Love Imagination System

Love Imagination System
Bagian 29: Identitas Asli Nyonya Zhao


__ADS_3

Nyonya Zhao lantas mengangkat jubah lengannya dan memperlihatkan tanda lahirnya kepada semua orang. Qingyi juga melihatnya. Dia semakin menampilkan seringaian anehnya. Zhao Peng sangat terkejut, lalu seketika matanya berkaca-kaca. Seperti mendapat jackpot, kepala akademi tersebut terlihat gembira dan terharu.


“Kakak, aku akhirnya menemukanmu!”


“Kakak?” heran Nyonya Zhao.


“Kau adalah kakakku, Zhao Yinniang. Kau hilang dua puluh lima tahun yang lalu!”


Nyonya Zhao berusaha mengingat sesuatu. Aih, ingatannya tidak kembali. Dia memang pernah mengalami kecelakaan dan tiba-tiba menjadi putri angkat pedagang, tapi tidak pernah mengira kalau identitasnya adalah Nona Besar Zhao dari keluarga terpandang.


“Selamat! Misi selesai! Hadiahmu akan dikirim ke ruang dimensi dalam satu kali dua puluh empat jam. Tuan, kau bisa menyelesaikannya kurang dari setengah hari!” ucap Yinghao yang tiba-tiba muncul di pundaknya. Qingyi menyeringai, lalu melipat lengannya di dada.


Bukan misi yang selesai yang membuatnya senang. Tapi sesuatu yang lain. Qingyi justru senang karena latar belakang identitas ibunya yang sebenarnya. Keluarga Zhao. Di Kekaisaran Bingyue, Keluarga Zhao merupakan keluarga yang kuat dan berpengaruh meskipun tersebar di kota-kota kecil. Keberadaannya tidak bisa diremehkan. Kaisar-kaisar sebelumnya sangat menghormati Keluarga Zhao dan tidak berani mengusik kedamaian mereka.


Itu karena Keluarga Zhao telah menyumbangkan sebagian besar tenaganya dalam bidang pendidikan. Selama ini, generasi keluarga Zhao selalu berhasil mencetak menteri-menteri andal baik di ibukota maupun di kota lainnya. Keluarga Zhao, baik laki-laki atau perempuan, semuanya berbudi luhur.


Seandainya mereka tahu salah satu anggota keluarga mereka, yang dulu menjadi Nona Besar Zhao diperlakukan sedemikian buruk di kediaman perdana menteri, apa jadinya? Bagaimana reaksi mereka? Qingyi tahu kalau Keluarga Zhao tidak akan tinggal diam dan pasti akan meminta keadilan. Meskipun ibunya hilang ingatan, tapi dia tidak boleh diperlakukan dengan kejam oleh siapapun.


Mengingat ini, Qingyi jadi sangat senang. Kediaman perdana menteri tidak akan damai seperti dulu. Selain karena keberadaannya dan statusnya sebagai Putri Permaisuri Changle, Keluarga Zhao juga pasti akan menuntut balas. Reputasi perdana menteri di mata Keluarga Zhao terkenal buruk, dan itu bisa saja menjadi lebih buruk saat mereka mengetahui putri mereka diperlakukan seperti budak sebagai seorang selir di kediaman perdana menteri.


Secara tidak langsung, itu menunjukkan bahwa perdana menteri telah mendapatkan musuh baru. Perdana menteri dan seluruh keluarganya akan menerima akibat karena perbuatan mereka. Status Qingyi juga otomatis naik peringkat. Dia bukan lagi putri perdana menteri yang dibuang, tapi cucu Keluarga Zhao yang terhormat. Posisinya menjadi sepadan ketika bersanding dengan Raja Changle.


“Kau puas sekarang?”


Qingyi terkejut karena Baili Qingchen tiba-tiba berdiri di sampingnya.


“Aku lebih puas melihat wajah Perdana Menteri saat tahu hal ini.”


“Jadi, itu arti dari seringaianmu?”


