Love Imagination System

Love Imagination System
Bagian 69: Hadiah Pernikahan


__ADS_3

Semua orang langsung menatap Qingyi.


“Ada apa, Putri Permaisuri Changle?” tanya Kaisar Baili


“Apa Yang Mulia begitu terburu-buru? Raja Changle belum kembali. Mungkinkah Yang Mulia sudah tidak menganggapnya lagi?”


Pandangan Kaisar Baili menggelap.


“Waktu yang baik tidak boleh disia-siakan. Aku akan menjelaskannya kepada paman ketika dia kembali.”


Qingyi mengangguk ringan seolah meremehkan perkataan Kaisar Baili.


“Oh, kalau begitu, lanjutkan.”


Kaisar Baili sudah kehilangan minat melanjutkan perkataannya. Lalu, dia menyuruh kasim utamanya untuk maju.


“Bacakan dekretnya!” titah sang kaisar.


Kasim utama mengangguk, lalu membentangkan sebuah kain sutera berpola naga dan berwarna emas lebar-lebar. Dia mulai membaca huruf demi huruf yang tercetak di sana dengan suara lantang.


“Perdana Menteri Bingyue, Liu Wang, telah mengabdikan diri kepada istana selama puluhan tahun. Jasanya begitu besar dan tidak dapat dihitung. Dia sudah memasuki usia tua. Untuk itulah, dia diizinkan pensiun dan mundur dari posisinya. Sebagai pembalasan atas jasanya, Kaisar memberi rahmat dengan mengizinkan putrinya memasuki istana kekaisaran dan melanjutkan perjuangannya,” kasim utama mengambil napas sejenak. Qingyi menguap malas.


“Liu Erniang, putri bungsu Perdana Menteri Liu Wang, berbakat dan jelita. Dia lembut dan baik hati. Atas rahmat Kaisar, dia diberi gelar Selir Tinggi Xian dan diberikan sebuah istana beserta empat puluh pelayan…..”


Saat itu, Baili Qingchen masih menunggu di luar istana. Dari jauh, Cui Kong berlari sekencang-kencangnya dengan panik. Dia lari pontang-panting seperti dikejar setan. Tapi, yang harus ia sampaikan jauh lebih mengerikan daripada setan itu sendiri.


“Yang Mulia, gawat! Bola nasi kecil calon pangeran diculik!”


Seketika, matanya membelalak. Sudah pasti ini ulah Qingyi! Ternyata ini alasan dia bersikap baik dan berpura-pura patuh! Baili Qingchen memang punya rencana untuk segera memberitahu keponakannya dan membawa Baili Wuyuan ke istana, namun ternyata malah kalah duluan dan kalah cepat!


Istrinya benar-benar gila! Dia bermaksud memberikan hadiah yang sangat tidak terduga kepada keluarga kekaisaran!


“Cepat, kembali ke Aula Xueyue!”


Dengan langkah seribu, Baili Qingchen dan Cui Kong berlari menuju Istana Xueyue. Saat mereka tiba, kasim utama baru selesai membacakan dekret. Liu Erniang masih berlutut di lantai dan menunggu.


Baili Qingchen mengatur napasnya, lalu berjalan pelan ke tempat duduknya.


“Nona Liu, silakan,” ucap kasim utama.


Liu Erniang sangat gembira. Ia pikir bencana sudah dihindari. Dengan tangan bergetar, dia hendak menerima gulungan dekret itu. Setelah dekret ada di tangannya, maka statusnya akan menjadi sah.


Tapi, ekspektasinya terlalu tinggi.


“Tunggu!” seru Qingyi lagi.

__ADS_1


Semua orang kembali menatapnya lagi, termasuk Baili Qingchen dan Cui Kong.


“Ada apa lagi, Putri Permaisuri?” tanya Kaisar Baili.


Liu Erniang tercekat, lalu menoleh dan menatap tajam Qingyi. Sungguh, kakaknya itu telah menundanya dan merusak suasana! Ayolah, tidak bisakah dia menunggu sampai gulungan dekret itu sampai ke tangannya?


“Di mana kau menyembunyikan Baili Wuyuan?” bisik Baili Qingchen. Qingyi tidak menjawab, dia malah menyeringai dan berkata, “Saatnya menyaksikan pertunjukan.”


