
Melihat suaminya datang sehabis dari pengadilan istana, wajah Qingyi terlihat sedikit terkejut. Dia menyimpan pedangnya di belakang punggung. Teringat akan dirinya yang berinisiatif datang ke kamar Baili Qingchen semalam, telinganya tiba-tiba menjadi merah.
Pipi Qingyi terasa panas saat otaknya memutar momen pagi hari tadi. Terbangun dalam pelukan Baili Qingchen yang hangat membuatnya seperti kepiting rebus.
Sebelum Baili Qingchen sampai ke depannya, dia terlebih dahulu berkata kepada Luo Mingyue, “Urusan kita diselesaikan nanti saja.”
Kemudian, Qingyi langsung berlari masuk ke dalam kamarnya. Dia bahkan mengabaikan Baili Qingchen yang menatapnya penuh tanya.
Luo Niang dan Luo Mingyue saling menatap, bertanya-tanya mengapa Putri Permaisuri Changle tiba-tiba melarikan diri. Padahal, dia seharusnya menyambut suaminya ini.
“Liu Qingyi ini, dia kenapa?” tanya Luo Niang heran. Tidak biasanya sepupu iparnya itu bertingkah seperti anak kecil yang ketakutan melihat seseorang.
Baili Qingchen kemudian menyunggingkan senyumnya sesaat. Istrinya memang aneh. Dia pasti sedang malu, karena semalam dia datang sendiri ke kamarnya dan berkata jika Baili Wuyuan merampas tempat tidurnya. Kehangatan itu mungkin membuat Qingyi terlena sesaat, sampai dia menyadarinya ketika bangun pagi hari.
“Dia sepertinya malu,” sahur Luo Mingyue.
“A-Yue, A-Luo, sedang apa kalian di sini?”
Baili Qingchen kembali kepada pertanyaannya tadi. Luo Mingyue langsung menyahut dengan semangat, mengingat hal pentingnya tertunda akibat pelarian Qingyi.
“Kakak Chen, istrimu adalah orang yang ingin kunikahi waktu itu.”
Mendengar ini, Baili Qingchen berdecak tidak percaya. Kemudian, dia tertawa kecil.
“Jadi, Liu Qingti yang menolongmu dan membuatmu merengek ingin menikahinya adalah Liu Qingyi?” Baili Qingchen bertanya lagi untuk memastikan. Luo Mingyue mengangguk. Luo Niang sudah tertawa sejak tadi.
Baili Qingchen menggelengkan kepalanya. Dia juga heran mengapa istrinya ini begitu banyak terlibat masalah. Ternyata, akar dari permasalahan Luo Mingyue itu adalah Qingyi.
Gadis itu menyamar sebagai pria ketika pulang memberi salam dari istana dan menggunakan nama kakaknya. Hanya saja, Baili Qingchen tidak tahu cara apa yang dipakai olehnya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
Luo Mingyue masih tidak percaya. Orang yang menolongnya, pria muda tampan yang elegan itu, ternyata Putri Permaisuri Changle? Selain itu, dia juga adalah orang yang mengirimi surat dan membuatnya ingin membatalkan keinginannya? Wah, ini benar-benar di luar dugaan!
“A-Chen, permaisurimu luar biasa!” ucap Luo Niang diselangi dengan tawa.
Ya, Baili Qingchen juga mengakui itu. Permaisurinya luar biasa, dan karena dia terlalu luar biasa, dia menjadi sedikit gila dan sangat tidak mudah dihadapi.
Pada beberapa waktu dia bisa bersikap baik dan normal seperti permaisuri-permaisuri raja lainnya, seperti wanita terhormat kalangan bangsawan yang normal. Namun pada waktu tertentu, permaisurinya bisa menjadi singa betina yang ganas, ular berbisa, elang pemangsa yang gesit, dan juga rubah betina yang licik.