“Yah, bisa jadi.”


Baili Qingchen jadi semakin yakin kalau gadis ini ingin melakukan serangan balik. Permasalahan terkait Erniang yang menyuruh pembunuh meracuni Xiao Junjie dan membuatnya difitnah belum diperitungkan dengan jelas. Gadis itu bukan ingin lepas tangan, tapi mencari pembalasan dengan cara yang lebih menarik dan lebih sadis.


“Tapi, bagaimana kau tahu kalau pola saputangan itu adalah pola Keluarga Zhao?” tanya Qingyi.


“Aku adalah Raja Changle. Aku bisa mengetahui apa yang tidak diketahui orang lain.”


“Cih, narsisme memang penyakit dan perlu diobati.”

__ADS_1


Baili Qingchen berpura-pura tidak mendengar. Dia pergi untuk menyelesaikan urusannya, sementara Qingyi menikmati kemenangan misinya kali ini.


Sore harinya, Qingyi keluar dari kediaman Nyonya Zhao dan jalan-jalan. Pemandangan sore hari di Kota Xizhou agak berbeda dengan ibukota. Di sini, penduduknya lebih ramah dan lebih banyak bicara ketimbang di ibukota. Suasananya lebih hangat, ditambah sekarang sedang musim semi. Tidak heran jika banyak muda-mudi yang keluar untuk menghirup udara segar.


“Qingyi!”


Qingyi menoleh kala seseorang memanggil namanya. Seorang wanita berseragam Akademi Xizhou melambaikan tangannya sambil berlari menghampirinya. Wanita itu ternyata Putri Yilan, adik Kaisar Baili yang kala itu berusaha menghentikan pernikahannya dengan Baili Qingchen. Sepertinya dia baru saja menyelesaikan pelajarannya.


“Putri, lama tidak bertemu.”


“Kau kemari bersama pamanku?”


Qingyi mengangguk.


“Apa dia memaksamu ikut? Ah, aku sudah tahu kalau hidupmu akan menderita. Qingyi, bagaimana jika kita kabur saja? Kau tidak perlu kembali ke mansion Raja Changle. Lebih baik kita menjelajah dunia bersama!”


Perkataan Putri Yilan jelas membuat Qingyi hampir tersedak. Di sini, karakter Putri Yilan penuh dengan kejutan. Qingyi tidak ingin misinya gagal, jadi dia menolak ajakan Putri Yilan dengan alasan yang hampir sama saat gadis itu mengacau di hari pernikahan. Mendapat respon yang tidak sesuai dengan harapan, wajah Putri Yilan sedikit mengkerut.


Mengetahui suasana hati Putri Yilan yang berubah buruk, Qingyi kemudian menghiburnya dengan membawanya menjajali restoran-restoran yang ada di pusat Kota Xizhou. Seperti biasa, keramaian orang-orang menyapa mereka dengan kehangatan yang cukup nyaman dirasakan. Ketika Qingyi duduk, dia melihat banyak orang menatapnya dengan aneh.


“Apa yang mereka lihat?” tanyanya pada Putri Yilan.


“Kau,” jawab Putri Yilan.


“Mereka sepertinya tahu kalau kau adalah Putri Permaisuri Changle. Seperti yang kau tahu, reputasimu di kerajaan ini tidak terlalu baik. Apalagi setelah kau membuat Perdana Menteri menceraikan ibumu.”


Qingyi menghembuskan napas pasrah. Hidup di zaman ini memang benar-benar sulit. Dia berjuang untuk hidupnya sendiri, tetapi tetap saja ada orang yang membicarakannya. Berhubung Qingyi bukan orang yang suka perhitungan dengan sembarangan, dia memilih mengabaikan tatapan itu dan fokus pada makanannya.


“Apa sebentar lagi akan ada drama penghinaan putri dari mansion bangsawan? Aku lihat biji bola mata mereka sudah hampir keluar karena terus memperhatikanku.”


