Love Imagination System

Love Imagination System
Bagian 121: Gajah di Balik Batu


__ADS_3

Selir Jia tengah menemani Kaisar Baili berjalan-jalan di taman kekaisaran. Saat itu, matahari musim semi sedang bersinar di atas langit Bingyue. Cuacanya sedikit panas, namun tidak sepanas biasanya. Kasim dan pelayan pengikut Kaisar Baili memayungi mereka dengan payung yang besar dari belakang.


Tatapan Selir Jia jatuh pada sesosok gadis muda berusia sekitar delapan belas tahun yang tengah bercengkrama dengan Janda Permaisuri Ming di taman kekaisaran. Gadis itu sangat asing, Selir Jia bahkan tidak mengenalnya sampai dia memicingkan matanya menjadi lebih tajam.


Gadis itu tampak sangat akrab dengan Janda Permasuri Ming. Yang lebih penting, untuk apa gadis asing itu ada di sini?


Selir Jia bahkan tidak tahu kapan gadis asing itu masuk kemari. Karena penasaran, dia langsung menanyakannya kepada pelayan di sisi kaisar saat sesi jalan-jalan selesai.


“Zhao Ping’er?” ucapnya saat tahu nama gadis asing itu.


“Zhao Ping’er adalah putri Jenderal Zhao. Dia lahir di kota kekaisaran, namun pergi bersama keluarganya ke perbatasan barat sepuluh tahun yang lalu,” tambah pelayan.


Wajar saja jika Selir Jia tidak tahu. Dia baru berada di istana ini lima tahun yang lalu dan tidak banyak tahu terkait keluarga para jenderal. Instingnya langsung memberitahu jika gadis bernama Zhao Ping’er ini datang dengan tujuan yang kurang baik. Meski dia cantik dan masih muda, tapi tatapan matanya menunjukkan bahwa pemikirannya sudah dewasa dan sulit ditebak.


“Untuk apa dia kemari?” tanya Selir Jia kembali.


“Jenderal Zhao telah sampai pada usia tua dan beberapa hari lalu Yang Mulia baru menyetujui permintaan pensiunnya.”


“Jadi, dia kembali ke kota kekaisaran?”


Pelayan di sisi Kaisar Baili mengangguk.


“Nona Zhao Ping’er tiba lebih dulu karena harus mengurus sesuatu. Karena saat kecil dia sering bermain di istana, Janda Permaisuri Ming mempersilakan dia untuk mengunjunginya.”


Selir Jia tidak yakin akan perkataan pelayan itu. Sebagai wanita yang telah menemani Kaisar Baili selama lima tahun, dia selalu tahu seperti apa wanita yang benar-benar datang dengan kejujurannya dan juga wanita dengan topeng seribu akalnya. Zhao Ping’er ini sepertinya bukan gadis baik.


Apakah gadis itu ingin masuk ke istana dengan mengandalkan prestasi ayahnya dan juga kedekatannya dengan Janda Permaisuri Ming dan menjadi selir baru Kaisar Baili?


Jika benar begitu, urusannya gawat! Harem baru saja pulih dari kekhawatiran, mana bisa ada orang baru?


“Baoning, kita pergi ke mansion Raja Changle sekarang juga!”


Baoning, pelayannya itu mengangguk patuh. Selir Jia dan Baoning lantas pergi mengunjungi mansion Raja Changle sekaligus membawa beberapa hadiah untuk Putri Permaisuri Changle.

__ADS_1


Saat dia datang, Qingyi sedang bersantai seperti biasa di halaman barat. Selir Jia mengagumi kecepatan pemulihan tubuh wanita itu, yang tangguh seperti baja dan tahan banting. Baru berlalu beberapa hari saja sejak kejadian di malam festival itu.


Putri Permaisuri Changle memang bukan orang biasa. Tidak salah jika Selir Jia memutuskan untuk menjadi pengikut dan sekutunya. Itu jelas lebih menguntungkan daripada mengikuti Selir Xian yang sombong itu.


“Jadi, Kaisar Baili ingin menambah selir baru?” tanya Qingyi setelah Selir Jia menceritakan tentang gadis bernama Zhao Ping’er.


“Belum pasti. Yang jelas, dia datang ke istana dengan maksud kurang baik.”


“Kau tidak bertanya pada kaisarmu?”


“Aku terlalu takut. Yang Mulia selalu sensitif setiap kali seseorang menanyakan perihal haremnya.”


Bukannya Selir Jia tidak memiliki toleransi terhadap sesama wanita kaisar, dia hanya tidak mau kedamaian harem digoncang kembali. Kejadian akhir-akhir ini sudah membuat para selir stress dan setiap hari selalu menangis. Kalau tahu Kaisar Baili mendapat selir baru, pikiran mereka akan semakin kacau. Terutama psikologis mereka yang mungkin akan menganggap jika mereka tidak lagi diinginkan oleh kaisar.


