
Di istana, tabib kekaisaran baru saja memberikan ramuan penguat kandungan kepada Liu Erniang. Sejak kehamilannya dipublikasikan, semua kebutuhannya diurus dengan sangat baik. Kaisar Baili menambahkan beberapa pelayan lagi untuk melayaninya dan menunjuk kepala tabib kekaisaran sebagai tabib penanganan kandungannya.
Karena dia begitu dimanjakan, sikapnya semakin sombong. Liu Erniang kini hanya menerima kunjungan dari selir-selir dan kerabat kekaisaran yang kaya dan punya pengaruh. Orang-orang yang mengunjunginya menjilatnya dengan membawa hadiah berharga sembari berharap Liu Erniang tidak melupakan mereka saat menjadi permaisuri nanti.
Dia sudah merasakan betapa bagusnya posisi itu. Liu Erniang bisa mengendalikan orang-orang dengan kekuasaan yang ia miliki. Menindas, menjatuhkan atau menguasai orang akan menjadi hobinya yang paling menarik nanti. Dia akan menempati posisi wanita nomor satu di Bingyue, dihormati dan ditakuti.
Bukankah itu sangat menyenangkan?
Pada saat itu terjadi, keluarga Liu akan menggenggam kembali kejayaannya. Liu Erniang akan bisa memanggil kembali ayah dan ibunya ke kota kekaisaran dan mengendalikan pengadilan lagi.
Ayahnya dan dia bisa menguasai pengadilan, karena Kaisar Baili hanyalah sebuah pion yang bodoh dan tidak mengerti apapun. Liu Erniang sengaja bersikap baik untuk menyembunyikan motifnya, merelakan diri sendiri untuk menggapai kembali kejayaan.
Jika bukan gara-gara kakak sialan tersayangnya itu, hidupnya juga tidak akan begini. Impian Liu Erniang dulu adalah menjadi permaisuri Raja Changle, lalu hidup aman dan dipandang oleh orang. Tetapi keinginan itu berubah menjadi kebencian yang mendalam yang mengharuskan ia memilih jalan lain untuk hidupya sendiri.
“Apa Yang Mulia sudah menentukan tanggal untuk penobatan?” tanya Liu Erniang kepada pelayannya.
Pelayannya ragu, mendongak lalu menjawab pelan, “Belum ada kabar dari istana Yang Mulia Kaisar, Nyonya.”
Wanita licik itu meletakkan gelasnya, kemudian menarik napasnya. Kaisar Baili seharusnya mengirim Kasim Li untuk segera memberikan dekret pengangkatan yang nantinya akan disusul dengan penobatannya di aula.
Sudah beberapa hari sejak dia menjanjikan itu kepadanya, namun sampai sekarang belum ada tanda jika Kaisar Baili akan mengesahkannya.
“Kaisar tidak mungkin mengingkari janji, bukan?” tanya Liu Erniang pada pelayannya kembali.
“Hamba dengar, beberapa menteri ribut soal keputusan Yang Mulia. Hari itu, Yang Mulia menyuruh semua menteri keluar dari aula dan bicara empat mata dengan Raja Changle. Setelah itu, Yang Mulia Kaisar tidak lagi mengungkit masalah pengangkatan,” jawab pelayan, menuturkan apa yang ia dengar dari kasim yang diutus untuk mengawasi gerak-gerik Kaisar Baili.
“Sial! Lagi-lagi Raja Changle!”
Liu Erniang menggebrak meja. Wajahnya memerah lagi. “Tampaknya aku telah meremehkan Kaisar!”
“Nyonya, perlukah hamba menyuruh menteri-menteri itu untuk mendesak Yang Mulia Kaisar agar mempercepat penobatan?”
Beberapa menteri memang masih menjadi antek Liu Wang. Sebelum pensiun, orang tua tidak tahu malu itu menempatkan banyak pion untuk digunakan oleh putrinya.
Menteri-menteri yang setia kepadanya dapat digerakkan dengan mudah. Dengan begitu, Liu Erniang tidak akan kesulitan menemukan batu loncatan dan pijakan kaki.
