
“Tuan Perdana Menteri, silakan masuk. Yang Mulia dan Yang Mulia Putri sudah menunggu di aula.”
Kepala pengurus datang setelah dua jam berlalu. Urusan di halaman barat sudah selesai dengan keputusan bahwa Putri Permaisuri memilih satu gadis pelayan dan Raja Changle merasa cukup puas. Mereka mengabaikan perdana menteri selama proses itu, dan baru menunjukkan niatnya setelah dua jam.
Kesal dan marah sudah jangan ditanya. Perdana menteri melangkah tergesa-gesa, memasuki mansion Raja Changle dengan kemarahan tertahan di dada. Beberapa pelayan mansion bertanya-tanya mengapa perdana menteri datang kemari. Setahu mereka, perdana menteri begitu membenci Putri Permaisuri Changle dan raja mereka.
Setelah melewati taman besar, perdana menteri sampai di depan gedung utama. Kepala pengurus mansion mempersilakan masuk. Di dalam, Qingyi dan Baili Qingchen sudah menunggu dengan santai. Meskipun raut wajah mereka tidak bersahabat, tapi tidak baik mengabaikan tamu terlalu lama.
“Salam kepada Yang Mulia dan Yang Mulia Putri,” ucap perdana menteri setengah hati. Qingyi tersenyum malas, sementara Baili Qingchen mengangguk kecil.
“Aih, Perdana Menteri sekarang jadi lebih tahu sopan santun. Sangat berbeda ketika aku mengunjungimu untuk menemui ibuku,” sindir Qingyi.
Perdana menteri menggertakkan gigi. Dasar anak durhaka, umpatnya dalam hati.
“Itu semua berkat petunjuk Yang Mulia Putri dan kebaikan Yang Mulia.”
Baili Qingchen menghela napas kecil. Malas sekali berbicara dengan orang tua yang satu ini. Meskipun perdana menteri secara hubungan adalah mertuanya, tapi secara politis hubungan mereka adalah atasan dan bawahan.
Posisi raja lebih tinggi daripada posisi pangeran dan menteri kerajaan. Memberi hormat seperti ini bukan lagi suatu keharusan, tetapi sebuah aturan yang telah mandarah daging.
Hanya saja dia tidak menyangka kalau perdana menteri bisa melakukannya. Selama ini, hanya dia satu-satunya pejabat yang tidak suka menunduk memberi hormat pada siapapun selain Kaisar Baili. Demi menemui dan berbicara, dia bukan hanya merendahkan harga dirinya, tapi menundukkan kepala dan menunjukkan rasa sungkan yang dibuat-buat.
“Sudahlah, Perdana Menteri. Tidak perlu basa-basi. Katakan, apa yang membuatmu datang jauh-jauh dan sudi menginjakkan kaki di mansionku yang bobrok ini?” tanya Baili Qingchen.
“Pejabatmu ini ingin berbicara dengan Yang Mulia Putri Permaisuri,” jawab perdana menteri.
“Kau salah, Perdana Menteri. Kau bukan pejabatku, tapi pejabat Kaisar. Jika sampai terdengar keluar, bagaimana reaksi orang-orang? Mungkin mereka berpikir kau ingin aku menggantikan keponakanku dan merebut takhtanya,” ujar Baili Qingchen. Perdana menteri sudah gegabah karena tidak sabar. Lidahnya terpeleset dan membuat Baili Qingchen mendapatkan kesalahannya.
“Saya ceroboh. Mohon maafkan kebodohanku ini, Yang Mulia.”
Tawa tertahan membuat Qingyi menutup mulutnya. Di matanya, perdana menteri seperti orang yang sudah tidak punya pilihan. Dia bahkan rela merendahkan dirinya sendiri untuk datang kemari hanya untuk menemuinya. Entah apa yang dia inginkan, tapi itu pastilah sesuatu yang cukup besar. Jika tidak, mana mungkin dia bersedia datang.
