Love Imagination System

Love Imagination System
Bagian 71: Jatuh Bersama


__ADS_3

Qingyi dan Baili Qingchen berlari menjauh dari kawasan Istana Harem.


Keduanya kini berada di dekat jembatan yang membentang di atas danau, hanya tinggal beberapa ratus meter untuk sampai ke gerbang utama. Malam sudah larut, penerangan tidak terlalu terang dan itu cukup menyulitkan mereka.


Di belakang, para pengawal istana mulai mencari pelaku pembakaran. Qingyi berhenti sejenak untuk mengatur napas, begitu pula Baili Qingchen. Rasanya seperti dikejar hantu.


Dikejar pengawal istana setelah menjahili orang lebih menegangkan ketimbang dikejar musuh di medan perang. Baili Qingchen yang biasanya bersikap tenang dengan segala keagungannya kini seperti tuan muda pecicilan yang nakal.


Gelak tawa kemudian terdengar setelah beberapa saat. Qingyi tidak bisa menahan tawanya saat mengingat aksi konyolnya yang merusak malam indah seorang kaisar.


Memalukan memang, namun apa daya perintah sistem tidak bisa dilanggar. Kalau dia menolak, sistem bisa memberinya denda dan ia akan kehilangan barang-barangnya di ruang dimensi.


Melihat permaisurinya tertawa, Baili Qingchen mau tidak mau ikut tertawa. Pertama kalinya setelah belasan tahun berlalu ia bisa tertawa seperti ini. Dulu, Baili Qingchen hanya bisa tertawa saat dirinya masih menjadi Pangeran Kedua dan ayahnya masih hidup.


Bersama kakaknya yang merupakan ayah Kaisar Baili, dia sering mendapat banyak kebahagiaan sebelum akhirnya ditugaskan memimpin pasukan dan menjadi seorang Raja Changle seperti sekarang. Intrik di dalam istana dan berbagai faktor membuatnya kehilangan tawa itu. Baili Qingchen bahkan hampir lupa bagaimana caranya tertawa lepas seperti ini.


“Kau bisa membayangkan seperti apa ekspresi keponakanmu?” tanya Qingyi.


Baili Qingchen menggelengkan kepala, tidak mau menjawab. Tawanya kini sudah berubah menjadi senyuman yang sangat lebar. Qingyi menatapnya, terpesona sesaat dengan senyuman Baili Qingchen yang sangat menawan. Kalau ia gadis biasa, mungkin hidungnya sudah mimisan.


“Kenapa kau menatapku seperti itu?” tanya Baili Qingchen.


“Kau cukup tampan. Senyummu menawan, kelak kau harus lebih banyak tersenyum,” jawab Qingyi.


Baili Qingchen berdehem lalu pura-pura batuk. Dia juga mengalihkan pandangannya ke arah lain, menghindari tatapan Qingyi.


Qingyi sekarang ingin menertawakan Baili Qingchen, karena sikapnya yang salah tingkah ini begitu imut dan lucu. Kalau Baili Qingchen adalah kucing atau panda, Qingyi sudah membungkusnya dan membawanya pulang ke rumah.


“Lihatlah, seorang pria dewasa seperti dia ternyata bisa begitu imut saat malu.”


Kemudian, suara para pengawal istana mengejutkan mereka. Dari kejauhan, rombongan pengawal istana membawa obor dan tersebar ke berbagai sudut. Mereka sudah mengejar sampai kemari. Beberapa menit lagi Qingyi dan Baili Qingchen pasti akan masuk penjara jika tidak segera kabur.


“Lari!” seru Qingyi.


Keduanya lantas berlari menyebrangi jembatan. Namun, belum sampai di ujung, gaun Qingyi terinjak Baili Qingchen. Sontak saja Qingyi berhenti.


Baili Qingchen tidak bisa menahan tubuhnya karena Qingyi berhenti mendadak. Maka, tubuh Baili Qingchen menabrak tubuh Qingyi. Mata Qingyi membelalak dan sebelum dia bereaksi lebih, keduanya sudah masuk ke dalam air.


