
Kaisar Baili kembali dikejutkan dengan kedatangan Qingyi yang tiba-tiba. Bibi ipar mudanya itu kembali menyelinap ke ruang belajarnya dengan kostum yang sangat aneh.
Bukan kostum woman cat yang ia kenakan hari ini, melainkan kostum super girl berwarna biru dengan rok mini berwarna merah. Untunglah, dia memakai kaus kaki dan stocking berwarna merah sampai rok itu tidak membuat kaki jenjangnya terekspos begitu saja.
Jika itu terjadi, Baili Qingchen mungkin akan mengamuk.
“Apa lagi kali ini?” tanya Kaisar Baili dengan jengah.
Pasalnya, bibi mudanya ini selalu masuk ke ruang belajarnya sesuka hati. Anehnya lagi dia sangat hebat sampai para penjaga dan kasim yang ada di sekitar istananya tidak menyadarinya.
Kaisar Baili menebak wanita ini pasti hendak menyampaikan sesuatu. Terakhir kali, dia mengancamnya dengan keberadaan Kavaleri Jingyi sampai Kaisar Baili terpaksa melepaskan Raja Changle lebih cepat.
“Uh, tingkat kepekaanmu ternyata berkembang dengan baik, Yang Mulia.”
“Bicara langsung pada intinya! Katakan, apa yang kau inginkan kali ini?”
Qingyi terkekeh. Kaisar Baili ini perangainya tidak berubah. Kebencian dan rasa tidak Sukanya padanya masih menempel kuat. Lucu, pikir Qingyi. Orang nomor satu di Bingyue, yang membuat semua orang tunduk kepadanya ini sangat keras kepala dan hatinya seperti batu. Seharusnya jika dia punya hati nurani, caranya memandang Qingyi haruslah berubah.
Ah, pengaturan penulis terhadap tokoh ini benar-benar sulit diubah.
“Mengapa Yang Mulia begitu terburu-buru? Apa kau ingin aku segera pergi?”
“Aku punya banyak urusan. Waktuku tidak bisa dibuang untuk meladeni omong kosongmu.”
Qingyi hampir saja melempar pemberat kertas ke wajah keponakan iparnya ini. Mulutnya selalu melontarkan kata-kata yang tidak enak didengar. Omong kosong apa? Dia bahkan belum mengatakan apapun. Qingyi menarik napasnya sejenak, menenangkan diri dan menyuruh hatinya agar sedikit bersabar.
“Bukankah kau sedang menyelidiki insiden Janda Permaisuri Ming?” tanya Qingyi.
Dahi Kaisar Baili mengernyit. Rupanya, dia juga tahu? Kaisar Baili padahal hanya menyuruh pamannya untuk menyelidiki secara diam-diam.
Dengan instruksinya, tidak mungkin dia memberitahu permaisurinya perihal ini. Kaisar Baili merasa bahwa insiden jatuhnya Janda Permaisuri Ming tidak sesederhana yang terlihat. Ia yakin seseorang telah merencanakannya.
Karena dia sibuk mengurus masalah pembunuh Paviliun Litao, dia menyerahkan penyelidikannya pada Baili Qingchen.
Pada kenyataannya, Kaisar Baili tetap membutuhkan bantuan pamannya setelah semua yang terjadi. Pamannya itu menjadi satu-satunya orang yang bisa dia andalkan di tengah panasnya situasi politik dan pengadilan saat ini.
Kaisar Baili berdiri dengan tenang menatap Qingyi. “Apa yang kau tahu?”
“Gadis itu yang merencanakannya.”
Qingyi sudah menyelidikinya dengan jelas. Berkat kesalahpahaman di antara dia dan Baili Qingchen, dia telah mendapatkan apa yang dia inginkan.
Bibi germo itu, meskipun tidak mengerti politik, namun dia mengerti beberapa hal terkait situasi di pemerintahan. Rumah bordil yang Qingyi beli darinya digunakan untuk menggali informasi dari beberapa pejabat yang datang sebagai tamu. Meskipun ia telah membeli tempat itu, dia masih memberikan hak pengelolaan kepada bibi germo dengan syarat semua informasi harus disampaikan padanya dengan tepat.
Kemarin, bibi germo itu mengirimkan surat yang menerangkan bahwa ia mendengar salah seorang pejabat yang berhubungan baik dengan Jenderal Zhao membantu Zhao Ping’er merencanakan insiden Janda Permaisuri Ming.
Seperti yang ia duga, gadis manis berpemikiran dewasa itu ingin memanjat ke tempat yang lebih tinggi. Tampaknya dia ingin menggunakan jasa buatannya untuk meminta Kaisar Baili memberikan dekret dan izin pernikahan padanya. Sayangnya, trik itu terlalu murahan.
__ADS_1
“Kau yakin?”
“Aku tidak pernah mengatakan kesimpulan yang tidak teruji.”
Kaisar Baili tampak berpikir. “Kau ingin aku bekerja sama denganmu?”
“Mungkin bisa dikatakan begitu. Putri jenderal itu akan menagih jasanya. Jadi, Yang Mulia, kuharap kau bisa bersikap kooperatif dan tidak mengacau.”
