Love Imagination System

Love Imagination System
Bagian 31: Bingung


__ADS_3

Qingyi dibawa masuk ke dalam kamarnya setelah sampai di kediaman Nyonya Zhao. Nyonya Zhao yang panik akan keadaan putrinya langsung memanggil tabib dan memintanya memeriksanya.


Tabib berkata bahwa Qingyi kelelahan akibat berjalan sangat jauh. Tubuhnya juga memiliki beberapa luka akibat jatuh dari tempat yang tinggi. Itulah sebabnya dia tertidur dan susah dibangunkan.


Usai memeriksa, Nyonya Zhao mengantarkan tabib itu keluar dan membeli beberapa bahan untuk obat. Nyonya Zhao menyuruh Baili Qingchen menungguinya, dan kalau bisa menggantikan pakaian putrinya karena masih basah kuyup. Tapi, sampai beberapa saat setelah Nyonya Zhao pergi, baili Qingchen masih bergeming dengan satu set pakaian wanita di tangannya.


“Bagaimana cara melakukannya?” tanyanya.


Tidak ada pelayan wanita di sini. Baili Qingchen ragu apa dia bisa melakukannya atau tidak. Menggantikan pakaian untuk seorang wanita? Itu rasanya sangat sulit.


Baili Qingchen tidak tahu harus minta bantuan pada siapa, tapi dia juga tidak mungkin menunggu sampai Nyonya Zhao kembali. Tubuh Qingyi sudah basah kuyup, gadis itu bisa saja kedinginan.


Baili Qingchen menutup matanya dengan selembar kain penutup, lalu perlahan mendekat ke tempat tidur. Tangannya meraba-raba mencari baskom air hangat dan saputangan, lalu mulai membersihkan sisa tanah yang mengotori kulit Qingyi. Namun, karena matanya tertutup, dia membersihkannya dengan asal dan arahnya tidak tentu.


Merasa tidak nyaman, Qingyi terbangun. Ia terkejut karena ada tangan yang mengelap wajahnya dengan kasar, tanpa memperhatikan bagian mana yang sedang dibersihkan. Lap itu hampir saja menggosok kelopak matanya. Qingyi menahan tangan tersebut, lalu melihat dengan saksama siapa pelakunya.


“Apa yang kau lakukan?” tanya Qingyi. Baili Qingchen membuka penutup matanya.


“Ibumu memintaku membersihkan tubuhmu,” jawab Baili Qingchen.


“Membersihkan? Kau baru saja hampir merusak wajahku! Keluar!”


Qingyi mengusir Baili Qingchen. Pada saat itulah Yinghao muncul setelah memperbarui sistem di dalam tubuhnya dan ruang dimensi bisa berfungsi kembali.


Qingyi menjewer kedua telinga panda kecil itu dengan gemas, lalu menggoyang-goyangkannya sampai Yinghao meronta. Qingyi ingin sekali membantingnya ke lantai saking kesalnya.


“Sistem sialan! Mengapa kau baru muncul sekarang?” rutuk Qingyi.


“Maaf. Ada pembaruan yang memerlukan waktu cukup lama. Tuan, kau tidak apa-apa?”


“Menurutmu?”


“Baiklah, baiklah. Lepaskan aku dulu. Sistem pusat memberimu kompensasi karena terjadi sesuatu di luar kendali sistem.”


“Sudahlah. Aku harus memulihkan tubuh. Apa ruang dimensi sudah bisa digunakan kembali?”


“Sudah, Tuan.”


Qingyi lantas berendam di kolam ajaib. Ekstraksi air terjun membuat tubuhnya pulih dalam waktu cepat. Luka-luka sebelumnya hilang dan sakitnya berkurang. Kulitnya juga kembali putih dan bersih seperti sedia kala. Semilir angin dan suasana yang sejuk membuatnya merasakan kenyamanan yang luar biasa.


