Love Imagination System

Love Imagination System
Bagian 85: Bukan Dokter Kandungan


__ADS_3

Para tabib dan selir yang menangis langsung bersimpuh. Amarah Kaisar Baili sangat mengerikan. Mereka bisa melihat api berkobar di mata setajam elang itu.


Wajah tampan yang selalu dirindukan para selir berubah menjadi monster yang siap membunuh dalam sekali tebasan.


Hanya satu kata saja, nyawa semua orang di sini bisa melayang.


“Mohon ampun, Yang Mulia. Kondisi rahim Nyonya Selir sudah parah karena mengkonsumsi ramuan dalam waktu yang sangat lama.”


Kaisar Baili ingin sekali membunuh para tabib ini. Qingyi merasa ini tidak masuk akal. Dua puluh tujuh selir memiliki rahim yang rusak, tidak mungkin mereka tidak menyadarinya. Selama bertahun-tahun ini, apakah mereka bahkan tidak mengetahui kondisi tubuh mereka sendiri?


“Apa aku boleh bicara?”


“Bicaralah!” ucap Kaisar Baili.


“Nyonya-Nyonya Selir, bisakah kalian menjawab dengan jujur, apakah kalian benar-benar tidak menyadari kondisi tubuh kalian sendiri?”


Para selir menangis semakin keras. Qingyi memutar bola matanya dengan malas. Dasar manja! Mereka pikir mereka akan terlihat kasihan jika menangis seperti ini? Lama-lama Qingyi justru malah jengah dan muak melihat ekspresi mereka yang menjijikan ini!


“Jawab dengan jujur!” seru Kaisar Baili.


Suaranya memecah suasana saat itu. Para selir seketika menghentikan tangisnya karena takut akan kemarahan Kaisar Baili. Beberapa selir kemudian memberanikan diri untuk menjawab, meskipun suara mereka terpatah-patah karena tangisan dan ketakutan.


“Se..Sebenarnya, banyak dari kami yang merasa tubuh kami bermasalah. Kami sudah memanggil tabib istana berkali-kali, namun tidak ada hasil. Kami dengan bodohnya tetap mengkonsumsi ramuan yang diberikan Tabib Shen, bahkan menambah dosisnya.”


Qingyi merasa semua wanita di sini perlu mendapatkan edukasi perihal organ reproduksi. Mereka sangat bodoh dan terlalu mudah mempercayai orang. Tabib yang memeriksa mereka bisa saja berbohong.


Lalu, apakah mereka tidak pernah berpikir untuk memeriksakan diri di tempat lain? Balai Pengobatan Istana bukan satu-satunya tempat pelayanan kesehatan! Ia rasa, wanita-wanita ini terlalu malas untuk keluar!


Baili Qingchen turut merasakan rasa kesal dan geram di hati Qingyi. Para selir keponakannya memang bodoh. Bisa-bisanya mereka meremehkan kondisi tubuh mereka sendiri.


Mereka seharusnya tahu jika tubuh seorang selir sangat berharga. Jangankan organ dalam, bahkan sehelai rambut yang jatuh pun harus dirawat.

__ADS_1


“Apa pendapatmu?” bisiknya pada Qingyi. “Ramuan saja tidak akan cukup. Kurasa mereka mengkonsumsi sesuatu yang lain,” jawab gadis itu.


Qingyi kemudian kembali bertanya, “Selain ramuan, apa yang kalian makan?”


Selir-selir tampak ragu dan malu. Ini adalah privasi, dan juga terkait dengan kaisar. Jika mereka mengatakannya, itu sama saja dengan membongkar rumah tangga kaisar. Mereka semua menatap Kaisar Baili, dan Kaisar Baili juga tampak tidak senang hal pribadinya diungkit. Namun, tidak ada pilihan lain.


“Katakan saja!” perintahnya.


“Setiap Yang Mulia selesai berkunjung, pelayan akan mengantarkan rebusan jahe dan air rendaman kayu manis. Selain itu, kami juga mengkonsumsi aprikot dan pepaya mentah karena rasanya menyegarkan.”


Untuk sesaat, Qingyi kehabisan kata-katanya. Wanita-wanita ini benar-benar harus diberikan edukasi. Walau dia bukan dokter, tapi pengetahuan semacam ini adalah pengetahuan umum yang harus dikuasai setiap wanita.


Setelah selir-selir mengatakannya, Qingyi baru merasa ini masuk akal. Pantas saja masalah semakin parah. Mereka mengkonsumsi ramuan yang merusak rahim secara perlahan, dan mereka juga mengkonsumsi bahan kontrasepsi alami!


