Jungkir Balik Dunia Rania

Jungkir Balik Dunia Rania
Episode 12 - Dua Ekor Kucing Cantik


__ADS_3

"Hei, Mikko. Tumben ada di depan kelas IPA? Lagi nungguin aku, ya?" tanya Nurul genit. Ia berjalan berlenggak-lenggok mendekati cowok yang bersandar di tiang teras sekolah, sambil memainkan poninya yang melentik.


"Hei, kamu kan anak IPS, bukan IPA," celetuk Dewi.


Mikko hanya melengos sambil membuka-buka halaman buku yang dipegangnya sejak tadi. Ia malas berurusan dengan iblis betina seperti Nurul dan komplotannya.


"Rapi banget tulisannya. Rajin juga dia mencatat pelajaran," komentar Mikko dalam hati.


"Dih, sayangku sok jual mahal, deh," kata Nurul lagi. Tetapi Mikko tetap bergeming.


"Hahaha... kasian... ada yang dicuekin," tawa Alvi.


"Hishhh... Mi goreng ngapain sih di sini?" sindir Nurul.


"Hei, jangan bicara seperti itu. Itu sama saja dengan bully. Body shaming," protes Mikko. Disambut dengan wajah kesal Nurul, yang tak terima dengan teguran pria tampan bak idol Korea itu.


"Hei, putri solo. Ke mana aja, sih? Kamu melupakan janji padaku, ya?" lanjut pria tampan berdarah Manado tersebut.


"Kamu mencariku?" tanya Rania bingung. Ia baru saja selesai membagikan kue yang dibeli Qiandra tadi.


"Iya. Kamu bilang tadi malam, kalau separuh nyawamu ada padaku. Lalu pagi ini malah kamu yang melupakannya?" omel Mikko.


"Ommo*! Ternyata beneran kalau tadi malam Rania dan Mikko saling mengobrol," celetuk Alvi.


*Ommo (Korea) : Ya ampun.


"Hei, bukan be-"


"Yuk, ikut aku ke belakang laboratorium biologi." Mikko menarik lengan baju Rania yang masih melongo kebingungan.


"Cieeee... Yang lagi bersemi..." ucap Anjani dan Alvi bersamaan.


"Apa-apaan ini? Sejak kapan mereka dekat? Qiandra, bergerak dong. Kamu kan naksir Mikko juga," ucap Nurul.


"Ish... Biarkan sajalah." Qiandra berlalu masuk ke dalam kelas.


Meski hatinya panas melihat Mikko dan Rania dekat, namun ada hal yang lebih dipikirkannya saat ini. Bagaimana Rania bisa mengetahui dengan tepat soal kegiatan pribadinya?


Rencana summer show itu kan masih rahasia. Dan hanya orang-orang tertentu yang tahu.

__ADS_1


...🌺🌺🌺🌺🌺...


Di belakang laboratorium biologi yang sungguh rimbun dan banyak nyamuk. Kedua remaja berbeda jenis itu berdiri berhadapan. Rania yang sedari tadi gugup, jadi gagal baper deh, akibat serangan nyamuk yang menggila.


"Nih, bukumu," ujar Mikko.


"Oh... Buku fisika? Ya ampun. Aku benar-benar lupa," kata Rania.


"Dari tadi aku sudah memegang buku ini... Masa kamu gak perhatikan, sih? Kamu tuh harus tahu, aku paling malas berurusan dengan cewek di sekolah," protes Mikko.


"Iya, deh. Maaf. Tetapi terima kasih, ya," jawab Rania.


"Lalu, ada dua hal yang akan aku sampaikan. Ingat baik-baik, ya."


"Apa itu?" tanya Rania sedikit khawatir. Wajah majikannya mendadak serius.


"Pertama, jangan katakan pada mereka jika kamu bekerja di rumahku. Yang kedua, jangan beritahu nomor telepon aku pada mereka," ujar Mikko tegas.


"Baik, Ndoro..." jawab Rania. Ia sudah menduga, jika tidak ada yang tahu jika ia bekerja di rumah Mikko. Teman-temannya hanya tahu sebatas ia bekerja sebagai ART, tetapi mereka tidak pernah membahas keseharian Mikko.


"Bukannnya malah semakin aneh, ya? Jika teman-teman pada tahu jika kami dekat, tetapi tidak boleh diketahui alasan yang sebenarnya. Mereka pasti berpikir yang bukan-bukan," batin Rania.


"Iya... Restoran Iga Penyet, kan? Aku gak bakalan kabur kok. Tetapi menu yang paling murah, ya," tawar Rania.


"Hmmm... Aku gak janji." Mikko tersenyum jahil lalu meninggalkan Rania yang hendak meledak saking kesalnya.


