Love Imagination System

Love Imagination System
Bagian 117: Hancurkan Saja!


__ADS_3

Qingyi berharap Baili Qingchen segera tiba. Dia sudah terlalu lama diam di dalam tempat buruk ini. Sesekali matanya menatap ke samping, ke tempat Baili Wuyuan berada. Sampai saat ini, bola nasi kecil itu masih tidak sadarkan diri. Qingyi menghela napas berkali-kali.


“Hei, kakak pembunuh, aku menyukai anak itu. Bagaimana jika kau memindahkanku ke dalam sana?”


Dua pembunuh yang dibodohi Qingyi menoleh, kemudian mengabaikannya lagi. Seandainya mereka tidak melihat tangan halusnya, mungkin mereka tidak akan sadar jika pengantar makanan itu bukan rekan mereka, melainkan penyusup yang menyamar ke dalam markas.


“Wanita, diam saja! Tunggu sampai ketua menemuimu, dan kau akan tahu bagaimana dia akan memperlakukanmu. Mungkin saja kau bisa menjadi nyonya ketua jika dia menginginkannya.”


Qingyi berdecih dan bergidik. Kalau sampai itu terjadi, dia akan langsung pergi ke ruang dimensi saja daripada menunggu lebih lama.


Nyonya ketua apanya? Qingyi bukan orang gila yang akan bersedia menjadi istri seorang ketua organisasi pembunuh yang dibencinya!


“Aku ingin buang air kecil. Bisakah kalian mengeluarkanku sebentar?”


Satu pembunuh menggebrak meja. Wanita di dalam sana itu sangat berisik. Sejak dimasukkan ke dalam ruang tahanan, mulutnya tidak pernah berhenti bicara menanyakan ini itu. Qingyi sengaja melakukannya untuk mengulur waktu sampai Baili Qingchen menemukan mereka.


“Buang air di sana saja!”


“Kalian gila? Bukankah kalian bilang aku bisa saja menjadi nyonya ketua? Jika kalian melihatku buang air di sini, itu sama saja dengan menghinaku! Kalau ketua kalian benar-benar menyukaiku, bukankah kalian akan mati?”


 “Masuk akal. Kalau begitu, cepatlah!”


Dua pembunuh bodoh mengeluarkan Qingyi dari ruang tahanan, kemudian menggiringnya keluar. Saat tiba di halaman, Qingyi meregangkan tubuhnya dan menggeliat. Cui Kong yang telah menunggu di tempat yang tinggi langsung membaca kode itu dan segera bertindak.


“Pangeran Manyue ada di ruangan itu. Bertindak hati-hati dan jangan mengejutkan musuh!”


Pengawal khusus Raja Changle dipimpin Cui Kong bergerak menuruni lembah. Mereka menyusup di antara pepohonan dan semak-semak. Hanya tinggal menunggu momen yang tepat dan mereka bisa masuk ke markas Paviliun Litao. Cui Kong juga bersiap sembari menunggu situasi.


Baili Qingchen sudah masuk ke dalam markas dengan menyamar sebagai seorang pejabat. Karena dia punya token masuk, penjaga markas langsung membiarkannya dan mengantarkannya kepada ketua Paviliun Litao. Baili Qingchen bernegosiasi dengan ketua itu dan berkata bahwa dia ingin membunuh Raja Changle.


Entah dendam apa yang dimiliki oleh ketua pembunuh kepada Baili Qingchen. Matanya berapi-api dan sangat bersemangat ketika Baili Qingchen berpura-pura menjadi orang lain dan ingin membunuh Raja Changle. Tetapi, itu cukup untuk membuktikan bahwa orang ini telah lama mengincarnya.


“Pejabat, berapa banyak imbalan yang akan kuterima jika aku berhasil membunuh Raja Changle?” tanya ketua itu.


“Aku punya lebih dari sepuluh peti emas. Kau bisa mengantonginya jika kau berhasil.”


