
Langit kota kekaisaran Bingyue disinari cahaya temaram bulan yang menggantung di angkasa. Ada banyak bintang yang menyertai Raja Malam tersebut, mengelilinginya dan memancarkan sinar kelap-kelip yang timbul-tenggelam ketika dilihat dengan mata telanjang. Udara musim semi mulai menghangat, meskipun tidak benar-benar bisa membuat seseorang berani berpakaian tipis tanpa mantel di malam hari.
Baili Qingchen mengeratkan jubah berbulunya, memperbaiki tali mantel yang mengait pada lehernya. Ujung jubahnya berkibar menyapu permukaan tanah yang kering, yang belum sepenuhnya ditumbuhi rerumputan hijau. Di bawah pohon persik, dia berdiri dengan tatapan dan pemikiran yang mendalam.
Rasa lelah yang menghinggapi tubuhnya tidak ia hiraukan. Di dalam otaknya, segala pemikiran yang rumit berputar terus menerus. Sesekali dia mengerutkan kening ketika mencoba membaca situasi saat ini, yang bisa dikatakan damai namun tidak benar-benar damai.
Air yang tenang tidak selalu tampak aman.
Setidaknya itulah yang bisa ia pikirkan selama ini. Tanah kekaisaran yang ia pijaki ini bukannya tidak berbahaya. Hanya saja, segala macam ancaman itu datang perlahan dan mulai merangkak hari demi hari. Tidak cukup hanya konflik internal di dalam kekaisaran itu sendiri, tetapi ancaman juga datang dari negeri-negeri tetangga yang selalu menunggu kesempatan untuk bertindak.
Seperti hari ini. Ancaman itu datang dan diketahui bukan dari mata-mata, melainkan dari tahanan yang ditangkap oleh istrinya sendiri. Orang-orang di dalam penjara itu mengatakan bahwa mereka adalah penduduk dari daerah selatan yang sengaja kabur, melarikan diri dari kekacauan yang terjadi di tanah air mereka. Katanya, baru-baru ini penguasa wilayahnya meninggal dan para putranya berebut kekuasaan.
Mereka terpaksa menyelundup menjadi imigran gelap karena tidak punya tanda pengenal atau token yang bisa meloloskan mereka masuk ke kota kekaisaran Bingyue. Tapi, yang menjadi pikiran terberatnya bukan soal para imigran gelap itu, tetapi seseorang yang membantu mereka. Mereka bilang, seseorang telah membantu mereka lolos, dan menyuruh mereka bekerja dengan menjual perhiasan palsu.
Siapa orang itu? Entahlah, mereka tidak memberitahunya.
Mempekerjakan imigran gelap dan menjual perhiasan palsu dalam jumlah besar, bukan hanya untuk mencari keuntungan semata. Orang yang membantu mereka sudah jelas bukan orang sembarangan. Orang itu memanfaatkan kekuatan yang dimilikinya untuk menyokong imigran gelap. Hanya orang berkuasa dan kaya yang bisa melakukannya.
Baili Qingchen memikirkan segala kemungkinan sambil berjalan menyusuri taman mansion. Karena tidak fokus, ia secara tak sadar memasuki halaman utara, tempat Xiao Junjie tinggal.
Taman yang tidak kalah indah dari halaman barat tersebut sunyi di malam hari, dan hanya ada beberapa pelayan yang bersiap pergi ke kamar tidur mereka. Sudah tanggung jika kembali, Baili Qingchen akhirnya menaiki anak tangga, lalu berdiri di depan pintu kamar Xiao Junjie. Seorang pelayan memberi hormat padanya dengan cara biasa.
“Apa Pangeran sudah tidur?” tanyanya pada pelayan.
“Menjawab, Yang Mulia. Pangeran Permaisuri baru saja berbaring di tempat tidurnya,” jawab pelayan itu.
Xiao Junjie yang baru saja berbaring langsung bangkit kembali ketika mendengar suara Baili Qingchen. Pakaian putihnya yang menjuntai panjang bergerak menyapu lantai saat orang yang memakainya berjalan menuju pintu. Lalu, ketika dia membukanya, dia melihat Baili Qingchen berdiri dengan ekspresi penuh kekhawatiran.