“Yang Mulia, sepertinya bukan hanya para tabib yang harus kau selidiki,” ujar Qingyi.


“Paman, aturkan jadwal interogasinya untukku.”


“Putri Permaisuri, karena kau yang menyadari ini, apa kau punya cara untuk mengobati mereka?”


Dasar kaisar sialan! Setelah ditolong, malah  ingin menjebaknya?


“Maaf, aku bukan dokter kandungan.”


Jawaban itu membuat Baili Qingchen menahan tawa. Istrinya ini memang luar biasa. Dia bisa langsung menyadari jebakan mendadak dari keponakannya. Kaisar Baili masih tidak menerima. Wajahnya kian menampakkan amarah yang semakin menjadi. Para tabib dan selir sudah ketakutan setengah mati.


Pada saat itu, Janda Permaisuri Ming maju untuk menengahi. Dia pernah mendengar bahwa proses penyembuhan bisa dilakukan secara perlahan.


Asal diobati dengan serius dan menggunakan bahan terbaik, mungkin saja kondisi para selir bisa pulih seperti semula. Asalkan mereka bisa sembuh, waktu selama apapun tidak masalah. Janda Permaisuri Ming sampai memohon agar Qingyi mau membantu mereka.


Melihat wanita itu memohon padanya dan merendahkan dirinya, Qingyi jadi serba salah. Janda Permaisuri Ming begitu terhormat, sekarang demi menyelamatkan keturunan kekaisaran, dia sampai harus membuang martabatnya sebagai Ibu Suri.

__ADS_1


Sementara itu, orang yang seharusnya meminta tolong bahkan tidak menundukkan kepalanya sama sekali.


“Aku benar-benar tidak bisa membantu.”


“Putri Permaisuri, kau sangat berbakat dan hebat. Kau pasti bisa menyembuhkan mereka,” mohon Janda Permaisuri Ming sekali lagi.


Qingyi bukan orang yang bisa melakukan segalanya. Keterampilan medisnya tidak tinggi dan dia benar-benar tidak mendalami proses pengobatan organ dalam. Jika dia pintar, tentu dia sudah lama menjadi dokter alih-alih editor di dunia nyata.


Tapi, melihat Janda Permaisuri Ming memohon seperti itu, dia jadi tidak tega. Apakah hatinya sekarang mulai bisa luluh?


“Jika para tabib saja tidak mengetahuinya, apakah mungkin bagiku untuk menyembuhkan mereka?”


Sebetulnya, ada sebuah metode yang mungkin bisa digunakan. Hanya saja, Qingyi tidak berani mencobanya pada tubuh manusia asli.


Dia bisa mempelajari apapun di ruang dimensi, namun jika berhadapan dengan situasi seperti ini, dia juga tidak yakin. Baili Qingchen mencoba untuk meyakinkan istrinya, dia percaya Qingyi bisa melakukannya.


“Aku akan mendukung semua keputusanmu,” bisik pria itu. Qingyi berdecak.


“Putri Permaisuri, tolong pertimbangkan lagi. Jika kau memerlukan lebih banyak tenaga, para tabib istana ini akan membantumu,” ujar Janda Permaisuri Ming. Para tabib mengangguk.


“Kalau begitu, sudah diputuskan. Putri Permaisuri Changle akan mencoba membantu penyembuhan selir-selir di harem. Dengarkan perintahku, siapapun yang menolak pemeriksaan dan melawan, akan dihukum!” tegas Janda Permaisuri Ming. Kalau sudah seperti ini, Kaisar Baili pun tidak bisa menolak.


Qingyi malah jadi kesal. Dia belum mengatakan apapun, tapi wanita ini malah mengambil keputusan untuknya! Masa bodoh, dia tidak peduli bagaimana hasilnya nanti. Toh dia juga tidak akan dihukum jika gagal, karena semua bencana ini disebabkan oleh diri mereka sendiri.


“Yinghao sialan! Misiku hanya menemukan pelaku, bukan mengobati korban! Lain kali, aku akan menggantungnya di pohon bambu!” gerutu Qingyi. Yinghao yang tengah bersembunyi di ruang dimensi berpura-pura tidak mendengar.


Kaisar Baili kemudian teringat hal lain. Dengan amarah tertahan, dia menatap satu persatu selirnya dengan tajam. “Siapa tiga orang selir yang tersisa?”


“Menjawab, Yang Mulia. Ketiga selir yang masih sehat adalah Selir Jia, Selir Sui, dan Selir Xian.”


Ketiga selir itu terperanjat dan saling menatap. Qingyi juga tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. Menurutnya, hari-hari selanjutnya pasti akan jauh lebih menarik.

__ADS_1


__ADS_2