
Qingyi lupa jika Baili Qingchen adalah seorang pria tulen. Dia adalah seorang raja perkasa, yang berdiri bersama ribuan pasukan di medan perang.
Sepanjang hidupnya, dia tidak pernah menyentuh wanita manapun, dan ketika dia melakukannya, itu adalah sebuah bencana untuk wanita yang ditidurinya.
Gadis itu, tidak, dia bukan gadis lagi. Wanita ini, merendam dirinya di kolam ruang dimensi. Air ajaib dari air terjun membasahi kulitnya, memulihkannya dari rasa sakit yang mendera.
Aneh, rasa sakitnya tidak hilang sepenuhnya seperti sebelumnya. Qingyi masih merasakan rasa sakit itu, terutama saat dia menggerakkan kakinya. Itu membuat cara berjalannya menjadi aneh.
“Yinghao, aku akan memanggangmu hidu-hidup!” geram Qingyi. Pada saat itu terjadi, panda itu bukan hanya tidak membantunya, bahkan melarikan diri!
“Eh, Tuan, aku sudah memperingatkanmu sebelumnya. Kau saja yang keras kepala dan tidak mau dengar,” bela Yinghao.
“Setidaknya kau harus memberitahuku jika akibatnya akan seperti ini!”
Yinghao tidak peduli. Lagipula, peringatannya sangat nyata saat itu. Jika terjadi sesuatu di luar kendali sistem, maka Qingyi sendiri yang harus menanggungnya.
Hal-hal seperti sebuah hubungan suami istri tidak ada dalam pengaturan sistem. Hal itu hanya sebuah plot twist yang muncul seiring berjalannya cerita.
Ketenangan diri Qingyi diuji lagi. Matanya terpejam, mengendalikan arus tenaga dalamnya yang kacau akibat kuncian Baili Qingchen.
Bekas-bekas gigitan serangga berwarna merah masih membekas di leher dan bahunya. Untung saja pria itu tidak bermain di atas dadanya, atau Qingyi akan berubah seperti orang yang baru saja terkena alergi.
Setelah ini, Qingyi harus menyiapkan diri lagi. Hubungan itu terjadi karena suatu paksaan dan walau mereka telah sepakat untuk merahasiakannya, selalu akan ada orang yang menebak dengan benar.
Qingyi juga harus menghadapi serangan Xiao Junjie kalau-kalau pria itu marah mengetahui orang tersayangnya ternyata telah menyentuh wanita dan melepaskan keperjakaannya.
Ada banyak hal yang harus dia lakukan. Ini bukan saatnya dia terpuruk, merenung seperti gadis lugu yang terpaksa melayani suaminya dan kehilangan kesuciannya.
Qingyi gadis dewasa, dia bisa menerima hal itu, namun ia mungkin memerlukan waktu dan sayangnya, waktu yang ia perlukan harus digunakan untuk hal lain. Mengingat ini, dia mendengus kesal.
“Hidupku tidak pernah damai sejak masuk kemari! Yinghao, apa sistem pusat ingin menipuku?”
Yinghao tidak menjawab karena dia juga tidak tahu jawabannya. Qingyi merangkak keluar dari kolam ajaib setelah berendam cukup lama.
Dengan balutan busana mandinya, wanita itu berjalan perlahan menuju pondok. Dia memilih beberapa pakaian yang akan ia kenakan hari ini.
Beberapa detik kemudian, dia kembali mendengus kesal. Semua pakaian ini memiliki kerah pendek yang tidak menutupi leher.
Modelnya hanya bisa menutup sampai bahu. Bagian leher yang masih memiliki tanda merah itu tidak tertutup. Tiba-tiba saja dia merasa frustasi.
“Lain kali, berikan aku kostum yang bisa menutupi leherku ini!” seru Qingyi.
Dari kejauhan, Yinghao menjawab : “Akan aku sampaikan pada sistem pusat!”
...***...
“A-Luo, cepat beritahu aku!”
Luo Niang memutar bola matanya dengan malas.
Pagi-pagi sekali, kediamannya yang tenteram sudah didatangi oleh Baili Qingchen. Kedatangannya itu membuat semua orang di sana panik.
Seperti yang lain, mereka juga tidak kuat menahan aura yang dipancarkan oleh Raja Changle jika muncul mendadak seperti ini.
“Apa yang harus kuberitahu?”
“Beritahu aku cara meminta maaf yang benar pada wanita!” tegas Baili Qingchen.
Di kota kekaisaran ini, Baili Qingchen hanya bisa bertanya pada Luo Niang. Sepupunya itu wanita, jadi mungkin memiliki beberapa trik atau cara yang disenangi ketika seorang pria ingin meminta maaf kepadanya.