“Benarkah? Apa aku harus memulai dramanya terlebih dahulu?”


Qingyi menggelengkan kepala. “Tidak. Itu tidak baik untuk reputasimu.”


Sesuai dugaan, seseorang kemudian menghampiri mereka. Dia seorang wanita dengan pakaian yang bagus dan terlihat mahal. Di tangannya terdapat segelas anggur yang sudah dicampur dengan kuah sayur. Wanita itu menatap Qingyi dari ujung rambut sampai ujung kaki, memperhatikannya seperti seorang yang sedang mengikuti seleksi bakat kecantikan. Entah apa yang dipikirkannya, tapi jelas bukan sesuatu yang baik.


“Kau Putri Changle?” tanya wanita itu. Qingyi tidak menjawab, kemudian Putri Yilan berbisik di telinganya, “Wanita ini putri Walikota Xizhou, Su Wan’er. Hati-hati, dia sangat suka menindas orang.”


Su Wan’er masih memperhatikan Qingyi. Dia sudah mendapat kabar kalau Raja Changle datang ke Xizhou beberapa hari yang lalu. Su Wan’er memiliki sejarah yang sedikit unik dengan Raja Changle. Mereka pernah bertemu satu kali saat perjamuan ulang tahun Kaisar Baili tiga tahun lalu.

__ADS_1


Siapa yang mengira kalau Su Wan’er nyatanya menaruh hati pada Baili Qingchen, bahkan sempat meminta ayahnya memohonkan pernikahan kepada  Kaisar Baili. Sayang, Baili Qingchen saat itu baru saja kehilangan istri pertamanya, dan baru saja menerima kehadiran Xiao Junjie. Lamaran itu tidak pernah sampai ke mansion.


Wanita itu menjadi berang tatkala mendengar kabar kalau Kaisar Baili menurunkan dekret pernikahan untuk Raja Changle, apalagi setelah tahu siapa mempelai wanitanya. Di mata semua orang, Liu Qingyi hanyalah putri perdana menteri yang terbuang. Su Wan’er marah karena dirinya merasa direndahkan dan kalah dari seorang putri buangan yang bahkan tidak punya sehelai pakaian yang bagus untuk tubuh.


“Seekor burung pipit berlagak sombong dan ingin menjadi phoenix. Mimpimu sungguh besar,” cibir Su Wan’er. Memangnya kenapa jika dia adalah Putri Permaisuri Changle? Posisinya bahkan tidak bisa disandingkan dengan Xiao Junjie. Secara teknis, Liu Qingyi ini kalah dari seorang pria.


“Putri, apa kau mendengar kicauan burung?” tanya Qingyi. Putri Yilan berpura-pura menanggapi. “Ya. Tapi, aku tidak melihat wujudnya. Apa mungkin itu burung hantu?”


Merasa disindir dan diabaikan, Su Wan’er jadi marah. Melupakan identitasnya sebagai putri Walikota Xizhou, Su Wan’er menyiramkan gelas berisi anggur bercampur kuah sayur kepada Qingyi. Qingyi mendesis, lalu mengusap pakaiannya yang basah. Putri Yilan tersulut emosi, kemudian ribut dengan Su Wan’er. Keributan tersebut mengundang rasa penasaran orang-orang.


Tidak terima dengan penindasan yang diterimanya, Qingyi lantas mengambil satu mangkuk sup akar teratai dan menyiramkannya ke kepala Su Wan’er. Bukan hanya itu, dia juga menyuapkan biji teratai yang pahit ke mulut wanita itu, lalu memaksanya mengunyahnya dan menelannya. Su Wan’er tersedak dan batuk, lalu mendorong Qingyi hingga tubuh gadis itu terhunyung ke belakang.


Punggung Qingyi menabrak sesuatu. Sepasang lengan yang kekar kemudian menangkapnya dan membuatnya stabil. Ketika dia menoleh, dia melihat Baili Qingchen berdiri tepat di belakangnya dengan wajah dingin. Orang-orang yang ada di sana setengah menyingkir begitu menyadari sosok agung yang banyak dipuja itu.


