Love Imagination System

Love Imagination System
Bagian 141: Kehamilan Selir Xian


__ADS_3

Pagi ini, keributan di bagian Istana Harem membuat sebagian selir menjadi sedih dan putus asa. Mereka menganggap diri mereka tidak berguna, tidak bisa membahagiakan Kaisar Baili dan hanya menjadi beban.


Bagaimana tidak, saat matahari baru saja hendak naik, pelayan dari istana Selir Xian sudah ribut memanggil tabib untuk majikannya.


Dia bilang, majikannya muntah-muntah dan jatuh pingsan. Tabib itu berkata bahwa Selir Xian sedang hamil. Saat Kaisar Baili mengetahuinya, dia langsung bahagia. Kaisar Baili lalu berjanji akan mengangkat Selir Xian menjadi Permaisuri Bingyue karena dari semua selirnya, hanya Selir Xian yang bisa memberinya keturunan.


Liu Erniang menyunggingkan senyum jahatnya saat Kaisar Baili mengatakan hal tersebut. Ini sesuai dengan rencana yang ia buat. Liu Erniang sengaja membuat keributan dan membuat semua orang mengetahui kehamilannya, meskipun ia sudah tahu dirinya hamil sebelum ini.


Menurutnya, ini akan menarik. Kabar bahagia datang di tengah kekacauan, bukankah itu sangat menyenangkan?


Hati Kaisar Baili sudah jatuh dan dia telah menggenggamnya, dengan kehamilan ini, Kaisar Baili tidak akan berpikir dua kali untuk menjadikannya permaisuri.


Semuanya berjalan dengan mulus seperti yang ia inginkan. Setelah Kaisar mengangkatnya menjadi permaisurinya, Liu Erniang sudah benar-benar terbang tinggi. Dia akan menduduki posisi wanita nomor satu di Bingyue, dia juga bisa menggenggam harem dengan tangan jahatnya.


Liu Erniang berencana menghancurkan mansion Raja Changle beserta isinya setelah kekuasaannya kuat. Jika bayinya terlahir laki-laki setelah ia menjadi permaisuri, maka bayi itu akan menjadi putra mahkota di masa depan. Liu Erniang kelak akan menjadi Ibu Suri dan memegang kekuasaan tertinggi, karena ia tidak berniat melepaskan kuasa tersebut.


Dengan begitu, menghancurkan mansion Raja Changle dan menjatuhkannya hanyalah sebuah hal kecil dan mudah baginya. Liu Erniang akan membalaskan semua kemarahan dan dendamnya yang telah menumpuk selama ini. Baili Qingchen, Liu Qingyi, dan siapapun tidak akan lepas darinya!


Liu Erniang menyeringai saat membayangkan keinginannya menjadi kenyataan. Dia sangat bahagia saat membayangkan Putri Permaisuri Changle, kakaknya yang arogan dan sombong itu bertekuk lutut memohon ampun padanya.


Liu Erniang bahagia saat membayangkan Raja Changle yang agung itu menjadi tidak berdaya di bawah tekanannya. Dia bahagia saat semuanya berada dalam kendalinya.


“Oh, sepertinya aku terlalu senang. Bukankah aku harus membagi kebahagiaan ini kepada saudariku juga?” ucapnya pada pelayan.


“Nyonya ingin jalan-jalan?”


“Ya. Sudah lama sepertinya aku tidak bertamu ke istana Selir Jia.”


Liu Erniang yang mendendam karena Selir Jia tiba-tiba berbalik dan menjadi sekutu mansion Raja Changle kemudian pergi mendatangi istana Selir Jia. Wanita licik itu hendak mengejek Selir Jia karena pada akhirnya, dialah pemenang pertarungan ini.

__ADS_1


Selir Jia yang telah mengkhianatinya harus tahu bahwa melawan Liu Erniang sama saja dengan mencari mati. Setelah dia menjadi permaisuri nanti, Liu Erniang akan membuat hidup Selir Jia seperti penjara yang sangat menyengsarakan.


Selir Jia agak terkejut saat tamu yang tak diundang datang. Saat itu, ia baru selesai meminum pil penambah darah yang diberikan oleh Qingyi. Karena pil itu kecil dan tidak berbau, Liu Erniang tidak menyadarinya. Dia menatap remeh pada Selir Jia yang wajahnya lebih pucat dari biasanya.


“Aiya, sepertinya aku datang di saat yang tidak tepat. Selir Jia, kau tampak tidak sehat,” ucap Liu Erniang dengan sengaja.


Selir Jia tahu orang ini datang untuk mengejeknya. Dia tersenyum dengan tenang, tidak mau kalah. “Kau tahu dengan sangat baik, Selir Xian.”


“Kudengar kau menolak kunjungan Kaisar beberapa kali. Ah, sepertinya kau benar-benar tidak sehat. Jika kau mati dengan posisi ini, bukankah kau akan sangat menderita di akhirat sana?”


Baoning sangat geram, ia hendak maju melawan Liu Erniang namun Selir Jia menahannya. Dia menggelengkan kepala dan menyuruhnya untuk diam.


