
"Nona Zhao, terkait hal ini, kau mungkin harus menanyakannya terlebih dahulu pada Putri Permaisuri Changle."
Putri Permaisuri Changle? Bukankah dia tidak ada di sini?
Zhao Ping'er mengikuti arah pandang Kaisar Baili, lalu dia melihat Qingyi tengah melambaikan tangan bersama dengan senyum manisnya yang mengerikan. Seketika wajah gadis itu menjadi pucat.
"Selir, ya? Hm. Gadis manis, seperti yang kukatakan sebelumnya, keempat kediaman utama di mansion kami sudah memiliki pemilik. Jika kau menginginkannya, kau mungkin harus menunggu beberapa tahun lagi. Bukankah begitu, Yang Mulia?"
Qingyi mengerlingkan matanya ke arah Baili Qingchen, yang juga sedang menatapnya sejak tadi. Pertunjukan dimulai. Dia berharap pria itu bisa bekerja sama dengannya. Jika tidak, hal yang terjadi setelah ini akan sangat merepotkan.
Baili Qingchen tiba-tiba memegang tangan Qingyi dengan erat. "Aku tidak membutuhkan selir."
Qingyi tersenyum puas. Wajah pucat Zhao Ping'er berubah menjadi hijau. Gadis itu telah mempermalukan dirinya sendiri dan menjadikannya sebagai lelucon di hadapan keluarga kekaisaran. Zhao Ping'er mengeratkan pegangan saputangannya, kemudian senyumnya yang dipaksakan terbit.
"Pandanganku kurang baik. Aku tidak mengenali Yang Mulia Putri sebelumnya. Mohon maafkan kelancanganku."
Qingyi memainkan jari tangannya yang masih bebas. "Tidak apa-apa. Aku bukan orang yang suka perhitungan dengan seorang remaja lugu sepertimu."
Kaisar Baili diam-diam mendecih. Tidak perhitungan apanya? Wanita itu jelas-jelas seperti iblis.
Baili Qingchen menahan tawanya, menjaga wibawanya di hadapan semua orang. Mereka yang tahu bagaimana sikap Putri Permaisuri Changle menundukkan kepala untuk menyembunyikan kekehan mereka.
Zhao Ping'er memejamkan matanya sesaat. Kemudian, dia kembali mengulas senyum yang sangat terpaksa. "Terima kasih atas kemurahan hati Yang Mulia Putri Permaisuri Changle."
Kaisar Baili berdehem. Setelah itu, dia berkata, "Nona Zhao, mungkin kau harus mempertimbangkan kembali keinginanmu."
"Tentu, Yang Mulia. Gadis ini terlalu naif dan tidak cukup cerdas sampai menginginkan hal yang tidak seharusnya."
Zhao Ping'er kembali ke tempat duduknya setelah menahan rasa malunya. Sungguh, dia tidak pernah menyangka jika wanita cantik berpakaian sederhana, yang jepit rambutnya bahkan lebih jelek daripada milik pelayan miliknya, yang ia kira sebagai selir, ternyata adalah Putri Permaisuri Changle!
Pantas saja saat itu dia didorong sampai jatuh dan ditampar sampai dua kali. Pantas saja Baili Qingchen diam saja melihatnya mendapat perlakuan seperti itu. Ternyata, dia telah menyinggung orang itu secara langsung!
Jenderal Zhao merasa dirinya telah dipermalukan oleh putrinya sendiri. Sesekali jenderal tua itu melirik Qingyi dan Baili Qingchen bergantian.
Walau Baili Qingchen pernah berada dalam bimbingannya, namun statusnya mulia dan dia adalah seorang raja. Menyinggungnya sama saja dengan mencari mati.
"Jenderal Zhao, apa kau ingin mengatakan sesuatu?" tanya Kaisar Baili yang menangkap kegelisahan di wajah Jenderal Zhao.
Jenderal tua itu kemudian berkata dengan suara khasnya, "Yang Mulia, putriku sudah menyinggung Raja Changle dan Putri Permaisurinya hari ini. Jika berkenan, aku bersedia menerima hukuman untuknya."
__ADS_1
Qingyi buru-buru berkata, "Jenderal Tua, aku sudah katakan jika aku tidak memperhitungkannya."