“Yang Mulia, kau membuatnya takut,” ucap Qingyi.
Suami istri yang sangat kompak!
__ADS_1
Perdana menteri tidak menyangka jika hubungan putrinya dengan Raja Changle seakrab ini. Rumor di kota kekaisaran perihal kedekatan Raja Changle dan Putri Permaisuri Changle ternyata benar. Awalnya dia tidak percaya, namun setelah melihatnya hari ini, mau tidak mau dia harus menerima kenyataan.
Sebelumnya perdana menteri berpikir kalau Raja Changle hanya sedang membantunya karena tidak ingin nama baiknya tercoreng oleh Qingyi. Pangeran bergelar raja, juga Dewa Perang Bingyue, pastilah tidak mau punya istri yang bodoh dan memalukan.
Apa yang terjadi sekarang?
Qingyi berkali-kali menggemparkan kota kekaisaran dengan perilaku dan tindakannya. Kurang dari dua bulan setelah menikah, dia telah merebut banyak perhatian orang, baik dari kalangan rakyat biasa maupun kaum bangsawa. Bahkan orang istana saja tidak luput memperhatikannya. Dalam sekejap, semua orang seperti ada dalam genggamannya.
Raja Changle, orang yang paling sukar disentuh dan dimengerti pun bahkan kini berjalan di sampingnya. Entah sihir apa yang dimiliki putri terbuangnya itu sampai bisa sehebat ini. Atau mungkin, selama ini dia sengaja menyembunyikan diri. Perdana menteri jadi merasa kalau dia telah membuang sebuah permata berharga hanya karena latar belakang ibunya Qingyi yang saat itu belum jelas.
“Aku ingin bicara empat mata dengan Putri Permaisuri,” kata perdana menteri. Dirinya sudah tidak sabar untuk mengutarakan keinginan dan maksud tujuannya. Baili Qingchen mengernyit, bicara empat mata?
Dia merasa aneh dengan perdana menteri. Setahunya, orang tua itu bahkan tidak ingin melihatnya selama ini. Dia bahkan sengaja membuangnya ke mansion Raja Changle dan mempermainkan keluarga kekaisaran. Hal apa yang bisa membuatnya ingin bicara secara pribadi?
“Oh? Tapi, Qingyi sekarang adalah Putri Permaisuri Changle. Apa yang orang katakan tentangnya dan siapa yang ditemuinya harus dalam pengawasanku. Bagaimana ini, Perdana Menteri?”
Perdana menteri ragu. Hal yang akan ia katakan selanjutnya mungkin akan membuat Raja Changle ini marah dan mengusirnya. Tapi, dia tidak punya pilihan lain. Wang Yiyuan terus memaksanya dan ia sangat muak. Dengan napas tertahan dan seribu keraguan, perdana menteri bersiap.
Melihat ini, Qingyi langsung berbisik pada Baili Qingchen, “Beri dia kesempatan. Aku akan memberitahumu nanti.”
Baili Qingchen beranjak meninggalkan aula. Kepercayaannya pada Qingyi adalah dasar ia meninggalkan mereka berdua di dalam. Ia yakin sepenuh hati kalau istrinya pasti bisa menyelesaikannya dengan baik. Perdana menteri datang bukan dengan niat yang bagus. Dia dan Qingyi sama-sama tahu.
“Perdana Menteri, kau sangat tidak tahu malu,” ucap Qingyi.
“Apa kau selalu arogan seperti ini?”
“Bukankah itu menurun darimu?”
Perdana menteri kehilangan kata-kata untuk sesaat. Perkataannya begitu mudah dikembalikan oleh Qingyi. Dia melihat mata putrinya, dan menemukan sesuatu yang seharusnya tidak ada di sana. Mata kelam itu bukan hanya dipenuhi dengan arogansi yang tinggi, tetapi juga sebuah aura yang hanya bisa dimiliki oleh seorang calon permaisuri kekaisaran.