Qingyi berdiri, lalu menengadahkan kepalanya. Matanya yang jernih menatap langsung Kaisar Baili. Ada kilatan yang membuat Kaisar Baili sedikit gugup saat beradu pandang dengannya.


Aura yang sama keluar untuk ketiga kalinya. Para menteri semuanya memperhatikan. Mereka terkejut karena kaisar mereka bisa sedikit goyah hanya karena ditatap oleh Putri Permaisuri Changle.


“Pemberian gelar Selir Tinggi Xian ini sepertinya terlalu terburu-buru. Padahal, Yang Mulia punya sesuatu yang lebih mendesak untuk diselesaikan,” kata Qingyi dengan tenang.


“Oh? Hal mendesak apa yang kau maksud dan kau ingin aku selesaikan?”


“Bawa dia kemari!” seru Qingyi.


Kemudian, Yinghao dalam wujud pelayan – Xiao Ying, masuk ke dalam aula sembari menuntun Baili Wuyuan. Qingyi menyembunyikan bocah kecil itu di ruang dimensi, membuatnya tertidur sampai waktunya tiba.


Cui Kong membelalak tak percaya saat tahu orang yang menculik bola nasi kecil calon pangeran adalah Putri Permaisuri sendiri.


Melihat seorang anak kecil berjalan memasuki aula, beragam pertanyaan muncul dalam benak orang-orang. Mereka secara spontan mengalihkan perhatian, menatap Baili Wuyuan dari ujung kepala hingga ujung kaki.


Garis dan kontur wajah bocah kecil itu, bagaimana bisa begitu mirip dengan Kaisar Baili?


Qingyi melirik Baili Qingchen sejenak. Senyumnya yang biasa terbit, bukan sebuah seringaian serigala yang menyeramkan. “Kau saja yang menjelaskan,” ucapnya.


Sudah kepalang tanggung, pikir Baili Qingchen. Masalahnya sudah seperti ini dan tidak mungkin ada jalan mundur. Baili Qingchen harus menunda rencana karena istrinya mengacau. Kalau begitu, biarkan dia ikut berpartisipasi juga dalam pertunjukkan ini. Dengan begitu, tugasnya mungkin bisa selesai satu.


“Yang Mulia, dia adalah putramu, Baili Wuyuan,” ujar Baili Qingchen.


Sontak saja semua orang terkejut bukan main.


“Apa maksudmu, Paman? Aku belum memiliki putra!”


Kaisar Baili tahu dengan jelas siapa saja selirnya dan wanita mana saja yang ia gauli. Tidak ada satu pun yang hamil atau melahirkan. Dari mana datangnya seorang putra?


Dia rasa, paman dan bibinya itu sengaja ingin merusak perjamuan untuk membalas dendam kepadanya dan kepada perdana menteri karena tidak puas!


Baili Qingchen kembali melanjutkan kata-katanya. Dia menceritakan bagaimana Baili Wuyuan datang ke kota kekaisaran Bingyue dan bukti apa yang dia miliki untuk memverifikasi identitasnya.


Saat Baili Qingchen menjelaskan tentang kunjungan kaisar ke Fujian tujuh tahun lalu, Kaisar Baili seperti diingatkan akan sesuatu.


“Kau putra Li Fengran?” tanya Kaisar Baili pada Baili Wuyuan.

__ADS_1


Ia sekarang baru ingat bahwa ada seorang wanita yang pernah menarik hatinya saat di Fujian dan dia menidurinya lalu meninggalkan sebuah plakat emas untuknya.


Baili Wuyuan mengangguk. Dia menunduk dan memberi hormat.


“Salam kepada ayahanda,” ucapnya. Suaranya bening khas anak kecil.


Kaisar Baili secara tidak terduga turun dari singgasananya dan melihat lebih dekat. Dia berjongkok di hadapan Baili Wuyuan, memegang tangan dan wajah bocah kecil itu untuk memastikan bahwa ini adalah darah dagingnya. Benar! Bahkan wajah Baili Wuyuan saja mirip dengan wajahnya saat kecil! Anak ini benar-benar putranya!


