
Sejak kejadian siang hari itu, mansion Raja Changle jadi tidak tenang. Kedamaian yang biasanya bersemai sirna. Raja Changle dan Putri Permaisuri belum bersitatap kembali. Qingyi selalu keluar dari mansion, sementara Baili Qingchen juga selalu sibuk di istana.
Keduanya tampak saling menghindar satu sama lain.
Baili Qingchen tidak benar-benar memahami alasan mengapa permaisurinya ingin bercerai darinya. Beberapa hari yang lalu masih baik-baik saja.
Selain karena dia sibuk dan suasana hatinya sering berubah karena gangguan Zhao Ping’er, rasanya tidak ada hal lain yang mengganggu hubungan mereka.
Apa yang salah sebetulnya?
Baili Qingchen merasa bersalah karena telah kasar padanya hari itu. Gurunya benar, jika tidak bisa menguasai diri dan membiarkan amarah menguasaimu, maka tidak ada jalan kebenaran yang tercipta.
Baili Qingchen terlalu marah sampai dia bertindak impulsif dan tanpa sadar telah menciptakan jarak dengan permaisurinya.
Dia mengirimkan Cui Kong untuk mengikutinya sepanjang waktu. Kota kekaisaran tidak aman. Orang yang memiliki niat jahat terhadapnya mungkin bisa menyakitinya setiap waktu.
Mungkin saja orang yang bersembunyi di sangat baik itu sedang mengincar kembali nyawa permaisurinya. Jika Cui Kong mengawalnya diam-diam, setidaknya ada orang yang bisa membantunya saat terdesak.
Qingyi yang merasa terus diikuti menghentikan langkahnya di tengah jalan. Dia berbalik, lalu berkacak pinggang. Cui Kong yang bersembunyi panik, lalu hendak berlari dan berpura-pura tidak melihat Qingyi. Sayang sekali, dia terlalu bodoh karena Qingyi sudah melihatnya lebih dulu.
“Kongkong, ke mana kau akan pergi?” ucapnya.
Cui Kong berhenti melangkah, lalu tertawa canggung dan berbalik menghadap Qingyi.
“Yang Mulia Putri, aku bukan ingin mengikutimu. Hanya saja statusmu terlalu istimewa dan tidak baik berkeliaran sendiri.”
Qingyi mendengus mendengar perkataan Cui Kong. Baili Qingchen juga pernah mengatakan hal yang sama dulu. Bawahan memang tergantung atasan. Qingyi bisa menjaga dirinya sendiri, tidak perlu dikawal seperti seorang putri yang baru melihat dunia.
Namun, diam-diam dia juga ingin tertawa. Baili Qingchen sampai saat ini belum tahu jika dia keluar bukan untuk bersenang-senang.
Pria itu juga tampaknya menganggap serius perkataannya dan mungkin saja merasa bersalah atas sikap kasarnya hari itu. Yah, saat itu dia hanya marah karena Baili Qingchen menggigit bibirnya sampai berdarah.
Yinghao sudah mengatakan kalau misinya berhasil, dan hadiahnya telah dikirimkan ke ruang dimensi. Berkat itu, dia jadi memiliki waktu untuk pergi menyelidiki Zhao Ping’er tanpa diketahui Baili Qingchen. Tidak apa-apa, biarkan saja pria itu salah paham padanya.
“Aku tidak ingin mendengar alasan itu. Berikan uang hasil penjualan hadiah dari Kaisar Baili padaku!”
Untung saja Cui Kong membawanya sepanjang waktu. Uang hasil penjualan hadiah dari Kaisar Baili ditukarkan menjadi uang kertas yang mudah dibawa ke manapun. Nilainya lebih dari seribu tael. Kalau perampok mengetahuinya, Cui Kong mungkin sudah dikejar-kejar sampai susah bernapas.
Melihat uang sebanyak itu, matanya berbinar. Qingyi merebutnya dan memasukannya ke dalam kantung kainnya. Lalu, gadis itu berjalan dengan langkah ringan diikuti Cui Kong. Dia sudah ketahuan, maka pengawalan diubah saja menjadi terang-terangan.
Beberapa menit kemudian, Cui Kong terpaku. Mulutnya menganga, melihat pemandangan yang tidak biasa. Bagaimana bisa...bagaimana bisa Putri Permaisuri Changle datang ke tempat seperti ini?
Gadis itu berdiri dengan senang di pintu depan Rumah Bunga!