“Jika dalam dua hari Kaisar belum menurunkan dekret, maka lakukan saja. Yang Mulia, jangan salahkan aku jika sikapku seperti ini,” desisnya seperti ular. Pelayan mengangguk, lalu mundur ke belakang.
__ADS_1
Hanya tinggal selangkah lagi, batin Liu Erniang dalam hati. Setelah menjadi permaisuri, semua wanita yang ada di harem berada di bawah kendalinya, termasuk Selir Jia. Liu Erniang sudah tidak sabar mengirim Selir Jia ke Istana Dingin dan membuatnya depresi sampai mati.
Itu adalah akibat karena telah memuggunginya. Selir Jia sangat bodoh karena telah memilih orang yang salah. Sehebat apapun orang dari mansion Raja Changle, tetap tidak sebesar keluarga inti kaisar. Meskipun Raja Changle dan Putri Permaisuri Changle cerdas, mereka tidak akan bertahan hidup lebih lama jika terus memusuhinya.
Sementara itu, di istananya, Selir Jia duduk dalam gelisah sambil memandangi surat balasan dari mansion Raja Changle. Qingyi menyuruhnya untuk tetap diam dan jangan bicara, namun Selir Jia tidak bisa benar-benar tenang. Liu Erniang telah terbang ke tempat yang tinggi, jika tidak segera dihentikan, maka akan sulit dijatuhkan lagi.
Selir Jia tidak tahu apa rencana kedua orang itu. Qingyi tidak memberitahu detailnya dan menyuruhnya menunggu sampai waktunya tiba.
Selir Jia khawatir jika Qingyi dan Baili Qingchen satu langkah lebih lambat daripada Liu Erniang. Liu Erniang begitu licik, ia yakin wanita itu telah merencanakan sesuatu yang lain.
“Nyonya, tenanglah. Putri Permaisuri dan Raja Changle tidak akan membuatmu berada dalam bahaya,” Baoning mencoba menenangkan majikannya. Majikannya sedang hamil muda, tidak baik baginya dan calon bayinya jika terus merasa cemas.
“Bagaimana bisa? Aku selalu khawatir terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Bagaimanapun, kita tidak bisa membiarkan Selir Xian menjadi permaisuri.”
“Hamba mendengar bahwa sampai hari ini, dekret pengangkatannya belum juga tiba. Mungkin saja Raja Changle berhasil membujuk Yang Mulia Kaisar. Dengan begitu, masih ada waktu untuk mencari cara agar Selir Xian tidak menjadi permaisuri,” ucap Baoning.
Sebagai pelayan, ia sangat cepat tanggap. Karena ia telah berada di istana lebih lama, ia punya banyak saudara dan teman di sini. Selir Jia tidak perlu menempatkan mata-mata di istana lain karena pelayannya akan mengantarkan informasi dengan sendirinya.
“Benarkah? Kalau begitu, mereka pasti sudah berhasil membujuk Yang Mulia Kaisar.”
“Aku tahu. Tetapi, kehebatan itu pula yang mencelakai dan mengekang mereka.”
Selir Jia paling tahu seperti apa Kaisar Baili saat mewaspadai seseorang. Dulu, reputasi Raja Changle buruk karena Kaisar Baili memberinya izin melakukan hal yang tidak masuk akal.
Mengizinkan seorang pria untuk menjadi pendamping, rasanya terlalu konyol. Tapi semenjak kedatangan seorang Putri Permasiri, reputasi buruk itu perlahan menemukan tempat kejayaannya kembali.
“Baoning, beritahu Putri Permaisuri untuk tetap berhati-hati. Selir Xian adalah orang yang tidak sabaran. Jika dia tahu Yang Mulia Kaisar menunda penobatannya, aku khawatir dia akan mengacau lagi,” suruh Selir Jia pada Baoning. Baoning mengangguk patuh, kemudian pergi setelah beberapa saat.
***
“Tuan, apa yang akan kau lakukan selanjutnya?”
