Love Imagination System

Love Imagination System
Bagian 74: Mencium Bau Konspirasi


__ADS_3

“Mengapa kau menatapku seperti itu?” tanya Qingyi yang merasa tidak nyaman.


Baili Qingchen menelan kembali semua perkataannya. Di mata Qingyi, pria itu ingin mengatakan sesuatu, namun ada yang menahannya. Entah itu karena malu atau khawatir dimarahi.


Qingyi juga ingin bicara, tapi egonya juga telah menahannya. Kedua orang itu saling diam selama beberapa menit.


Kereta kuda yang ditumpangi keduanya melaju meninggalkan Kediaman Liu. Bisa dibilang pertunjukkan yang dibuat Qingyi cukup sukses. Meskipun tidak berhasil membuat Liu Wang jantungan, setidaknya orang tua yang kejam itu marah. Dengan begitu, misinya sudah selesai dan hadiahnya bisa ia dapat.


Baili Qingchen tidak tahu jika kedatangan Qingyi ke Kediaman Liu bukan hanya untuk mengucapkan salam perpisahan.


Dia ke sana untuk sebuah misi yang diberikan Yinghao secara mendadak. Qingyi tidak menyangka kalau Baili Qingchen akan menyusulnya dan ikut bersandiwara dengannya.


“Apa semalam kau yang menggendongku dari istana?” tanya Baili Qingchen saat kecanggungan di dalam kereta tidak bisa ditahan lagi.


“Menurutmu? Apa mungkin kau terbang sendiri? Bahuku masih sakit sampai sekarang!”


“Ternyata kau punya tenaga sebesar itu.”


“Kau pikir hanya pria yang punya otot yang punya tenaga? Aku belum memperhitungkan kau yang telah menginjak gaunku dan membuatku jatuh bersamamu.”


Baili Qingchen seketika memalingkan wajah. Qingyi ternyata memang pendendam. Padahal, Baili Qingchen sungguh tidak sengaja. Dia menginjak ujung gaunnya karena terburu-buru melarikan diri dan tidak melihat jalan. Selain itu, kalau bukan karena ide gila Qingyi, dia tidak mungkin ikut-ikutan.


“Kau tidak bisa berenang?” tanya Qingyi.


“Bisa.”


“Lalu mengapa kau langsung pingsan ketika jatuh? Aku bahkan memerlukan waktu beberapa saat untuk menemukanmu.”


“Itu… Mungkin karena suhu di dalam air terlalu dingin.”


“Bukan karena air yang terlalu dingin, tapi karena tubuhmu belum benar-benar pulih! Kukatakan, kau tidak boleh terlalu lelah atau kau akan benar-benar tumbang.”


Baili Qingchen berpura-pura tidak mendengarnya. Kondisi tubuhnya, jelas ia yang paling tahu. Baili Qingchen tahu jika racun di dalam tubuhnya belum sepenuhnya hilang.


Hanya tinggal masalah waktu sampai sisanya bisa keluar. Baili Qingchen sengaja tidak memeriksakan diri ke tabib istana karena ia pikir, ia bisa sembuh sendiri.


Tapi, kejadian kemarin memang di luar prediksinya. Siapa sangka dia bisa tenggelam ketika tubuhnya masuk ke dalam air bersuhu rendah.


Seandainya saja tidak ada Qingyi, mungkin ketika pengawal istana menemukannya, dia sudah menjadi mayat. Atau mungkin, dia tetap berada di dasar danau sampai tubuhnya hancur.

__ADS_1


Qingyi menghela napasnya pelan. Seharusnya saat itu dia memeriksanya dengan benar dan memastikan tidak ada racun yang bersisa. Namun nyatanya, manusia biasa sepertinya memang sering melewatkan sesuatu. Ia berpikir setelah sampai nanti, dia akan membantu Baili Qingchen mengeluarkan sisa racunnya.


“Terima kasih,” ucap Baili Qingchen pelan. “Terima kasih karena kau tidak meninggalkanku.”


“Kalau kau ingin berterima kasih, maka jangan biarkan aku menusukmu dengan jarum lagi.”


Saat itu, jalan kota kekaisaran tidak cukup ramai. Entah mengapa musim semi tahun ini tidak seindah tahun-tahun sebelumnya. Ada yang bilang itu karena perubahan musim yang tidak menentu dan perubahan suhu yang ekstrim.


Ada juga yang bilang kalau itu disebabkan oleh ketidakmampuan Kaisar Baili dalam memimpin negara, sampai Langit menghukumnya dengan mengurangi keindahan musim semi.


Kedai-kedai kecil yang berdiri di pinggir jalan biasanya selalu ramai. Hari ini, hanya ada beberapa orang yang singgah. Beberapa kedai bahkan terlihat tutup.


Aktivitas penduduk kota kekaisaran juga tidak sepadat biasanya. Seolah-olah kota kekaisaran ini telah kehilangan daya tariknya.


“Apa yang terjadi?” gumam Qingyi. Namun, suaranya masih bisa didengar Baili Qingchen.


“Kabar mengenai adanya orang selatan yang menyelinap membuat penduduk memiliki kekhawatiran. Mereka membatasi aktivitas mereka dalam beberapa waktu terakhir,” ujar Baili Qingchen.


