Jungkir Balik Dunia Rania

Jungkir Balik Dunia Rania
Episode 139 - Fakta dari Satu Tahun Lalu


__ADS_3

Keesokan harinya...


Polisi, Tim SAR dan beberapa kelompok lainnya membentuk tim gabungan, untuk mencari jasad Rania Putri yang diduga tenggelam di dasar danau.


Mereka sudah menghabiskan waktu selama tiga hari, mencari keberadaan gadis itu. Berbagai peralatan canggih pun digunakan untuk mempermudah pencarian.


Hari keempat, matahari sudah mulai turun ke ufuk barat, pencarian hendak dihentikan. Tetapi gelombang elektromagnetik milik Tim SAR yang memindai dasar danau, menunjukkan gelombang aneh seperti menyentuh logam mahal. Padahal seharusnya dasar danau itu hanyalah berupa lumpur.


"Coba ulang lagi memindai daerah sana. Aku yakin ada sesuatu di sana," pinta komandan Tim.


"Lihat! Benar kata komandan. Di sana tidak hanya ada lumpur dan logam mulia, tapi juga bayangan aneh.


"Siapkan peralatan dan tim penyelam. Kita cari tahu sebelum matahari terbenam."


Tim penyelam handal pun diturunkan untuk melihat objek aneh yang diduga jasad Rania Putri.


Dua puluh menit berlalu, mereka telah menyelam hingga ke kedalaman lima puluh lima meter. Akan tetapi, tekanan air yang begitu kuat membuat mereka terpaksa kembali ke permukaan.


Dengan segala pertimbangan, akhirnya mereka menurunkan peralatan canggih, untuk mengambil objek tersebut.


Menjelang magrib, objek itu pun berhasil di angkat ke permukaan. Sebuah gulungan kain sutera berwarna hijau muda corak anggrek yang sudah mulai lapuk, diikat dengan rantai dan ikat pinggang wanita. Lalu diikatkan pula dengan pelek mobil, drain plug dan termostat sebagai pemberat.


Penemuan itu sesuai dengan keadaan mobil milik Malfoy yang sering panas dan rusak mesin, karena kehilangan dua onderdil penting dari kendaraan tersebut.


Tanpa menunggu lama, rantai pengikat kain itu pun dibuka. Bau busuk menyengat mengganggu penciuman orang-orang di sana.


Sebuah tengkorak manusia yang sudah tidak utuh lagi tersembunyi di dalam balutan kain berlumpur tersebut. Tengkorak manusia tersebut di tutupi oleh seragam pramuka bertuliskan nama Rania Putri.


Jennia Putri dan Gelfara Abarua menangis histeris ketika mengetahui fakta putrinya telah tiada dan meninggal dengan cara yang sangat sadis. Jasad sang putri ditemukan tepat di hari ulang tahunnya, tanggal 2 Oktober.


Rania Austeen, Arka dan juga Livy memeluk kedua orang tua tersebut untuk menguatkan mereka.


Bukti lain yang menunjukkan bahwa itu adalah jasad dari Rania Putri yang hilang sejak satu tahun lalu adalah, sebuah jam tangan mahal yang melingkar di salah satu tulang lengannya. Itu adalah jam tangan milik Gelfara yang hilang beberapa waktu yang lalu.


Dan logam jam tangan itu pula lah yang telah memberi sinyal gelombang aneh ke permukaan.


Berita penemuan jasad di dalam danau tersebut menggemparkan publik. Mereka kembali mengungkit hilangnya siswi yang melakukan kegiatan pramuka.

__ADS_1


Tapi sebenarnya apa yang terjadi pada satu tahun yang lalu? Kenapa semuanya sempat melupakan kejadian itu? Apakah benar hanya karena sihir?


...🌺🌺🌺🌺🌺...


Satu tahun yang lalu... Malam itu di hutan danau...


"Rania... Audrey... Kalian bisa mendengar kami?"


"Rania... Audrey..."


"Sst... sebentar. Aku mendengar suara langkah kaki dari arah kiri. Coba senter ke sana," ucap salah satu penjaga danau yang ikut mencari.


"Duh... Nggak terlalu jelas karena semak belukar ini. Tapi sepertinya itu siswa pramuka," ucap temannya.


Sementara itu, di waktu yang sama tapi tempat yang berbeda...


"Wilson, sudah ada kabar dari bandara? Bagaimana penerbangan ke Atlanta?" tanya Chloe pada asistennya.


"Kabar terakhir yang saya dengar, pesawat sudah boarding dan siap berangkat, Nyonya."


"Duh, benarkah? Bagaimana pesawat bisa pergi dengan aman di tengah badai besar begini? Kenapa tiba-tiba ada badai?" gumam Chloe.