Kaisar Baili mengakui kemampuan Qingyi. Meski dia tidak menyukainya, namun bantuan yang diberikan, juga analisanya yang cepat adalah sebuah keberuntungan. Pamannya baru akan menyampaikan hasil penyelidikannya besok, namun permaisurinya justru datang lebih awal darinya. Bagus, setidaknya Kaisar Baili bisa mengetahui lebih cepat kebenaran di balik insiden yang membuat ibunya jatuh sakit.
“Baiklah. Aku akan bekerja sama denganmu.”
Dalam hatinya, Qingyi bertepuk tangan dengan gembira. Yah, dia bisa mengeksekusi Zhao Ping’er tanpa khawatir Kaisar Baili akan menghalanginya.
Jenderal Zhao adalah jenderal besar negara, meskipun banyak yang tidak suka padanya, jasanya tetap besar. Kaisar Baili tidak mungkin membuatnya kehilangan muka. Namun dengan alasan putrinya, Kaisar Baili mau tidak mau harus memberikan kesempatan kepada Qingyi.
“Sepakat!”
Qingyi lalu hendak meninggalkan ruang belajar. Sebelum itu, ia tiba-tiba berbalik. “Ah, aku lupa. Wang Yiyuan memberiku banyak bantuan saat penyelamatan Baili Wuyuan dan penghancuran markas Paviliun Litao.”
Kaisar Baili memicing curiga. Wanita ini, dikasih hati malah meminta jantung! Dia menerangkan secara langsung bahwa Kaisar Baili mungkin harus mengubah hukuman yang diberikan kepada Wang Yiyuan, karena wanita itu telah membantu misi penyelamatan Baili Wuyuan tanpa disadari.
Kaisar Baili membenci pengubahan keputusan, namun ia juga tidak mungkin tidak membalas budi. Dia memegang kepalanya yang berdenyut, lalu berkata dengan suara tertahan, “Aku akan mengaturnya.”
Wanita itu benar-benar pergi. Kaisar Baili menatapnya sampai dia menghilang. Sekejap kemudian dia mengernyit saat menyadari cara berjalan wanita itu sedikit aneh dan tidak biasa. Kaisar Baili berdecak. “Apa yang sudah dilakukan paman pada iblis kecilnya itu?”
“Cui Kong!” panggil Baili Qingchen. Cui Kong melompat masuk ke ruang belajar. “Ya, Yang Mulia?”
“Di mana Putri Permaisuri?”
“Putri Permaisuri tidak ada di kediamannya. Pelayan mengatakan dia melompat diam-diam melewati dinding dengan pakaian aneh.”
Kalau Baili Qingchen tidak menulis laporan itu malam ini, dia mungkin tidak akan sempat berpikir. Perilaku aneh Putri Permaisurinya mengantarkannya pada suatu kesimpulan: wanita itu memang sengaja melakukannya! Qingyi sengaja mengatakan ingin bercerai untuk mengalihkan perhatiannya.
Pada saat itu, dia yang berpemikiran rumit menggunakan kesempatan itu untuk menyelidiki sesuatu yang tidak seharusnya ia selidiki. Permaisurinya menggunakan jarak yang tercipta akibat pertengkaran untuk menggali informasi lebih banyak. Dia pasti menyadari jika insiden jatuhnya Janda Permaisuri Ming tidak sederhana.
Terlebih lagi, dengan mata tajamnya itu, permaisurinya pasti bisa melihat bahwa Zhao Ping’er tidaklah sepolos yang terlihat. Dan rumah bordil itu, dia membelinya bukan untuk kesenangan semata! Permaisurinya menggunakan tempat itu sebagai sumber informasi!
Oh, sial! Sepertinya Baili Qingchen terlambat satu langkah darinya.
Sekarang dia menebak jika Qingyi menemui Kaisar Baili untuk menyampaikan kebenaran terkait insiden itu dan ujung-ujungnya pasti menginginkan sebuah kesepakatan. Permaisuri ajaibnya, selain gila dan luar biasa, ternyata sangat cepat tanggap!
Baili Qingchen akhirnya mengerti maksud dari serangkaian kesalahpahaman ini. Wanita itu sengaja merencanakannya. Baili Qingchen memijat pelipisnya, kepalanya jadi sakit setelah tahu semua perbuatan istrinya yang ajaib itu. Firasatnya berkata bahwa permaisurinya akan beraksi pada hari ketika Jenderal Zhao kembali, dan itu tidak mungkin salah.
“Iblis kecil itu, apa lagi yang akan diperbuatnya kali ini?”
***
__ADS_1
Beberapa hari kemudian, istana mengadakan sebuah perjamuan kecil untuk menyambut kepulangan Jenderal Zhao dan keluarganya. Rombongan Jenderal Tua sampai di gerbang saat siang hari. Di belakang kereta, pasukan yang berada di bawah kendalinya berbaris rapi.
Kaisar Baili menyambutnya dan membawanya menuju aula. Beberapa pejabat penting diharuskan hadir dan menahan ketidaksukaan mereka.