Aneh. Kasus imigran gelap itu jelas-jelas merupakan kasus yang diselidiki secara rahasia. Bahkan Kaisar Baili membentuk tim khusus untuk menyelesaikannya. Tidak ada orang yang mengetahuinya selain mereka yang terlibat. Jika tersebar begitu saja, itu artinya seseorang telah membocorkan informasi.


Dinasti ini, meskipun damai, namun tidak menutup ancaman dari luar. Penduduk kota kekaisaran mayoritas adalah penduduk asli dan para pengembara dari berbagai kota.


“Kau harus menyelidikinya,” ujar Qingyi. Baili Qingchen mengangguk. “Tentu saja.”


“Kejadian di istana kemarin telah tersebar luas. Entah siapa yang telah membocorkan informasinya. Yang jelas, sekarang sebagian orang beranggapan bahwa kau adalah orang yang berbahaya,” ucap Baili Qingchen.


“Mereka takut padaku? Oh, tidak masuk akal! Mengapa aku yang jadi penjahatnya?”


Mata dan hati orang-orang pasti sudah buta. Qingyi jelas-jelas sedang membantu kaisar mereka mendapatkan anaknya. Yah, walaupun caranya memang bisa membuat orang jantungan.


Mereka seharusnya tahu jika keturunan kaisar adalah penting. Kalau sampai keturunan kaisar celaka, maka siapa yang akan menanggungnya?


“Hati manusia, memang sesuatu yang menyeramkan,” seloroh Baili Qingchen. “Untuk itulah kau tidak boleh bepergian sendiri.”


“Jangan bicara lagi. Aku tidak peduli pada penilaian orang. Biarkan mereka bicara sampai mulut mereka berbusa. Jika ada yang bertahan lama, aku akan memberinya hadiah.”


Istri Raja Changle memang agak gila. Dia malah ingin memberi hadiah pada orang yang membicarakannya. Baili Qingchen sepertinya harus kembali belajar dan bekerja keras agar bisa memahami isi hati dan pemikiran Qingyi yang suka berubah-ubah. Entah sampai kapan ia baru bisa betul-betul mengerti.


“Bagaimana dengan Baili Wuyuan?” tanya Qingyi.

__ADS_1


“Kaisar menempatkannya di Istana Shouyang. Mungkin beberapa hari lagi gelarnya akan diresmikan,” jawab Baili Qingchen.


“Jadi, gelar apa yang diberikan kaisar pemalas itu kepada putra sulungnya?”


“Pangeran Manyue.”


Kemudian, Qingyi bergumam pelan, “Pangeran Bulan Purnama. Hm, cukup bagus.”


Suasana di dalam kereta lantas hening. Otak Qingyi terus menyuruhnya memikirkan masalah Baili Wuyuan.


Entah mengapa rasanya permasalahan ini tidak sesederhana mengantarkan Baili Wuyuan ke istana dan membuatnya mendapatkan gelarnya secara resmi. Ada yang aneh, batin Qingyi. Sepertinya bukan ini poin pentingnya.


Selama masa pemerintahan Kaisar Baili, sejak dia naik takhta lebih dari tujuh tahun lalu, dia telah memiliki banyak selir bahkan setelah ia naik menjadi seorang kaisar untuk menggantikan ayahnya. Dalam tahun-tahun yang panjang itu, tidak ada satu selir pun yang hamil dan tidak ada seorang anak pun yang lahir.


Masalahnya pasti bukan pada para selir. Wanita-wanita itu mendapatkan pemeriksaan rutin mengenai kesehatan tubuhnya setiap bulan.


Para tabib istana dikirim ke harem pada tanggal-tanggal tertentu, dan juga memberikan herbal-herbal yang bisa menambah peluang kehamilan. Alias, obat penambah kesuburan. Tubuh para selir jelas jelas sehat dan memungkinkan untuk hamil.


Jika masalahnya pada Kaisar Baili, lalu mengapa Baili Wuyuan bisa lahir? Tidak mungkin bocah itu lahir dari batu.


Orang-orang dari Fujian yang mengantarkannya juga tidak mungkin berbohong, karena ganjaran dari kejahatan menipu kaisar adalah hukuman mati. Baili Wuyuan jelas putra kandung Kaisar Baili.


“Tunggu. Masalah Baili Wuyuan…..” Qingyi menggantung ucapannya.


“Kau juga menyadarinya?” tanya Baili Qingchen.


Qingyi menatap mata hitamnya yang jernih. Ternyata, keduanya sama-sama menyadari sesuatu yang aneh.


Qingyi tiba-tiba bedecak dan seringaiannya muncul. Dia berkata, “Aku mencium bau konspirasi yang menyengat. Yang Mulia, kau harus menyelidikinya.”


“Ya. Hanya saja memerlukan waktu yang tidak singkat.”


Meski tidak dikatakan secara langsung dan terbuka, Qingyi dan Baili Qingchen sependapat bahwa sebuah konspirasi memang tertanam di istana. Mereka beranggapan bahwa seseorang atau sekelompok orang telah merencanakan sesuatu.


Orang-orang itu sengaja melakukan sesuatu agar Kaisar Baili tidak mendapatkan keturunan. Mereka mungkin tidak menyangka bahwa kehadiran Baili Wuyuan membuat Qingyi dan Baili Qingchen menyadari sesuatu.


“Tidak masalah. Aku justru ingin melihat seberapa dalam orang ini bersembunyi.”


“Aku tidak akan melepaskannya. Orang-orang itu telah melakukan kejahatan besar,” ucap Baili Qingchen.

__ADS_1


__ADS_2