Tidak ada gunanya meladeni orang gila seperti Selir Xian ini. Tujuannya kemari sudah tidak baik, jika dilayani, bukankah itu hanya memenuhi keinginannya saja?


“Selir Xian, apa tujuanmu datang kemari?”


Selir Jia sedang tidak ingin berdebat. Janin di dalam rahimnya membuatnya malas melakukan segala sesuatu. Selir Jia ingin beristirahat dengan baik hari ini. Pikirannya harus tenang jika ingin kondisi bayinya stabil sesuai dengan perkataan Putri Permaisuri Changle. Tapi, orang gila ini malah datang mencari masalah dengannya!


Selir Jia mendecih. Jadi, tujuannya adalah ini? Liu Erniang sungguh-sungguh belum tahu jika Selir Jia telah hamil lebih dulu. Jelas-jelas, dia adalah pemenangnya, bukan Liu Erniang. Atas dasar apa Liu Erniang mendeklarasikan diri sebagai pemenang?


Selir Jia hanya sedang menuruti perkataan Qingyi agar bayinya lahir dengan selamat. Kaisar Baili bahkan sampai sekarang belum tahu jika dirinya sedang hamil. Kaisar mungkin berpikir Selir Xian yang hamil lebih dulu. Itu membuat Selir Xian yang kurang ajar dan gila ini merasa menang.


“Oh? Meskipun bayi yang kau kandung belum tentu terlahir dengan selamat?” ucap Selir Jia seolah-olah mengancam akan menggugurkan kandungan Liu Erniang.


Liu Erniang membulatkan mata dan berseru marah: “Kau! Beraninya kau menyumpahi bayiku!”


“Benarkah? Kalau begitu, apa aku harus berlutut memohon maaf padamu?”


“Selir Jia, kau tidak tahu diri! Bayiku akan lahir dengan selamat, dan pada saat itu tiba, aku ingin melihat sampai mana kau bisa bertahan!”

__ADS_1


Liu Erniang membuang muka. "Tetapi jika kau mau merubah pikiranmu, aku bisa menyelamatkanmu. Tinggalkan Putri Permaisuri Changle dan jangan pernah lagi berpikir untuk bersekutu dengannya."


"Mengapa? Apa Selir Xian yang hebat taku dikalahkan seorang Putri Permaisuri Changle?" balas Selir Jia dengan nada meremehkan.


"Aku tidak takut pada siapapun, termasuk Putri Permaisuri Changle!"


"Pecundang yang mengandalkan seorang bayi yang bahkan belum lahir untuk menguatkan posisinya tidak akan berakhir baik. Selir Xian, kau sebaiknya berhati-hati. Mungkin saja kau tersandung dan bayimu tidak bisa bertumbuh lagi."


"Kau! Aku bersumpah tidak akan melepaskanmu!"


Setelah itu, Liu Erniang pergi dengan marah meninggalkan istana Selir Jia.


Selir Jia menggelengkan kepalanya. Sejak bergaul dengan Putri Permaisuri Changle, dia menjadi lebih penyabar karena hampir setiap hari menghadapi keanehan dan ketidakkaruan perilaku Qingyi yang terkadang absurd dan membuat orang sakit hati dan sakit kepala. Membuat Liu Erniang marah adalah salah satu jalan untuk mengusirnya pergi.


“Begitu banyak omong kosong. Dia datang tanpa diundang dan pulan tanpa diantar,” ujarnya pelan.


“Nyonya, apa Selir Xian otaknya bermasalah? Dia datang untuk mengejek Nyonya dengan berita kehamilannya, tapi pergi dalam sekejap karena marah. Baoning sungguh tidak mengerti dengan temperamennya,” ucap Baoning yang tidak bisa menahan diri lagi.


“Dia hanya orang tidak waras yang salah perhitungan. Dia sama sekali tidak tahu jika aku telah mendahuluinya.”


“Lalu, apa yang harus kita lakukan? Yang Mulia Kaisar sudah menjanjikan posisi permaisuri untuknya. Jika itu terjadi, bukankah Nyonya sudah tidak mempunyai tempat lagi di sini? Selir Xian pasti tidak akan melepaskan Nyonya.”


“Apa kau lupa? Majikanmu ini juga sedang mengandung keturunan Kaisar.”


“Tapi, bagaimana Yang Mulia Kaisar tahu jika Nyonya terus menyembunyikannya? Apa harus menunggu Selir Xian menjadi permaisuri baru Nyonya memberitahunya?”


Perkataan Baoning ada benarnya. Selir Jia berpikir sejenak. Kehamilan memang tidak bisa disembunyikan dalam waktu yang lama. Orang-orang akan tahu saat perutnya perlahan mulai membesar.


Jika pada saat itu Liu Erniang sudah menjadi permaisuri, Selir Jia mungkin akan kehilangan bayinya. Liu Erniang pasti akan mengambilnya dan membiarkannya tumbuh dalam asuhan orang lain.

__ADS_1


“Entahlah. Yang jelas, dia tidak bisa menjadi permaisuri. Baoning, cepat kirim kabar ke mansion Raja Changle dan minta Putri Permaisuri untuk membantuku!”


__ADS_2