Love Imagination System

Love Imagination System
Bagian 120: Permintaan Maaf Kaisar


__ADS_3

“Yang Mulia, Raja Changle berkata bahwa Yang Mulia harus menyelesaikan permasalahan ini sendiri,” ucap Kasim Li ketika Kaisar Baili sedang sibuk mengurus dokumen di ruang belajarnya.


Kaisar Baili menjeda kegiatannya selama beberapa detik, sebelum dia melanjutkannya. Firasatnya benar bahwa pamannya pasti akan bertindak begini. Seusai dia memarahinya dan membentaknya di aula, pamannya belum mau kembali ke pengadilan dan beralasan sibuk merawat permaisurinya.


Padahal, ia yakin pamannya masih marah padanya. Kaisar Baili sungguh tidak menduga bahwa Baili Qingchen akan semarah itu.


Hatinya seperti dicubit dengan kuku tajam, apalagi setelah Cui Kong mengantarkan Baili Wuyuan ke istana beberapa jam setelah Baili Qingchen pergi dari aula pengadilan.


“Baiklah. Minta Menteri Pengadilan Tinggi Kekaisaran untuk bertindak sesuai perintah,” ucapnya kemudian.


Beban di pundaknya sekarang bertambah berat. Pamannya mulai membuatnya menanggung tanggungjawab sebagai kaisar sepenuhnya.


Kepalanya sakit setiap kali Kaisar Baili memikirkan permasalahan yang datang tiada henti. Mulai dari kemunculan Baili Wuyuan, kemalangan para selir, sampai kejadian festival musim semi, semuanya terjadi dalam waktu yang bersamaan.


Otak Kaisar Baili beputar. Waktunya terlalu pas, seolah-olah semuanya telah direncanakan. Dia khawatir ada konspirasi yang lebih besar dari ini, namun ia tidak punya petunjuk apapun.


Orang itu sengaja mencelakai selir-selirnya lewat tangan Janda Selir Sun dan mendiang Selir Sui, kemudian menculik Baili Wuyuan dan mengacaukan kota kekaisaran.


Sudah jelas sekali orang ini tidak menginginkan dia mempunyai keturunan. Namun, siapa orang yang bisa memiliki rencana sedetail itu?


Sejak dimahkotai sebagai kaisar, dia telah mengusir pergi semua saudaranya ke luar kota kekaisaran dan melarang mereka kembali tanpa perintah.


Raja-raja yang diangkat oleh kakek dan ayahnya juga sudah berada jauh di perbatasan, kecuali Raja Changle yang memang sengaja disisakan oleh ayah dan kakeknya untuk membantunya di sini.


Kalau bukan para raja dan saudaranya, lalu siapa?


Orang itu bisa dengan mudah mengendalikan Paviliun Litao, organisasi pembunuh nomor satu di Bingyue. Itu menunjukkan bahwa orang ini memiliki kekuatan yang sangat besar. Kaisar Baili takut, jika orang ini akan bertindak lebih kejam dibandingkan sebelumnya.


Kasim Li melihat kaisarnya sedang memikirkan sesuatu. Akhir-akhir ini, kaisarnya sering melamun seolah masalah besar akan datang.


“Yang Mulia,” panggilnya lagi. Kaisar Baili mendongak.


“Apa lagi?”


“Kali ini, kontribusi Putri Permaisuri Changle sungguh besar. Dia mengumpankan dirinya sendiri untuk memberi informasi kepada Raja Changle, dan meledakkan markas pembunuh itu seorang diri.”


“Aku tahu.”

__ADS_1


Kaisar Baili tidak memungkirinya, namun rasa gengsi dan harga dirinya yang selangit itu membuatnya tetap bersikap angkuh. Ya, Qingyi memang sudah berkontribusi besar kali ini.


Bantuan yang diberikan olehnya terbilang banyak. Kaisar Baili berpikir sejenak, mencari cara agar dia terlihat seperti orang yang tahu balas budi tetapi tidak menjatuhkan harga dirinya.


“Ambil beberapa barang berharga dan kirimkan ke mansion Raja Changle!” perintah Kaisar Baili. Kasim Li mengangguk patuh, diam-diam dia tersenyum.


Beberapa jam kemudian, kereta Kasim Li tiba di depan mansion Raja Changle. Melihat kasim pribadi kaisar datang, para penjaga segera memberitahu kepala pengurus. Kepala pengurus lantas membawa Kasim Li dan para bawahannya ke aula utama, sembari menunggu kedatangan Raja Changle.


Tidak lama setelah itu, Baili Qingchen datang bersama Qingyi. Kasim Li agak terkejut, tidak menyangka bahwa Putri Permaisuri yang kabarnya jatuh sakit ternyata sudah pulih dalam waktu yang cepat. Kasim Li mengangguk memberi hormat, yang dibalas dengan salam yang sama oleh Baili Qingchen.


