
Jam perjam, hari perhari, bahkan minggu silih bergantian. Perutku mulai buncit, dari pihak keluarga belum ada yang tau soal kandunganku. Meski mama sering nelfon tapi aku belum memberitahunya, kak Rifal kak Reza belum juga tahu. Terakhir aku ketemu kak Reza sejak malam surprize itu, mereka masing-masing memiliki kesibukan hingga waktu kami sangat sulit untuk di pertemukan...
Kelakuan kak Arsy semakin romantis, makin perhatian, setiap ingin keluar dari rumah kebiasaan dulunya masih dibiasakan mencium kening dua sampai tiga kali, bahkan telah menambah kebiasaannya sejak si baby hadir dalam kandungan, duduk berlutut memeluk dan mencium perutku mengajak si baby ngobrol minta izin untuk pergi sebentar katax "jangan rewel yah, kasihan mama sendirian di rumah papa harus kerja untuk kamu dan mama yah sayang, jangan banyak gerak nanti mama kesakitan", sambil mencium si babynya... seakan anak ini paham betul kalau papanya sibuk tiap pagi harus ke kantor dan pulang sore, jadi waktu si baby tidak banyak untuk papanya...
Sayang, kapan mama di kasi tau soal kandungan aku. Lirihku tidak sabar mau beritahu mama. Ini sudah mau masuk minggu ke 15 artinya sudah hampir 4 bulan, si baby sudah mulai menampakkan dirinya di perut mamanya...
Hmmmm,,,, iyaaa nanti kalau ada waktu kakak jemput mama yah, aku pergi dulu. Sebelum beranjak ke luar kamar lagi-lagi kissnya melayang di kening. Bye sayang.. segera keluar dan menuruni tangga yang kurang lebih berjumlah 12 anak tangga...
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Waktu sudah menunjukkan pukul 19.25 wita, adzan isya sudah di kumandangkan. Seperti biasanya setelah sholat magrib aku mengambil waktu antara magrib dan isya untuk membaca ayat-ayat Al-qur'an. Sejak dalam kandungan baby harus di perkenalkan tentang ayat-ayat suci hingga kelak impian aku punya anak seorang hafidz/hafidzha qur'an...
Waktu semakin larut kak Arsy belum juga pulang, perasaan aku tidak enak. Aku coba telfon nomornya juga tidak aktif. Aku seketika menangis, perasaan aku tidak karuan seperti terjadi apa-apa pada kak Arsy. Ya Allah lindungi suami hamba, berikan hamba kekuatan karena hamba sedang mengandug anak titipanMu, sembari aku berdoa tak kuasa menahan tangis, aku tidak tahu apa yang terjadi hingga menangis sejadinya....Nak, bantu mama berdoa untuk papa yah. Semoga papa kamu baik-baik saja, sambil mengelus-elus perutku yang sudah mulai membesar....
__ADS_1
.Tepat pukul 09.00 malam belum juga balik. Aku meninggalkan kamar menuju kamar Dela.
Dela, kak Arsy belum pulang dan kakak rasa ada yang aneh, ucapku tak bisa menahan tangis..
Kak Putri positif thingkin kasihan babynya. Seru Dela mencoba menenangkan. Tidak seperti biasa kak Arsy pulang selarut ini. Paling lambat jam pulangnya sekitar jam 8 apalagi sekarang tahu kalau anaknya selalu menunggu ciuman papanya...
Aku merasa khawatir, gelisah menunggu kepulangannya. Tiba-tiba handphone aku berbunyi di layar telfon muncul nama "papa Arsy", bergegas aku menerima telfon, Dela duduk di samping aku di kursi pojok kamarnya.
Apa betul ini istri pak Arsyad.? Pertanyaan ini buatku curiga,
Iya, saya sendiri. Bapak ini siapa, di mana suami saya.? Tanyaku semakin tidak tenang, betul dugaanku....
Maaf sebelumnya bu' suami ibu kecelakaan dan sekarang bapak ada di rumah di rumah sakit xxxxxxxx, belum ada pihak keluarga dan sejak kejadian ini kami berusaha menghubungi keluarga bapak akan tetapi handphona pak Arsyad mati kami berusaha mencari nama keluarganya dan alhasil saya dapat panggilan terakhir ke istrinya.....
__ADS_1
Aku seketika diam tidak bisa berkutip dengan pernyataan bapak tadi. Handphone aku terjatuh, Dela mengambil dan meminta lokasi rumah sakit di mana kak Arsy di baringkan.
Baik Terima kasih pak, kami akan segera ke sana, Lanjut Dela memungut handphone dan menjawab si bapak tadi...
Ini sudah malam, tapi aku harus segera ke rumah sakit di mana kak Arsy berada. Dela memboyong aku menuju ke rumah sakit. Aku lemah seketika tidak bisa berkata apa-apa. Aku tidak memikirkan baby lagi, kak Arsy harus aku temui sekarang juga...
Sekitar 15menit perjalanan menuju rumah sakit, pihak rumah sakit telah menunggu kedatangan aku sejak tadi. Aku dan Dela di arahkan ke ruangan di mana kak Arsy terbaring. Aku belum tau pasti keadaannya...
Di saat aku telah di depan ruangan, aku seketika tak kuasa menahan diriku untuk merontah melihat kak Arsy terbaring tanpa sadar. Bercak darah pada kain putih melilit di kepalanya, bagaimana aku dengan keadaan kak Arsy seperti ini. Dela memelukku dan berusaha menenangkan aku'....
Dokter melarang aku menemui kak Arsy malam ini. Aku di suruh menunggu selama tiga jam untuk masuk melihatnya. Aku belum tau apa diagnosa dokter dan penyebab kejadian ini juga aku belum tahu pasti. Yang aku lihat inilah yang terjadi, terbaring tanpa sadar. Bagaimana ini terjadi dengan keadaan aku saat ini...
Dela menghubungi kak Reza dan kak Rifal untuk datang ke rumah sakit malam ini. Aku berusaha kuat dan menahan tangis meski seketika dada terasa sesak kuasa menahan tangis. Aku berpesan sama Dela untuk menelfon mama besok pagi...
__ADS_1