Love Imagination System

Love Imagination System
Bagian 147: Menjebak Kaisar


__ADS_3

Setelah kabar keberangkatan Raja Changle tiba di telinga Kaisar Baili, pria itu menghela napas. Perjalanan kali ini memang berbahaya, dan karena itulah Kaisar Baili menyerahkan urusan tersebut kepada pamannya.


Jauh di lubuk hatinya, ia berharap pamannya bisa kembali dengan selamat ke Bingyue.


Kaisar Baili tidak bisa selamanya berpangku tangan. Selama pamannya pergi, ia akan berusaha menyelesaikan urusan pengadilan dengan baik.


Hari ini, kebetulan ada satu urusan yang harus ia selesaikan. Ini berkaitan dengan wanita, jadi dia pergi tanpa pemberitahuan.


“Yang Mulia, mengapa kau datang tanpa memberitahuku?” tanya Liu Erniang saat Kaisar Baili datang ke istananya dengan wajah marah.


Kaisar Baili mendengus. Hari ini, dia harus memberikan pelajaran dan teguran kepada Liu Erniang karena sudah memprovokasi menteri-menteri sampai mendesaknya untuk mengangkat permaisuri.


Wanita licik ini sama seperti Liu Wang, licin dan sangat lihai. Dia semakin gencar menunjukkan taringnya pada orang yang dijumpainya beberapa waktu ini.


“Kau yang melakukannya, bukan?” tanya Kaisar Baili, setelah melihat perilaku lembut yang menjijikan dari Liu Erniang.


Ia menyesal telah menjanjikan posisi permaisuri hanya karena senang akan kehamilannya.


Liu Erniang menyunggingkan senyum misterius. Ia pikir, kesempatannya datang sangat cepat. Liu Erniang bahkan belum bersiap.


“Yang Mulia, mengapa kau tidak duduk terlebih dahulu?”


Tangan lembut Liu Erniang memapah Kaisar Baili dan berhasil membuatnya duduk di kursi. Ekspresi Kaisar Baili sangat suram, namun Liu Erniang tidak takut sama sekali. Kaisar Baili hanyalah kucing besar yang bergantung pada pamannya, dia tidak perlu ditakuti apalagi dijauhi. 


Liu Erniang mengangat teko teh dan menuangkan isinya ke dalam cangkir, lalu disodorkan kepada Kaisar Baili. Ia juga duduk di sebelahnya, yang hanya terhalang oleh meja.


Jubah selirnya menjuntai ke lantai dan bergerak saat tangannya menyesap aroma teh dari cangkir porselen tersebut.


“Apa Yang Mulia begitu kesulitan? Aku hanya menyuruh para menteri itu untuk memperingatkanmu.”


Wanita ini! Kaisar Baili sangat ingin membunuhnya sekarang!


“Apa kau begitu tidak sabar, Selir Xian?” tanya Kaisar Baili dengan dingin.


Liu Erniang menggeleng. “Mengapa Yang Mulia berkata seperti itu? Yang Mulia, kau menyakiti hatiku.”


“Berhenti bersandiwara! Kau pikir aku tidak tahu apapun?”


“Kalau begitu, apa yang Yang Mulia tahu?”


“Kau ingin aku menjelaskannya untukmu?”


“Tampaknya, Yang Mulia memang tahu banyak.”


Liu Erniang tidak pernah setenang ini saat menghadapi seseorang. Suasana hatinya sedang sangat baik hari ini.


Raja Changle telah pergi dari Bingyue, posisi Pengawas Negara kosong dan wali sah Kaisar tidak ada. Ini adalah kesempatan yang sangat baik untuknya.


Kaisar Baili sangat lambat, Liu Erniang tidak berpikir untuk menemaninya bermain sepanjang waktu.


Sudah sangat lama ia bersabar, menjadi wanita kaisar dan bertarung dengan selir lain di harem. Imbalan yang ia terima harus besar dan harus datang, semua orang harus berada di bawah kuasanya.


Kaisar Baili meneguk teh dengan kasar. Emosinya sudah mencapai puncak. Ia telah salah karena memasukkan serigala ke dalam haremnya sendiri.

