
Dengan bantuan Qingyi, Wang Yiyuan berhasil keluar dari penjara Pengadilan Tinggi Kekaisaran tanpa ketahuan. Qingyi telah melumpuhkan meridian Wang Yiyuan tanpa disadari olehnya, untuk mencegah pertarungan yang tidak diinginkan.
Lalu, Qingyi membawanya ke istana kekaisaran, ke sebuah tempat yang bisa membuat Wang Yiyuan menuntaskan dendam lamanya.
Wang Yiyuan terkejut ketika dia berdiri di depan sebuah istana megah yang sangat bagus. Dia menatap Qingyi, menginginkan sebuah penjelasan mengapa gadis itu justru membawanya kemari. Qingyi lalu berkata, “Masuklah. Orang yang kau inginkan ada di dalam.”
Setelah itu, Qingyi bersembunyi di dekat tiang yang tidak diterangi cahaya. Dia sudah melihat Wang Yiyuan masuk ke dalam istana, meskipun langkahnya terlihat ragu. Yinghao memunculkan diri, duduk di pundak Qingyi seperti biasa.
“Tuan, kau akan membiarkan Wang Yiyuan membunuh Janda Selir Sun?”
Yinghao tidak habis pikir, mengapa ada menantu durhaka seperti Qingyi di dunia ini. Tapi tidak heran, tuannya itu bahkan bisa menjadi anak durhaka yang bisa dibilang telah menghancurkan keluarganya sendiri.
Janda Selir Sun hanyalah mertuanya dan hubungan mereka tidak sedekat itu. Ditambah lagi, saat ini dia masih marah kepada Baili Qingchen. Bukan tidak mungkin ini menjadi salah satu caranya melampiaskan amarah.
Tapi, jawabannya justru sangat mengejutkan.
“Tidak. Wang Yiyuan tidak akan membunuhnya.”
Sementara itu, Janda Selir Sun sangat terkejut saat seseorang berjubah hitam tiba-tiba masuk ke dalam kamarnya. Ia hendak berteriak, namun urung karena itu hanya akan mendatangkan lebih banyak masalah. Orang itu membuka tudung kepalanya, memperlihatkan wajahnya pada Janda Selir Sun.
Saat Wang Yiyuan menatapnya, mata Janda Selir Sun berkilat.
“Kau? Tidak, tidak mungkin,” gumam Janda Selir Sun.
“Kau yang telah membunuh Wang Lingshan, bukan?” tanya Wang Yiyuan.
Janda Selir Sun masih kesulitan bereaksi. Wajah itu, mengapa begitu sama persis?
“Kau…Saudari kembarnya?” tanya Janda Selir Sun setelah beberapa saat berpikir.
__ADS_1
Wang Yiyuan memalingkan wajah. Orang yang membunuh saudar kembarnya ternyata hanyalah seorang wanita berusia lima puluh tahunan. Wanita itu tinggal di istana, maka statusnya pasti cukup tinggi dan terhormat.
Sampai saat ini, Wang Yiyuan belum tahu mengapa Qingyi mau membawanya menemui seorang pembunuh yang ternyata merupakan anggota istana harem.
Memang benar, keluarga kekaisaran benar-benar licik!
Janda Selir Sun berpikir kembali. Beberapa jam lalu, pelayannya mengatakan kalau Raja Changle dan Putri Permaisuri Changle berhasil menangkap pelaku penyusupan imigran gelap dari selatan. Dia juga mendengar dari beberapa orang yang sempat melihat wajah pelaku itu, yang begitu mirip dengan seseorang dari masa lalu kehidupan Raja Changle.
Ia baru percaya setelah melihatnya secara langsung. Tujuan wanita itu datang kemari pasti tidaklah sederhana. Tidak mungkin seorang tahanan mengunjungi istana harem tiba-tiba. Juga, tidak mungkin dia bisa bebas dari penjara yang penjagaannya sangat ketat. Kalau begitu, seseorang pasti sudah melepaskannya.
“Putri Permaisuri Changle yang melepaskanmu, bukan?”
Dari sekian banyak orang, hanya orang ini satu-satunya yang bisa melakukannya. Janda Selir Sun sangat tahu bahwa Qingyi memiliki kemampuan yang tidak bisa dimiliki orang lain.
Dia bisa menyusup tanpa ketahuan, bisa bertindak tanpa takut aturan, dan bisa menyamar tanpa takut terbongkar. Pemikiran dan tindakannya juga tidak sederhana. Hanya saja, Janda Selir Sun tidak tahu mengapa Qingyi mau melakukannya.