Qingyi mengerutkan dahinya untuk berpikir. Seingatnya, tidak ada nama Zhao Ping’er dalam naskah. Siapa wanita itu? Mengapa muncul tiba-tiba di tengah kekacauan?


Qingyi hendak menanyakannya kepada Yinghao, namun panda kecil itu tidak muncul. Mungkin, dia tidur nyenyak di ruang dimensi karena tugasnya berkurang beberapa waktu ini.


“Jangan berpikir berlebihan. Mungkin saja kedatangannya bukan untuk menjadi selir kaisar,” ujar Qingyi.


“Bagaimanapun, kita harus mencegahnya. Putri Permaisuri, tidak peduli Zhao Ping’er masuk harem yang mana, kita tidak bisa membiarkannya!”


“Kurasa itu bukan urusanku. Meskipun dia masuk ke dalam harem Raja Changle, hidupnya tidak akan lebih dari sebuah neraka dunia.”


Kening Selir Jia berkerut. “Mengapa kau begitu yakin?”


“Karena Xiao Junjie tidak akan membiarkannya. Dia cukup menahan toleransinya terhadapku. Jika seorang selir datang, dia bukan hanya akan memukulnya.”


“Bukan karena kau yang bertindak?” tanya Selir Jia diselingin candaan.


“Untuk apa aku mengotori tanganku dan menghabiskan waktu untuk meladeni gadis asing sepertinya?”


Selir Jia berpura-pura mengerti. Ah, Raja Changle dan Putri Permaisurinya sama-sama suka menahan diri. Mereka cenderung membantah sesuatu meskipun tidak sesuai dengan maksud hati.

__ADS_1


Selir Jia telah berpengalaman soal asmara. Baik Putri Permaisuri maupun Raja Changle sendiri, keduanya sama-sama telah saling tertarik namun tidak ada yang berani mengakuinya.


“Bagaimana jika kita taruhan?” tanya Selir Jia.


“Taruhan?”


“Jika Zhao Ping’er masuk ke harem Kaisar Baili, aku akan mentraktirmu makan di restoran paling mahal di kota kekaisaran dan memberikan jatah tiga bulanku padamu. Kau juga harus membantuku mengatasi situasi terumitnya jika itu terjadi. Tetapi jika Zhao Ping’er masuk ke harem Raja Changle, kau harus memberiku obat herbal paling mahal yang bisa membuatku lebih cepat memiliki anak!”


Taruhan seperti ini rasanya tidak terlalu bermoral. Apalagi, yang diinginkan oleh Selir Jia ini adalah sesuatu yang sangat mahal. Selir itu baru saja mengatakan jika dia ingin segera mengandung lebih cepat daripada Liu Erniang dan memohon padanya.


Qingyi hendak menolak, namun Yinghao tiba-tiba muncul dan berkata, “Tuan, ini adalah misimu yang baru. Terima taruhannya tanpa memikirkan untung dan ruginya.”


Qingyi berpura-pura berpikir. “Kau masih mengharapkan memiliki putra bersamanya?”


Selir Jia mengangguk antusias.


“Menjadi ibu adalah impian semua wanita. Meskipun nanti yang kulahirkan adalah seorang putri, setidaknya aku masih bisa memberi Yang Mulia keturunan.”


“Bagaimana jika Liu Erniang mengandung dan melahirkan putra untuknya? Dia bisa saja menjadi permaisuri dan pada saat itu, kau mungkin tidak memiliki kesempatan hidup damai.”


“Tidak apa-apa. Aku yakin Putri Permaisuri memiliki cara untuk mengimbangi kekuatannya.”


Qingyi membuang napas kesal. Bisa-bisanya Selir Jia memanfaatkannya!


Dengusan itu mengagetkan Selir Jia, dan dia buru-buru meralat ucapannya. Pada saat ini, dia tidak boleh menyinggung wanita mengerikan dan mengagumkan ini. “Maksudku, kau juga pasti tidak akan diam saja melihat Selir Xian duduk di tempat paling tinggi. Sebagai bibi dan kakaknya, kau tidak akan membiarkan dia bertindak semena-mena, bukan?”


Qingyi mendengus lagi. Jangankan menjadi permaisuri, Qingyi bahkan tidak akan membiarkan Liu Erniang naik menjadi Selir Tinggi! Tidak akan pernah ia biarkan adik laknatnya itu naik tingkat sampai kapan pun!


“Sudah kuduga, ada gajah di balik batu. Ini pertama kalinya aku dimanfaatkan oleh seorang wanita.”


Selir Jia tertawa kecil. Sifat aslinya sebetulnya lebih mirip Luo Niang, yang terbuka dan cukup tenang. Hanya saja dia dituntut untuk bersikap waspada karena medan perangnya adalah harem kaisar.


Qingyi membuang tatapannya ke arah lain. Pikirannya terbang tidak tentu arah.

__ADS_1


“Jadi, apa kau menerima taruhannya?”


Selir Jia mengulurkan tangannya. Qingyi menatapnya sebentar, lalu menyambut uluran tangan itu.


__ADS_2