Love Imagination System

Love Imagination System
Bagian 48: Kotak Makan


__ADS_3

Ada yang bilang kalau Putri Permaisuri Changle itu tidak masuk akal dan gila. Orang banyak bergosip tentang sosok sang putri, menggambarkannya seperti nenek sihir yang sangat kejam. Mereka sama-sama berpikir kalau selama ini, Liu Qingyi, putri dari perdana menteri adalah seekor harimau betina yang suka berhibernasi. Dia menyembunyikan taringnya selama bertahun-tahun di kediaman perdana menteri, lalu menerjang semua orang saat sudah masuk ke mansion Raja Changle.


Rumor yang beredar dan paling populer di kota kekaisaran sekarang adalah tentang kejadian di rumah bordil pria kala itu. Orang-orang yang melihat secara langsung kejadian hari itu, ketika Qingyi melompat dan mendarat di tubuh Baili Qingchen, menyebarkan berita tersebut di setiap persimpangan jalan. Katanya, jika ada wanita yang berani tidak sopan kepada Dewa Perang Bingyue, maka dia adalah Liu Qingyi.


Bahkan, para pendongeng pun mengisahkan ini dalam cerita mereka. Nama Liu Qingyi menjadi terkenal dalam waktu singkat, seperti artis dadakan. Kebanyakan dari mereka mengagumi sosoknya, namun tak sedikit pula yang mencemoohnya dan merasa kalau Putri Permaisuri Changle sangat buruk dan tidak tahu sopan santun.


Meskipun rumor menyebar luas bahkan sampai ke istana, namun orang yang dirumorkan itu justru tenang-tenang saja. Qingyi menutup telinganya rapat-rapat akan segala pemberitaan tentang dirinya. Dia bukan orang yang haus akan penghormatan atau sengaja ingin panjat sosial. Gossip tetap gossip, rumor hanyalah omong kosong yang keluar dari mulut orang yang tidak punya pekerjaan.


Sambil mendengarkan ocehan Yinghao tentang rumor dirinya, Qingyi membuka kotak makan pemberian Janda Selir Sun dengan semangat. Aroma lezat langsung menusuk hidungnya dan membuatnya menelan ludah. Hidangan di dalam kotak makan itu bisa dibilang makanan paling mewah, karena dibuat langsung oleh koki kekaisaran menggunakan bahan-bahan terbaik.


“Hah, omong kosong. Bahkan jika aku dikatakan gila pun, aku tidak peduli,” ocehnya pada Yinghao. Lagipula ia juga sangat heran, mengapa orang-orang begitu suka membicarakan sesuatu yang sebenarnya tidak sesuai dengan kenyataan.


“Yo, sepertinya toleransimu terhadap rumor benar-benar tinggi,” celetuk seseorang.


Saat Qingyi menoleh, dia melihat Luo Niang memasuki halamannya sambil membawa sesuatu.


“Bukan toleransiku yang tinggi. Aku hanya tidak ingin membuang waktu dengan omong kosong seperti itu,” balas Qingyi. Yinghao segera menyadari posisinya dan pergi ke kediaman Qingyi, lalu berubah kembali menjadi panda dan tidur di ruang dimensi.


Luo Niang lalu menempatkan dirinya di kursi malas. Hari ini adalah hari kebebasannya setelah dikurung di istana selama beberapa hari akibat kejadian di rumah bordil itu. Janda Selir Sun menghukumnya dengan menulis kitab wanita sampai jari-jarinya hampir patah. Sungguh, dia tidak mengira kalau efeknya akan benar-benar luar biasa.


Qingyi memakan makanan dari Janda Selir Sun dengan lahap. Luo Niang juga menaruh kotaknya di meja, lalu mengeluarkannya. Dia membawa beberapa camilan manis yang ia buat di dapur istana, masih hangat dan kelihatannya enak. Beberapa piring camilan tersaji di meja yang kecil, lalu kedua wanita itu memakannya bersama-sama.


“Aku tidak tahu kau punya merpati pos yang bisa mengantarkan surat ke tempat yang jauh dalam waktu kurang dari dua puluh empat jam.”


Tentu saja, karena burung itu adalah modifikasi sistem, ujar Qingyi dalam hati.

__ADS_1


“Kau harus mengenalku lebih jauh jika ingin tahu segalanya tentangku,” ujar Qingyi. Yah, perkataannya masuk akal.


Namun, di dunia ini, siapa yang bisa mengerti dirinya? Qingyi bukan sembarang gadis. Dia punya otak cemerlang yang bisa memikirkan apa saja. Dia adalah seorang wanita dewasa yang menyusut menjadi gadis delapan belas tahun. Dia punya pemikiran yang bisa berubah dalam waktu sepersekian detik. Perkataannya, tingkahnya, dan segala tentangnya bukan sesuatu yang bisa ditebak orang dengan sembarangan.