Crrriiingg...! Gelang emas yang terletak di kamar Rania Putri dan Edlyn Rania Austeen pun bersinar sangat terang.


Segel sihir yang dipasang oleh Chloe 17 tahun lalu sepertinya bekerja melindungi sang putri. Namun...


Kembali ke hutan danau...


"Benar, itu pasti siswa pramuka yang hilang tadi. Sepertinya dia tersesat. Ayo kita dekati."


Ctarr!! Tiba-tiba petir menyambar kuat. Pada saat itulah Rania melihat mobil datang dan meminta pertolongan.


Para penjaga danau yang melihat dari kejauhan, berusaha berlari mendekati Rania Putri. Akan tetapi, cuaca buruk justru menghalangi mereka untuk bergerak lebih cepat.


Brakk!!!


Beberapa detik kemudian, terdengar suara tabrakan yang dahsyat. Dengan samar, salah seorang penjaga danau melihat kejadian itu. Mereka berusaha mendekati lokasi tabrakan. Tetapi, hujan lebat yang kemudian datang, membuat mereka tersesat di hutan hingga beberapa jam.

__ADS_1


Keesokan harinya...


Pencarian terhadap Rania Putri kembali dilanjutkan, setelah didesak oleh beberapa pihak mewakili Jennia Putri dan Gelfara Abarua.


Tuan Eikberg yang takut kesalahannya terbongkar, memindahkan sekolah sang putri, Audrey Eikberg ke Denmark. Ia juga menyuap sejumlah orang, termasuk Kepala Sekolah, dan para pembina pramuka yanh terlibat agar tidak buka suara.


Akan tetapi, salah seorang pembina pramuka, Pak Salamun, tidak ikut serta dalam kegiatan tersebut karena sedang melanjutkan kuliah S-2 nya, mengingat kejadian naas tersebut.


Sebulan pun berlalu, Rania Putri tidak kunjung ditemukan. Ada yang mengatakan ia tewas dimakan binatang buas dalam hutan, ada juga yang tenggelam ke danau dan jasadnya dimakan hewan air.


Yang jelas, sejak saat itu pencarian dihentikan dan ia pun dinyatakan meninggal dunia. Sekolah dan dinas kependudukan kota pun mengubah data tentang Rania Putri.


Pada saat itu, Jennia Putri yang terus berharap bahwa sang putri masih hidup dan hanya tersesat, terus berdoa. Tangis dan doa seorang ibu ternyata sangat mustajab.


Suatu sore menjelang bulan purnama, kejadian aneh yang tak diketahui orang pun kembali terjadi. Kedua gelang yang berbeda tempat itu kembali bersinar terang.


Edlyn Rania Austeen yang sedang melukis pun mendengar suara tangisan arwah Rania Putri yang dibuang di danau. Tanpa bisa dicegah, gadia konglomerat itu menceburkan diri ke danau lalu mereka bertukar tempat.


Bagaikan dunia paralel, tak hanya posisi mereka yang berubah, kenangan tentang kehidupan mereka dahulu pun tak diingat oleh siapa pun kecuali Edlyn Rania Austeen, hingga gadis itu menghancurkan mantra sihirnya.


Lalu kenapa Qiandra juga ikut terseret? Sudah pasti karena ambisi sang ibu, Fania Ansley yang selalu ingin mengalahkan keluarga Austeen. Qiandra hanyalah sebuah jalan, untuk menjatuhkan Fania Ansley.


...🌺🌺🌺🌺🌺...


Satu minggu berlalu, setelah jasad Rania Putri diangkat dan dikebumikan dengan cara yang layak.


Sidang penetapan sanksi pun dilaksanakan. Fania Ansley dijatuhi hukuman penjara selama dua belas tahun karena berbagai tuduhan.


Kemudian Malfoy Ansley dan Darrent dijatuhkan hukuman delapan tahun enam bulan, karena telah memproduksi dan perdagangan narkoba. Sebenarnya tuntutan hukuman mereka adalah dua puluh tahun, tetapi karena mereka menyerahkan diri ke polisi, maka hukuman mereka pun dikurangi.


Sementara itu, Geffie dan Chloe Austeen tidak luput dari hukuman. Mereka menerima kurungan penjara selama satu tahun tiga bulan karena tuduhan melalaikan pengawasan di perusahaan.


Lalu bagaimana dengan pihak sekolah dan Tuan Eikberg yang terbukti melakukan penculikan dan manipulasi data? Mereka juga mendapatkan hukuman kurungan tiga tahun penjara, beserta denda yang cukup besar.


Di sisi lain, Mikko dan Pak Salamun yang semula dihujat karena membuka aib sekolah, kini menjadi pahlawan yang dibicarakan oleh banyak orang.


(Bersambung)

__ADS_1


Terima kasih telah membaca. Sampai jumpa lagi.


__ADS_2