Love Imagination System

Love Imagination System
Bagian 78: Catatan Obat


__ADS_3

Saat perjamuan dari Festival Zaochun berakhir, tamu undangan dipersilakan pulang. Sepanjang jalan, mereka tak henti-hentinya membicarakan kejadian di dalam aula mansion Raja Changle. Pertunjukkan yang disuguhkan Putri Permaisuri Changle betul-betul membuat mata mereka terbuka.


Wibawa seorang permaisuri benar-benar mengalahkan selir. Tidak heran jika dalam waktu yang tidak lama, sosok Putri Permaisuri Changle menjadi orang yang cukup dikenal di kota kekaisaran.


Semua orang berpikir jika putri mantan perdana menteri itu hanya dilemparkan ke mansion Raja Changle sebagai pion kekuasaan. Namun nyatanya, pion itu justru melompat keluar dari papan caturnya.


Raja Changle selalu seberuntung itu. Dia selalu dikelilingi oleh orang-orang hebat yang menjadi penyokongnya. Walau tidak tertarik pada kursi kaisar, setidaknya pria itu telah membuktikan bahwa dirinya punya kemampuan.


Strategi perang, juga ahli pemerintahan, merupakan berkah yang langka untuk Bingyue. Seandainya Kaisar Baili punya hati yang bersih, dia tidak akan mencurigai pamannya sendiri.


Ah, bukankah semua kaisar sama? Ketika ada kekuatan yang lebih besar darinya, dia akan berusaha menekannya atau menggenggamnya. Kaisar Baili juga sama. Jika Baili Qingchen tidak pandai mengerti situasi, mungkin dia sudah lama diasingkan ke perbatasan akibat tipu daya dan siasat keponakannya sendiri.


Malam ini, mansion Raja Changle tidak banyak berubah. Beberapa pelayan membantu kepala pengurus membersihkan aula dan merapikan kembali tempat itu. Sisa makanan yang sudah tidak bisa dikonsumsi dimasukkan ke dalam ember kayu dan akan dijadikan pakan ternak. Perabotan yang kotor diangkut untuk dicuci di halaman belakang.


Jauh di halaman timur, Baili Qingchen menangggalkan pakaiannya dan menggantinya dengan pakaian biasa. Setelah merapikan rambut dan menata penampilannya, dia bergegas keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang belajar. Ketika pintunya terbuka, aroma buku yang khas langsung menyambutnya.


Pelayan tahu jika raja mereka suka menghabiskan waktu di ruang belajar. Lilin yang menerangi ruangan itu menyala di setiap sudut.


Baili Qingchen mengambil sebuah buku catatan mirip buku administrasi di meja, kemudian menyelipkannya di dalam lengan bajunya yang panjang. Setelah berdiam beberapa detik, ia berbalik dan keluar dari ruang belajarnya.


“Di mana Putri Permaisuri?”


Seorang pelayan yang kerap kali disebut berisik terkejut dengan kedatangan Raja Changle ke halaman barat. Malam sudah larut dan dia tidak tahu mengapa rajanya datang kemari.


Orang mungkin berkata dia bodoh dan lambat karena bertanya alasan, padahal jelas tahu bahwa majikan perempuannya adalah Permaisuri Changle. Suami mendatangi istrinya itu adalah hal yang sangat wajar.


Pelayan itu dengan gugup menjawab, “Yang Mulia Putri sedang membersihkan diri. Apakah saya perlu memberitahukan kedatangan Yang Mulia?”


“Tidak perlu. Aku akan masuk sendiri.”


Baili Qingchen membuka pintu kamar Qingyi. Harum aroma sabun yang sangat kuat merasuk ke dalam hidungnya. Ruangan kamar yang cukup luas itu seketika dipenuhi aroma bunga yang sangat menenangkan. Baili Qingchen mengedarkan pandangannya, mencari sosok Qingyi yang katanya tengah membersihkan diri.