Seorang germo, wanita setengah baya yang wajahnya dipenuhi dengan riasan tebal dan pemerah bibir yang sangat merah mendatanginya sambil menggerakkan kipasnya.
Tubuhnya berlenggak-lenggok, gemulai menggoda setiap mata. Melihat calon pelanggan kaya, dia memberikan senyum terbaiknya.
“Nona, apa kau memerlukan pelayanan
istimewa?” tanya germo itu.
Yah, seperti biasa, rumah bordil di sini tidak hanya menyediakan wanita sebagai penghibur. Ada juga pria, seperti yang ditemui Qingyi beberapa bulan lalu bersama Luo Niang.
__ADS_1
Sekarang gadis itu kembali datang kemari, namun sepertinya germo ini melupakan wajahnya karena pada saat itu dia menyamar.
“Berikan aku ruangan paling mahal dan pria paling tampan!”
“Yang Mulia Putri, bukankah ini kurang pantas?”
Cui Kong tidak tahu permasalahan apa yang terjadi antara Raja Changle dengan gadis itu. Ia melihat mereka berdua sedang bertengkar.
Cui Kong sedikit meringis membayangkan Putri Permaisuri Changle duduk di antara pria tampan yang memikat, dilayani minum dan makannya sambil menikmati tabuhan musik dan tarian yang erotis. Kalau Raja Changle mengetahuinya, rumah bordil ini bisa saja dihancurkan.
“Siapa yang memberimu hak untuk menilai apakah ini pantas atau tidak? Apa Baili Qingchen yang mengajarimu?”
“Tapi, Yang Mulia-”
“Kongkong, jika kau ingin menjalankan perintah rajamu dengan baik, bersembunyilah. Aku sedang tidak ingin ribut sekarang.”
Hari ini, Qingyi ingin menenangkan diri dan mencari hiburan. Menyelidiki Zhao Ping’er membuatnya kehilangan banyak energi.
Selain karena baru pulih, sumber informasi terkait Keluarga Jenderal Zhao juga sangat sedikit. Keberadaannya yang tidak terlalu disukai membuat keluarga itu seperti hilang dalam ingatan semua orang.
Hanya ada sedikit informasi yang ia terima. Zhao Ping’er ini adalah putri bungsu Jenderal Zhao yang lahir dari selir.
Posisinya di keluarga jenderal tidak terlalu kuat, namun karena dia dekat dengan keluarga kekaisaran dan satu-satunya putri di kediaman itu, dia bisa memiliki tempat dan kehidupan yang baik.
Sistem tidak memberikan informasi apapun terkait karakter ini. Karakter sampingan yang muncul di tengah cerita tidak memiliki CV sendiri. Qingyi terpaksa harus mengorek informasi dari beberapa orang dan membayar cukup mahal untuk itu.
Berdasarkan informasi yang sedikit ini, dia sudah bisa membenarkan praduganya terkait niat dan keinginan gadis cantik itu. Sisanya, ia pikirkan lain hari saja.
Di depan, seorang pria lain tengah memainkan musik dan bernyanyi untuknya. Mereka adalah kumpulan pria penghibur Rumah Bunga yang paling terkenal dan paling mahal.
Gadis itu menepis tangan salah satu pria yang hendak menyodorkan segelas anggur padanya. Si pria bersikap sedih dan malu-malu.
Ia khawatir pelanggan kaya rayanya ini merasa tidak puas dengan pelayanannya. Pria itu hampir menangis, tangannya memegang saputangan dengan erat.
“Aku tidak suka minum anggur. Kawan, bisakah kau memberikanku minuman pengganti?”
“Ah? Nona, rumah ini dipenuhi dengan anggur. Jika kau tidak minum, untuk apa kau datang kemari?” tanya pria penghibur itu.
Sebagai penghibur, dia seharusnya tidak bertanya selera pelanggannya. Pria itu telah menyinggung Qingyi, dan Qingyi sangat tidak senang.
“Bibi, bawa pergi pria ini dan gantikan dengan yang lebih professional!”
Germo pemilik rumah bordil itu langsung membawanya pergi dan mengiriminya satu pria baru yang lebih tampan dan manis.
Cui Kong yang ikut masuk kesulitan mengawasi Qingyi karena dia juga dikerumuni wanita-wanita cantik. Pengawal itu bergidik dan geli, dia alergi terhadap sentuhan wanita.
Yinghao yang bersembunyi di dalam pundaknya kemudian berkata pada tuannya, “Tuan, kau cari mati. Sistem tidak bertanggungjawab atas sesuatu yang terjadi setelah ini.”