__ADS_1
Luo Niang juga sangat dekat dengan Qingyi, setidaknya sepupunya itu memahami karakter permaisurinya dari sudut pandang seorang wanita.
Luo Niang memicing curiga. Tidak biasanya sepupunya yang dingin dan arogan ini meminta bantuannya.
Ia pikir, sesuatu pasti telah terjadi di mansion. Dan itu mungkin cukup parah sampai sepupunya harus datang meminta bantuan. Luo Niang terkikik, apalagi setelah melihat wajah gelisah Baili Qingchen.
“Memangnya apa yang sudah kau lakukan? Apa kau menyinggungnya lagi?” tanya Luo Niang.
“Aku..Aku mungkin telah menyakitinya.”
“Katakan dengan jelas, bagaimana kau menyakitinya?”
“Itu...Semalam, semalam-”
Sebelum menyelesaikan kata, Luo Niang sudah memotongnya terlebih dahulu. Gadis itu mengulurkan tangan menyuruh Baili Qingchen untuk diam.
“Tunggu! Biar kupikirkan. Jangan bilang, kau telah memaksanya melakukan hubungan itu?”
Luo Niang menebak dengan benar. Baili Qingchen terdiam dan tidak menjawab. Wajahnya tiba-tiba memerah tanpa alasan.
Perubahan itu membuat Luo Niang seketika memecahkan tawanya. Satu-satunya gadis yang bisa menyinggung dan menertawakan Raja Changle sejak kecil itu tidak kuat menahan keinginannya untuk tertawa.
Oh, apakah sepupunya ini sudah menemukan jalannya kembali? Kalau begitu, bagaimana dengan nasib Xiao Junjie?
Pria itu sepertinya akan makan hati setiap hari jika tahu bahwa orang yang disayanginya telah meniduri seorang wanita tanpa sepengetahuannya.
“Katakan saja bagaimana caranya!” seru Baili Qingchen yang tidak ingin sepupunya membahas lebih jauh perihal masalah itu.
“Baiklah. Karena dia berhasil membawamu menjadi dirimu sendiri, aku mungkin punya beberapa cara. Kemarilah,” ucap Luo Niang. Kemudian, dia membisikkan beberapa hal ke telinga Baili Qingchen.
Baili Qingchen mengernyit beberapa kali. Ia tidak yakin jika saran yang diberikan oleh sepupunya ini bisa berguna. Beberapa cara itu sepertinya terlalu mainstream.
Bagi gadis bangsawan biasa, mungkin bisa berguna. Tetapi bagi gadis luar biasa seperti permaisurinya, Baili Qingchen meragukannya.
Masuk akal juga. Baili Qingchen sudah mendapat apa yang dia inginkan. Pria itu segera pergi dari kediaman sepupunya tanpa pamit.
Saat berjalan di halaman, dia berpapasan dengan Luo Mingyue yang baru saja kembali dari luar. Melihat kakak sepupunya datang tanpa pemberitahuan, dia tidak bisa menahan diri untuk tidak bertanya.
“Kakak Chen, apa permaisurimu mengacau lagi?” tanyanya.
Baili Qingchen menggelengkan kepala. “Bukan dia, tapi aku.”
Luo Mingyue tidak mengerti ucapan kakak sepupunya. Dia ingin penjelasan lebih lanjut, tapi kakak sepupunya sudah melengang pergi.
Luo Mingyue hanya bisa pergi menemui kakaknya untuk meminta penjelasan. Kalau Raja Changle sudah kemari, berarti ada masalah serius yang sedang terjadi.
Setibanya di mansion, Baili Qingchen langsung menyuruh kepala pengurus membawakan beberapa hal ke halaman barat.
Dia pergi untuk mengganti bajunya, lalu berniat menyusul kepala pengurus ke halaman barat. Sebelum melangkah keluar, Xiao Junjie datang dengan wajah khawatir.
“A-Chen, kau baik-baik saja? Kudengar Putri Permaisuri membuatmu marah kemarin,” tanyanya dengan nada khawatir.
Xiao Junjie tidak bertemu dengan Baili Qingchen karena dia ingin menenangkan diri. Namun, dia malah mendengar kabar yang tidak baik ini.
“Oh. Tidak apa-apa. Dia hanya bertingkah seperti biasa. Sebaliknya, apa kau baik-baik saja, A-Jie?”
Terbersit rasa bersalah di hati Baili Qingchen. Xiao Junjie sudah menemaninya selama bertahun-tahun, namun pada akhirnya dia tetap tidak bisa menahan dirinya sendiri.
Baili Qingchen sudah sepakat dengan Qingyi untuk merahasiakan itu, dan mungkin itu akan lebih menyakiti Xiao Junjie ketika suatu saat dia mengetahuinya.