...🌺🌺🌺🌺🌺...


Di kelas XI IPA 1 yang tidak pernah damai dan tenteram. Terutama jika guru belum datang seperti saat ini.


"Cieee.... habis ngapain aja tuh di belakang lab biologi? Bukan abis petik-petik bunga yang sedang mekar bersemi, kan? Atau senyum malu-malu ala abg di drama Korea?" ucap Alvi heboh.


"Wah, Mikko lagi PDKT sama Rania, ya? Kabar terhangat nih," sahut teman-teman sekelasnya yang lain.


"Tuh, kan benar. Mereka justru berpikir yang bukan-bukan karena tidak tahu kebenarannya. Adegan mesra bak drama Korea dengan Mikko? Hah, mimpi kali? Yang ada mah adegan penculikan di film mafia," gumam Rania dalam hati.


Pandangan Rania beralih ke meja nomor tiga dari depan, pemiliknya terlihat manyun kayak pegawai belum gajian. Dia adalah musuh bebuyutan Rania. Ya, siapa lagi kalau bukan Nona Qiandra yang terhormat?


Sejak mereka saling kenal di dunia modelling, kedua wanita cantik itu tidak pernah akur. Bagai dua ekor kucing yang saling menajamkan kuku, mereka selalu bertengkar dan saling mencakar.

__ADS_1


Tidak hanya dalam dunia modelling, tetapi dalam jumlah fans, model pakaian hits, jumlah jam terbang, hingga kini dalam dunia akademis dan cowok gebetan. Mereka berdua seakan tidak pernah berhenti untuk menjadi yang terbaik.


Akan tetapi, kini Qiandra memenangkan sebagian kategori itu dengan sangat mudah. Gadis pirang itu menikmati hasil kerja keras Rania meniti karir, karena mereka bertukar tempat.


"Apa Qiandra benar-brnar tidak ingat bagaimana masa lalunya sebelum bertukar denganku? Atau ia hanya pura-pura lupa?" gumam Rania dalam hati.


Rania tidak bisa menebak jawabannya. Ia harus menggali informasi lebih dalam.


...🌺🌺🌺🌺🌺...


"Halo, Nona. Apakah ada keadaan genting?"


"Tidak ada, Felix. Aku hanya ingin kamu menyelidiki Rania Putri, teman sekolahku. Cari tahu latar belakangnya. Dan cari tahu juga, apakah dia ada berhubungan dengan orang-orang kita? Baik secara langsung maupun melalui orang lain," pinta Qiandra pada Felix melalui telepon.


"Baik, Nona. Akan saya laksanakan," jawab Felix.


Felix adalah orang kepercayaan orang tuanya. Ia adalah bodyguard utama, sekaligus tim keamanan IT di rumah dan perusahaan mereka.


Pria cerdas lulusan MIT dan pemegang sabuk Hitam karate dan taekwondo itu dibayar mahal oleh Geffie Austeen, ayah Qiandra, untuk melindungi keluarga mereka dari berbagai ancaman.


"Huhhh... Semoga saja ia bisa dipercaya," ucap Qiandra lirih.


Hatinya benar-benar gelisah. Rania, anak yang dahulu hanya saingannya dalam hal akademis dan cowok, mengapa kini tiba-tiba menjadi terobsesi dengan keluarganya? Apa tujuannya?


Sementara itu dibalik rak buku tempat Qiandra berdiri, seorang gadis berjongkok sambil mengendap-endap menjauhi tempat berbahaya itu.


"Mengapa Qindra menyuruh Felix untuk menyelidikiku? Artinya dia benar-benar tak mengingat masa lalu kami? Jika seperti ini, akan semakin sulit untuk kami kembali ke tempat semula," pikir Rania.


Gadis itu tak sengaja berada di sana. Ia sedang sibuk mencari buku resep kue tradisional ketika mendengar Qiandra menelepon. Namun ia terpaksa menunda kegiatannya tersebut, demi keamanan nyawa dan harga dirinya.


Keceprot!


"Eh, apa ini lembek-lembek? Baunya seperti gak asing?" gumam Rania. Sepatunya seperti menginjak sesuatu yang aneh.


"Heikkksss... Ini kan kotoran kucing? Kucing siapa sih yang bikin perpustakaan jadi toile?" pekik Rania dalam hati. Ia berjalan berjingkat-jingkat menuju ke toilet. Perutnya mual mencium bau tak sedap dari sepatunya tersebut. Sial banget sih dia siang ini?


(Bersambung)


__ADS_1


Terima kasih sudah mampir. Sampai jumpa lagi...


__ADS_2