Love Imagination System

Love Imagination System
Bagian 62: Rahasia Hubungan


__ADS_3

Qingyi lebih mudah bergerak setelah para penjaga tertidur. Gadis itu perlahan membuka pintu gerbang dan menyusup. Karena badannya kecil, ia jadi lebih leluasa.


Area penjara Pengadilan Tinggi Kekaisaran cukup luas, tapi auranya benar-benar mengerikan. Ada banyak tempat interogasi terbuka, yang bisa membuat orang lain menyaksikan proses penyiksaan secara langsung.


Selain itu, wadah-wadah tembaga untuk membakar kayu dan arang ada di mana-mana. Itu adalah satu-satunya penerangan yang bisa digunakan. Beberapa prajurit keluar berpatroli, dan dengan lihai Qingyi menghindari mereka dengan sembunyi di balik meja atau tiang bangunan.


Setelah lima belas menit berputar-putar, ia akhirnya sampai di tempat Wang Yiyuan dikurung. Saat Qingyi masuk ke dalam, bulu kuduknya lebih merinding lagi.


Bau anyir darah, bau pesing air kencing dan kotoran tikus menyatu menjadi aroma yang bisa membuat orang pingsan. Qingyi mendecih, ternyata fasilitas pelayanan di penjara Pengadilan Tinggi Kekaisaran benar-benar buruk.


Wang Yiyuan seperti sedang menunggu seseorang. Penampilannya yang memakai baju tahanan jauh lebih mengerikan dibandingkan terakhir kali. Rambutnya kusur, tangan dan kakinya diborgol. Ada beberapa jejak penyiksaan di tubuhnya, sampai darahnya membuat kain putih itu menjadi merah. Wajahnya juga penuh dengan debu.


Namun, justru wanita itu tampak biasa saja. Seolah-olah semua rasa sakit yang diterima dari penyiksaan hanyalah gigitan serangga kecil yang akan hilang dalam beberapa jam. Untuk hal ini, Qingyi mengagumi ketangguhannya. Wang Yiyuan ternyata tipe orang yang tidak akan menyerah dengan mudah.


“Siapa yang kau tunggu? Perdana Menteri sudah dimakzulkan. Dia tidak akan datang untuk membantumu,” ujar Qingyi.


Wang Yiyuan menoleh. Ekspresinya berubah dingin.


“Baguslah! Aku tidak perlu menunggu untuk melihat kehancuran orang tua itu!” ucap Wang Yiyuan. Dia tersenyum remeh.


Untuk orang yang sudah berani mengkhianatinya, Wang Yiyuan biasanya tidak memberi ampun. Perdana menteri kali ini bisa selamat karena Wang Yiyuan dipenjara hingga ia tidak leluasa memerintahkan bawahannya. Dia membayangkan betapa lucunya ekspresi jelek perdana menteri saat dia dipaksa turun dari posisinya di hadapan semua orang.


Wang Yiyuan sudah muak!


“Benarkah? Kalau begitu, aku seharusnya membuatnya dihukum mati bersamamu,” ujar Qingyi. Wang Yiyuan mendecih.


Entah apa tujuan Qingyi datang ke sini semalam ini, sendirian pula. Namun, itu membuat Wang Yiyuan sadar kalau Qingyi bukanlah orang yang sederhana. Penjagaan di sini sangat ketat, tidak mungkin dia bisa masuk. Bahkan pejabat tinggi pun harus mendapat izin kaisar terlebih dahulu jika ingin menemui tahanan di penjara ini.


Sedangkan wanita ini, malah dengan mudahnya mendatanginya di malam hari tanpa ketahuan. Ini membuktikan kalau penilaian Wang Yiyuan padanya sebelum ini sudah salah, bahkan salah besar. Kini ia tahu kalau Qingyi sangat berbahaya. Rencana itu pasti sengaja dibuat olehnya.


“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Wang Yiyuan.


“Mencari jawaban.”


“Aku tidak punya jawaban yang kau inginkan.”


“Eh, aku belum bertanya.”


Wang Yiyuan berbalik memunggungi Qingyi. Tidak ada alasan baginya untuk berbincang dengan Putri Permaisuri Changle, karena hubungan mereka tidak sebaik itu.

__ADS_1


Wang Yiyuan marah karena dia dijebak, tetapi dia juga merutuki kebodohannya yang langsung percaya begitu saja. Jika bukan karena siasat Qingyi, dia tidak akan berakhir di penjara seperti ini!


Semua usahanya selama ini sia-sia. Bukan hanya dirinya yang tertangkap, melainkan semua bawahannya juga dijebloskan ke dalam penjara. Mereka diadili di tempat terpisah, karena di sini, adalah tempat khusus untuk menangangi pelaku kejahatan berat seperti pengkhianatan. Namun, akhir yang akan mereka dapatkan tidak akan jauh berbeda.


Qingyi terkekeh. Wang Yiyuan ternyata pemarah juga. Terlintas di pikirannya, jika dia membebaskan Wang Yiyuan, apa yang akan terjadi?


Kaisar Baili pasti ketar-ketir dan Baili Qingchen pasti sangat kerepotan untuk mencarinya lagi! Sepertinya itu akan jauh lebih menarik daripada menyaksikan Wang Yiyuan dihukum mati.