Baili Qingchen saja sampai saat ini masih belum benar-benar memahaminya. Kemisteriusan yang dibarengi dengan seringnya kejutan yang diberikan tak bisa membuatnya mengerti gadis itu meski sudah cukup lama tinggal bersama. Hanya Qingyi yang mengerti dirinya sendiri.


“Kapan Baili Qingyan berangkat?” tanya Qingyi pada Luo Niang.


“Mungkin tiga hari lagi,” jawabnya.


“Kuharap dia tidak kembali lagi ke sini selamanya.”


“Mengapa?”


“Jika dia kembali, hidupnya tidak akan selamat.”


Tapi, Qingyi bersyukur karena Baili Qingyan tidak harus jadi korban. Pria muda sepertinya seharusnya hidup bebas. Ikatannya dengan Bingyue memang tidak bisa diputuskan, tetapi setidaknya dia harus punya jalan hidupnya sendiri. Bingyue bukan tempat yang aman. Meskipun Chen juga tidak aman, tetapi seseorang bisa melindunginya jika ia berada di sana.


“Bagaimana kondisi penyakit sepupuku?”


Entah kenapa dia tiba-tiba teringat akan penyakit lama sepupunya yang dianggap kutukan itu. “Sudah sembuh,” gadis itu berujar.


“Asalkan dia menjaga pola makannya, dia bisa sembuh sepenuhnya.”


“Uh, ternyata ramalan itu benar. Sepertinya tidak sia-sia kau menikah dengannya, Qingyi.”

__ADS_1


Qingyi mendengus mendengar kalimat itu. Ramalan bodoh, pikirnya. Di dunia ini mana ada kutukan. Itu hanyalah sesuatu yang lahir dari kebodohan yang disembunyikan oleh manusia. Raja Changle bukan dikutuk oleh penyakit aneh, tapi karena kesehatan lambungnya yang tidak baik. Tabib bodoh, bahkan tidak mampu mendiagnosis penyakit seperti ini.


“Ramalan sialan! Akan kuhajar orangnya jika ketemu!”


Luo Niang memecahkan tawanya. Sebenarnya dia tidak menganggap serius ramalan itu. Sama seperti Qingyi yang tidak mempercayainya. Itu semua hanya akal-akalan pejabat yang ingin melemahkan posisi Raja Changle yang disetujui oleh Kaisar Baili. Mereka bersekongkol untuk melemahkan sepupunya karena kekuatannya dinilai terlalu kuat. Sejauh ini, Luo Niang membenci orang-orang munafik itu.


Makanan di meja sudah hampir habis. Semuanya sudah masuk ke dalam perut Luo Niang dan Qingyi. Keduanya bersandar di kursi malas, menikmati semilir angin sore yang lumayan hangat. Cuaca cerah, sekarang salju-salju sudah mencair sepenuhnya. Qingyi ingin beristirahat sejenak setelah satu minggu penuh tidak tidur dengan baik.


Tanpa terasa, gadis itu memejamkan matanya dan tertidur di sana. Baili Qingchen datang untuk memeriksa, dan mendapati sepupu dan istrinya bersantai bersama di taman. Luo Niang menyadari kedatangan sepupunya, lantas segera bangkit. Aih, padahal belum sepuluh menit berlalu.


“Dia mungkin kelelahan. A-Chen, jangan biarkan dia bekerja terlalu keras,” ujar Luo Niang pada sepupunya.


“Aku tahu.”


“Kalau sampai sepupu iparku sakit, aku akan menyetop kiriman anggur yang kau minta diam-diam!”


Kata-kata Baili Qingchen langsung tertahan di tenggorokan. Dia menyuruh sepupunya agar memelankan suara. Kalau sampai Qingyi mendengarnya, dia dalam masalah. Selama ini, semua anggur di mansion sudah disita hingga tak tersisa satu kendi pun.


Baili Qingchen mengakalinya dengan meminta Luo Niang mengiriminya pada beberapawaktu tertentu, dan anggur anggur itu adalah anggur terbaik dari istana. Qingyi bisa menguliti Baili Qingchen atau memanggangnya hidup hidup kalau tahu dia diam-diam minum anggur. Xiao Junjie saja bahkan tidak diberitahu.


“Pelankan suaramu!”


“Uh, sejak kapan singa ganas di medan perang ini berubah jadi kucing jantan yang takut pada betinanya?” ejek Luo Niang.


“Diamlah!”

__ADS_1


Tawa tertahan Luo Niang membuat Baili Qingchen jadi jengkel. Baili Qingchen menggendong Qingyi pelan-pelan, kemudian membawanya masuk ke kamarnya. Luo Niang menyaksikan adegan itu sampai akhir, diam-diam menaruh senyumnya. Adegan ini lebih manis daripada gula-gula. Sepupunya yang tidak normal, agaknya mulai kembali menemukan jalannya kembali.


__ADS_2