Love Imagination System

Love Imagination System
Bagian 15: Mengambil Langkah


__ADS_3

Sekitar pukul delapan pagi, Qingyi keluar dari ruang dimensi. Pakaiannya yang indah terbuat dari sutera premium yang tidak ada tandingannya di dunia ini. Yinghao masih setia duduk di pundaknya dalam mode kamuflase. Katanya, panda kecil itu belum siap menunjukkan diri di mansion besar ini.


Dia bisa melihat betapa giatnya para pelayan yang bekerja. Hanya saja, Qingyi merasa kalau mereka terlalu lambat. Dengan jumlah yang begitu banyak, pekerjaan rumah ini seharusnya selesai dalam waktu singkat. Tidak membutuhkan waktu hingga berjam-jam lamanya. Esok atau lusa, mungkin dia akan mengajari mereka apa itu bekerja sesuai deadline dan target.


Matahari belum bersinar terik ketika Qingyi menikmati sarapan paginya di halaman kediamannya. Sambil berjemur, dia mengawasi pekerjaan pelayan yang sedang memperbaiki kamarnya akibat ledakan besar kemarin.


Diawasi oleh majikan secara langsung, para pelayan jadi lebih giat bekerja. Mereka takut majikan kedua ini marah dan memberi pelajaran seperti yang dia lakukan kepada Xiao Junjie tempo hari.


Di balik pohon rindang yang berjarak seratus meter dari halaman barat, Baili Qingchen memperhatikan gadis itu dengan tatapan datar. Di sampingnya, Cui Kong ikut memperhatikan.


Melihat gadis itu makan sembari mengawasi pekerjaan pelayan, Baili Qingchen benar-benar penasaran. Dia ingin tahu ke mana gadis itu semalam dan mengapa tidak menempati kamarnya padahal jelas-jelas dia sudah merebutnya.


“Yang Mulia, menurutku Putri Permaisuri ini cukup cerdik. Dia tahu cara membalas dendam yang elegan kepadamu,” ucap Cui Kong yang dihadiahi sebuah tatapan tajam dari Baili Qingchen.


"Diamlah!"


Baili Qingchen menyenggol Cui Kong. Mengetahui isyarat yang entah apa artinya, sang pengawal bergegas menghampiri Liu Qingyi, sementara Baili Qingchen berjalan pergi meninggalkan halaman barat. Hari ini, dia harus masuk ke istana untuk melaporkan hasil kerjanya yang tidak seberapa kepada kaisar.


Cui Kong berdiri di hadapan Qingyi, lalu menunduk memberi salam penghormatan. Sebagai bawahan, Cui Kong harus bersikap hormat kepada siapapun tuan yang dia lindungi.


Hari ini dia datang untuk memenuhi janjinya dengan Qingyi ketika mereka bertaruh tempo hari. Cui Kong harus menjadi pelayan Qingyi selama satu minggu dan melakukan apapun yang disuruh oleh gadis itu.


Sambil menyuapkan sepotong apel segar pencuci mulut, Qingyi menatap pengawal itu dengan tatapan biasa. Ditatap dengan tatapan seperti itu, Cui Kong kebingungan. Tuan barunya tidak memberi perintah atau membuka mulut, hanya sibuk makan dan menatapnya seolah dia adalah seorang anak kecil yang baru pulang setelah bermain.


Cui Kong semakin kebingungan tatkala tangan Qingyi menyuapkan kembali sepotong apel segar ke mulutnya dan mengunyahnya. Lima menit sudah berlalu, namun Cui Kong berdiri seperti orang bodoh.


“Kau cukup setia juga,” ucap Liu Qingyi setelah sepuluh menit membiarkan Cui Kong berdiri di hadapannya tanpa mengatakan apapun.


Cui Kong menggaruk belakang kepalanya yang sama sekali tida gatal. Suasana ini, begitu canggung untuknya. Dia terbiasa datang dan diberi perintah. Didiamkan selama sepuluh menit benar-benar membuatnya seperti pemuda idiot. Gadis di hadapannya begitu mengacuhkannya, sengaja mengujinya dan mempermainkannya di pagi hari.


“Pria sejati selalu menepati janjinya. Aku sudah kalah, apakah Yang Mulia mempunyai perintah?” tanya Cui


Kong berusaha menghilangkan kecanggungan.


“Kau bisa mengepel lantai?”


“Ah?”


“Lupakan saja. Kemarin Putri Luo datang, apa dia punya masalah?” tanya Qingyi.