Telinganya menangkap suara dari gerakan air. Baili Qingchen melangkah lebih dalam, menuju sebuah sudut yang ditutupi tirai dari kertas yang tipis. Samar-samar bayangan Qingyi tampak di balik tirai tersebut, tengah berada dalam bak mandi yang mengepulkan asap dari airnya yang hangat.


Wajah Baili Qingchen mulai memerah. Refleks ia langsung berbalik dan berusaha keras menelan ludahnya. Wangi aroma bunga yang membuat rileks ini merasuk kembali ke dalam hidungnya.


Pelayan itu tidak mengatakan dengan jelas hingga Baili Qingchen berpikir kalau Qingyi sedang membersihkan diri dengan membasuh wajah dan kaki, bukan sedang mandi seperti ini.

__ADS_1


Gerakan Baili Qingchen tertangkap indera pendengaran Qingyi.


“Siapa di sana?” tanya Qingyi.


“Ini aku,” Baili Qingchen menjawab dengan gugup.


“Untuk apa kau kemari?”


Baili Qingchen bukan orang mesum yang suka mengintip orang mandi. Dia orang mesum yang suka mencium orang sembarangan. Kedatangannya pasti memiliki maksud.


Qingyi menghela napasnya sejenak, membiarkan air hangat yang dibubuhi sabun itu membasuh kulitnya yang kenyal dan putih. Dia sedikit menenggelamkan diri, membiarkan air sampai ke lehernya.


“Aku hendak memberikan catatan penggunaan obat di istana. Karena kau sedang mandi, aku akan kembali nanti.”


Baili Qingchen melangkah, akan tetapi Qingyi langsung memintanya berhenti.


“Ada sebuah kain putih di dekat lemari. Pakailah dan berikan bukunya padaku,” ucap gadis itu.


Baili Qingchen mengangguk mengerti. Kain putih panjang yang sering digunakan untuk penutup mata kemudian dipakai dan Baili Qingchen melangkah seperti orang buta.


Kakinya terantuk ujung bak mandi dan dia hampir saja terjatuh. Untungnya Baili Qingchen memiliki keseimbangan dan refleks tubuh yang baik sampai dia berhasil mengendalikan dirinya. Ketika itu hampir terjadi, jantung Qingyi berdetak kencang. Gadis itu khawatir bak mandinya kelebihan muatan.


Dia membuka buku catatan tersebut dalam kondisi tubuh masih di dalam bak mandi. Bola matanya bergerak ke kanan dan ke kiri, ke atas dan ke bawah, memperhatikan setiap tulisan yang tertera di sana.


“Tidak ada yang aneh dengan catatan ini,” ujar Qingyi.


“Kau yakin?”


“Catatan ini normal. Jenis dan dosis yang digunakan untuk para selir di harem juga normal. Mungkinkah para selir kaisar benar-benar mandul?”


“Tapi, tidak mungkin semuanya, bukan? Periksa sekali lagi dan temukan apakah ada yang salah atau tidak dengan obatnya.”


Qingyi membacanya sekali lagi, namun tetap tidak menemukan keanehan. Semuanya normal. Herbal-herbal itu adalah herbal untuk membuat ramuan kesuburan dan penggunaannya juga tidak melewati batas. Tidak ada yang salah dengan catatannya. Lalu, di mana letak kekeliruannya?


“Tuan, coba kau lihat halaman bukunya!” ucap Yinghao. Panda kecil tersebut duduk di meja yang terletak di samping bak mandi. Qingyi menurut, lalu membaca bukunya sekali lagi sambil memperhatikan setiap halamannya.


“Ketemu!” serunya gembira. Baili Qingchen tersentak. “Apa yang kau temukan?”

__ADS_1


“Ada satu halaman yang hilang! Seseorang telah merobeknya!”


“Apa isi yang hilang itu adalah penyebab penduduk harem sulit hamil?”