__ADS_1


Liu Erniang adalah serigala betina yang berbulu tebal, ia menyembunyikan cakar dan taringnya dengan baik. Kaisar Baili menyesal telah mempercayai Liu Wang saat itu.


“Selir Xian, aku tidak menyangka kau akan menunjukkan cakarmu secepat ini.”


“Ah, Yang Mulia terlalu memuji. Aku hanya ingin Yang Mulia menepati janjimu. Jika saja Yang Mulia tidak memperlambatnya, aku mungkin tidak akan melakukan itu.”


Liu Erniang tahu Kaisar Baili sudah mempercayai Raja Changle. Itu sebabnya ia tidak bisa menunggu lama lagi.


Pengangkatan permaisuri harus segera dilakukan, kursi penguasa harem harus segera menjadi miliknya. Liu Erniang sudah berhasil mengusir Raja Changle pergi, sekarang hanya tinggal mengurus Kaisar Baili.


“Selir Xian, kau sudah keterlaluan. Tidak hanya memberi rencana pada Zhao Ping’er dan hampir membunuh ibuku, kau juga telah membebaskan pembunuh Paviliun Litao yang susah payah kutangkap. Kau pikir hukuman akan berpalin darimu?”


Liu Erniang tertawa kecil. Jari-jarinya yang lentik ia mainkan dengan pelan.


“Oh? Kalau begitu, kita lihat apakah Yang Mulia bisa melakukannya atau tidak.”


“Kau!”


Kaisar Baili bangkit, hendak menyeret Liu Erniang. Akan tetapi, dadanya tiba-tiba sangat sakit sampai ia tersungkur di lantai. Keringat dingin mengucur di tubuhnya.


Kaisar Baili menatap sengit Liu Erniang, ia sangat ingin membunuhnya dengan tangannya sendiri, namun dadanya sangat sakit.


“Apa yang kau campur ke dalam teh itu?” tanya Kaisar Baili sambil menahan sakit dan emosinya.


“Kau ingin tahu? Aku hanya menambahkan beberapa dosis racun pembunuh hati pada tehmu. Jika kau emosi dan marah, racun itu akan membuat hatimu membusuk dan jantungmu akan berdetak sangat kencang. Oh, bukan hanya itu. Dadamu juga akan terasa sesak,” jawab Liu Erniang, kemudian dia terkikik geli.


“Wanita sialan! Beraninya meracuniku!”


Liu Erniang tertawa. Oh, Kaisar bodoh! Ia bukan tandingan Liu Erniang.


Pelayan yang tahu situasi hanya mengangguk patuh. Bukan saatnya bagi mereka untuk melawan karena tahu akibatnya.


Raja Changle sedang tidak bisa diganggu, istana diambil alih. Hanya dengan patuh mereka baru bisa menyelamatkan nyawa mereka sendiri.


"Oh, aku lupa. Kirim pasukan untuk mengepung mansion Raja Changle!"


...***...


Qingyi bagai tersambar petir di siang bolong saat ratusan pengawal istana datang mengepung mansionnya. Mereka bersenjata lengkap, bertubuh kekar dan berwajah sangar.


Ia dengan marah menghampiri pengawal istana yang berdiri menghadang gerbang, lalu menatap pengawal itu dengan sengit.


“Apa pengawal istana begitu kurang ajar? Beraninya kalian mengepung mansion Raja Changle!”


Beberapa pengawal terlihat menunduk takut akan kemarahan Putri Permaisuri Changle. Reputasinya di istana sangat terkenal dan semua orang tahu.


Wanita ini lebih menyeramkan daripada seorang permaisuri kaisar, bisa lebih kejam dan lebih licik daripada pejabat tinggi. Mereka berhadapan dengan iblis kecil dari mansion Raja Changle.


Menghadapi Putri Permaisuri tidak pernah ada dalam rencana hidup mereka, namun karena ini adalah perintah, mereka tidak bisa melanggarnya dan terpaksa bersikap tidak takut. Jika mereka mengabaikan perintah, nyawa mereka bisa melayang.


“Yang Mulia Kaisar telah memerintahkan untuk menyegel mansion Raja Changle sampai semua bukti didapatkan,” ucap salah satu pengawal.