Raja Changle dan Putri Permaisuri Changle tercebur!

__ADS_1


“Yinghao! Aktifkan mode penyelaman!” seru Qingyi. “Diterima!” sahut Yinghao.


Lantas, pakaian Qingyi seketika berubah menjadi kostum penyelam. Di punggungnya terdapat tabung oksigen yang terhubung dengan selang ke hidung.


Qingyi mencari Baili Qingchen, karena sejak tercebur, mereka terpisah. Isi danau gelap gulita. Untunglah kostum penyelam itu lengkap hingga Qingyi bisa menggunakan senter di kepalanya.


Qingyi menoleh ke kiri dan ke kanan, mencoba menemukan tubuh suaminya. Lalu, dia berenang lebih dalam. Pada akhirnya, dia melihat sosok Baili Qingchen di kedalaman dua puluh meter, tengah mengapung tak sadarkan diri. Qingyi sempat berpikir mungkinkah pria itu tidak bisa berenang?


Namun, ia baru ingat kalau baru-baru ini Baili Qingchen terkena racun dan tubuhnya belum pulih sepenuhnya. Qingyi baru saja ingat jika Baili Qingchen tidak boleh terlalu lama di dalam air.


Dengan gerakan cepat, dia berenang dan menarik tubuh Baili Qingchen yang beratnya jadi dua kali lipat ke permukaan.


Untuk menghindari pengawal istana, Qingyi bergerak menuju pinggi danau yang tidak terjamah orang. Di sana lebih sepi dan ia bisa lebih leluasa. Qingyi menarik tubuh Baili Qingchen lebih ke tepi, sampai menjauh beberapa meter dari batas danau.


Kostum penyelamnya ia ubah ke semula. Rambutnya berantakan dan gaunnya basah kuyup. Tapi yang lebih penting dari sekadar menggerutu adalah menyelamatkan Baili Qingchen terlebih dahulu.


Qingyi menekan dada Baili Qingchen beberapa kali. Tubuh Baili Qingchen bereaksi, pria itu batuk dan memuntahkan air danau dari mulutnya.


Meskipun begitu, dia masih belum sadar. Qingyi yang biasanya tenang mulai panik. Apalagi setelah ia mendengar suara para pengawal istana yang mulai mendekat. Bertarung bisa saja, tapi jika terlalu banyak orang, ia juga bisa kalah.


“Yinghao, bantu aku membawanya kembali!” seru Qingyi.


“Sistem sialan! Cepat pikirkan cara!” gerutu Qingyi. Lagi-lagi dia memarahi Yinghao.


“Kau bisa membawanya ke ruang dimensi bersamamu. Dengan begitu, dia juga bisa keluar begitu kau keluar, Tuan,” ucap Yinghao.


“Mengapa kau tidak bilang dari tadi?”


Qingyi lantas membawa Baili Qingchen ke ruang dimensi. Fungsi ini sebenarnya hanya bisa diaktifkan ketika Qingyi menyelesaikan cerita sebanyak 80%, namun karena situasi mendesak dan sistem tidak mau repot, maka dia diizinkan untuk menggunakan akses tersebut.


Di ruang dimensi yang indah dan serba ada, Baili Qingchen dibaringkan di atas rerumputan hijau mirip rumput lapangan sepak bola yang empuk. Qingyi tidak mau repot-repot membawanya masuk ke pondok dan menidurkannya di ranjang besarnya.


Enak saja, pikirnya. Pria itu sudah membuatnya jatuh ke danau. Sudah bagus nyawanya masih selamat.


Mungkin karena udara di sana sangat baik sampai membersihkan paru-paru, Baili Qingchen batuk beberapa kali. Kelopak matanya terbuka dan ia melihat pemandangan langit yang sangat biru dan cerah.