“Baili Qingchen?” lirih Qingyi.


Su Wan’er bertingkah lagi. Dia seperti rubah betina yang licik dengan seribu wajah. Begitu melihat Baili Qingchen, dia berpura-pura menangis. Su Wan’er berlagak seperti orang yang paling teraniaya. Aktingnya yang buruk membuat Qingyi jijik dan serasa ingin muntah. Dia bergidik saat melihat kemampuan Su Wan’er yang berada di bawah rata-rata.


“Yang Mulia! Liu Qingyi menindasku. Anda lihat, dia menyiramkan sup akar teratai dan memaksaku menelan biji teratai yang pahit itu!”


Su Wan’er berbicara dengan nada yang memilukan. Akan tetapi, Baili Qingchen tampak tidak peduli. Ekspresinya masih dingin seperti biasa. Dia menatap Su Wan’er dengan tajam.


“Siapa yang menindas siapa, semua orang di sini jelas tahu. Nona Su, apa kau tahu apa yang telah kau lakukan?” tanya Baili Qingchen. Wajah Su Wan’er memerah dan dia berhenti menangis. Dari nada bicara itu, dia merasa kalau dirinya berada dalam masalah sekarang.


“Apa yang membuatmu berpikir kalau kau bisa menindas Putri Permaisuri Changle di hadapanku?” tanya Baili Qingchen lagi. Kali ini, Su Wan’er tampaknya benar-benar tamat.


“Yang Mulia, aku-”


“Nona Su, aku akan memperhitungkannya dengan ayahmu. Kita lihat apa yang bisa dia lakukan untuk putrinya yang telah berani menghina dan menindas orang dari mansion Raja Changle!”


Baili Qingchen tampak gagah ketika membela Qingyi. Sikapnya mematahkan stigma orang-orang yang  menganggap bahwa Putri Permaisuri Changle hanyalah sebuah boneka buangan yang dikirim ke mansion layaknya sampah yang tidak berguna. Yang mereka lihat justru ialah kenyataan bahwa Raja Changle ternyata begitu membela permaisurinya sampai mengabaikan gadis secantik Nona Su.


Su Wan’er membeku di tempat. Celaka, dia sudah salah perhitungan. Awalnya dia pikir Qingyi bukan orang penting dan diabaikan. Namun, ternyata salah. Raja Changle yang dia lihat sekarang jelas-jelas sedang membela istrinya, bahkan melawannya dan mengancamnya secara langsung.


Baili Qingchen membuka jubahnya, lantas memakaikannya untuk menutupi pakaian Qingyi yang basah. Perlakuannya sontak memberikan kejutan untuk orang-orang. Sekali lagi, mereka melihat kejadian yang tidak diduga.


“Pulang sekarang!” tegasnya pada Qingyi. Qingyi masih terkejut atas perlakuan pria itu yang tiba-tiba, lalu tersadar setelah beberapa saat. Baili Qingchen melangkah meninggalkan restoran tersebut. Qingyi melangkah, mendekati Su Wan’er yang mati kutu.


“Itu hanyalah pertunjukkan kecil yang kubuat untukmu. Harus kuberitahu, aku bukan burung pipit yang mencoba menjadi phoenix. Aku adalah elang yang suka mencabik-cabik ular berbisa sepertimu,” bisik Qingyi di telinga Su Wan’er.

__ADS_1


“Ah, aku lupa. Persiapkan dirimu karena Keluarga Zhao akan mendatangi rumahmu dan menuntut balas karena kau telah menyakiti cucu keluarga mereka,” tambah Qingyi. Dia tersenyum puas, lalu melengang pergi dengan langkah ringan disusul Putri Yilan.


Sepeninggalmmereka, Su Wan’er langsung terduduk di lantai dalam keadaan yang mengkhawatirkan. “Mengapa bisa begini?”


__ADS_2