Luo Niang berhenti tertawa setelah puas. Dia menatap sepupunya dengan serius, lalu bertanya, “Kudengar Yang Mulia memberikan tanggungjawab festival puncak musim semi kepadamu?”
“Ya.”
__ADS_1
“Dan kau menerimanya?”
“Ya.”
“Ya ampun! A-Chen, tidak bisakah kau menolak?”
Luo Niang hanya khawatir jika itu akan dijadikan sebagai momen untuk menjatuhkan Raja Changle oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
Sudah jelas sekali niat Kaisar Baili adalah ingin menguji kembali pamannya dengan memberikan tanggungjawab festival sebesar itu kepadanya. Sepupunya ini terlalu setia kepada negara, sampai tidak memikirkan dirinya sendiri.
Baili Qingchen menggelengkan kepala.
“Jika aku menolaknya, itu hanya akan digantikan oleh orang lain.”
Baili Qingchen bukannya tidak tahu. Dia sangat tahu dan sangat jelas jika itu sangat berbahaya sebenarnya. Festival puncak musim semi adalah acara penting Kekaisaran Bingyue. Bukan hanya istana yang mengadakan perjamuan, namun pusat kota kekaisaran juga turut merayakannya.
Distrik-distrik yang makmur dan maju akan dibuka, jam malam ditiadakan, dan akan banyak orang dari luar kota berdatangan. Gerbang kota kekaisaran akan dibuka dan siapapun bisa masuk. Masalah terpentingnya adalah keamanan kota kekaisaran saat itu.
Akan tetapi, dia tidak khawatir. Kota kekaisaran memiliki penjaga rahasia yang ditempatkan di seluruh sudut kota. Baili Qingchen telah mengaturnya sejak lama, bahkan sejak keponakannya belum naik takhta.
Kakaknya memberikan wewenang besar, selain Kavaleri Jingyi, dia juga diberikan wewenang untuk mengendalikan sebagian besar pasukan penjaga rahasia kekaisaran.
Jika ada yang berani macam-macam, dia sendiri yang akan bertindak dan turun tangan. Baili Qingchen bukan seorang raja yang hanya mengandalkan nama, tetapi dia adalah Dewa Perang Bingyue yang luar biasa, yang setiap langkah kudanya ditatap penuh takjub di sepanjang jalan kota.
Baili Qingchen mengangguk setuju. Ya, memang benar. Para selir yang biasanya paling bersemangat keluar istana ketika festival puncak musim semi kemungkinan tidak akan ikut meramaikan suasana. Mereka masih fokus melakukan pengobatan untuk memperpanjang umur mereka dan berharap mereka sembuh.
Jika rombongan selir tidak datang, maka tidak akan ada rombongan pelayan dan kasim yang mengiringinya. Jalan kota kekaisaran mungkin hanya akan dipenuhi rakyat biasa dan para pedagang.
Selain itu, ibunya juga tidak akan datang. Mungkin, inilah yang membuat Luo Niang menghela napas.
“Kau tidak perlu menemaninya seumur hidup. Dia bisa bertahan selama yang dia inginkan,” ucap Baili Qingchen. Luo Niang tersenyum kecut, mencoba memaklumi situasi.
“Aku tahu. Aku hanya mengkhawatirkannya. Sepanjang hari, bibi biasanya tidak berinteraksi dengan orang lain. Dia mungkin akan semakin diam ketika istananya ditutup.”
Luo Niang menyembunyikan kekecewaannya. Meskipun dia tidak memihak, namun hatinya tetap merasa sedih. Janda Selir Sun adalah bibinya, yang menemaninya sejak kecil dan mengajarinya banyak hal.
Dia tidak bisa berbuat apa-apa ketika putra dari bibinya itu membawakan dan membacakan sendiri dekret penghukuman. Hal itulah yang membuatnya agak frustasi.