Usai berendam, dia kembali ke pondok. Tata letak lemari penyimpanan berubah menjadi lebih praktis dan tersusun. Barang-barang modern miliknya juga ditata dengan rapi sesuai dengan katalog, mirip seperti perpustakaan. Selain itu, beragam hadiah misi yang didapatkan Qingyi juga disimpan dengan baik di sebuah ruangan khusus hasil pembaruan sistem.

__ADS_1


Qingyi merebahkan tubuhnya di kursi pijat. Ia meminum sebutir pil obat pemulih kebugaran, yang membuat tubuhnya terasa lebih bugar dari sebelumnya. Kursi pijat otomatis tersebut memanjakannya. Yinghao melompat-lompat di atas trampolin kecilnya, sembari memakan sebatang bambu muda.


“Jadi, katakan peningkatan level seperti apa yang ada di tubuhmu setelah pembaruan itu!” titah Qingyi.


Yinghao yang sedang melompat-lompat kemudian meloncat, duduk di sofa panjang. Sebelum bicara, dia meletakkan makanannya terlebih dahulu.


Yinghao meloncat ke lantai. Dia mengaktifkan sebuah mode samaran baru yang ditambahkan ke dalam sistemnya. Tidak lama kemudian, dia berubah menjadi seorang manusia dewasa. Yinghao menghampiri Qingyi, lantas menyuruhnya membuka matanya dan melihatnya baik-baik.


“Aku bisa menjadi manusia. Misi khusus yang kau selesaikan memberiku banyak poin tambahan untuk upgrade kemampuan. Lihat penampilanku!”


Qingyi mengintip sedikit, lalu dia terperanjat melihat seorang pria berdiri di hadapannya.


“Tidak, tidak. Ubah jadi wanita! Sudah terlalu banyak pria di mansion Raja Changle, aku tidak mau membawamu jika kau memilih jenis kelamin itu!” seru Qingyi.


Meski enggan, Yinghao terpaksa menuruti keinginan Qingyi dan mengubah penampilannya menjadi seorang wanita. Kini Yinghao menjelma menjadi seorang gadis yang seumuran dengan Qingyi, tapi lebih pendek dan lebih kecil.


Qingyi tersenyum puas. Tidak ada yang tahu kalau di otaknya sekarang muncul rencana untuk bermain-main dengan Yinghao, sebagai pembalasan karena dia tidak muncul saat dirinya berada dalam kesulitan.


“Bagus! Bangunkan aku satu jam kemudian!”


“Tuan, apa yang kau pikirkan? Mengapa aku merasakan firasat buruk?”


“Dasar Tuan yang kejam!”


Qingyi memejamkan matanya kembali, lalu tidur untuk merelaksasikan tubuhnya.


...***...


Cui Kong pergi menghadap tuannya setelah menyelesaikan beberapa tugas. Di kamar khusus yang disiapkan oleh Nyonya Zhao, Baili Qingchen duduk diam dan mendengarkan laporan pengawalnya dengan saksama. Ini terkait dengan permasalahan Akademi Xizhou yang sedang diselidikinya.


“Pengawas Akademi memang curang. Dia membocorkan soal ujian kepada beberapa anak bangsawan dan meloloskan mereka tanpa kualifikasi. Sekretaris Akademi juga ikut andil. Ini laporan yang kuterima, Tuan,” ucap Cui Kong.


Tangannya terulur menyerahkan dua lembar kertas ujian yang sama persis. Bedanya, segelnya sedikit pudar. Kertas ujian itu adalah soal asli dan satu lagi merupakan tiruan yang dibocorkan. Baili Qingchen mengangguk mengerti.


“Ada lagi?”


“Kepala Akademi tidak terlibat. Jadi, Keluarga Zhao tidak akan mengalami masalah. Tuan, Nona Su Wan’er juga telah mendapatkan hukumannya. Walikota Su mengurungnya di aula leluhur dan menyuruhnya menyalin catatan kitab wanita selama satu bulan.”


“Ubah hukumannya. Suruh dia menjadi asisten biarawati!”