Apa ini? Mengapa bisa dia memiliki aura itu?
“Aku..datang untuk meminta bantuanmu.”
Qingyi tergelak.
__ADS_1
“Aku rasa kita tidak seakrab itu. Kau bahkan membuangku sangat jauh dan menyiksaku bertahun-tahun. Menurutmu, hanya karena kau adalah ayah biologisku, aku akan membantumu setelah semua yang kau lakukan?”
Penolakan ini jelas tidak dapat ditawar lagi. Tapi, perdana menteri tidak akan menyerah sebelum Qingyi menyetujuinya. Aura itu membuatnya sedikit ketakutan. Setiap kali bertemu Qingyi dan segala kejutan yang diberikannya, jantungnya selalu berdetak lebih kencang dan keringat di tubuhnya selalu mengucur lebih deras.
“Meskipun kau membenciku, aku tetaplah ayahmu. Jika bukan karena aku, kau tidak akan mungkin menikah kemari,” ujar perdana menteri.
“Jadi, aku harus berterima kasih padamu?”
“Baguslah jika kau tahu. Beberapa hari lalu, suamimu menangkap beberapa orang di jalan kota. Kau bujuklah dia, suruh agar dia membebaskan mereka,” tutur perdana menteri.
Bagus! Perdana menteri sudah masuk dalam jebakan!
Qingyi bersorak dalam hatinya. Ternyata benar, orang-orang itu memiliki hubungan dengan perdana menteri. Semua pertanyaan di dalam hatinya terjawab sudah. Siapa sangka mencari dalangnya ternyata semudah ini. Kalau Baili Qingchen mendengarnya secara langsung, dia pasti akan segera menangkap perdana menteri dan menginterogasinya.
Ah, Qingyi tidak suka hal yang didapatkan dengan mudah. Sebagai orang yang suka mencari perhitungan, tidak semudah itu ia merasa senang. Qingyi ingin mendapatkan lebih dari ini, dan perdana menteri bisa memberikan apa yang ia inginkan.
“Membantumu tidak ada untungnya bagiku,” tukas Qingyi. Dia berpura-pura menyesap tehnya untuk membuat perdana menteri memutuskan pilihan.
“Apa yang kau inginkan?”
“Aturkan pertemuanku dengan penguasa Pasar Gelap,” tegas Qingyi.
Raut wajah perdana menteri jadi jelek. Bagaimana dia tahu kalau perdana menteri punya hubungan dengan Wang Yiyuan? Apa jangan-jangan dia telah mengetahui semuanya?
“Jangan salah paham. Aku hanya ingin membeli beberapa barang darinya,” ralat Qingyi. “Seorang penguasa sepertimu tidak mungkin tidak memiliki token aksesnya, bukan?”
Wajah perdana menteri mengeras. Wang Yiyuan adalah satu dari banyak duri dalam dagingnya. Jika bukan karena keuntungan yang besar, dia sudah sejak lama memutuskan hubungan dengannya. Perdana menteri sedang dalam kesulitan karena Wang Yiyuan memanfaatkannya dan mengendalikannya. Hubungan bisnis itu saja sudah membuatnya marah.
Keraguan perdana menteri langsung dirasakan oleh Qingyi. Senyum menawan yang bisa membuat orang lari terbirit-biritnya terus terukir di mulutnya yang sedikit tipis dan merah muda. Satu dayung bisa membuatnya memiliki dua pulau. Ia yakin perdana menteri sedang bimbang dengan pilihan yang sebenarnya tidak bisa dipilih ini.
“Beritahu aku jika kau sudah memutuskannya.”
Setelah mengatakan itu, Qingyi beranjak untuk menyusul Baili Qingchen. Sebelum benar-benar pergi, perdana menteri berdiri dan berseru, “Baiklah, aku setuju!”
Qingyi berhenti sejenak, menyunggingkan senyumnya, lalu berjalan kembali.
__ADS_1