
“Bibi, kenapa kau tidak menghajar wajahnya saja?” tanya Baili Wuyuan yang tiba di halaman barat setelah mengikuti Baili Qingchen.
Bocah kecil itu menyanyangkan mengapa paman kakeknya malah tiba lebih cepat dan melerai mereka secara paksa. Padahal, pertunjukannya belum sampai puncak.
Qingyi berdecak, lalu mencubit pipi kenyal Baili Wuyuan. Bocah kecil ini sungguh titisan Kaisar Baili. Umurnya baru tujuh tahun, tetapi sudah sangat menyenangi keributan yang dibuat orang.
Meskipun otaknya pintar, anak ini sepertinya akan mendatangkan banyak masalah di masa depan jika terus dibiarkan tanpa dididik.
“Bola nasi kecil, siapa yang menyuruhmu mencampuri urusan orang dewasa?”
“Paman Kakek yang mengajariku. Dia bilang, setiap pangeran harus bisa membantu orang dewasa.”
“Tidak setiap urusan bisa kau campuri, bocah nakal Kau pikir aku tidak tahu kalau kau hanya ingin menonton pertunjukkan?”
Baili Wuyuan bersembunyi di balik tubuh Baili Qingchen. Oh, wanita ini mengerikan. Baili Wuyuan tidak hanya akan dijadikan mainan, tapi juga samsak hidup jika dia datang saat Qingyi sedang kesal.
Pantas saja paman kakeknya sering merasa stress dan tertekan, ternyata permaisurinya punya termperamen yang mengerikan seperti ini.
“Siapa suruh bibi meninggalkanku sendiri! Paman Kakek sudah menyuruhmu untuk menemaniku, tapi kau malah lari bersembunyi! Jadi, apa salahku jika ingin menonton pertunjukkan yang kau buat?”
Bocah ini pandai bicara!
Qingyi tiba-tiba memikirkan sebuah ide cemerlang. Menurutnya akan sangat menyenangkan jika membawa Baili Wuyuan keluar dari mansion.
Di Fujian, bocah ini hidup di dalam rumah dan tidak diperbolehkan keluar karena identitasnya istimewa. Di istana pun, dia hanya boleh berkeliaran di sekitar taman dan tidak boleh melewati gerbang.
Hidupnya pasti membosankan. Kebetulan, dia hanya tokoh penambah yang hadir tanpa rencana. Jika membawa iblis kecil ini keluar, rasa bosan dan kesal di hati Qingyi mungkin bisa mereda.
Gadis itu lalu mengusir Baili Qingchen keluar dari halaman barat. Setelah itu, Qingyi mengeluarkan kostum penyamaran dari ruang dimensi.
Baili Wuyuan disulap menjadi bocah kecil keturunan orang biasa. Jubah mahalnya disimpan di kamar Qingyi dan mahkotanya diganti dengan mahkota biasa.
Sementara itu, Qingyi berdandan seperti laki-laki. Semua perhiasan di tubuhnya ditanggalkan dan disimpan di meja.
“Bibi, bisakah kau mengeluarkan barang lagi?” tanya Baili Wuyuan dengan mata berbinar.
Dia tanpa sengaja melihat Qingyi mengeluarkan benda-benda itu secara ajaib dan langsung ada di telapak tangannya.
“Aku akan menunjukkannya lain kali. Tapi, kau harus menjaga rahasia ini, oke?” ucap Qingyi.
“Oke!” Baili Wuyuan meniru kata terakhir yang diucapkan Qingyi.
Lewat pintu belakang, keduanya keluar dari mansion denga naman. Yinghao menyamar menjadi seekor anjing dan dirantai oleh Qingyi, lalu ikut berjalan-jalan di sekitar pusat kota kekaisaran.
Orang-orang yang melihat mereka seperti melihat pasangan tuan muda kecil dengan pelayan.
“Bibi, apa anjing kecil ini juga peliharaan ajaibmu?” tanyanya lagi.
“Ya. Dia makhluk ajaib.”
“Benarkah? Bisakah kau menyuruhnya menjadi seekor burung?”
“Bisa.”
“Woah. Kalau begitu, apa dia juga bisa berubah menjadi manusia?”
“Tentu saja.”
__ADS_1
“Bibi, lain kali kau harus menunjukkannya langsung padaku.”
Baili Wuyuan memang berisik, tapi rasa penasarannya cukup tinggi. Mendengar dirinya dibicarakan, Yinghao mengonggong keras dan berlari kencang sampai pegangannya terlepas.