Setidaknya untuk kali ini saja mereka harus bekerja sama. Kaisar Baili sudah mengatakan jika kali ini, Jenderal Zhao datang untuk menerima titah pensiun dan pengunduran dirinya dari militer.
Baili Qingchen dan Qingyi juga hadir. Keduanya duduk berdampingan di tempat sebelah kanan, berbaur bersama beberapa pejabat tinggi. Qingyi tidak suka perjamuan, namun karena hari ini ia akan beraksi, dia dengan senang hati datang dan berpura-pura menjadi Putri Permaisuri yang bermartabat.
Matanya sejak tadi tidak lepas memperhatikan Jenderal Zhao. Umur jenderal itu mungkin hampir sepertiga abad. Janggut dan rambutnya kebanyakan telah memutih. Ada wanita yang belum terlalu tua duduk di sisinya, mungkin itu adalah selir termudanya alias ibu kandung Zhao Ping’er.
Wajah jenderal itu menyiratkan jika dia pernah menjadi tampan saat muda. Rahangnya cukup tegas. Tubuhnya masih kekar walau usianya sudah tua.
Qingyi berpikir mengapa orang setua itu masih memiliki selir yang masih muda. Dengan kondisinya, seharusnya dia tidak terlalu pandai perihal ‘itu’.
Astaga, apa yang dipikirkannya itu?
Zhao Ping’er, yang duduk di sisi sebelah kiri ayahnya menatap tidak suka pada Qingyi. Ia bertanya-tanya mengapa seorang selir bisa menghadiri perjamuan sepenting dan seformal ini. Gadis itu masih marah akibat perlakuan wanita itu tempo hari, yang mendorongnya dan menamparnya dua kali.
Mungkin, Raja Changle tidak menyukai Putri Permaisurinya, sampai ia lebih memilih membawa selirnya kemari. Zhao Ping’er masih mencoba berpikir positif, tidak ingin mengotori otaknya dengan beragam spekulasi.
Tidak apa-apa, setelah dia masuk ke mansion Raja Changle, dia akan membuat wanita itu hidup menderita sebagai bentuk pembalasan dendamnya!
Qingyi menangkap gelagat Zhao Ping’er, kemudian menyeringai diam-diam.
Awal perjamuan berlangsung lancar seperti pada umumnya. Sedikit basa-basi, lalu minum dan bersulang, itu berjalan layaknya perjamuan biasa. Sampai di tengah, Qingyi mulai menghitung waktu. Kaisar Baili melemparkan tatapan tanda pertunjukkan akan segera dimulai dan dia mengangguk kecil pada Qingyi.
Kaisar Baili berdiri dari singgasananya. “Jenderal Zhao telah membaktikan hidupnya untuk menjaga keamanan kota perbatasan barat. Di hari pensiunnya ini, izinkan zhen bersulang untuknya.”
Jenderal Zhao merasa tersanjung, lalu mengangkat gelasnya dan meminum anggurnya sampai tandas. Tidak disangka, Kaisar Baili bahkan bersedia bersulang untuknya. Ini sudah merupakan anugerah yang sangat besar sepanjang hidupnya. Ujung usianya yang senja ternyata bisa dilalui dengan sambutan mulia ini.
“Ah, beberapa hari yang lalu, Janda Permaisuri Ming terjatuh ke dalam kolam. Jika bukan dengan pertolongan Nona Zhao Ping’er, zhen sungguh tidak tahu apa yang akan terjadi. Nona, apa kau punya keinginan yang ingin kau penuhi saat ini?”
Zhao Ping’er merasa kesempatannya telah datang. Gadis manis itu berdiri dari tempat duduknya, kemudian maju ke tengah aula dengan percaya diri.
Melihat itu, Qingyi kembali menyeringai. Baili Qingchen menyempatkan diri untuk meliriknya, lalu menggelengkan kepala dan kembali menikmati anggurnya.
“Yang Mulia, menyelamatkan Yang Mulia Ibu Suri adalah suatu kewajiban dan kebaikan yang harus dilakukan. Ping’er senang karena beliau baik-baik saja.”
“Nona, kau memiliki budi yang mulia. Katakan jika kau menginginkan sesuatu. Zhen pasti akan mengabulkannya untukmu.”
“Ping’er tidak mengharapkan apa-apa. Namun, Ping’er memiliki satu keinginan yang tidak tahu apakah pantas diberitahukan atau tidak,” Zhao Ping’er berkata malu-malu, sesekali mencuri pandang pada Baili Qingchen.
“Oh? Bicaralah!”
“Yang Mulia, Ping’er dan Kakak Chen pernah melewati masa kecil bersama. Kekagumanku pada Kakak Chen tetap bertahan walaupun kami telah berpisah. Jika Yang Mulia bisa memberikan izin padaku untuk tinggal bersamanya dan menyulam kembali keindahan masa-masa itu, Ping’er akan sangat berterima kasih.”
Semua orang terkejut, kecuali Baili Qingchen, Qingyi, dan Kaisar Baili.
__ADS_1