Love Imagination System

Love Imagination System
Bagian 92: Jangan Memaksaku!


__ADS_3

“Apa semua selir Kaisar Baili tidak tahu malu?“


Selir Jia mendongak ketika suara Qingyi memecah keheningan. Dia melihat Putri Permaisuri Changle berjalan dengan anggun dan penuh kharisma.


Wanita itu seperti seorang putri agung, yang keanggunan dan wibawanya begitu tinggi dan mulia. Meskipun wajahnya ditekuk dan sangan masam, Selir Jia tidak memungkiri jika Putri Permaisuri Changle sangat bersahaja.


Suasana hati Qingyi sangat buruk sekarang. Bukan hanya Kaisar Baili yang mencari masalah dengannya, sekarang selirnya pun malah ingin menambah keruwetan.


Qingyi tidak habis pikir, mengapa mereka begitu kompak merusak suasana hatinya? Qingyi sungguh tidak ingin diganggu siapapun saat ini!


“Aku sudah menunggumu sejak tadi,” ucap Selir Jia tanpa malu.


“Aku tidak menyuruhmu. Apa aku pernah berkata bahwa aku mau bertemu denganmu?”


Selir Jia menahan gejolak di hatinya. Wajahnya memerah menahan marah. Lihatlah, Putri Permaisuri Changle begitu sombong dan sangat kejam.


Selir Jia terpaksa memendam perasaannya untuk beberapa waktu, karena saat ini yang paling penting adalah menyelamatkan diri terlebih dahulu.


“Aku tahu kau begitu membenciku. Tapi, aku benar-benar membutuhkan bantuanmu,” tutur Selir Jia.


“Hanya karena kau membutuhkan bantuanku, lantas kau pikir aku akan membantumu?”


Gadis itu sungguh jengah. Qingyi bisa merasakan kepustasaan yang besar memancar dari raut wajah Selir Jia. Pikirnya, wanita itu sungguh tidak tahu malu.


Beberapa waktu lalu dia masih memprovokasinya, sekarang dia memelas memohon bantuan padanya. Dia pikir dia siapa?


Taman istana terasa pengap. Padahal, tempat itu begitu terbuka. Qingyi ingin segera pergi dari tempat yang menyebalkan ini, namun tetap saja ada halangannya.


Selir Jia telah menunda waktunya, dan Qingyi sangat tidak senang. Gadis itu berbalik hendak pergi, namun perkataan Selir Jia selanjutnya membuat langkahnya terhenti.


“Selir Xian tidak akan melepaskanku.”


“Lalu, apa hubungannya denganku?”


“Selir Xian adalah adikmu.”


“Lantas mengapa jika dia adalah adikku?”


Sorot mata Qingyi berubah menjadi tajam dan dingin. Selir Jia seperti membeku. Mata itu lebih mengerikan daripada Kaisar Baili ketika marah.


Tanpa disadari, tubuh Selir Jia bergetar dan mulai mengeluarkan keringat. Jantungnya berdegup kencang seperti hendak meloncat keluar dari rongga dada.


“Jangan lupa, dia adalah sekutumu. Jika kau mati, itu adalah resiko yang harus kau tanggung karena sudah berhubungan dengannya,” Qingyi mengatakannya dengan jelas dan nadanya begitu tajam.


Pertama kali dalam hidupnya, Selir Jia diperlakukan seperti ini. Baru pertama kali pula dia melihat seorang wanita terlihat lebih ganas dan lebih mengerikan daripada seekor singa.


Selir Jia tidak berani memprovokasi Qingyi lagi, namun ia harus tetap melakukannya. Hari ini, bagaimanapun caranya, Putri Permaisuri Changle harus mau membantunya.


“Aku tahu cara untuk membuat Tabib Shen membuka mulut. Bukankah kau sedang mencari jawaban darinya?” ucap Selir Jia.


Qingyi menaikkan sebelah alisnya. Selir Jia sepertinya serius.


“Oh?” ucapnya, mengisyaratkan bahwa ia ingin mendengar cerita selanjutnya. Melihat kesempatan datang, Selir Jia tidak menyia-nyiakannya.


“Aku benar-benar punya cara. Jika kau percaya, kau bisa membawaku ke penjara Pengadilan Tinggi Kekaisaran.”

__ADS_1


“Aku tidak mempercayai siapapun.”


Gadis itu mengeluarkan sebuah botol kecil dari dalam saku bajunya. Dia menyodorkannya kepada Selir Jia, menyuruh selir tidak tahu malu itu untuk membukanya.


Di dalamnya terdapat beberapa pil berwarna hitam yang sepertinya tidak cukup baik. Selir Jia bimbang, dia menatap Qingyi untuk meminta penjelasan.