Qingyi lalu mendecih, “Liu Erniang yang mengatakan kalau mansionku ingin memberontak?”

__ADS_1


Apa lagi selain ini? Liu Erniang pasti menggunakan kesempatan perginya Baili Qingchen untuk melancarkan aksinya.


Ular berbisa itu sudah melakukan sesuatu kepada Kaisar Baili sampai berani membuat tuduhan palsu. Memberontak? Bukti? Siapa yang memberontak, semua orang jelas tahu!


“Maaf, Yang Mulia Putri. Semua orang di mansion tidak diizinkan keluar sampai Yang Mulia Kaisar memberikan keputusan.”


“Bedebah bodoh! Kalian ingin membunuhku?”


“Yang Mulia Putri, tolong jangan mempersulit kami.”


Qingyi mendekatkan diri kepada pengawal itu, melemparkan tatapan membunuh yang dihiasi api membara.


Pengawal menunduk, tidak berani menatap langsung mata tajam Putri Permaisuri Changle. Qingyi merebut pedang di tangan pengawal, kemudian mengarahkannya ke lehernya sendiri.


“Ayo, bunuh aku! Bukankah itu yang diinginkan Selir Xian?”


Seketika, pengawal langsung berlutut.


“Yang Mulia Putri, tolong  jangan lakukan ini. Kami hanya menjalankan tugas. Harap Yang Mulia Putri berbelas kasih.”


“Apa aku terlihat seperti orang yang baik hati?”


Qingyi mendengus. Pengawal ini bernyali kecil, tapi berani mengepung kediamannya. Ia hanya menggertaknya sedikit, pengawal itu langsung ciut seperti kucing.


Dia melemparkan pedang ke tanah dengan kasar, kemudian berbalik.


“Kalian tidak akan bisa mengurungku hanya karena Raja Changle sedang tidak ada.”


Setelah itu, Qingyi pergi meninggalkan gerbang dan kembali ke kediamannya. Ia mendudukkan dirinya di kursi malas dengan kasar.


Emosinya masih bergejolak, umpatan kasar tak henti-hentinya keluar dari mulutnya yang tajam. Liu Erniang si wanita licik sialan itu, ia ingin sekali menenggelamkannya di danau.


“Kepergian Baili Qingchen untuk memeriksa situasi telah diketahui Liu Erniang dan dia memanfaatkannya untuk menjebak Kaisar. Hah, dia pikir dia sudah hebat?”


Pada saat itu, Yinghao yang menahan diri sejak tadi melompat dari pundaknya dan duduk di meja. Telinga kecilnya bergerak.


“Tuan, situasinya sudah seperti ini. Apa kau akan tetap menundanya?”


“Aku hanya sedang menunggu waktu. Tidak kusangka, adikku itu sudah sangat tidak sabar.”


“Tapi, mansion ini sekarang sudah dikepung. Kau tidak akan bisa melawan ratusan pengawal sendirian.”


“Aku tidak akan membuang tenagaku. Cukup membidik inti masalahnya saja, tidak perlu repot mengerahkan banyak usaha.”


Liu Erniang sudah keterlaluan. Semua kartunya sudah dipegang Qingyi, namun dengan situasi saat ini, menjatuhkannya akan sulit.


Dia sudah mengutus orang untuk menjemput Liu Wang kembali ke kota kekaisaran, lalu mempercepat penobatannya sebagai permaisuri.


Kurang dari satu minggu lagi, istana kekaisaran akan dikuasari ayah dan anak itu. Qingyi tidak bisa membiarkannya, tapi mebasminya secara langsung juga terlalu beresiko.


Apalagi, mansion sekarang dikepung dan Liu Erniang secara deklratif mengumumkan bahwa Raja Changle berniat memberontak. Tuduhan tidak masuk akal ini seketika tersemat dan mansion disegel, membuat semua orang tidak bisa keluar dan ditahan sebagai tahanan rumah.


"Jadi, kau akan beraksi malam ini?" tanya Yinghao.

__ADS_1


Qingyi tidak menjawab, ia menatap langit sore dengan tatapan yang sulit diartikan.


__ADS_2