Love Imagination System

Love Imagination System
Bagian 25: Mengunjungi Yang Mulia


__ADS_3

Mansion Raja Changle heboh dengan berita kepergian sang pangeran dan permaisurinya yang tiba-tiba. Di pagi yang cerah itu, semua pelayan dikumpulkan dan ditanyai satu persatu mengenai ke mana perginya Baili Qingchen dan Liu Qingyi.


Memang, hanya ada beberapa orang yang tahu ke mana perginya Raja Changle dan mereka pasti akan menutup mulutnya rapat-rapat.


Xiao Junjie sangat marah karena ini. Dia menggertakkan giginya ketika semua pelayan menjawab ‘tidak tahu’. Kemarin dia pulang larut malam dan tidak sempat bertemu dengan Baili Qingchen.


Siapa yang menyangka kalau malam tadi pria itu sudah pergi dari mansion tanpa memberitahunya sama sekali. Xiao Junjie bertambah marah ketika tahu bahwa Putri Permaisuri Changle, Liu Qingyi juga turut menghilang.


Kehadiran Qingyi di mansion ini benar-benar telah merubah segalanya. Sejak gadis itu datang, Xiao Junjie selalu disulitkan dalam beberapa hal. Pelayan tidak lagi terlalu menurut padanya. Baili Qingchen juga tidak seterbuka dulu.


Padahal jauh sebelum Qingyi menikah kemari, Baili Qingchen selalu menceritakan semuanya kepada Xiao Junjie dan berdiskusi dengannya. Kini bahkan untuk bertemu pun rasanya sangat sulit.


“Liu Qingyi! Aku akan menghitungnya pelan-pelan denganmu,” gumam Xiao Junjie sambil mengepalkan tangannya.


Pelayan yang melihat menganggapnya seperti seorang selir yang cemburu. Bagaimana tidak, di sini, Xiao Junjie bertindak seperti perempuan yang direbut suaminya oleh orang lain. Padahal semuanya jelas tahu kalau Xiao Junjie hanyalah pangeran kecil yang dibiarkan tinggal atas permintaan Raja Changle dan persetujuan Kaisar Baili. Mereka berpikir, seharusnya Xiao Junjie ini tahu diri.


“Pangeran Permaisuri, tidak baik marah-marah seperti ini. Sebaiknya Anda menanyakan dengan jelas kepada Yang Mulia Kaisar. Mungkin saja dia tahu ke mana Yang Mulia Changle pergi,” usul pelayan di kediamannya.


“Kebetulan, aku punya sesuatu untuk dikatakan kepada Kaisar,” ucap Xiao Junjie. Dia lantas bersiap untuk memasuki istana.


Sesampainya di istana, dia meminta Kasim Li untuk membiarkannya bertemu dengan Kaisar Baili. Kaisar tampak sedang sibuk dengan urusan kenegaraan. Di mejanya terdapat banyak sekali laporan yang belum selesai dibaca.


Begitu melihat Xiao Junjie masuk, Kaisar Baili menghentikan aktivitasnya dan berpura-pura duduk dengan tegap. Dia menebak kedatangan Xiao Junjie adalah untuk menanyakan keberadaan Raja Changle.


Xiao Junjie membungkuk memberi hormat sembari mengucapkan salam panjang umur. Setelah Kaisar Baili berkata bahwa dia tidak perlu sungkan, dia mengangkat kepalanya dan menatap Kaisar Baili.


Di matanya terdapat sebuah ketidaksukaan, mengingat dia sendiri juga tahu kalau dirinya adalah salah satu pion yang digunakan oleh pria muda tersebut untuk menekan Raja Changle. Meski tahu, nyatanya Xiao Junjie tetap diam dan membiarkan itu berlalu seperti angin.


“Apa urusan di mansion Raja Changle begitu sedikit sampai Pangeran Kecil datang kemari untuk mengunjungiku?” tanya Kaisar Baili.


“Yang Mulia bercanda. Aku kemari untuk menanyakan sesuatu kepada Yang Mulia. Apakah Yang Mulia berkenan menjawabnya?”


“Entahlah. Kau lihat, pekerjaanku masih banyak. Aku tidak tahu apakah aku punya waktu untuk menjawab pertanyaanmu atau tidak.”

__ADS_1


“Yang Mulia, tugas apa yang kau berikan sampai membuat Raja Changle pergi dalam semalam?”


“Itu saja?” Xiao Junjie mengangguk. Kaisar Baili tertawa.