“Jika kau ingin meminta bantuanku, aku harus melihat ketulusanmu. Pil itu adalah pil pemecah syaraf. Kau akan merasakan sakit kepala yang hebat jika kau mengkhianatiku.”


Percaya bahwa Putri Permaisuri Changle tidak akan membunuhnya, Selir Jia lantas memakan satu pil hitam tersebut. Memangnya mengapa jika ia harus memakan pil seperti racun ini?


Jika dia tidak memakannya pun, Selir Xian pasti akan berusaha menyingkirkannya. Berdasarkan perkataan Qingyi, efek pil ini jauh lebih ringan dibandingkan dengan racun dingin yang diberikan Selir Xian kepadanya.


Melihat Selir Jia sungguh-sungguh ingin meminta bantuan, sudut bibir Qingyi terangkat membentuk sebuah seringaian aneh. Bagus, selangkah lagi dia akan dapat mengetahui siapa dalang sebenarnya. Dia bisa menggunakan tangan Selir Jia untuk menarik paksa pelakunya, keluar dari persembunyiannya.


Meskipun Baili Qingchen tidak mengizinkannya mencampuri urusan ketiga selir tersebut, Qingyi tetap akan melakukannya. Dia tidak melanggar apapun.


Dia hanya sedang memanfaatkan peluang dan kesempatan yang datang berkat Selir Jia. Jika Baili Qingchen marah, maka dia punya alasan untuk melawannya.


“Ikut aku!” seru gadis itu.


Selir Jia dan Qingyi pergi ke penjara Pengadilan Tinggi Kekaisaran. Ini untuk yang kedua kalinya bagi Qingyi. Bedanya, sekarang dia masuk secara resmi dan tidak perlu mengendap-endap lagi.


Para sipir penjara terkejut melihat wanita masuk membawa token perintah Raja Changle, lalu berspekulasi bahwa wanita bergaun biru muda adalah Putri Permaisuri Changle.


Karena Raja Changle sudah memberikan tokennya, sipir-sipir tidak berani menghalangi. Salah seorang di antara mereka mengantarkan Qingyi dan Selir Jia ke dalam penjara.


Sepanjang jalan, Selir Jia melihat ke sana kemari dengan waswas. Selir itu ketakutan melihat betapa pengapnya dan betapa gelapnya tempat ini. Ini mungkin tempat terburuk yang pernah ia pijaki.


Ketika Qingyi melewati sebuah sel yang familiar, ia berhenti sejenak. Di dalam sel itu, Wang Yiyuan duduk termenung menghadap depan. Qingyi tersenyum kecil.


“Yo, terpidana mati ternyata masih hidup.”


Wang Yiyuan merengut. Emosinya naik ke ubun-ubun. Dia masih membenci Qingyi meskipun gadis itu telah membantunya menemukan pelaku pembunuh saudara kembarnya.


Selir Jia melihat penuh tanya, namun berikutnya ia memalingkan wajahnya dan mengikuti sipir.


“Aih, sayang sekali musim semi tahun depan masih lama. Nikmatilah hari-hari burukmu di sini, Wang Yiyuan.”


Qingyi menjatuhkan sesuatu ketika ia bergegas meninggalkan sel tersebut. Wang Yiyuanntidak berminat mengetahuinya, namun rasa penasaran tiba-tiba saja datang.


Dia merangkak ke bagian depan sel, kemudian mengambil sesuatu yang jatu tersebut. Itu adalah sebuah kertas cokelat yang dilipat.


Benda itu sengaja dijatuhkan oleh Qingyi. Isinya adalah informasi terkait kesepakatan Wang Lingshan dan Baili Qingchen, dan juga alasan mengapa mereka melakukan itu.


Sebelumnya, Qingyi pernah berkata bahwa dia akan mencari tahu masalahnya sampai ke akar. Sampai saat Baili Qingchen mengatakan semuanya, ia baru terpikir untuk memberitahu Wang Yiyuan. Menurutnya, Wang Yiyuan harus tahu sebelum dia mati agar rohnya tidak gentayangan.


“Yang Mulia, silakan,” ucap sipir. Pintu penjara Tabib Shen dibuka.


Tabib Shen sudah menjadi cacat. Kakinya diperban secara asal, sementara luka di tangan dan beberapa bagian tubuhnya dibiarkan terbuka.


Melihat orang yang menjebaknya datang, Tabib Shen memalingkan muka dan menghindari pertemuan mata dengan Qingyi. Ia menebak, gadis sialan itu pasti datang untuk menginterogasinya.


“Ckckck….Sudah jadi tahanan pun masih berlagak sombong. Sopan santunmu sangat buruk!” ejek Qingyi.


