
Semua perhatian tertuju pada sosok Baili Qingchen yang tengah berjalan memasuki aula dalam balutan jubah kerajaannya. Aura keagungannya terpancar, membuat menter-menteri kehilangan kata untuk beberapa saat. Ekspresi dingin Baili Qingchen menguar, menusuk ke dalam kulit Liu Erniang dan Liu Wang.
“Yang Mulia, penobatan apa yang kau maksud?” ulangnya.
Kaisar Baili menyunggingkan senyum. Sekarang ia bisa bernapas lega karena pamannya sudah tiba tepat waktu. Kasim Li buru-buru bangkit. Ia juga menarik napas lega. Setidaknya, kaisarnya bisa selamat dan penobatan tidak masuk akal ini akan batal dengan sendirinya.
“Paman, kau sudah datang.”
Baili Qingchen mengangguk. Ia kemudian berjalan melewati Liu Erniang yang terduduk di lantai dengan seribu keterkejutan di wajahnya.
“Yang Mulia, beberapa hari yang lalu Yang Mulia menyuruhku untuk memeriksa situasi di wilayah perbatasan utara. Hari ini, aku akan melaporkannya padamu.”
Semua orang tahu laporan militer lebih penting. Mereka mengabaikan Liu Wang dan Liu Erniang, lalu fokus menatap Raja Changle yang berdiri tegap di depan Kaisar Baili. Kaisar Baili mengangguk ringan, kemudian berkata, “Bicaralah, Paman!”
“Yang Mulia, bukan pasukan Kekaisaran Chen yang memiliki gerakan mencurigakan, melainkan pasukan selatan! Dengan ini, aku memohon agar Yang Mulia mengizinkanku untuk mengerahkan pasukan!”
Kaisar Baili cukup terkejut dengan laporan ini. Jadi, bukan pasukan Kekaisaran Chen?
Dengan suara yang agak lemah ia kemudian berkata, “Aku izinkan!”
“Tunggu dulu! Raja Changle, apa maksudmu?” sela Liu Wang.
Baili Qingchen yang berpura-pura tidak melihat Liu Wang lalu berbalik dan pura-pura terkejut.
“Yo, Tuan Liu? Mengapa perdana menteri yang digulingkan sepertimu ada di sini? Bukankah Yang Mulia melarangmu kembali ke kota kekaisaran tanpa perintah?”
“Oh, kau menjenguk putrimu, ya? Atau, kau memiliki maksud lain?”
Pada saat itu, tatapan dan nada bicara Baili Qingchen berubah menjadi sedingin es. Liu Wang seketika menggigil tanpa sebab, wajahnya mulai pucat.
“Apa maksudmu, Yang Mulia Raja? Pengerahan pasukan? Kulihat justru kau yang ingin memberontak! Bukankah kau bersekutu dengan Kekaisaran Chen untuk menggulingkan Yang Mulia Kaisar?”
“Siapa yang memberontak, semua orang jelas mengetahuinya. Bukankah begitu, menteri-menteri?”
Tidak ada yang berani menjawab. Perubahan situasi membuat mereka kehilangan akal untuk berkata. Saat ini, dualisme antara Raja Changle dan mantan perdana menteri menjadi begitu kuat.
Jika laporan yang diberikan Raja Changle benar, maka kekaisaran ini dalam bahaya. Tetapi, Liu Wang tampaknya berusaha menghalanginya.
“Raja Changle, kau adalah paman Yang Mulia Kaisar. Kau meminta pengerahan pasukan tanpa sebab yang jelas, bukankah itu pemberontakan? Kulihat kau sudah terlalu lama duduk di kursi raja hingga membutakan matamu!”
__ADS_1
Baili Qingchen tersenyum remeh. Orang ini mencoba memprovokasinya, membuatnya tampak seperti pemberontak sungguhan.
Kaisar Baili menunggu pertunjukkan apa yang hendak disuguhkan oleh pamannya. Ia duduk dengan sabar, sambil menahan rasa sakit di dadanya.
“Tanpa sebab yang jelas? Aku justru ingin bertanya padamu, Tuan Liu. Kau sepertinya jelas tahu sebab yang kumaksud.”
Liu Wang seketika membeku. Mungkinkah… mungkinkah Raja Changle mengetahui persekongkolannya dengan orang selatan?
“Bahkan tanpa izin Kaisar pun, aku tetap bisa mengerahkan pasukan!”
Kemudian, Baili Qingchen mengeluarkan sesuatu dari lengan jubahnya. Sebuah gulungan dekret rahasia dari kaisar sebelumnya, yang selama ini ia simpan dengan baik di dalam peti kayu pada akhirnya harus ditunjukkan.
Semua orang membelalakkan mata, bahkan Kaisar Baili pun tidak tahu jika ayahnya telah memberikan sebuah dekret rahasia kepada pamannya.
“Kakakku memberiku hak untuk menggerakkan pasukan. Dekret ini adalah perintah pemberian hak pengerahan pasukan dan pengambilan hak perwalian mutlak saat situasi mendesak. Apa kau akan menyangkalnya, Tuan Liu?”
Liu Wang membeku. Dekret rahasia dari kaisar sebelumnya adalah sesuatu yang tidak bisa dibantah. Bahkan jika dekret itu berisi titah penurunan takhta, maka tidak seorang pun bisa membantahnya.