“Aku menyuruhnya mengunjungi kepokanakannya di Xizhou. Baru-baru ini aku mendengar kabar kalau Pengawas Akademi Xizhou melanggar aturan dalam ujian. Jadi, kurasa Raja Changle perlu mengatasinya untukku,” Kaisar Baili berkata dengan ringan. Xiao Junjie akhirnya tahu kalau Baili Qingchen pergi ke Xizhou.


“Baiklah. Aku berterima kasih atas penjelasan Yang Mulia. Yang Mulia, aku masih mempunyai sesuatu untuk dikatakan kepadamu.”


“Katakanlah.”


“Beberapa waktu yang lalu, penyakit Raja Changle kambuh. Dia pergi ke kamar permaisurinya dan dia berhasil sembuh dalam semalam. Yang Mulia mungkin akan gusar jika aku tidak memberitahumu perihal ini.”


Mendengar penjelasan Xiao Junjie, Kaisar Baili terdiam sesaat. Jadi, Liu Qingyi ternyata benar-benar bisa mengobati Baili Qingchen. Kalau gadis itu benar-benar bisa menyembuhkan penyakit pamannya sampai ke akar-akarnya, maka dia mungkin bisa saja dirugikan.


Perdana Menteri Liu pasti akan semakin sombong dan lebih menuntut banyak keuntungan padanya. Orang tua licik itu pasti akan membanggakan dirinya dan merasa menjadi ayah yang hebat karena putrinya bisa menyembuhkan seorang pangeran. Selain itu, menteri-menterinya pasti senang jika tahu Raja Changle sudah sembuh.


Itu berbahaya. Serangan perdana menteri dan menteri lain membuat Kaisar Baili tidak pernah tidur nyenyak sepanjang malam. Sebagai kaisar muda, tidak dipungkiri kalau ketakutannya masih banyak. Dia masih belum cakap dalam memerintah.


Sebenarnya kalau bukan karena Raja Changle, dia mungkin sudah lama diturunkan dari takhtanya. Itulah sebabnya Kaisar Baili menyeimbangkan kekuasaan antara perdana menteri dengan Raja Changle dengan mengikatnya dalam hubungan pernikahan keluarga.


“Tetapi, Yang Mulia tidak perlu khawatir. Beberapa waktu lalu Raja Changle berhasil mengungkap pelaku yang meracuniku. Orang itu dari kediaman Perdana Menteri. Jika Yang Mulia khawatir Perdana Menteri menuntut yang tidak-tidak, Yang Mulia bisa menggunakan alasan itu untuk menekannya. Soal Raja Changle, dia tidak akan macam-macam karena Yang Mulia jelas tahu sifatnya seperti apa,” tambah Xiao Junjie. Sebagai seorang pendamping, pengetahuannya terhadap kehidupan mansion Raja Changle tidaklah sedikit.


“Aku akan mempertimbangkannya.”


“Kalau begitu, aku pamit.”


Kaisar Baili mengangguk. Di pikirannya terbersit keinginan untuk menyingkirkan Xiao Junjie, karena ia berpikir pria itu sangat menyebalkan. Kaisar Baili benci seseorang menawarkan sesuatu seolah dia tidak mampu, dia benci seseorang mengancamnya.


Xiao Junjie hanyalah putra seorang bangsawan, bahkan jika mati pun tidak akan berpengaruh besar. Beda halnya dengan Liu Qingyi, yang beberapa waktu lalu berhasil mengancamnya dengan halus. Xiao Junjie berbahaya, tapi tidak lebih berbahaya daripada Liu Qingyi.


Xiao Junjie meninggalkan ruang belajar Kaisar Baili dengan langkah ringan. Dia merasa dirinya hebat karena bisa masuk ke sana, padahal dia tidak tahu kalau Qingyi bahkan lebih hebat darinya. Pelayan istana yang melihatnya menghindar karena tidak ingin menimbulkan masalah.


Orang-orang dari mansion Raja Changle adalah masalah yang harus dihindari menurut pemikiran mereka. Para pelayan istana tidak buta dan tidak tuli. Mereka bisa melihat dan mendengar, juga tahu seperti apa perselisihan terselubung antara Kaisar Baili dengan Raja Changle.