“Entahlah. Yang jelas, ada yang tidak beres dengan resepnya.”


Baili Qingchen sungguh tidak menyangka, ada orang yang benar-benar sengaja mempersulit Kaisar Baili dalam mendapatkan keturunan. Orang itu sengaja memberikan obat agar para selir tidak hamil selama bertahun-tahun.


Pantas saja keponakannya belum mendapatkan keturunan sejak mewarisi takhta. Ternyata, orang itu bersembunyi di Balai Pengobatan Istana dan mengaturnya dengan baik.


Sudah jelas, niat jahat orang itu tidak dapat ditoleransi lagi. Menyebabkan kekacauan di harem dengan merusak istri-istri kaisar adalah dosa besar dan hina. Baili Qingchen tidak bisa memaafkan atau melepaskan orang itu. Dia harus menghukumnya dengan berat setelah pelakunya ditangkap dan diinterogasi!


“Sialan! Beraninya mereka mengacaukan rumah tangga Kaisar!”


Baru pertama kalinya Qingyi mendengar Baili Qingchen mengumpat dengan kasar. Mata yang tertutup itu tetap tidak bisa menyembunyikan ekspresi kesal dan marah dari pemiliknya. Qingyi tertawa kecil, mungkin saja hanya dia satu-satunya yang pernah mendengar Baili Qingchen mengumpat dalam kondisi mata tertutup kain putih.


“Kau boleh mengumpat, tapi jangan lupa untuk menangkap pelakunya,” ucap Qingyi.


“Tentu. Aku akan menangkapnya hidup atau mati.”


“Kalau begitu, keluarlah. Kita bahas detailnya setelah aku selesai membersihkan diri.”


Baili Qingchen mengangguk. Namun karena matanya tidak bisa melihat, kakinya terantuk ujung bak mandi dan dia kembali tersandung.


Kali ini, Baili Qingchen tidak sempat mengatur keseimbangan dan refleks tubuhnya hingga dia tercebur ke dalam bak mandi. Qingyi menatap kosong karena terkejut.


Walau matanya tertutup, Baili Qingchen menyadari betul jika kulitnya bersentuhan dengan kulit Qingyi yang tanpa penghalang di dalam air. Dia merasakan sebuah sensasi seperti sengatan listrik saat dua kulit manusia yang berbeda jenis kelamin itu saling menyentuh tanpa sengaja. Tanpa disadari, tangan Baili Qingchen telah mendarat di tempat yang tidak seharusnya.


Napas Qingyi tercekat dan dia berteriak sangat kencang, “Dasar mesum! Keluar dari sini sekarang!”


Telinga Baili Qingchen hampir tuli dan dia langsung membebaskan diri. Pakaiannya basah kuyup dan samar-samar kulit tubuhnya terlihat. Kain yang dipakainya cukup tipis, semakin tipis ketika basah.


Baili Qingchen buru-buru berlari keluar, namun karena matanya tertutup, dia bekali-kali menabrak tiang dan benda benda di sekitarnya.


Lantai kamar Qingyi jadi basah dan air ada di mana-mana. Beberapa barang yang ditabrak Baili Qingchen terjatuh, ada juga yang bergelinding ke sudut ruangan lain. Yinghao terbahak-bahak, menertawakan nasib kamar tuannya yang jadi berantakan. Dia lebih menertawakan kejadian barusan.


Qingyi mengambil handuk dan membungkus tubuhnya. Dia menatap Yinghao sejenak, kemudian menjewer telinganya. Tidak hanya itu, Qingyi juga melemparkan Yinghao ke dalam bak mandi dan meninggalkannya di sana. Kaki pendek Yinghao tidak mampu menggapai dasar bak mandi, dia mengapung seperti boneka yang hanyut.

__ADS_1


Dari ruangan utama terdengar gerutuan yang sangat jelas, “Inilah sebabnya seseorang tidak boleh telanjang bulat ketika mandi!”


__ADS_2