“Yang Mulia, Yang Mulia Kaisar mengirimkan beberapa benda berharga ini untuk Yang Mulia,” ucap Kasim Li. “Dia berharap Yang Mulia dapat meredakan amarah dan bisa segera memasuki pengadilan istana kembali.”


Kata-katanya sangat manis. Kasim Li sebagai kasim kaisar harus pandai mengerti situasi dan berpikir, karena hanya dia yang bisa mengerti pemikiran dan tindakan kaisarnya.


Qingyi mendecih, menatap kasim itu dari atas sampai bawah. Tubunya tidak terlalu kecil dan tidak terlalu besar, wajahnya standar rata-rata pria.


“Yo, apa dia sedang meminta maaf?” celetuknya. Baili Qingchen menegurnya dengan isyarat.


“Tidak boleh tidak sopan. Kasim Li, Putri Permaisuri baru saja sembuh. Dia mungkin masih melupakan cara menyapa dengan baik.”


Qinyi lalu berujar, “Baguslah jika kaisarmu tahu diri.”


Baili Qingchen hanya menggelengkan kepala. Tidak disangka, permaisurinya ini masih saja bermulut tajam setiap kali bicara dengan orang-orang dari istana.


Kasim Li mengangguk canggung. Rumor itu benar, Putri Permaisuri Changle memang bermulut tajam dan sangat lancang.


Gadis itu berjalan untuk membuka kotak-kotak hadiah dari istana. Isinya kebanyakan adalah sutera premium yang ditenun dalam waktu cukup lama, dan merupakan sutera termahal di Bingyue. Kotak lainnya berisi benda-benda berharga seperti guci, pot bunga, pembakar dupa, lukisan langka, dan sebagainya.


Ekspresi gadis itu berubah.


“Tidak bisakah kaisarmu lebih berniat sedikit dalam menunjukkan ketulusannya? Benda-benda ini bukan benda yang tidak dimiliki mansionku. Jika kau tidak percaya, kau bisa memeriksanya ke gudang penyimpanan harta!”


“Ah? Apa menurut Putri Permaisuri, hadiah-hadiah ini terlalu biasa?” tanya Kasim Li tidak yakin.


“Tentu saja sangat biasa.”


Kasim Li menatap takjub. Dia berpikir bahwa Putri Permaisuri Changle adalah gadis yang telah melihat semua kemewahan di dunia.

__ADS_1


Sampai ketika ia melihat benda langka yang  hanya ada di istana kekaisaran, di matanya itu sangat biasa. Harga benda-benda ini jika ditotalkan dapat bernilai ribuan tael emas. Bagaimana bisa dia menganggapnya biasa?


Baili Qingchen lalu menyela, “Kasim Li, sampaikan pada Yang Mulia bahwa aku menerima niat baiknya. Kau sudah bisa kembali ke istana sekarang.”


“Kalau begitu, saya pamit dulu, Yang Mulia, Yang Mulia Putri.”


Usai Kasim Li pergi, Qingyi menutup peti harta karunnya dan bergegas menghampiri Baili Qingchen. “Begitu saja sudah terbujuk?” tanyanya.


“Semua hadiah ini milikmu,” ucap Baili Qingchen.


“Kau yang telah menyelamatkan Baili Wuyuan dan membantuku menangkap semua pembunuh Paviliun Litao. Hadiah ini sudah seharusnya menjadi milikmu.”


Qingyi tidak yakin. Dia menatap Baili Qingchen penuh curiga.


“Kau tidak ingin membagikannya pada Xiao Junjie-mu?”


“Dia tidak membutuhkannya.”


“Kau yakin?”


Pria itu menganggukkan kepala. Qingyi kemudian berteriak memanggil Cui Kong. Saat pengawal itu datang, dia terkejut dengan banyaknya peti harta di aula mansion.


“Bawa pergi benda-benda ini dan jual semuanya!”


Cui Kong seketika membelalakkan mata. Dia menatap tuannya, berharap agar tuannya itu menolongnya. Di dunia ini, siapa yang berani menjual barang pemberian kaisar dan siapa pula yang mau membelinya? Orang itu malah akan dihukum jika ketahuan petugas!


“Yang Mulia Putri, sepertinya ini tidak terlalu pantas, bukan?” tanya Cui Kong.


“Tidak pantas apanya? Benda-benda itu milikku. Dijual atau tidak, aku yang memutuskannya!”


 “Yang Mulia, ini?”


Baili Qingchen kemudian berkata, “Ikuti saja perkataannya.”


...****************...


...Haloo! Nah, buat hari ini Author kasih tiga episode dulu ya! Sisanya kita jumpa sama-sama di hari esok atau lusa! ...

__ADS_1


__ADS_2