Di ruang dimensi, Qingyi dan Yinghao tengah sibuk mencoret-coret meja kaca dengan spidol merah. Qingyi menulis nama Kaisar Baili, Liu Erniang, Baili Qingchen, Liu Wang, Baili Wuyuan dan orang-orang selatan membentuk sebuah bagan dengan garis lurus.
“Lihat suasana hati saja,” jawabnya.
Saat ini, dia ingin memperjelas semuanya. Qingyi telah memegang kartu as miliki Liu Erniang, namun dia masih belum yakin. Ia rasa, wanita itu pasti dibantu seseorang. Qingyi juga mencoba menghubungkan semua kejadian menjadi sebuah rangkaian skema yang panjang dan rumit.
__ADS_1
Ia akhirnya sampai pada kesimpulannya: semua ini ulah orang selatan!
Orang selatan yang entah siapa pemimpinnya memiliki dendam lama terhadap Bingyue. Mereka mencari cara untuk menyusup ke kota kekaisaran dan mengumpulkan banyak informasi.
Qingyi menduga jika mereka bisa masuk karena bantuan Liu Wang saat masih menjadi perdana menteri. Orang tua licik itu gila harta dan haus kekuasaan, dia sepertinya telah menjalin transaksi dengan orang-orag selatan dan menerima banyak keuntungan.
Liu Wang pasti berpikir karena dia telah membantu mereka, mereka bisa tunduk. Liu Wang juga tahu jika orang selatan membentuk Paviliun Litao sebagai organisasi pembunuh dan pengumpul informasi, dan dia mendapat token secara cuma-cuma.
Kemudian, reputasinya yang besar mengundang lebah liar seperti Wang Yiyuan untuk dimintai perlindungan dengan imbalan keuntungan. Kebetulan, Wang Yiyuan juga mempekerjakan orang selatan dan ia bisa mendapat token masuk Paviliun Litao dan menjualnya dengan harga mahal.
Itu sebabnya wanita itu bisa sukses. Qingyi juga sampai pada kesimpulan bahwa Liu Wang sengaja meninggalkan beberapa hal di kota kekaisaran untuk membantu putrinya. Si tua licik itu mana mungkin meninggalkan putri kesayangannya di istana sendirian tanpa sandaran.
“Aku curiga orang yang telah mempengaruhi Janda Selir Sun juga mereka,” gumam Qingyi.
Ia ingat jika Janda Selir Sun pernah berkata bahwa orang itu sungguh berbahaya. Kalau begitu, sebuah skema besar memang telah disiapkan dengan matang sejak jauh-jauh hari.
Orang selatan tidak berharap Kaisar Baili mempunyai keturunan dan Bingyue tidak memiliki penerus. Kemudian, kemunculan Baili Wuyuan membuat rencana mereka berubah sampai mereka merencanakan insiden festival puncak musim semi dan menculik Baili Wuyuan.
Tapi, mereka melupakan satu hal: Bingyue punya seorang raja hebat. Perhitungan mereka meleset dan membuat Raja Changle menangkap mereka dengan mudah.
Mereka juga pasti tidak pernah menyangka jika seorang wanita bisa begitu cerdas dan menghancurkan markas mereka, membuat mereka mendekam di penjara dan menunggu hukuman dijatuhkan. Yah, orang-orang selatan itu terlalu ceroboh.
Pemimpin orang selatan pasti tahu anak buah intinya tertangkap dan dalam bahaya, sehingga dia meminta bantuan pada Liu Erniang untuk membebaskannya.
Kebetulan, menteri pengadilan tinggi adalah kerabat keluarga Liu. Meskipun ketahuan, Liu Erniang bisa lari dari masalah karena semua orang tahu hubungannya dengan menteri pengadilan tinggi tidak begitu dekat.
Qingyi menggebrak meja dan menyeringai.
“Astaga! Mengapa aku begitu pintar?”
Yinghao hanya terdiam. Kemudian, panda kecil itu berkata dengan pelan, “Tuan, aku punya sesuatu untuk dikatakan padamu.”
Qingyi menyimpan minatnya pada skema meja, kemudian menatap Yinghao dengan penasaran.
“Katakan!”
“Tuan…”
__ADS_1