“Apa aku mengganggumu, A-Jie?”
“Tidak sama sekali. Aku baru saja berbaring dan tidak benar-benar tertidur. A-Chen, apa yang membawamu kemari? Apa Putri Permaisuri merebut kamarmu lagi?”
Baili Qingchen menggeleng lemah. Hawa dingin yang masuk ke paru-parunya menggelitik pangkal pernapasan, membuatnya batuk. Dengan sigap, Xiao Junjie langsung menyuruhnya masuk. “Udara di luar dingin. Masuklah dan berbincanglah denganku.”
“Terima kasih.”
__ADS_1
Xiao Junjie menyuruh pelayan membawakan teko air hangat dan penghangat telapak tangan. Hari memang sudah malam, dan sangat wajar jika suhu udara menurun beberapa derajat. Baili Qingchen memegang penghangat dengan telapak tangan, dan darahnya yang membeku mulai mencair dan mengalir kembali ke seluruh tubuhnya.
“Bagaimana hasil interogasinya?” tanya Xiao Junjie.
Baili Qingchen menggelengkan kepala. Xiao Junjie menghela napas, itu artinya belum membuahkan hasil. Atau, hasilnya tidak seperti yang diharapkan.
“Mereka memang imigran gelap. Tapi, seseorang telah memperdaya mereka,” kata Baili Qingchen.
“Hanya orang berkuasa yang mampu melakukan trik seperti ini.”
“Kau juga merasa ini ulah seseorang dari kekaisaran?”
Xiao Junjie mengutarakan pendapatnya. Dia bilang, “Mungkin saja salah satu di antara menteri yang ada di istana. Mereka setiap hari menyusahkanmu dan sangat tidak tahu malu. Yang Mulia Kaisar mungkin akan membebankan tugas penyelidikannya padamu lagi.”
Tidak apa-apa jika Kaisar Baili memberikan tanggungjawab itu padanya. Baili Qingchen justru khawatir kalau hal ini tidak sesederhana itu. Dia masih ingin mendengarkan pendapat Xiao Junjie, tapi dia tahu betul kalau pendampingnya itu tidak suka mencampuri urusan internal pemerintahan. Apalagi yang berkaitan dengan imigran gelap dari wilayah lain.
Yah, Xiao Junjie tidak bisa diajak berdiskusi terkait hal-hal seperti ini. Dalam hal ini, Qingyi jelas lebih unggul darinya. Gadis itu begitu pintar, bermulut tajam dan sangat lancang. Tapi, pemikirannya yang tidak sederhana dan penuh kejutan justru menjadi salah satu kelebihan yang tidak dimiliki orang lain, termasuk Xiao Junjie.
Meskipun Xiao Junjie lebih patuh, penurut dan lebih punya welas asih untuknya, tapi dalam urusan ini dia akan menarik dirinya sejauh mungkin.
Ekspresi kecewa tersembunyinya mampu dibaca Xiao Junjie.
Tersirat ketidakrelaan yang mendalam dari nada itu. Namun, tidak ada alasan kuat yang membuat dirinya menahan Baili Qingchen di sini, di saat seperti ini.
“Tidak. Sudah terlalu larut. A-Jie, beristirahatlah dengan baik. Aku akan kembali ke halaman timur.”
“Baiklah kalau begitu.”
***
Di ruang dimensi, Qingyi bergelut dengan selimut dan bantal. Seluruh tubuhnya terasa pegal. Seandainya bukan hari gelap, dia ingin sekali menceburkan diri ke kolam ajaib untuk mengobati semua lelahnya dan memulihkan energinya. Sayang, suhu di ruang dimensi malah ikut-ikutan seperti dunia nyata. Qingyi hanya bisa menahannya sampai besok pagi. Beruntung kasur di ruang dimensi begitu empuk dan besar, ditambah lagi seprai dan selimut tebal yang sangat halus dan hangat.
“Sistem sialan! Mengapa kalian tidak sekalian mengubahnya menjadi kutub selatan saja?”