Senang dan terkejut sangat jelas dalam wajah Kaisar Baili. Dia terkejut karena seorang anak tiba-tiba datang dan mengaku sebagai putranya. Dia senang karena setelah sekian tahun menjadi kaisar, ia akhirnya memiliki keturunan, dan lagi seorang laki-laki! Sekarang, dia tidak perlu khawatir para menteri mendesaknya lagi!


“Yang Mulia, lalu bagaimana dengan janji Yang Mulia?” tanya perdana menteri.


Sekali lagi, putri durhakanya memukul kepalanya dari belakang dengan benda yang sangat keras. Perdana menteri menyesal hari itu tidak membunuh Qingyi dan malah mengirimnya ke mansion Raja Changle. Perdana menteri tidak mau masa depan Liu Erniang kacau gara-gara ini.


Janda Permaisuri Ming yang telah lama menantikan kehadiran seorang cucu langsung mengerti situasi. Dia mencium bau konspirasi dan pemaksaan. Nalurinya sebagai seorang ibu langsung muncul. Dia tidak bisa membiarkan cucu pertamanya yang baru datang berada dalam bahaya.


Janda Permaisuri Ming tahu pemikiran dan hati putranya yang suka berubah dalam beberapa saat. Dia maju, dan dengan penuh wibawa berkata, “Yan’er, perkataan Putri Permaisuri Changle benar. Kau punya masalah  mendesak yang harus kau selesaikan.”


Kaisar Baili lalu menatap perdana menteri dan Liu Erniang. Setelah beberapa saat, dia beralih kepada Qingyi yang tersenyum puas dan Baili Qingchen. Lalu, dia menatap semua orang.


Terakhir, dia mengembalikan tatapannya kepada Baili Wuyuan. Semua orang saat ini menunggu jawaban dengan tidak sabar.


“Aku selalu memenuhi janjiku. Liu Erniang tetap masuk istana dan Perdana Menteri secara resmi dimakzulkan. Perdana Menteri, apa kau puas?”


Perdana menteri bingung. Apakah dia puas? Ataukah tidak puas?


“Jangan mengharapkan lebih. Ibunda, tentang pemberian gelarnya, aku serahkan pada Ibunda saja.”


Jika ini ruang dimensi, Qingyi sudah akan melompat kegirangan dan bersorak di atas ranjang besarnya. Inilah yang dia maksud diterbangkan setinggi langit lalu dijatuhkan sampai ke tanah.


Uh, rasanya pasti sakit. Qingyi tidak pernah main-main dengan ucapannya. Dia bilang dia akan memberikan kejutan berupa pertunjukkan besar. Burung elang telah berhasil mematuk seekor phoenix sampai jatuh!


Bahu Liu Erniang yang semula tegak mulai turun sampai terkulai. Semua tenaganya seperti hilang seketika. Sialan! Padahal hanya tinggal sedikit lagi dan dia bisa terbang tinggi.


Siapa sangka Qingyi menjatuhkannya dengan mudah. Bukan hanya itu, dia juga memberikan masalah besar untuk kekaisaran dengan membawa seorang putra haram kaisar ke dalam istana.


Ternyata inilah arti dari gaun pernikahan ini. Dengan gaun ini, Qingyi sengaja melambungkannya ke udara, membuatnya dikuasai angan-angan. Lalu, dia menjatuhkannya dalam sekali hentakan.


Perdana menteri dan Nyonya Gao tidak bisa melawan perintah. Mereka sama-sama terkulai dan kehilangan semangat mereka.


Qingyi berjalan mendekati saudarinya. Dia berjongkok, mengambil gulungan dekret dan memaksa Liu Erniang untuk memegangnya dengan erat. Tingkahnya disaksikan oleh semua orang.


Mereka bergidik karena ternyata Putri Permaisuri Changle begitu mengerikan saat melawan keluarganya. Tidak tanggung-tanggung, dia menjatuhkan ayah kandungnya dan membuat saudarinya tidak lebih seperti tawanan yang akan dikurung di istana selama-lamanya.


“Apa kau menyukai hadiah pernikahan dariku?” tanya Qingyi.

__ADS_1


Liu Erniang menatap marah padanya. Qingyi mendekatkan wajahnya, lalu berbisik di telinga Liu Erniang, “Pegang baik-baik gulungan itu dan nikmati sisa hidupmu yang seperti sampah ini.”


__ADS_2