Tuannya memang kejam. Bisa-bisanya dia menyetujui permintaan Baili Wuyuan yang menurutnya tidak masuk akal itu.
“Sepertinya peliharaanmu marah,” ucap Baili Wuyuan.
“Biarkan saja. Dia tidak punya tempat untuk pulang selain padaku.”
“Sama seperti Paman Kakek?”
“Bola nasi kecil, apa maksudmu?”
“Kulihat Paman Kakek sangat mempedulikanmu. Dia menjadikanmu seperti seseorang yang begitu penting, menjadikanmu seperti tempat pulang ternyaman untuknya.”
“Bagaimana bisa kau begitu yakin? Apa kau lupa kalau Xiao Junjie masih ada?”
Bocah kecil itu tidak menjawabnya dan berjalan mendahuluinya. Qingyi mengagumi kepandaian bicaranya dan kemampuan otaknya yang tidak sebanding dengan anak seusianya.
Di dunia nyata, anak usia tujuh tahun baru saja masuk sekolah dasar. Kemampuan berpikirnya masih sederhana, tidak seperti orang dewasa.
Tidak heran, memang. Ayahnya adalah Kaisar Baili, gurunya adalah Raja Changle. Ditambah lagi, dunia tempatnya tinggal adalah dunia paralel yang tercipta dari sebuah cerita.
Anak kecil sepertinya bisa saja diset menjadi seseorang dengan pemikiran kompleks dan tersusun layaknya sebuah robot.
“Bibi, belikan aku manisan tanghulu ini!”
Qingyi tanpa sadar mengembangkan senyumnya. Dia mengeluarkan beberapa keping uang, lalu memberikannya pada pedagang.
Pada saat Baili Wuyuan hendak mengambil tanghulu yang hanya tinggal satu buah itu, seorang anak kecil merebutnya dengan cepat dan memakannya.
“Siapa cepat dia dapat. Bocah miskin, minggir kau!”
Anak kecil perebut tanghulu itu memakai pakaian dari sutera dengan sulaman yang sangat rapi dan berkelas.
Di belakangnya terdapat dua orang wanita – sepertinya adalah ibu asuh, berdiri dengan congkak, menatap jijik pada Baili Wuyuan dan Qingyi. Mereka pikir, orang miskin zaman sekarang semakin banyak saja.
Qingyi menatap mereka sekilas. Dari tampilannya, anak perebut tanghulu itu adalah keturunan bangsawan kaya. Tidak heran jika sikapnya begitu sombong dan dua pelayan asuhnya begitu congkak.
Hanya karena Qingyi dan Baili Wuyuan memakai kostum penyamaran, mereka langsung menatapnya jijik dan menganggapnya orang miskin yang rendahan.
“Siapa yang kau bilang miskin? Lihat baik-baik! Ayahku adalah-” sebelum Baili Wuyuan menyelesaikan kata-katanya, Qingyi terlebih dahulu membekapnya. Dia berbisik di telinga Baili Wuyuan.
“Pria sejati tidak mengandalkan latar belakang keluarganya untuk menggertak orang. Jika kau ingin membalasnya, gunakan kemampuanmu sendiri.”
“Haruskah aku memukul dia?”
“Pukul saja sampai kemarahanmu mereda.”
Baili Wuyuan mengangguk. Bocah kecil itu lalu memukul wajah anak kecil di depannya dan mendorongnya sampai jatuh.
“Tuan Muda!” dua pelayan pengasuh bersuara, lalu hendak menolong tuan muda mereka. Namun, tangan Qingyi berhasil menahan mereka. “Betapa memalukan jika orang dewasa mencampuri urusan anak kecil.”
Disindir seperti itu, dua pelayan pengasuh menjadi marah. Siapa wanita miskin ini? Pakaiannya sangat lusuh, juga menyamar menjadi pria.
Orang miskin memang tidak tahu adab. Beraninya dia mendorong tuan muda mereka dan memukulnya! Dua pelayan itu melawan, lalu hendak mengeroyok Qingyi.
__ADS_1
Dalam satu pukulan, Qingyi berhasil membuat dua pelayan pengasuh pusing. Hidung mereka mimisan akibat pukulan Qingyi.
Sementara itu, Baili Wuyuan bersiap memukulbkembali anak kecil yang merebut tanghulunya. Nenek mudanya benar, dia harus mengandalkan kemampuan sendiri untuk membalas dendam.
Perkelahian tidak terelakkan. Qingyi dan Baili Wuyuan memukul mereka sampai babak belur. Dua pelayan pengasuh membawa tuan muda mereka yang sudah babak belur dan berantakan keluar dari kerumunan, lalu berteriak bahwa mereka pasti akan membalasnya.