Ia meraba sekitar dengan tangannya, dan ia menemukan rumput tempat ia berbaring sangat empuk. Ketika ia menoleh ke kiri,ia melihat Qingyi tengah duduk dengan wajah masam.


“Apa ini mimpi?” tanya Baili Qingchen.

__ADS_1


Dia pasti bermimpi. Langit Bingyue tidak secerah ini, udaranya tidak sebersih dan sesegar ini. Terlebih lagi, tidak mungkin Qingyi ada di sini jika ia bukan bermimpi.


“Benar, kau sedang bermimpi,” jawab Qingyi.


“Pantas saja. Tempat seindah ini tidak ada di Bingyue.”


Baili Qingchen duduk di samping Qingyi. Mimpi ini terlalu nyata. Pakaiannya bahkan ikut basah kuyup. Terakhir kali ia ingat bahwa dia menginjak gaun Qingyi sampai membuat mereka jatuh ke danau.


Tunggu dulu….Jatuh ke danau? Air? Apakah itu artinya dia dan Qingyi…..


“Tenang saja. Kau belum mati,” ujar Qingyi yang mengerti arah pemikiran Baili Qingchen.


“Syukurlah. Putri Permaisuri pasti akan mengutukku jika aku mati,” ucapnya.


Qingyi mendelik. Bukan hanya mengutuk, dia bahkan akan menariknya dari neraka dan memarahinya habis-habisan.


“Kau refleksi Putri Permaisuri? Ah, jangan memberitahunya kalau aku telah membuatnya jatuh bersama.”


Bodoh, pikir Qingyi. Otak Baili Qingchen pasti sudah rusak kemasukan air.


Baili Qingchen berdiri, lalu menatap pemandangan di sekelilingnya. Ada air terjun yang sangat tinggi dan kolam yang sangat jernih.


Saat dia menyentuh airnya, seluruh tubuhnya seperti mengalami regenerasi dan terlahir kembali. Baili Qingchen melihat ladang tanaman obat yang sangat langka dan berkualitas bagus, yang setiap tangkainya bernilai jutaan tael.


Selain itu, dia juga melihat pepohonan rindang yang dipenuhi daun lebat. Di sebelah kolam, terdapat kebun persik yang sedang berbuah. Ada juga sebuah bangunan mirip sebuah pondok di sebelah ladang obat, dengan pekarangan bersih dan tertata. Bunga-bunga tumbuh subur dan mekar dengan indah.


Kalau ini bukan dunia mimpi, maka pemilik wilayah ini pastilah orang yang sangat kaya. Tanaman obat itu bahkan tidak ada di Balai Pengobatan Istana atau di manapun.


Air terjun setinggi itu bukanlah air terjun biasa. Kebun persiknya bernilai ribuan tael jika berbuah dan panen di waktu yang sama. Bangunan itu, dan juga rumput-rumput dan bunganya, merupakan sebuah aset yang sangat berharga.


Baili Qingchen melihat sebuah gunung di belakang sana. Gunung itu menjulang tinggi dan puncaknya ditutupi salju abadi.


Baili Qingchen penasaran dengan bangunan pondok, lalu dengan langkah ragu memasuki pekarangannya. Qingyi mengikutinya dari belakang, berjaga-jaga jika pria itu menyentuh sesuatu.


Kaki Baili Qingchen menapaki tangga satu persatu. Saat hendak membuka pintu, Baili Qingchen langsung kehilangan kesadaran.


Rupanya, Qingyi sengaja membuatnya pingsan dengan meniupkan serbuk bius. Ia pikir, sudah saatnya pria ini bangun dari mimpi. Qingyi juga tidak bisa berlama-lama di sini karena ia harus segera kembali ke mansion bersama Baili Qingchen.


“Dia sangat merepotkan!” gerutu Qingyi.

__ADS_1


Yinghao sedari tadi terus duduk di pundaknya, membiarkan tuannya kesusahan oleh suaminya sendiri. Dasar sistem payah!


__ADS_2