“Tuan, kalau kau mengumpati sistem lagi, sistem pusat akan benar-benar mengubahnya menjadi tumpukan es dengan salju abadi di atasnya!” sengit Yinghao. Telinganya sudah tebal oleh ocehan dan umpatan Qingyi, tapi tetap merasa gatal setiap kali tuannya itu bicara dengan kasar dan sangat tidak sopan.
__ADS_1
Qingyi berguling-guling beberapa kali, membungkus dirinya dengan selimut sampai seperti dadar gulung. Kemudian, dia teringat sesuatu. Qingyi bergerak mendekati Yinghao, lalu duduk dengan tubuh masih terbungkus.
“Yinghao, mana hadiahku?” tanya Qingyi.
“Hadiah apa?”
“Tentu saja hadiah misi! Bukankah kau menyuruhku membantu Baili Qingyan keluar dari Bingyue?”
Oh, Yinghao hampir melupakan itu. Sistem pusat memang menyuruh tuannya menyelesaikan misi dalam masalah Baili Qingyan. Itu sebabnya Qingyi begitu bersemangat. Yinghao kemudian membuka lemari penyimpanan, dan satu peti lukisan legendaris yang telah lama hilang di Bingyue tersimpan di sana dengan baik.
“Item langka! Wah, aku benar-benar kaya!”
Mata Qingyi berbinar seperti kejora. Lukisan-lukisan ini adalah karya-karya dari para seniman legendaris yang sudah meninggal pada beberapa dinasti sebelumnya. Keberadaannya tidak diketahui, bahkan keluarga kekaisaran pun hanya memiliki beberapa. Sesuatu yang bernilai sejarah selalu lebih istimewa!
“Sejauh ini, kau menyelesaikan misi dengan baik. Progesmu sudah mencapai 75% dengan sisa hari sebanyak 50 hari lagi.”
“Itu artinya, aku akan segera pergi?”
“Mungkin.”
“Apa maksudmu? Bagaimana bisa kau memberiku jawaban yang tidak pasti?”
“Tuan, sistem telah menyusun semua pengaturan. Tetapi, sebaik apapun itu, tetap ada celah yang bisa menjadi resiko untukmu. Perubahan plot yang tidak terduga mungkin saja terjadi.”
Qingyi jadi malas membicarakannya sekarang. Sejak awal plot ini sudah berubah jauh dari yang seharusnya. Perubahan apa lagi yang diinginkan sistem? Aih, memang rumit. Qingyi harus segera menyelesaikan misinya agar bisa segera pulang. Ia tidak peduli apakah nanti ketika sudah kembali ia masih mengingat kejadian ini atau tidak.
“Tuan, kau tidak akan melanjutkan penyelidikan?” tanya Yinghao.
Qingyi yang telentang di atas ranjang besar menatap langit-langit. Rambutnya kusut karena ia berguling-guling. Sempat terpikirkan olehnya untuk melanjutkan penyelidikan terhadap imigran-imigran gelap itu. Baginya, itu pekerjaan yang tidak terlalu sulit karena dia bisa mengandalkan diri dan juga sistem.
Tapi setelah dipikir kembali, Qingyi memutuskan untuk berhenti. Pikirnya, akhir-akhir ini dia sudah terlalu banyak melakukan pekerjaan berbahaya dan melelahkan.
Qingyi ingin berhenti sejenak. Biarkan Baili Qingchen dan Pengadilan Tinggi saja yang menanganinya. Pria itu sangat hebat, dia tidak akan memerlukan bantuannya. Lagipula, di sisinya terdapat para pejabat yang punya kemampuan, ditambah dengan bawahan yang sangat rajin dan patuh.
Meskipun Kaisar Baili mungkin akan menjatuhkan semua tanggungjawab itu pada Baili Qingchen, pria itu akan mudah menyelesaikannya.
__ADS_1
Jadi, Qingyi menggelengkan kepala sebagai respon atas pertanyaan Yinghao.
“Biarkan Baili Qingchen menangani sisanya. Dia sudah berjanji padaku.”