
Sekelebat bayangan hitam melintas di halaman kediaman perdana menteri pada saat malam belum terlalu larut. Penjagaan di sana sedang longgar, hingga sosok itu bisa melengang memasuki bangunan lain dengan leluasa.
Pakaiannya yang serba hitam membuat sosok tersebut menyatu dengan kegelapan malam, menyamarkan diri sendiri sampai dia sampai di depan sebuah bangunan yang paling mewah.
Dari dalam, terdengar sebuah teriakan yang keras memecah keheningan. Pelayan yang ada di sekitar sana berlarian keluar untuk menyelamatkan diri masing-masing. Ketika para pelayan melintas di hadapannya, sosok itu langsung bersembunyi di balik pohon atau rumpun bunga. Barulah setelah tidak ada orang, dia kembali bergerak.
“Dasar anak durhaka! Bukannya belajar, dia malah lari ke negara Chen!” teriak perdana menteri.
Emosinya yang telah naik ke ubun-ubun pecah saat tahu kalau putra keduanya yang tidak berguna, Liu Qingti, pergi mengikuti Baili Qingyan pulang ke Kekaisaran Chen.
“Katakan! Mengapa keluarga Liu melahirkan anak tidak berguna sepertinya?”
Perdana menteri sangat marah. Begitu pula dengan Nyonya Gao. Putra kedua mereka yang berandalan dan sangat kurang ajar itu benar-benar sudah keterlaluan.
Jika hanya mengacau dengan bermain-main di rumah bordil atau bermalas-malasan, atau menghabiskan uang di arena judi dan restoran, perdana menteri dan istrinya tidak akan semarah ini. Paling-paling mereka hanya akan menghukumnya dengan berlutut di halaman seharian dan memotong uang bulanannya.
Setidaknya putranya itu masih pulang ke rumah. Tidak apa-apa jika dia sampai mencukur rambutnya sampai habis. Sekarang, dia malah berani meninggalkan Bingyue untuk mengikuti Baili Qingyan, bahkan tanpa izin darinya! Itu sama saja dengan sebuah pemberontakan dalam keluarga! Kepada siapa perdana menteri dan istrinya harus melampiaskan amarah?
“Tampaknya, Perdana Menteri sungguh sedang marah,” ucap sosok itu. Suaranya begitu bening. Itu suara perempuan.
Perdana menteri dan Nyonya Gao seketika menoleh. Mereka mendapati sesosok berbaju hitam memasuki kediaman dengan langkah yang sangat teratur. Ketika sosok itu sampai di depan keduanya, dia membuka tudung kepalanya. Wajahnya adalah wajah yang sangat cantik, dan rambutnya disanggul rapi. Ternyata, benar-benar perempuan.
“Kau!” kejut perdana menteri.
“Perdana Menteri, aku butuh bicara denganmu.”
Mendengar itu, dia menatap sekilas pada Nyonya Gao. Raut wajah perdana menteri jelas sangat tidak senang. Tapi, karena sosok itu datang kemari, itu berarti ada sesuatu yang penting untuk dibicarakan. Perdana menteri lantas menyuruh istrinya untuk keluar, dan membiarkan mereka bicara berdua. Dia juga berkata bahwa tidak boleh ada seorang pun yang mengganggunya.
“Beraninya kau datang ke kediamanku!” ucap perdana menteri setelah pintu tertutup.
__ADS_1
Sosok itu tersenyum remeh, lalu berjalan dan duduk di kursi. Diambilnya cangkir teh dan dituangkannya air dari teko tersebut, lalu ia menyesap aromanya secara perlahan.
“Kediaman Perdana Menteri memang sangat tidak ramah. Pantas saja anakmu itu melarikan diri ke Chen,” ejek wanita itu. Wajah perdana menteri memerah.
“Katakan, apa yang ingin kau bicarakan?” tanya perdana menteri.
“Anak buahku ditangkap Raja Changle. Aku butuh bantuanmu,” jawab wanita itu.
Perdana menteri sangat tidak senang. Dia sedang marah karena putranya kabur. Beberapa permasalahan yang baru-baru ini terjadi juga belum sepenuhnya selesai dan telah membuatnya makan hati selama berhari-hari. Sekarang, wanita ini datang dengan berani dan meminta bantuannya.
Apa katanya tadi? Dia meminta bantuan untuk membebaskan anak buahnya dari tangan Raja Changle?
“Itu tidak ada hubungannya denganku. Jika kau mau, kau bebaskan mereka sendiri,” tolak perdana menteri.
Wanita itu menyeringai aneh. Ia pikir, saatnya membuka kartu yang bisa membuat perdana menteri mau membantunya.
Mau tidak mau, perdana menteri terpaksa melemahkan tatapan matanya sendiri. Wanita gila ini punya sesuatu yang bisa membuatnya patuh dan tidak punya pilihan. Dia menghela napas sejenak sebelum melanjutkan pembicaraan. Amarah di dalam dadanya masih bergemuruh, tetapi ia mencoba menahannya sampai pembicaraan ini selesai.
“Apa mereka begitu penting bagimu?” tanya perdana menteri lagi.