Qingyi dan Baili Wuyuan tidak menanggapi. Keduanya lekas membereskan pakaian dan rambut mereka, lalu melakukan tos dengan telapak tangan kanan mereka.
Huh, anak kecil tadi sangat kurang ajar. Beraninya dia merebut tanghulu seorang Baili Wuyuan, yang ayah dan kakek neneknya adalah bangsawan terbesar di Bingyue ini!
“Ingatlah untuk mengandalkan dirimu sendiri ketika kau diganggu. Bocah kecil, apa kau mengingat perkataanku?”
“Tentu saja. Bibi memang terbaik!”
Akibat banyak mengeluarkan tenaga, Qingyi dannBaili Wuyuan menjadi lapar. Mereka mampir ke sebuah restoran paling mahal di kota kekaisaran dan makan di sana.
Pelayan restoran tidak berani mengusir mereka setelah melihat keganasan keduanya di luar. Jika diusir, bisa-bisa restoran ini hancur.
Satu jam kemudian, anak kecil yang tadi dihajar sampai babak belur kembali lagi bersama dua pelayannya.
Kali ini, dia membawa penjaga khusus dari kediaman dan langsung menyuruh mereka mengepung Qingyi dan Baili Wuyuan. Sikapnya masih arogan dan sombong.
“Tangkap mereka! Pukul dan penjarakan mereka berdua!” ucap anak kecil itu.
Qingyi dan Baili Wuyuan kompak berdecak. Qingyi menyuruh Baili Wuyuan untuk diam. Biarkan dia yang bertindak.
Saat penjaga-penjaga hendak menangkapnya, Qingyi melemparkan makanan di meja dan menyumpal mulut mereka dengan gerakan secepat kilat. Kurang dari lima detik, dia sudah kembali duduk di kursinya.
“Benar-benar cari mati,” ucap Baili Wuyuan.
Anak kecil arogan itu menyuruh penjaga-penjaga kediamannya untuk kembali maju. Kemudian, sebuah suara yang berat menggema di ruangan itu. Suara itu berseru, “Hentikan! Apa yang kalian lakukan?”
Cui Kong melerai perkelahian dan membelah kerumunan. Qingyi dan Baili Wuyuan tidak menatapnya, lalu fokus melahap makanan di meja.
Cui Kong memandang sekilas dua pelayan pengasuh dan para penjaga. Mereka ini sedang cari masalah dengan dua iblis kecil Bingyue?
Dua pelayan dan penjaga terkejut, wajah mereka menjadi pias. Apa ini? Mengapa Komandan Cui, pengawal pribadi Raja Changle muncul di sini?
“Komandan Cui, maaf telah membuatmu melihat keributan. Kami hanya ingin menangkap orang yang sudah melukai tuan muda kami,” ucap salah satu pelayan. Cui Kong menatap sengit.
“Lancang! Orang dari mansion Raja Changle tidak akan mencari masalah jika bukan kalian yang memulai duluan!”
Orang dari mansion Raja Changle? Apa maksud Komandan Cui adalah mereka berdua?
“Yang Mulia Putri, perlukah aku menangkap mereka semua?” tanya Cui Kong pada Qingyi.
“Tidak perlu. Biarkan mereka datang ke mansionku untuk menyelesaikan urusan mereka,” jawab Qingyi acuh tak acuh.
Cui Kong menurut. Dua pelayan semakin pucat. Yang Mulia Putri? Satu-satunya orang yang dipanggil Yang Mulia Putri di mansion Raja Changle hanyalah….
Putri Permaisuri Changle! Kalau begitu, wanita berpenampilan lusuh yang menyamar menjadi pria ini, yang mereka maki sebagai orang miskin adalah Liu Qingyi, sang Putri Permaisuri Changle yang terkenal itu?
“Pangeran, sudah saatnya kembali ke istana.”
“Tidak mau. Aku ingin bermalam di mansion Paman Kakek!”
Sekarang, dua orang pelayan itu, juga semua penjaga yang hendak menangkap Qingyi dan Baili Wuyuan seperti kehilangan roh mereka.
__ADS_1
Bukan hanya wajah mereka yang semakin pucat, tapi juga darah mereka seperti berhenti mengalir. Kaki mereka seketika seperti lumpuh, kehilangan daya.
Anak kecil itu…. adalah Pangeran Manyue, putra sulung Kaisar Baili yang baru saja dinobatkan?