nak kenapa kamu malam - malam ke sini, sama Pak Mamat lagi di mana suami kamu ? Kamu lagi marahan lagi ! "ucap Ibunya dengan nada sedikit marah,
"Ngak Bu ! Dira cuma pingin baksonya pak Ran ! Kalau gitu Dira bermalam di sini saja biar nanti Dira ijin Mas Davin, " ucap Dira sambil menyuru pak Mamat pulang,
"Mas ! Dira tidur di rumah Ibu ! Ibu marah lihat Dira pergi sendirian tampa Mas Davin, ya udah Mas, Dira tidur dulu, " ucap Dira,
"Iya, " jawab Davin dengan singkat,
Pas jam delapan Mama Lisa dan Papa Bima datang, dan tidak sengaja Mama Lisa mendengar suara mobil Davin berhenti, Mana Lisa menghampirinya,
" Aku kira Davin, dari mana Pak ! Malam malam begini, " tanyak Mama Lisa,
"I __ itu Nyonya habis mengantarkan Non Dira pulang, " jawab Pak Mama dengan nada gugup,
Dengan spontan Mama Lisa masuk ke kamar Davin tanpa mengetuk pintu dan bertanyak tentang Dira,
__ADS_1
"Eh Mama ! Mantu kesayangan Mama ke rumah Ibunya, tadi kemalaman beli bakso jadi tidur di rumah Ibu, ada apa Ma ! Mana kangen biar aku jemput sekarang, " jawab Davin dengan nada gugup,
"Jemput sekarang, jadi suami ngak tanggung jawab, apa ngak tau kalau dia mengandung dara daging kamu kalau ada apa - apa dengan Dirra awas kamu, tau udah malam di ijinin keluar, " ucap Mama Lisa dengan marah,
"Kayak ngak tau mantu Mama aja kalau punya keinginan, ya aku suru berangkat sendiri biar tau kalau udah tutup, " jawab Davin sambil mengambil kunci mobil,
Sampailah Davin ke rumah Dira, dan melihat jam tangan menunjukkan pukul setengah dua, Davin menghubungi Dira untuk memberi tau kalau dia ada di depan gerbang,
Davin masuk dan mengetuk pintu kamar Dira,
"Mas ! Ini jam berapa, kenapa kamu ke sini, pulang sana, " ucap Dira sambil mengucek matanya dan berbaring di atas kasur,
Di pagi harinya Davin mengajak Dira pulang dan memberi tau kalau Mama Lisa datang tadi malam, Dira duduk di samping Davin sambil tersenyum dan berkata, " Oh ternyata itu, pasti tadi malam Mas Davin di suru Mama menjemput Dira, kasihan kamu ya Mas, di paksain oleh Mama, ternyata kamu tidak tulus sama aku ya,
"Ayo pulang banyak drama kamu " jawab Davin dengan sedikit marah,
Dua jam dalam perjalanan dan mobil Davin terparkir di depan rumah, Mama Lisa menyambut Dira dan memeluknya sambil berkata , " Ayo makan Nak, kamu belum makan kan, pasti suami kamu ngak ngajak kamu makan di luar ayo sayang !
"U ___ udah Ma ! Mas Davin tadi ngajak Dira makan kok.! " jawab Dira dengan nada gugup,
Davin hanya memalingkan wajahnya sambil berjalan menuju kamar dan di iringi Dira berjalan di belakangnya, di dalam kamar Davin duduk sambil membukak leptopnya dan berkata, " Kenapa kamu tadi bilang Mama udah makan !
"Dira ngak mau kalau Mama tau kalau kamu tidak baik - baik saja sama aku ! " jawab Dira,
Sebelum Davin beranjak dengan jelas Davin mendengarkan jelas kalau perut Dira berbunyi, Davin langsung melihat ke arah Dira, Davin berdiri dan tersenyum sambil mencium kening Dira,
__ADS_1
Langsung Dira mengambil makanan ringan yang ada di toples sambil mengelus perutnya dan berkata, " Maaf ya sayang Mami pagi ini puasa cukup makan ini saja,
Dira mengantar Davin kerja sampai di depan pintu, sebelum berangkat tidak lupa Davin minum segelas susu sambil berkata, " Ma ! Berangkat dulu titip istri tercinta Davin, oh iya Ma ! Suruh sayangku makan, tadi perutnya berbunyi ,
"Mama sudah tebak pasti kamu tidak membelikan makan iya kan ? Dasar suami ngak tanggung jawab, ingat sebentar lagi kamu punya anak, " ucap Mama Lisa dengan sedikit marah,
Mama Lisa mengajak makan di meja makan , tapi Dira menolak dengan alasan sudah kenyang, Dira hanya meminum segelas susu saja lalu masuk kamar,
Sepuluh menit Dira keluar kamar menuju taman depan untuk menyirami bunga, Mama Lisa mendekati Dira sambil berkata, " Nak ! Kamu makan dulu, lihat tu udah jam sembilan, suamimu habis nelpon menyurumu makan, suami mu bilang kalau kamu belum makan, ayo sana makan dulu, nanti suamimu marah kalau tau kamu belum makan,
"Iya Ma ! " ucap Dira dengan singkat sambil berjalan menuju meja makan,
Dira hanya membuka makanan yang ada di meja makan sambil duduk dan hanya makan ayam goreng saja tanpa nasi,
Mama Lisa mendekati Dira dan duduk di sampingnya sambil berkata, " Ada masalah apa lagi bilang sama Mama, orang hamil itu tidak boleh menahan amarah, bicara sama Mama Nak ! Maafkan anak Mama ya yang selalu membuat kamu sedih,
"Ngak Ma ! Ngak ada apa - apa Mas Davin baik kok pada Dira, memang dari kemarin Dira ngak selera makan, ngak tau Ma ! Mungkin perut Dira yang tambah besar ini ya jadi ngak selerah makan,
Dengan spontan Mama Lisa memeluk Dira sambil menahan tanggis dan berkata, " Maaf kan anak Mama ! Mama tau kalau kamu tidak baik - baik, kamu jangan takut sekarang ada Mama, orang yang sedang hamil itu makanya tambah banyak apa lagi seperti kamu, ayo kita keluar kita cari makan, Mama sudah pernah merasakan ini semua, inginya di manja, di sayang dapa suami hanya itu,
"Tapi Ma ! Mungkin ini salah Dira, Dira ingin menang sendiri, dan Dira sudah sadar kalau Mas Davin banyak pekerjaan di kantornya dan sebaiknya Dira ngak mintak di manja dan di sayang, kasihan Mas Davin udah capek kerja, malah di rumah Dira merepotkan , " ucap Dira sambil menangis di pelukan Mama Lisa,
Mama Lisa hanya tersenyum sambil membersikan air mata Dira dan duduk berhadapan sambil berkata, " Iya Nak, Mama siap di repotkan kamu sebagai gantinya Davin,
"Ma ! " ucap Dira dengan singkat sambil memeluk Mama Lisa,
__ADS_1
Lalu Mama Lisa mengambil piring dan mengambil nasi untuk Dira, dan Dira tetap menolak dengan alasan kenyang, Dira berpamitan untuk ke kamar,
Dan tidak lama pas jam dinding menunjukkan pukul sebelas Davin menghubungi Dira untuk bertanyak apa sudah makan dan Dira hanya menjawab , " Dira udah kenyang kebanyakan minim susu Mas !