“Tuan Puteri Luo datang untuk mengeluh. Adiknya ingin menikah dengan Tuan Muda Kedua Liu sampai memohon pada Janda Selir Sun.”

__ADS_1


Seketika Qingyi tersedak. Cui Kong memberinya segelas air putih. Qingyi berusaha menenangkan diri dari keterkejutannya. Cui Kong bilang adik Putri Luo ingin menikah dengan Liu Qingti? Yang benar saja!


“Maksudmu, Luo Mingyue?”


Cui Kong menganggukkan kepala. Sudah ia duga, putri permaisuri akan sangat terkejut. Selama ini, Liu Qingti adalah kakak yang selalu melindungi Qingyi di kediaman perdana menteri. Dia begitu menyayangi adik yang lahir dari ibu yang berbeda karena tahu betul bagaimana rasanya kehilangan kasih sayang hanya karena lahir tidak secerdas pendahulunya. Cui Kong sudah menyelidikinya dengan jelas dan menemukan bahwa hubungan kakak beradik ini sangat baik.


Jadi, ketika mendengar seorang gadis ingin menikah dengan kakaknya, itu adalah reaksi normal jika Qingyi sampai tersedak. Qingyi yang dia tahu tidak mengenal Luo Mingyue. Liu Qingti juga tidak sembarangan bermain. Apa yang membuat Luo Mingyue ingin menikah dengannya sungguh merupakan sebuah misteri.


“Apa kakakku sudah gila? Dia mengencani seorang wanita lagi?” tanya Qingyi.


“Soal itu, aku tidak tahu. Tapi yang jelas, Kaisar marah ketika mendengarnya,” ucap Cui Kong.


Qingyi membetulkan posisi duduknya. Keanggunannya tidak boleh hilang hanya karena terkejut. Jawaban Cui Kong membuatnya bertanya-tanya apakah alurnya telah berubah lagi. Sebelumnya, Luo Mingyue, adik dari Luo Niang adalah seorang gadis yang hidup di luar ibukota.


Namun karena kedua orang tuanya meninggal, Luo Niang yang telah diangkat menjadi seorang putri pendamping Janda Selir Sun membawanya ke ibukota dan memberinya tempat tinggal yang mewah.


Selain itu, Luo Niang juga memberikan pelayan untuk melayaninya dan mengatur segala keperluannya. Dia yang sudah sibuk di dalam istana tidak bisa memperhatikannya setiap saat. Luo Mingyue gadis yang bebas dan berpikiran terbuka. Ke manapun dia pergi, dia selalu melangkah tanpa beban walaupun semua orang mengetahui identitasnya.


Pertemuannya dengan Liu Qingti, kakak Liu Qingyi, tidak ada dalam cerita. Luo Mingyue tidak pernah mengenal Liu Qingti bahkan hingga akhir cerita.


Namun, mengapa dia ingin menikah dengan Liu Qingti sementara keduanya belum pernah bertemu?


Meskipun Luo Mingyue adalah keponakan Janda Selir Sun, namun perdana menteri jelas tahu kalau pernikahan ini tidak menguntungkan baginya. Dia akan memilih gadis dari keluarga bangsawan lain untuk dinikahkan dengan anak-anaknya, terlepas setidakberguna apapun anaknya itu.


“Kakakku tidak pernah bertemu dengan Luo Mingyue. Apa mungkin seorang gadis jatuh cinta pada pria yang bahkan belum pernah ditemuinya?” tanya Qingyi penasaran.


“Aku juga tidak tahu. Mungkin itu sebabnya Putri Luo begitu frustasi,” jawab Cui Kong.


"Lalu, apa Baili Qingchen, maksudku, Raja Changle membantunya?"


"Entahlah. Yang Mulia tidak suka ikut campur terlalu dalam. Tapi, karena ini menyangkut sepupunya, aku yakin dia punya cara."


Qingyi menyuruh Cui Kong pergi dari halaman barat. Setelah Cui Kong pergi, dia memanggil Yinghao dan bertanya padanya.


“Apa ini ulahmu?” tanyanya sambil menjewer kedua telinga Yinghao.


“Enak saja! Tuan, kau sendiri yang telah mengacaukannya!” tolak Yinghao.


“Aku?”


“Saat selesai kunjungan istana! Tuan, aku bukankah sudah memperingatkanmu?”