"Tidak, Yang Mulia Putri. Putriku telah menyinggungmu dengan tidak sopan."
"Aih, aku tidak suka menindas kaum muda. Tetapi, jika kau memaksa, mungkin aku bisa memberikan hukuman yang tidak terlalu berat untuknya."
Ekspresi Zhao Ping'er kembali suram. Sudah ia duga, Qingyi tidak akan melepaskannya semudah itu. Yang dia singgung adalah Putri Permaisuri Changle, yang reputasinya di kota kekaisaran sangat terkenal.
Beberapa orang bahkan menjulukinya dengan sebutan iblis kecil dari mansion Raja Changle. Wanita itu sama menakutkannya dengan Raja Changle.
"Tidak tahu hukuman ringan apa yang ingin Yang Mulia Putri berikan?" tanya Jenderal Zhao.
"Aku ingat bahwa Putri Yilan sedang menyelesaikan studinya di Akademi Xizhou. Kebetulan, dia tidak membawa banyak pelayan ketika aku mengunjunginya beberapa bulan lalu. Kau bisa mengirimnya ke sana jika kau tidak keberatan, Jenderal Tua."
Xizhou cukup jauh dari kota kekaisaran. Cuacanya terkadang tidak menentu. Perjalanan menuju tempat itu memakan waktu hampir satu pekan, medan perjalanannya juga sukar. Selain itu, banyak bandit gunung berkeliaran akhir-akhir ini.
Zhao Ping'er tidak yakin apakah dia akan tiba di sana dengan selamat atau tidak. Putri Permaisuri Changle membuatnya menjadi seorang pelayan. Meskipun yang dilayaninya adalah seorang putri, namun Zhao Ping'er tidak pernah melakukan pekerjaan kasar.
Jenderal Zhao tampak ragu. Ia pikir hukumannya bukan seperti itu. Mengirim putrinya ke Xizhou, sama artinya dengan mengasingkannya.
Putrinya tidak akan bisa kembali ke kota kekaisaran sebelum Putri Yilan menyelesaikan studinya. Selama itu, jenderal yang telah pensiun akan kesepian di kediamannya.
Jenderal Zhao mengangguk saat mendengar nama Zhao Ping. Zhao Ping, yang sekarang menjadi Kepala Akademi Xizhou adalah saudara jauhnya.
Dia dan Zhao Ping pernah duduk di bangku akademi yang sama sebelum terjun ke dunia masing-masing. Jenderal Zhao tidak tahu mengapa Putri Permaisuri Changle menanyakan hal itu.
"Dia adalah pamanku."
Sontak saja Jenderal Zhao terkejut. Tehnya hampir tumpah dan gelasnya hampir terlepas dari tangannya. Paman? Dari mana datangnya seorang paman? Mengapa wanita di sisi Raja Changle itu berkata demikian?
Jenderal Zhao berpikir beberapa saat sampai ia teringat bahwa keluarga saudara jauhnya itu memiliki seorang putri yang menghilang akibat kecelakaan dalam perjalanan menuju kota kekaisaran. Mungkinkah ibu dari Putri Permaisuri Changle adalah putri Keluarga Zhao yang ada di Xizhou?
"Ternyata, Yang Mulia Putri adalah anggota Keluarga Zhao. Aku yang tua ini sungguh beruntung bisa bertemu denganmu."
Qingyi tahu, jenderal tua ini tidak naif dan tidak munafik. Orang-orang di militer selalu terbuka dalam setiap hal. Itu juga berlaku pada Jenderal Zhao. Jenderal tua itu menunjukkan ekspresinya secara langsung, tidak seperti putrinya yang memiliki seribu wajah berbeda.
"Putrimu tidak akan mengalami kesulitan. Pamanku tidak akan membuatnya menderita," ujarnya setelah memperhatikan raut wajah Jenderal Zhao dan membaca suasana hatinya.
"Kalau begitu, jenderal tua ini menuruti perintah Yang Mulia Putri."
__ADS_1
Zhao Ping'er langsung lemas. Kenyataan ini bukankah terlalu kebetulan?