“Sebagai orang yang akan segera mati, sopan santun tidak akan berguna,” ucap Tabib Shen. Qingyi tertawa. Tabib ini benar-benar menarik!

__ADS_1


“Ah, rupanya kau tahu. Sayang sekali dia tidak akan menyelamatkan hidupmu.”


Mendengar kata ‘dia’, Tabib Shen seperti kehilangan kewarasannya. Dia mulai menggila dan melemparkan segala sesuatu yang ada di dalam sel.


Kemudian, tabib itu tertawa seperti orang gila. Dia mentaap Qingyi dengan sengit, lalu berkata, “Dia akan datang! Kaisar Baili tidak akan memiliki keturunan lagi! Hahaha!”


“Dia tidak punya waktu untuk mengurusimu karena dia sedang berusaha melarikan diri,” sambung Qingyi.


Tabib Shen menggeliat, bola matanya membulat. Dia kembali berteriak, “Tidak! Dia akan datang menyelamatkanku!”


Tabib Shen menggila lagi. Selir Jia ketakutan, dia bersembunyi di balik tubuh Qingyi. Tidak ia sangka jika seorang tahanan bisa berakhir seperti ini.


Jika Kaisar Baili menginginkan semua istrinya mati, maka itu mungkin lebih baik daripada menjadi tahanan seperti Tabib Shen.


Qingyi menarik keluar Selir Jia, kemudian mendorongnya ke depan. “Gliranmu!”


Selir Jia melangkah ragu. Dalam jarak dekat, ia mencium bau anyir darah yang mengering. Selir Jia hampir muntah.


Kepalanya menoleh kepada Qingyi, memohon petunjuk agar dia tidak melakukannya hari ini. Akan tetapi, Qingyi tidak menanggapinya dan hanya menatapnya dengan dingin.


Sudahlah, lagi pula dia sudah mengatakan dia punya cara.


Selir itu mengeluarkan sebuah lencana berwarna putih tulang dan memperlihatkannya kepada Tabib Shen.


Orang setengah gila itu lantas mengambilnya dan memegangnya dengan erat. Sorot matanya yang membara perlahan meredup. Suara tawanya kembali pecah.


“Lihat! Dia akan datang menyelamatkanku! Putri Permaisuri Changle, tamatlah riwayatmu!”


“Benar, dia akan datang menyelamatkanmu. Bisakah kau memberitahuku siapa namanya?” tanya Selir Jia.


Selagi Tabib Shen menggila, mengorek informasi sebanyak mungkin akan berguna. Tabib Shen terpancing, mulutnya lantas terbuka dan refleks ia berkata, “Se…” Namun, kesadarannya muncul dan dia menatap Selir Jia dengan sengit. Selir Jia kecewa, lalu hendak mundur.


“Kau siapa? Kau bukan dia!” seru Tabib Shen.


Sial, Selir Jia gagal mengorek informasi.


“Hahahaha! Putri Permaisuri Changle, kau mengirim orang bodoh untuk menipuku?”


Qingyi marah. Dia melangkah, lalu menekan Tabib Shen hingga ke dinding dan mencekik lehernya.


Matanya berubah menjadi mata elang, menusuk ulu hati Tabib Shen. Qingyi memiringkan kepala, lalu berkata dengan dingin, “Jangan memaksaku untuk melakukan sesuatu yang buruk. Toleransiku sangat rendah dan mudah kehilangan kendali.”


Tetap saja Tabib Shen tidak menganggapnya. Dia tertawa dengan keras, dan mengatai Qingyi bodoh dan tidak tahu apa-apa.


Semakin keras Tabib Shen tertawa, semakin kuatlah cengkraman di lehernya. Selir Jia melangkah mundur, takut akan sosok Qingyi yang tidak lebih dari iblis wanita.


“Jika kau takut, pergilah dari sini!” usir Qingyi. Selir Jia lari terbirit-birit.


Qingyi memasukkan sebuah pil ke dalam mulut Tabib Shen dan memaksanya menelannya. Pil yang diberikan kali ini adalah pil yang bisa membuat orang kedinginan dan gatal setiap malam.


Jika dipadukan dengan kondisi Tabib Shen saat ini, pria itu akan sangat menderita.


“Dengar baik-baik! Apa yang kukatakan adalah benar. Kau, nikmati baik-baik sisa hidup burukmu di sini dan lihat sendiri, apakah dia akan datang atau tidak.”


Cengkraman di leher Tabib Shen melonggar. Tangan itu sudah tidak mencekiknya lagi. Qingyi masih berekspresi suram, dia menendang meja sampai terbalik.

__ADS_1


Sipir penjara mencelos, kemudian buru-buru menutup pintu sel dan menguncinya kembali.


__ADS_2