“A-Chen, berhati-hatilah. Pangeran Manyue telah menyita perhatian publik akhir-akhir ini. Kehadirannya di festival puncak musim semi pasti sangat dinantikan beberapa orang,” Luo Niang mencoba memberikan peringatan akan bahayan yang mungkin terjadi. Dia hidup lama di istana, dan dia sangat mengenal dinamikanya.
“Aku tidak pernah melepaskan kewaspadaanku. Peringatan darimu, sebetulnya sudah tidak perlu dikatakan lagi.”
__ADS_1
Untuk hal ini, Luo Niang memang tahu dan dia tidak terlalu khawatir. Sepupunya ini sangat hebat, sekarang ditambah dengan seorang permaisuri hebat yang gila, mungkin saja festival tahun ini akan benar-benar berbeda.
Luo Niang tiba-tiba merasa hatinya seperti tanah lapang, dan kekhawatirannya sudah berubah menjadi debu yang tidak terlihat.
Benar, masih ada Putri Permaisuri Changle.
“Kakak, Kakak Chen, berhenti bicara soal festival! Aku lapar, kakak membuatku mengeluarkan banyak tenaga saat mengepak barang-barangnya di istana!” sela Luo Mingyue.
Dia berharap bisa makan bersama Putri Permaisuri Changle, namun sepertinya harus pupus karena Qingyi tidak keluar bahkan setelah sepupu dan kakaknya selesai berbicara.
***
Sebenarnya, Qingyi kabur ke ruang dimensi. Sejak pintu kamarnya ditutup dan dikunci, dia langsung mengusap liontinnya dan masuk ke ruang dimensi. Gadis itu langsung berbaring di atas rerumputan hijau empuk, menatap matahari ruang dimensi yang selamanya hangat dan tidak akan membuat mata menjadi buta atau kulit menjadi kusam.
Di sisinya, Yinghao tampak sedang mengunyah batang bambu muda.
“Tuan, kau aneh saat malu,” celetuk panda kecil itu.
Qingyi mendecih, lalu mencabuti rumput dan melemparnya ke sembarang arah. Mendengar sistem kecil ini mencelanya, dia jadi kesal.
“Jika bukan karenamu, aku tidak akan bertingkah seperti remaja labil saat ini!”
“Tuan, kau memang aneh. Saat protagonis pria menciummu, sikapmu biasa saja. Mengapa saat kalian hanya tidur bersama, sikapmu seperti orang yang ketahuan selingkuh?” cibir Yinghao.
Dasar panda cerewet!
“Jika kau mengejekku lagi, jangan berharap kau bisa memakan bambu muda lagi!” ancam Qingyi. Yinghao langsung diam.
Setelah puas berbaring, Qingyi bangkit, lalu masuk ke dalam pondok. Dia mengobrak-abrik lemari kostum dan mencari setelan yang biasa ia gunakan untuk menyelinap. Saat sedang mencari, dia menemukan sebuah setelan baru yang sepertinya akan sangat menarik saat dipakai.
“Apa yang kau cari, Tuan?” Yinghao mencoba mengintip lewat jendela.
“Apa ini kostum baruku?”
Qingyi menunjukkan satu set pakaian cat woman ke depan Yinghao. Leher pendek Yinghao bergerak mengangguk.
“Itu adalah salah satu hadiah untuk misimu dalam pencarian dalang kasus para selir. Hadiah berharga lainnya disimpan di lemari sesuai kategori.”
Yinghao lalu memberitahukan hadiah apa saja yang didapat Qingyi dalam misi ini. Akan tetapi, tatapan gadis itu justru terus terfokus pada kostum barunya.
Senyumnya tiba-tiba terbit, membentuk seringaian yang menyimpan banyak kelicikan. Yinghao tahu, tuannya ini tidak akan berpikir untuk melakukan sesuatu yang baik.
__ADS_1
“Kurasa aku harus mencobanya. Yinghao, mau berpetualang malam ini?”
Yinghao hanya diam dan tidak berniat memberikan komentar atau jawaban.