Ketua pembunuh mengetuk jari tangan kanannya di meja dan berpikir. Ada yang aneh dengan orang ini. Kota kekaisaran baru saja dihancurkan dan sekarang masih kacau.


Orang ini mengaku sebagai pejabat dan datang kemari untuk membunuh, itu tidak sesuai dengan kondisi yang seharusnya. Pejabat biasanya harus membantu pihak istana membereskan kekacauan, bukan pergi berkeliaran di markas pembunuh.

__ADS_1


“Pejabat, jabatan apa yang kau duduki di pengadilan istana?”


“Kenapa? Kau takut aku menjebakmu?”


Ketua pembunuh mengerutkan kening.


“Wang Yiyuan memberiku benda ini satu tahun lalu sebagai bentuk balas budi karena aku membantunya mengurus bisnis gelapnya,” ucap Baili Qingchen sambil menunjukkan token masuk Paviliun Litao.


Ketua pembunuh mengangguk, tapi masih curiga. Wang Yiyuan memang sekutunya dulu, dia memiliki banyak token yang bisa dijual kepada orang. Harganya sangat mahal.


Orang ini mungkin benar seorang pejabat. Dia bisa mendapatkan token itu dengan mudah dari tangan Wang Yiyuan, hanya dengan alasan balas budi.


“Tidak. Organisasiku memiliki aturan sendiri. Orang yang ingin menggunakan kami harus jelas.”


“Kau masih penasaran?”


Tentu saja, pikir ketua pembunuh.


“Kalau begitu, dengarkan baik-baik. Jabatanku lebih tinggi dari menteri kekaisaran, dan aku punya lebih banyak kekayaan yang kusimpan di gudang harta mansionku.”


Pada saat itu, ketua pembunuh terkejut dan matanya langsung memerah. Baili Qingchen menyeringai, ekspresinya terlihat menyeramkan. Aura dinginnya menguar, bercampur dengan aura membunuh yang tiada tandingannya.


Senyuman Baili Qingchen berubah menjadi senyuman beku yang menusuk hati.


Sementara itu, dua pembunuh yang mengantar Qingyi merasa kesal karena Qingyi terus berputar-putar di sekitar halaman. Gadis itu terus mengeluh dan mengatakan jika toilet mereka kotor dan dia tidak ingin buang air di sana. Qingyi kembali ke halaman, lalu mengatakan banyak omong kosong untuk mengulur waktu.


“Wanita, kau sebenarnya tidak ingin buang air, kan?”


Qingyi berhenti melangkah, lalu berbalik untuk menatap kedua pembunuh bodoh itu. “Yo, bagaimana kau tahu?”


Emosi dua pembunuh itu meledak. Mereka menyabet pedang mereka dari sarungnya dan berteriak dengan sangat marah. “Sialan! Wanita, kau mati saja!”


“Kalau begitu, kalian harus menangkapku dulu!”


Qingyi melompat ke atas atap bangunan markas, lalu meloncat seperti kucing. Dua pembunuh mengejarnya. Pada saat itulah, Cui Kong memimpin pasukan untuk menyelamatkan Baili Wuyuan. Mereka masuk ke ruang tahanan dan segera mengeluarkan Baili Wuyuan dari sana.


Melihat dua rekannya mengejar seorang wanita di atap, pembunuh lain ikut mengejar. Qingyi tertawa aneh, pembunuh ini benar-benar bodoh. Nama Paviliun Litao tidak akan dikenal lagi jika terus mempekerjakan pembunuh seperti mereka. Tidak apa-apa, lagipula beberapa saat lagi nama itu tidak akan terdengar lagi di dunia.


Suara gebrakan yang keras terdengar. Mereka melihat ketua mereka terlempar keluar dari ruangannya dan sudah babak belur. Seorang pria gagah nan tampan membawa pedangnya, mengarahkannya ke leher ketua pembunuh. Tatapannya sedingin es, tapi lebih dingin dari pegunungan Kunlun yang abadi.