Wanita itu diam-diam menyunggingkan senyum kecilnya. Umpan yang dia berikan ternyata sudah diambil, dan kartu yang ia keluarkan tidak sia-sia.
“Tidak juga. Mereka hanya sekumpulan manusia bodoh yang tidak seharusnya berada di sini,” jawab wanita itu.
Perdana menteri membelalak. Emosinya memuncak kembali. Ketika dia memikirkan arti dari perkataan wanita itu, semua gemuruh di dadanya menjadi tak terkendali. Perdana menteri menggebrak meja sampai berbuji ‘brak’ dan meja itu langsung ambruk. Peralatan yang ada di atasnya jatuh dan pecah.
“Wang Yiyuan! Kau mempekerjakan orang selatan?!”
Wanita itu – Wang Yiyuan, mengangguk tenang. Pekerjaannya adalah pebisnis gelap, suka memperjualbelikan barang hasil curian dan penjarahan. Di pasar gelap, dia adalah bos nomor satu. Selama ini tidak ada yang tahu pasti bahwa dia adalah seorang wanita, karena Wang Yiyuan selalu berada di balik tirai dan mengatur semuanya dari belakang layar.
__ADS_1
Di Bingyue ini, hampir semua tempat usaha berhubungan dengannya. Mereka yang menginginkan bisnis maju namun tidak mau keluar modal adalah orang-orangnya. Informasinya sangat cepat dan banyak. Orang biasa tidak akan bisa menemuinya. Sungguh sebuah kehormatan yang besar ketika orang misterius penguasa pasar gelap nomor satu di Bingyue mendatangi kediaman perdana menteri secara sukarela.
Maka, hubungan di baliknya tidaklah sederhana. Arena usaha gelap Wang Yiyuan tidak akan semudah itu menyebar di seluruh penjuru Bingyue jika tanpa ada campur tangan penguasa. Wang Yiyuan telah membuat kesepakatan dengan perdana menteri, dan perdana menteri telah menerima keuntungan yang sangat besar dari bisnis tersebut.
Dua tahun lalu, dia menolong dan memanfaatkan imigran gelap dari selatan dan mempekerjakan mereka dalam bisnis perhiasan palsu. Awalnya semua baik-baik saja, sampai ia mendengar berita bahwa orang-orang itu telah ditangkap Raja Changle dan dibawa ke penjara rahasia. Wang Yiyuan tidak peduli dengan nyawa mereka, tetapi ia khawatir mereka akan membuat bisnisnya terancam.
“Itu tidak penting. Kau hanya perlu membuat mereka menutup mulut mereka,” ujar Wang Yiyuan. Ia tahu, hanya orang tua serakah inilah yang mampu melakukannya.
“Apa kau gila? Aku tidak bisa melakukannya!” tegas perdana menteri.
Di Bingyue ini, selain istana kaisar, hanya ada satu tempat yang tidak bisa ia sentuh, yakni mansion Raja Changle. Kaisar Baili memang berhasil memasukkan mata-mata ke mansion pamannya itu, tetapi bukan berarti hal yang sama berlaku kepadanya. Jangankan mata-mata, bahkan seorang pengintai saja tidak bisa ia kirimkan ke mansion Raja Changle.
Raja Changle – Baili Qingchen, tampaknya sengaja membiarkan mata-mata Kaisar Baili memasuki kediamannya. Entah apa alasannya, dia juga tidak tahu. Permintaan yang barusan dikatakan oleh Wang Yiyuan sangat mustahil, karena mansion Raja Changle tidak bisa dijangkau dengan mudah. Apalagi kalau sampai harus membobol penjara rahasia, yang penjagaannya lebih ketat dari penjara kekaisaran.
“Bukankah putrimu adalah Putri Permaisuri Changle?”
“Omong kosong! Aku tidak pernah punya putri sekurang ajar itu!”
Wang Yiyuan tidak mau mendengar alasan apapun. Baginya, bisnis adalah bisnis. Perdana menteri telah menerima banyak keuntungan darinya, dan kini sudah saatnya dia membantunya. Hal sekecil ini tidak mungkin sulit dilakukan.
Apa salahnya menyuruh putrinya untuk membujuk Raja Changle? Barangkali saja Raja Changle menuruti kata-katanya. Belakangan kabar kota kekaisaran mengatakan kalau hubungan Raja Changle dengan Putri Permaisurinya lumayan baik.
“Aku tidak mau tahu. Jika kau tidak ingin sumber uangmu terputus, maka selesaikan permintaanku.”
Lalu, Wang Yiyuan melompat lewat jendela. Kepalanya kembali ditutupi tudung, dan dalam beberapa saat dia sudah menghilang. Perdana menteri masih bergeming di tempatnya. Bukan sumber uang yang terputus yang ia pikirkan sekarang, melainkan dampak yang akan muncul jika permintaan itu tidak disetujui.
Kalau orang-orang selatan itu benar-benar membuka mulut dan mengatakan siapa tuan mereka, maka masalah pasti akan perlahan merembet dan tertuju kepadanya. Dia saja masih pusing memikirkan masalah putranya yang kabur dan pernikahan putrinya yang batal.
Wang Yiyuan benar-benar memberinya masalah!
__ADS_1