Pada saat ini, semua orang hanya bisa diam dan menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Baili Qingchen kemudian memanggil jenderal besar yang kebetulan ada di aula dan memberikan plakat harimau emas kepadanya. Saat Qingyi membuang plakat itu ke kolam, Baili Qingchen menyuruh Cui Kong terjun ke kolam dan mencarinya sampai ketemu. Itu sebabnya plakat harimau emas itu masih ada di tangannya.
Hari ini, mereka baru tahu siapa pengendali Kavaleri Jingyi yang sesungguhnya.
“Bawa token ini dan minta pasukan Kavaleri Jingyi untuk membantu Baili Qingyan menghadapi tentara pasukan selatan,” titahnya pada jenderal besar.
Jenderal itu mengangguk patuh, kemudian pergi dari aula dengan terburu-buru.
Kaisar Baili tidak bisa berkata-kata. Ternyata, ayahnya sendiri pun tidak mempercayainya. Kaisar Baili tidak pernah tahu jika pamannya ternyata memiliki perintah dari ayahnya, yang memberinya hak untuk mengambil perwalian secara mutlak dan pengendalian pasukan absolut.
Namun saat ia memikirkannya lagi, mungkin itu karena ayahnya tahu jika dirinya belum bisa menjadi kaisar yang baik.
“Oh, aku melupakanamu, Selir Xian. Yang Mulia, kudengar kau ingin menobatkannya menjadi Permaisuri Bingyue?” tanya Baili Qingchen saat urusan pengerahan pasukan selesai.
Kaisar Baili ikut bersandiwara di tengah keterkejutannya.
“Bagaimana menurutmu, Paman?”
“Kau meminta pendapatku, Yang Mulia? Akankah kau mengangkat seorang wanita yang telah menipumu dan meracunimu menjadi seorang permaisuri?”
__ADS_1
Perilah meracuni, Kaisar Baili tidak memungkirinya. Tetapi menipu, apa maksudnya?
“Penipuan?”
Baili Qingchen berbalik menatap Liu Erniang. Dengan tatapan mengejek, ia kemudian berkata, “Bukankah Putri Permaisuriku datang padamu malam itu? Dia memeriksa denyut nadimu dan berkata bahwa janinmu sebenarnya sudah tidak ada.”
Sontak saja perkataan tersebut membuat Kaisar Baili naik pitam dan menggebrak meja. Liu Erniang membelalak, terduduk lesu.
Seluruh tubuhnya seperti hilang tak menapak di bumi. Mengapa…Mengapa itu bisa terjadi? Liu Erniang sudah berusaha menutupinya sebaik mungkin, tapi ternyata malah diketahui oleh kakaknya!
Bayi itu, yang ada di dalam kandungannya, telah lama hilang sebelum Liu Erniang mempublikasikannya kepada semua orang. Ia sengaja menyuap tabib istana agar memalsukan kehamilannya.
Salah bayi itu yang terlalu lemah, tidak mampu bertahan dalam perut ibunya. Liu Erniang menipu semua orang dengan siasatnya dan berencana menjatuhkan Kaisar Baili sebelum kandungan palsunya ketahuan.
“Kau wanita sialan! Siluman penipu!” teriak Kaisar Baili.
“Tidak hanya meracuniku dan memaksaku, kau juga telah mencoba membunuh ibuku! Selir Xian, apa kau belum cukup puas setelah melepaskan buronan kekaisaran?”
Kaisar Baili yang sudah kehilangan kesabaran lantas membeberkan semua perbuatan Liu Erniang di hadapan semua orang. Kaisar Baili memberitahu semua orang perbuatan tercela apa saja yang sudah dilakukan wanita itu, mulai dari memberi racun dingin pada Selir Jia dan mendiang para selir sampai bersekongkol membebaskan tahanan pembunuh Paviliun Litao.
Semua orang yang pada awalnya takut lantas menatap jijik pada Liu Erniang. Liu Wang memerah wajahnya, menahan marah yang membara. Tidak disangka, semua perbuatan putrinya terekspos begitu saja. Padahal, ia sudah mempersiapkan semuanya dengan matang.
Saat semua orang melontarkan hinaan dan cacian kepadanya, Liu Erniang tiba-tiba saja tertawa. Dia bangun dari duduknya, menatap semua orang dengan tajam.
Tatapannya berakhir pada Baili Qingchen dan Kaisar Baili, begitu sengit dan penuh kebencian. Dua pria bermarga Baili ini benar-benar menyebalkan!
“Kalian pikir kalian sudah menang?”
Kemudian, tanpa diduga Liu Erniang melompat ke meja dan menyandera Kaisar Baili. Dia mengarahkan sebuah belati ke leher Kaisar Baili. Kaisar Baili yang belum pulih kesulitan melepaskan diri.
Para pengawal yang melihat kaisar mereka ditahan kemudian merangsek masuk ke dalam aula, membuat para menteri terpaksa menyingkir.
Melihat begitu banyak pedang mengarah padanya, Liu Erniang kembali tertawa.
“Jika kalian mendekat, leher Kaisar kalian akan terpisah dari tubuhnya!” ancam Liu Erniang.
Dia menatap Kasim Li yang panik. “Lanjutkan penobatannya!”
Kasim Li yang panik membawa kembali dekret yang sudah sobek bagian tengahnya. Tepat sebelum ia membacakan kembali, sebuah gelak tawa yang nyaring dan renyah terdengar dari ambang pintu.
__ADS_1
“Aiya, mengapa di sini begitu ramai?”