“Baik, Tuan.”

__ADS_1


Cui Kong masih berdiri, membuat Baili Qingchen mengernyitkan dahi.


“Apa lagi?” tanyanya.


“Oh, itu. Kapan Tuan akan menangkap Pengawas Akademi?”


“Lebih cepat lebih baik. Tunggulah di luar.”


“Baik, Tuan.”


Cui Kong lantas meninggalkan ruangan itu. Meskipun sudah keluar, masih ada yang mengganjal di hatinya. Tuannya itu kembali bersikap tidak biasa. Dulu ketika ada orang yang membicarakan mansion Raja Changle, dia suka bersikap acuh dan tak acuh seolah-olah semua itu hanya omong kosong belaka.


Raja Changle bukan tipe orang yang suka mempedulikan reputasi, karena sejak dulu yang terpenting adalah kehidupan di dalam mansion itu sendiri. Seburuk apapun orang berbicara tentang Raja Changle, Baili Qingchen tidak pernah benar-benar menganggapnya serius.


Tapi, situasinya menjadi berbeda sekarang. Raja Changle setidaknya mempedulikan sedikit reputasinya akhir-akhir ini. Su Wan’er memang kurang ajar, namun biasanya hukumannya tidak sampai seperti itu.


Cui Kong berpikir mungkin karena orang yang ditindas oleh Su Wan’er adalah Putri Permaisuri Changle, yang sejak masuk ke mansion membawa banyak perubahan. Tidak terkecuali pada Baili Qingchen.


Cui Kong kemudian berpapasan dengan Nyonya Zhao yang baru kembali dari toko obat. Nyonya Zhao menyapanya sekalian bertanya apakah Baili Qingchen sudah menyelesaikan permintaannya atau tidak. Cui Kong mengernyit, memangnya bantuan apa yang diminta Nyonya Zhao kepada Raja Changle?


“Aku memintanya menggantikan pakaian putriku.”


Cui Kong membelalak, dia tergagap.


“Nyonya meminta Yang Mulia mengganti pakaian Yang Mulia Putri?”


“Yah, aku tahu apa yang kau pikirkan. Dengan temperamennya, dia mungkin menyerah sebelum melakukannya,” ucap Nyonya Zhao. Dia jelas mengenal siapa Raja Changle, pangeran kerajaan yang tidak suka wanita dan lebih menyukai pria.


“Yang Mulia ada di ruangan. Mungkin, memang benar dia menyerah dan meninggalkan Yang Mulia Putri dalam keadaan basah kuyup.”


Nyonya Zhao tidak lagi berbicara. Hasil ini sesuai yang ia duga. Mana mungkin Raja Changle mau menggantikan pakaian seorang wanita. Meski reputasinya rusak karena orientasinya, tapi dia tetap terhormat.


Nyonya Zhao memang tidak berharap banyak. Dia lantas bergegas untuk melihat kondisi putrinya, dan hendak mengganti pakaiannya. Kasihan tubuh putrinya itu, sejak kecil tidak tahan dengan suhu dingin.


Cui Kong menunggu di luar kediaman Nyonya Zhao. Tidak lama kemudian, Baili Qingchen datang dan langsung naik ke dalam kereta kuda. Hari ini seharusnya menjadi hari terakhirnya di sini, karena setelah hari ini berlalu, dia akan kembali ke ibukota untuk melaporkan hasil penugasannya kepada keponakannya itu.


Selebihnya, biar pengadilan istana yang memutuskan hukuman apa yang akan diberikan kepada pengawas akademi. Tapi yang jelas, Baili Qingchen tahu kalau sesuatu yang menarik pasti akan terjadi di pengadilan nanti.


...----------------...


...Haloo pemirsa setia kisah Qingyi & Qingchen! Gimana nih ceritanya sejauh ini? Hihi. Hari ini Author up satu kali dulu ya, besok-besok up lagi. Sampai jumpa di episode berikutnya!...

__ADS_1


__ADS_2