Yinghao khawatir kelakuan tuannya ini mengundang bencana untuknya sendiri. Dengan temperamen Baili Qingchen, saat dia tahu permaisurinya yang kemarin meminta cerai pergi ke rumah bordil, bencana itu tidak bisa dibendung lagi. Dia punya firasat buruk dan tidak yakin tuannya akan selamat hari ini.
“Tuan, sebaiknya kau segera keluar dari sini sebelum terlambat.”
Alih-alih menurut, gadis itu malah tidak menggubrisnya sama sekali. Dia semakin menikmati pertunjukkan musik di depannya. Menurutnya, lagunya begitu menyayat hati dan membuatnya berubah menjadi orang yang cengeng.
__ADS_1
Permainan musiknya bagus, Qingyi kemudian memberikan beberapa lembar uang pada wanita germo dan wanita itu sangat kegirangan. Dia semakin bersemangat untuk menjilatnya dan mengirimkan beberapa pria berbakat yang lain untuk menghibur Qingyi.
“Bibi germo, pelayanan di sini sangat baik. Bagaimana jika kau menjual tempat ini padaku?”
Pertanyaan tiba-tiba itu menyambar hati wanita gemo. Membeli rumah ini? Yang benar saja!
Di kota kekaisaran ini, tempat ini adalah rumah bordil terbaik dan merupakan satu-satunya rumah bordil yang sering dikunjungi pejabat tinggi!
Germo itu sangat menyayangi tempat yang mendatangkan kekayaan ini. Bagaimana bisa dia menjualnya?
“Ahahaha. Nona, sepertinya kau bercanda. Aku tidak akan menjual rumah ini pada siapapun.”
Qingyi menyeringai.
“Aku tidak bercanda.”
Senyuman di wajah germo hilang. Gadis ini sudah gila?
Qingyi selalu mendapatkan keinginannya. Jika dia menginginkan tempat ini, dia harus mendapatkannya. Gadis itu mengeluarkan semua uangnya. Ditambah dengan uang dari ruang dimensi, seharusnya itu lebih dari cukup untuk membeli rumah ini.
Mata germo itu membelalak melihat uang kertas yang jumlahnya sangat banyak, para pria penghibur dan wanitanya juga sangat syok melihat seorang wanita mengeluarkan uang sebanyak itu secara langsung.
“Ah, seharusnya aku membawa lebih banyak uang hari ini,” Qingyi berlagak bersalah karena jumlah uang yang ia keluarkan sepertinya kurang banyak. Itu membuat semua orang kembali syok sampai terus melihatnya.
“Nona, kau serius?”
“Aku tidak pernah bercanda soal uang.”
Germo itu tampak menimbang apakah ia akan memberikannya atau tidak. Tempat ini bukan hanya tempat hiburan biasa.
Banyak pejabat yang datang kemari untuk membicarakan bisnis dan rahasia mereka. Berkat mereka, keuntungan yang didapat bukan hanya berasal dari pelanggan.
Gadis ini tampak seperti gadis bangsawan biasa. Tapi, dia sangat kaya raya. Bahkan dia tidak ragu mengeluarkan uang sebanyak ini di depan semua orang.
Kalau gadis ini hanya menginginkan tempat ini karena pelayanannya sangat baik, mungkin itu bisa saja. Tapi, germo ini khawatir jika gadis ini memiliki maksud lain.
“Nona, membeli rumah bordil bukan sesuatu yang mudah dilakukan,” ucap germo itu.
“Aku tahu, maka dari itulah aku membutuhkan bantuanmu.”
Dahi germo itu mengernyit.
“Bantuan apa yang kau maksud, Nona?”
Qingyi lalu menyuruhnya mendekat dan membisikkan sesuatu di telinganya. Ekspresi germo itu langsung berubah menjadi cerah. Senyumnya terbit.
Anak-anak penghiburnya merasa jika bos mereka baru saja mendapat sebuah jackpot yang besar. Germo itu langsung menyetujui pembelian rumah ini dan segera menyuruh pelayannya membawakan surat tanah dan akta kepemilikan tempat usaha ini kepada Qingyi.
Cui Kong yang melihatnya dari jauh berpikir Putri Permaisuri sedang cari mati. Sudahlah jika dia sedang bertengkar dengan Raja Changle.
Melampiaskannya dengan datang kemari sudah sangat melanggar aturan, apalagi sekarang dia mendengar Putri Permaisuri membeli rumah bordil ini dengan mudah.
Mau ditaruh di mana wajah Raja Changle?
__ADS_1