__ADS_1
Namun, sekarang kondisinya tidak memungkinkan. Baili Qingchen dan Xiao Junjie tidak akan bisa mengembalikan hubungan mereka seperti dulu.
Hati Baili Qingchen sudah tidak seteguh waktu itu. Saat ini, cara terbaik untuk menjaga hubungan itu hanyalah dengan mempertahankan Xiao Junjie dan membiarkannya menjalani hidup seorang diri.
Jika pria itu membutuhkannya, maka Baili Qingchen akan sebisa mungkin mengabulkan permintaannya. Namun, jika melihat kondisi saat ini yang terus menerus tidak stabil, dia sendiri ragu akan hal itu. Baili Qingchen menyunggingkan senyum kecilnya.
“Aku baik-baik saja.”
“Syukurlah. Aku masih memiliki urusan yang harus diselesaikan. Kembalilah ke kediamanmu dan jangan selalu mengkhawatirkanku.”
Xiao Junjie hanya bisa mengangguk pasrah.
Baili Qingchen memasuki halaman barat. Di sana, kepala pengurus sudah menyimpan semua barang yang ia maksud di taman. Qingyi sepertinya masih berada di kamarnya.
Baili Qingchen tiba-tiba berubah pikiran. Dia menyuruh kepala pengurus untuk membawa kembali semua benda-benda itu.
Itu tidak akan berguna. Terakhir kali, Qingyi bahkan menjual semua hadiah yang diberikan Kaisar Baili. Benda-benda ini sudah jelas hanya sebuah kerikil di matanya.
Wanita itu harus diberikan sesuatu yang berbeda jika ingin berguna. Baili Qingchen memikirkannya, kemudian mendapat sebuah ide yang menurutnya cukup baik.
“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Qingyi saat dia melihat Baili Qingchen berdiri di halaman barat dengan gelisah.
Qingyi sedang tidak ingin bertemu dengannya sekarang. Selain karena kecanggungan kejadian semalam, ia juga punya urusan lain.
“Kemarilah,” ucap Baili Qingchen.
Qingyi dan Baili Qingchen duduk di kursi malas. Pasangan itu terdiam beberapa saat.
“Aku ingin kau membantuku menyimpan benda ini.”
Baili Qingchen mengeluarkan plakat harimau emas dari jubahnya. Benda mengerikan itu disodorkan kepada Qingyi.
Qingyi mengernyit, untuk apa pria ini memberikan plakat harimau emas yang bisa mengendalikan Kavaleri Jingyi? Apa Baili Qingchen ingin membunuhnya dengan menjadikannya umpan?
Benda mengerikan itu diincar oleh banyak orang. Kaisar Baili bahkan menginginkannya. Qingyi menatap heran, tidak mengerti dengan jalan pikiran Baili Qingchen.
Jika pria ini sedang meminta maaf padanya, mengapa dia menggunakan plakat ini sebagai alatnya?
“Kau menggunakan benda ini untuk meminta maaf padaku?”
“Aku hanya ingin kau membantuku menyimpannya.”
Baili Qingchen menyerahkan benda yang diincar banyak orang begitu saja kepada permaisurinya. Cui Kong bahkan sedikit heran dengan kelakuan rajanya yang sekarang. Bukan hanya sering kehilangan ketenangan, rajanya juga jadi menoleransi banyak hal.
Sekarang dia bahkan menyerahkan benda yang sangat penting itu kepada wanita ini. Tampaknya, rajanya benar-benar sudah terperdaya dengan pesona seorang Liu Qingyi.
Qingyi menerima plakat harimau emasnya, lalu memikirkan ide gila yang tiba-tiba terlintas di benaknya. Baiklah, anggap saja ini sebagai permintaan maaf Baili Qingchen.
Raja Changle memang punya cara unik ketika merasa bersalah. Qingyi tidak mengatakan apa-apa lagi. Dia berdiri, lalu berjalan perlahan kembali ke kamarnya.
Cui Kong mengernyit.
“Yang Mulia, mengapa cara berjalan Yang Mulia Putri begitu aneh?”
Baili Qingchen tersedak ludahnya sendiri.
“Maksudmu?”
“Yang Mulia Putri biasanya berjalan cepat. Sekarang, dia seperti seekor kura-kura. Selain itu, kenapa dia terlihat sedang menahan rasa sakit?”
__ADS_1
Cui Kong tidak melihat perubahan ekspresi Baili Qingchen. Malam tadi, pengawal itu membereskan urusan di rumah bordil sampai ia tidak tahu apa yang diperbuat rajanya kepada permaisurinya dalam keadaan marah. Melihat cara berjalan Qingyi yang aneh, dia jadi bertanya-tanya.
“Mungkin kakinya keseleo.”