__ADS_1


Di lorong istana, Xiao Junjie berpapasan dengan Janda Selir Sun. Saat tiba di hadapannya, Xiao Junjie langsung bersikap hormat layaknya pria sejati. Janda Selir Sun tersenyum ramah. Dia merangkulnya dan menatapnya penuh kasih sayang. Tidak heran, karena Xiao Junjie telah mendampingi putranya selama bertahun-tahun.


“Apa yang kau lakukan di sini, putraku?”


Janda Selir Sun memanggilnya putra, karena di matanya Xiao Junjie itu seperti adik kembar Baili Qingchen, bukan seorang ‘istri’ seperti yang mereka katakan. Tidak kurang dan tidak lebih.


“Aku baru saja mengunjungi Yang Mulia dan bertanya ke mana perginya Raja Changle. Rupanya, dia ditugaskan pergi ke Xizhou.”


“Ah, begitu. Aku juga mendengarnya dari pelayan. A-Jie, apa kau bisa menemaniku sebentar? Luo Niang sedang keluar istana, aku tidak punya teman untuk berdiskusi,” pinta Janda Selir Sun.


Karena Janda Selir Sun adalah ibu dari orang yang ia sayangi, Xiao Junjie menyetujuinya. Janda Selir Sun membawanya ke istana Janda Permaisuri Ming, yang menjadi Ibu Suri Kekaisaran Bingyue saat ini. Dia adalah ibu dari Kaisar Baili, sekaligus kakak ipar dari Baili Qingchen.


Janda Permaisuri Ming sangat senang melihat kedatangan mertua tirinya karena di istana ini, tidak ada wanita dari ayahnya yang berumur panjang seperti Janda Selir Sun. Bahkan ibu mertuanya, permaisuri satu generasi sebelumnya sudah tiada lima tahun lalu. Terlebih, umurnya dengan Janda Selir Sun tidak terlalu jauh.


“Salam, Ibu Suri,” ucap Xiao Junjie. Janda Permaisuri Ming tersenyum ramah.


“Aiya, sudah lama aku tidak melihat Pangeran Kecil. Kau seharusnya membawanya lebih sering,” Janda Permaisuri Ming mengatakannya sambil melirik Janda Selir Sun. Janda Selir Sun terkekeh.


“Dia sibuk dengan urusan mansion putraku. Lagipula, kau ini Ibu Suri, tidak mungkin punya waktu begitu luang.”


“Haish, kau benar. Mengapa saat itu aku tidak menjadi selir ayahanda saja? Mungkin kita bisa berteman lebih lama dan aku tidak harus menjadi Ibu Suri. Sekarang putraku jadi Kaisar, dan suamiku juga sudah meninggal. Nasib wanita di istana memang tidak jauh lebih baik daripada seorang nyonya,” keluh Janda Permaisuri Ming.


“Lihatlah, kau ini sudah tua. Kalau perkataanmu didengar orang lain, mereka akan menanyakan integritasmu sebagai Ibu Suri.”


Janda Selir Sun dan Janda Permaisuri Ming tertawa bersama. Mereka wanita istana dari generasi yang sama, tetapi suami kaisar mereka berada di generasi yang berbeda. Hidup Janda Selir Sun lebih santai dibandingkan hidup Janda Permaisuri Ming. Xiao Junjie tahu itu, dan dia hanya ikut meramaikan suasana.


“Ah, benar juga. Ngomong-ngomong, bagaimana kehidupan mansion Raja Changle setelah kedatangan seorang permaisuri baru?” tanya Janda Permaisuri Ming. Xiao Junjie mendongak, lalu menjawab pertanyaan sang Ibu Suri.


“Memang agak berubah. Putri Permaisuri Changle sering berbuat onar, tetapi Raja Changle tidak pernah menghukumnya.”


“Tidak heran. Dia adalah putri yang tidak dididik di kediaman Perdana Menteri, sikapnya mungkin perlu diperbaiki. Begini saja, aku akan mengirimkan seorang bibi untuk mengajarinya sopan santun. Dia tidak boleh membuat mansion adikku diejek buruk oleh orang lain. Bagaimana menurutmu, ibu mertua?” tanya Janda Permaisuri Ming kepada Janda Selir Sun diselingi tawa dan kedipan mata.


“Terserah saja. Selama gadis itu baik, aku tidak akan mempermasalahkannya.”

__ADS_1


Xiao Junjie diam-diam merasa senang. Qingyi bukan orang yang mudah diatur. Jika seorang bibi pengajar datang, mungkin dia bisa membuatnya menjadi anjing yang penurut.


__ADS_2