__ADS_1


Ingatan gadis itu kembali ke tiga hari lalu. Saat selesai kunjungan istana? Bukankah itu hari ketika dia kabur dan berjalan-jalan di tengah kota sendirian dan memikat banyak orang dengan keanggunan dari ketampanan dan sikapnya yang heroic? Apa hubungannya dengan Luo Mingyue ingin menikah dengan Liu Qingti?


Lalu, ingatannya langsung tertuju pada saat dia menolong seorang gadis yang hampir tertabrak rombongan kuda pimpinan Baili Qingyan. Apakah mungkin?


“Gadis yang kutolong adalah Luo Mingyue?”


Yinghao mengangguk cepat sambil melompat-lompat. Qingyi seketika lemas. Plot twist tidak terduga? Dia pikir ucapan Yinghao saat itu hanya sebuah candaan hingga dia tidak menganggapnya serius, siapa yang menyangka kalau dampaknya akan seperti ini. Qingyi kini seperti orang bodoh.


Kalau sampai Luo Mingyue tahu bahwa Liu Qingti yang asli tidak sama dengan Liu Qingti yang dia temui di jalan, kalau sampai gadis itu tahu orang yang menyelamatkannya adalah seorang wanita, semuanya akan kacau.


Selain itu, Kaisar Baili juga akan marah jika mengetahui bahwa menantu yang menikah dengan anaknya berbuat sembrono dengan menyamar menjadi pria dan berjalan penuh percaya diri di tengah kota. Semuanya benar-benar kacau!


Tiba-tiba, telinga Yinghao bergerak-gerak menandakan sesuatu.


“Tuan, misi baru sudah aktif. Kau harus mencegah Luo Mingyue dan Liu Qingti bertemu!”


“Apa kau gila? Bagaimana caraku membereskan kekacauan ini jika mereka tidak bertemu?” protes Qingyi.


Ini memang kesalahannya. Qingyi harus memikirkan cara agar kesalahpahaman ini berakhir tanpa menyebabkan keributan. Jika Luo Mingyue tahu bahwa Liu Qingti yang ingin dinikahinya bukan Liu Qingti yang menolongnya di pinggir jalan, gadis itu mungkin akan mengadu kepada bibinya dan meminta kaisar untuk menyelidikinya karena dianggap telah menipu kaisar. Kemungkinan Qingyi juga akan terseret dan dianggap bekerja sama untuk mempermalukan keluarga kekaisaran.


Qingyi tidak bisa membiarkan perdana menteri menggunakan kesempatan itu untuk membalas dendam dan membuatnya menjadi kambing hitam. Kakaknya juga bisa masuk penjara. Kalau itu semua terjadi, Qingyi berada dalam kesulitan. Mansion Raja Changle juga tidak bisa membantunya.


“Aku mau mengganti misi!” seru Qingyi.


“Kalau begitu, kau harus mendapatkan kepercayaan Luo Niang terlebih dahulu!”


Tepat pada saat itu, pelayan di halaman depan memberitahu bahwa Putri Luo datang berkunjung bersama beberapa pelayannya. Keretanya terparkir di depan gerbang mansion Raja Changle. Qingyi yang tengah bersantai segera bangkit, lalu berlari untuk menyambut kedatangan Luo Niang. Kesempatan telah datang, pikrinya.


Dia melihat Luo Niang berjalan di koridor mansion Raja Changle. Memang benar seorang putri, langkahnya begitu anggun dan bermartabat. Sangat berbeda dengan hari kemarin ketika Liu Qingyi melihatnya mengeluh di depan Baili Qingchen. Keduanya berpapasan di taman.


“Putri Luo, selamat datang,” sambut Qingyi.


Luo Niang merubah ekspresinya. Dia menyuruh pelayannya mundur, lalu setelah itu dia langsung berubah seratus delapan puluh derajat, membuat Qingyi terkejut dan heran sekaligus.


“Sepupu ipar baruku yang cantik! Apa kau mau menjadi adik angkatku?”


Qingyi mengerutkan kening. Tampaknya, Luo Niang datang untuk mengeluh kembali perihal adiknya. Permasalahan yang ditimbulkan Qingyi ternyata berbuntut panjang.


Sekarang, dia harus memikirkan cara agar Luo Niang percaya padanya sehingga dia bisa mengganti misi dan mencari jalan lain untuk menyelesaikan permasalahannya.


“Putri Luo, mengapa kau tidak masuk dan duduk terlebih dahulu?”

__ADS_1


__ADS_2