Amarah di dadanya bergejolak ketika pertama kali melihat orang yang telah membunuh saudara kembarnya. Rasanya ingin sekali ia menikam Janda Selir Sun dengan belati yang ada di balik jubahnya.
Tapi sebelum itu, ia perlu tahu alasan mengapa orang ini membunuh saudara kembarnya. Janda Selir Sun tidak pernah takut, dan ia selalu tahu kalau hari ini akan datang.
Wang Lingshan, yang telah menjadi benalu di dalam hatinya selama bertahun-tahun telah membuatnya jauh dari putranya. Orang ini, yang memiliki hubungan darah dengannya, pasti datang untuk menuntut balas.
“Kalau kau ingin membunuhku, maka lakukan saja. Tidak akan ada orang yang bisa menangkapmu,” ujar Janda Selir Sun. Wang Yiyuan terkekeh.
“Aku bukan orang suka membunuh tanpa alasan.”
“Bukankah kau memiliki alasan yang kuat? Benar, aku memang membunuh Wang Lingshan. Lantas, kenapa?”
“Tidak kusangka, Janda Selir begitu berhati dingin. Bahkan seorang prajurit yatim piatu pun tidak kau lepaskan.”
__ADS_1
Wang Yiyuan mengepalkan tangannya. Seandainya saja ini bukan istana, seandainya saja di luar tidak ada orang yang sedang mengawasinya, dia pasti tidak akan sungkan untuk menikam dada wanita ini, menyayat lehernya dan memotong tangan dan kakinya. Wanita di hadapannya terlihat mulia, tapi siapa sangka hatinya begitu dingin dan kejam.
“Aku hanya seorang ibu. Orang tua mana yang menginginkan putranya tersesat sampai tidak mengenali yang benar dan yang salah? Apa salahnya jika aku menyingkirkan duri yang membuat daging putraku perlahan membusuk dan menguarkan bau yang tidak sedap?” ucap Janda Selir Sun.
Wang Yiyuan tersenyum miris.
“Lalu, apakah kau pernah berpikir jika nyawa yang kau hilangkan itu adalah nyawa yang susah payah dipertahankan? Apa kau pernah berpikir kalau semuanya adalah tindakan putramu sendiri?”
“Karena itulah aku menerima karmaku! Jika kau ingin membunuhku, bunuh saja! Aku lebih suka kematian daripada dihantui bayang-bayang itu seumur hidup!”
Jika Qingyi dan Baili Qingchen mendengarnya, mungkin hatinya bisa sedikit tenang. Janda Selir Sun yang selama ini berlagak tidak merasa bersalah atas tindakannya ternyata menyimpan deritanya seorang diri. Hanya ketika ia bertemu dengan keluarga orang yang telah dibunuhnya, ia baru bisa mengungkapkan isi hatinya.
Wang Yiyuan tersulut emosi. Dia mengeluarkan belatinya. Janda Selir Sun memejamkan mata, bersiap untuk mati malam ini. Kebetulan, dia juga sudah bosan berada di istana. Sisa umurnya yang masih panjang sayang sekali jika terbuang sia-sia. Hanya dengan mati, dia baru bisa membebaskan dirinya dan membebaskan putranya.
Belati itu melesat secepat angin, lalu lewat di samping leher Janda Selir Sun. Satu sentimeter lagi, belati itu bisa mengenai kulit dan merobeknya.
Namun, tenaga yang diberikan Wang Yiyuan tidak diarahkan untuk itu. Belati itu meleset, memotong beberapa helai rambut Janda Selir Sun dan tertancap di tiang.
“Janda Selir, kau harus hidup dengan menanggung karmamu.”
Lalu, Wang Yiyuan menutup kembali kepalanya dengan jubah. Dia berbalik meninggalkan kamar Janda Selir Sun. Saat itu, Janda Selir Sun membuka matanya, menatap punggung Wang Yiyuan sampai sosoknya hilang di balik pintu. Sesaat kemudian, dia memejamkan matanya, menenangkan dirinya sendiri.
“Tuan, tebakanmu benar, Wang Yiyuan benar-benar tidak membunuhnya. Selamat, misimu berhasil dan hadiahnya sudah ditambahkan ke ruang dimensi,” ucap Yinghao.
Qingyi keluar dari persembunyiannya. Tidak ada yang perlu ia tanyakan dan ia juga tidak perlu tahu alasan mengapa Wang Yiyuan benar-benar tidak membunuh Janda Selir Sun.
Dia berjalan tanpa suara, lalu memukul Wang Yiyuan sampai pingsan. Qingyi menyeret tubuh Wang Yiyuan ke bawah pohon willow, menyandarkannya di sana.
“Yinghao, bantu aku mengembalikan dia ke penjara!”
__ADS_1