__ADS_1


Qingyi berhenti melompat, lalu menuyuruh pembunuh yang mengejarnya untuk berhenti. Mereka heran karena gadis sialan ini tiba-tiba tidak melompat dan menghindar lagi.


“Ah, sudahlah. Aku lelah, aku tidak ingin bermain dengan kalian lagi!”


Dia berpura-pura kelelahan. Aktingnya sangat bagus. Para pembunuh saling bertatapan. Dalam hatinya, Qingyi menghitung sampai tiga. Tiba-tiba, bangunan tempat ruang tahanan dan ruang utama meledak. Suaranya menggelegar, asap membumbung tinggi ke udara.


Qingyi tertawa bahagia dan bertepuk tangan dengan gembira. Untung sajak Baili Qingchen berada dalam jarak yang cukup jauh sampai dia tidak terkena imbas ledakan.


Pria itu menggelengkan kepala, heran dengan kelakuan ajaib permaisurinya. Bisa-bisanya dia menyempatkan diri meletakkan bahan peledak di markas pembunuh besar ini.


“Wanita! Mengapa kau meledakkan markas kami?” tanya pembunuh bodoh. Sampai sekarang pun masih bodoh dan bertanya. “Kami tidak pernah menyinggungmu. Mengapa kau mengacau?”


“Bodoh! Kalian mencoba membunuhku berkali-kali! Jika aku tidak membalasnya, apakah aku masih Putri Permaisuri Changle?”


“Pu..Putri Permaisuri Changle?”


“Kalau begitu…”


Para pembunuh menoleh kepada Baili Qingchen yang sedang menahan ketua mereka. Oh tidak! Raja Changle dan Putri Permaisuri Changle ada di sini! Nasib markas ini sudah berakhir!


Qingyi melompat turun dari atap. Pasukan pengawal khusus Raja Changle datang dan mengepung markas. Walau pembunuh kuat, mereka tetap tidak akan menang melawan pasukan sebanyak ini. Belum lagi yang mereka lawan adalah pasukan khusus yang lebih kuat daripada pengawal istana biasa.


“Yang Muliaku, menurutmu, bagaimana baiknya kita menyelesaikan ini?”


Karena sulit menemukan dalang sebenarnya, lebih baik menghancurkan basis kekuatannya dulu. Baili Qingchen menegakkan tubuhnya, lalu berkata dengan tegas, “Hancurkan saja!”


Pasukan pengawal bergerak dan dalam waktu singkat, mereka berhasil meringkus semua pembunuh Paviliun Litao dan mencegah mereka bunuh diri. Cui Kong yang telah mengamankan Baili Wuyuan memborgol ketua pembunuh dan menyeretnya ke dalam kereta tahanan.


Markas Paviliun Litao yang diledakkan Qingyi sudah hancur. Mulai sekarang, Paviliun Litao tidak akan ada lagi di dunia. Qingyi sudah menuntaskan dendamnya pada pembunuh-pembunuh ini. Saat Baili Qingchen menghampirinya, Qingyi yang kelelahan tanpa sadar memeluk pria itu.


“Kau datang tepat waktu,” ucapnya. Baili Qingchen balas memeluknya dengan erat.


Gadis ini tidak tahu betapa besar kekhawatiran yang dirasakan Baili Qingchen saat dia menghilang. Baili Qingchen senang gadis ini baik-baik saja. Dia memeluknya lebih erat seperti boneka. Kehangatan itu menjalar begitu saja. Baili Qingchen memejamkan matanya dalam.


“Qingqing, kau sudah bekerja keras. Syukurlah kau baik-baik saja.”


Baili Qingchen bahkan sudah mengubah panggilannya. Akan tetapi, Qingyi tidak dapat mendengarnya karena gadis itu sudah tidak sadarkan diri.


Menyadari tidak ada reaksi, Baili Qingchen melerai pelukannya. Kepala Qingyi bersandar di dadanya, seketika Baili Qingchen berteriak dengan panik, “Kembali ke mansion dan panggilkan tabib kekaisaran!”

__ADS_1


__ADS_2