Putri Permaisuri Changle bernama Liu Qingyi itu baru saja mendeklarasikan bahwa dirinya adalah anggota Keluarga Zhao, dan statusnya sebagai Putri Permaisuri Changle yang sah di mata hukum dan negara. Dengan basis kekuatan belakang seperti itu, mustahil baginya untuk bisa menang.
Pandangan Qingyi menyapu wajah gadis itu dengan misterius. Keluarga jenderal ini mungkin tidak tahu jika hukuman yang diberikan olehnya adalah hukuman teringan. Qingyi biasanya mengeksekusi di tempat dengan cara yang tidak diduga. Kali ini, dia terpaksa membuat pengecualian.
Zhao Ping'er telah merencanakan kejahatan. Dia sengaja mendorong Janda Permaisuri Ming dan berpura-pura menolongnya demi mendapatkan jasa.
Hati Qingyi biasanya tidak selembut itu untuk mengampuni seseorang. Dia masih memandang jasa Jenderal Zhao, kedekatan keluarganya, juga Kaisar Baili. Jika tidak, sudah sejak tadi dia mengirim Zhao Ping'er ke neraka dunia.
"Ayah, kau benar-benar ingin mengirimku ke tempat yang sangat jauh itu?" Zhao Ping'er berkata dengan sedih. Kedengarannya sangat memilukan, tapi di telinga Qingyi itu justru terasa sangat menjijikan. Rubah betina ini mulai bersandiwara lagi!
"Apa kau tidak dengar? Seharusnya kau bersyukur karena Putri Permaisuri tidak mempemasalahkannya lebih lanjut. Dia masih berbaik hati dengan mengirimmu untuk melayani Putri Yilan dan tidak menjadikanmu seorang budak!" Jenderal Zhao memarahinya dengan tegas di depan semua orang. Putrinya ini sepertinya sudah hidup terlalu nyaman dalam delapan belas tahun hidupnya!
Zhao Ping'er langsung terdiam dan kehabisan kata-kata. Dirinya paling tidak bisa melawan kata-kata ayahnya. Setiap kali berdebat, dia akan berubah seperti kucing yang tidak punya cakar dan taring. Zhao Ping'er menunduk dalam-dalam.
Kaisar Baili diam-diam bertepuk tangan. Tidak disangka, sajian pertunjukkan yang dipersiapkan Putri Permaisuri Changle semenarik ini.
Wanita itu bukan hanya menekan dan menindas wanita yang ingin menjadi pesaingnya, bahkan sudah berhasil mengirimnya ke tempat yang jauh. Bukan hanya itu, dia bahkan mampu menggunakan taktik cerdas dengan identitas keluarganua secara tepat.
Pamannya sungguh beruntung!
Qingyi juga telah membantunya kembali secara tidak langsung. Kaisar Baili jadi tidak perlu mengalami sakit kepala yang berat karena memikirkan hukuman untuk gadis yang telah dengan liciknya merencanakan insiden jatuhnya ibunya ke dalam kolam sampai terbaring sakit. Kaisar Baili tidak menyela atau mengomentari dan langsung menyetujui usulan pemberian hukuman dari Qingyi.
Baili Qingchen merasa puas dengan pertunjukkan yang dipersembahkan oleh permaisurinya. Setelah Zhao Ping'er pergi, tidak akan ada lagi gadis yang mengganggunya dan mengikutinya setiap dia keluar dari pengadilan istana.
Telinganya tidak akan berdengung lagi dan kepalanya tidak akan sakit lagi. Baili Qingchen mengulum senyum manisnya.
Namun, senyumnya perlahan hilang saat perasaan tidak nyaman tiba-tiba datang menyerang tubuhnya. Wajahnya mulai menunjukkan kegelisahan. Qingyi merasakan suhu tubuh pria itu naik, lalu langsung menoleh untuk melihatnya.
Astaga, apa lagi ini?
"Ada apa denganmu?" tanyanya pelan.
"Aku tidak tahu. Tubuhku terasa panas."
Qingyi lantas mengecek gelas anggur di meja Baili Qingchen, lalu mencium aromanya. Dahinya mengernyit mendapati aroma aneh.
Anggur ini sudah dicampur dengan sesuatu yang lain! Sedetik kemudian, Qingyi berdecak kesal.
__ADS_1
"Sialan! Aku tahu dia tidak akan menyerah semudah itu!"