“Tuan, kau tidak boleh berpikir untuk membebaskannya. Kecuali jika kau ingin sistem menyita semua asetmu di ruang dimensi!” peringat Yinghao saat tahu pemikiran tuannya. Qingyi mendecih.


“Hm. Biar kutebak. Wang Yiyuan, kau pasti berpikir kalau orang yang membunuh saudaramu adalah Raja Changle, bukan?” tanya Qingyi.


Wang Yiyuan terkejut, lalu membalikkan tubuhnya. Kilatan kemarahan terlihat di matanya. Dia menatap Qingyi dengan tajam, seolah-olah orang yang ada di depannya adalah seorang penjahat paling kejam di dunia. Qingyi bersorak dalam hatinya, senang karena tebakannya pasti benar.


“Dari mana kau tahu?”


“Aku menebaknya. Kau begitu membenci Raja Changle. Tidak mungkin tanpa alasan, kan?”


Ternyata, Putri Permaisuri Changle begitu cerdas dan berkemampuan. Raja Changle saja bahkan tidak tahu hal ini. Qingyi, hanya sekali bertemu dengannya, sudah langsung bisa menebak pemikirannya. Wang Yiyuan benar-benar telah meremehkannya sebelumnya. Ia menyesal karena tidak mencari tahu informasi perihal Putri Permaisuri Changle sampai ia harus mendekam di sini.


“Ceritakan padaku, bagaimana kau melakukannya? Aih, imigran gelap itu juga terlalu bodoh. Mereka bahkan tidak bisa mengelabuiku!”


“Kau! Ternyata kau yang menangkap mereka!” Wang Yiyuan berseru marah.


“Jangan marah. Itu hanya akan memperpendek umurmu. Ah, pada dasarnya hidupmu pasti juga tidak akan lama lagi, kan? Kalau begitu, beritahu aku. Mengapa kau dan saudaramu itu terpisah?”


Sampai sini, Qingyi tahu jika Wang Yiyuan adalah saudara kembar Wang Lingshan. Mereka kembar sepasang dan parasnya sangat mirip. Memang cukup langka ketika kembar sepasang punya wajah yang sama. Meskipun Qingyi tidak pernah tahu seperti apa rupa Wang Lingshan, tetapi jika Baili Qingchen mengatakannya, maka itu sudah pasti benar. Selain itu, satu-satunya alasan yang paling masuk akal dan mendasar mengenai penyebab kebencian Wang Yiyuan hanyalah ini.


“Tidak masalah jika kau tidak mau memberitahuku. Tapi, aku mungkin harus memberitahumu sesuatu yang akan membuatmu marah,” ucap Qingyi.


Wang Yiyuan menatapnya tanpa bicara.


“Orang yang membunuh saudara kembarmu bukanlah Raja Changle.”


Wang Yiyuan tercekat. Ia kembali menatap Qingyi dengan tajam dan tidak menemukan sebuah kebohongan di sana. Perkataan Putri Permaisuri Changle tidak mungkin bohong.


Lagipula, tidak ada alasan jika ia ingin mempermainkannya lagi. Wang Yiyuan sudah tidak berdaya, dan Putri Permaisuri Changle bukanlah orang yang tidak berintegritas atau pencari keuntungan.


“Apa kau bilang?”

__ADS_1


“Aku tidak suka mengulang perkataanku. Tetapi jika kau menceritakannya, aku bisa saja membantumu membalaskan dendam.”


“Kau bisa membunuh orang itu?”


“Aku tidak suka membunuh orang. Tanganku yang lembut ini tidak pantas menyentuh darah dan hidup orang lain. Kalau kau ingin, kau bisa membunuhnya sendiri.”


Entah mengapa kemampuan akting Qingyi meningkat drastis setelah sampai di dunia ini. Dia bisa berubah menjadi sangat menyeramkan, namun dalam sekejap juga bisa menjadi orang yang sangat konyol.


Seperti ada dua kepribadian yang bersemayam di dalam dirinya. Ketika menghadapi musuh dan dunia, dia menjadi orang yang seperti tidak punya perasaan. Namun, ketika sendirian, dia bisa menjadi dirinya sendiri dan bertingkah seperti orang gila.


“Pilihlah. Aku tidak punya banyak waktu di sini,” ujar Qingyi.


Sengaja bermain tarik ulur, Qingyi berpura-pura akan pergi.


Wang Yiyuan dilanda kebimbangan. Jadi, selama ini, dia mengincar orang yang salah? Raja Changle bukan orang yang membunuh saudara kembarnya? Benar-benar tidak bisa dipercaya!


“Tunggu!” cegat Wang Yiyuan. “Aku akan memberitahumu!”


Pada saat ini, hanya Yinghao yang bisa melihat betapa mengerikannya senyuman yang disunggingkan Qingyi. Qingyi berbalik lagi dan menghampiri Wang Yiyuan. Hanya dengan cara ini, misinya bisa selesai sampai tuntas dan dia juga bisa mendapatkan penjelasan yang masuk akal. Qingyi sangat suka membuat orang tidak punya pilihan selain memilihnya.


“Wang Lingshan memang saudara kembarku. Dia dan aku…”


Wang Yiyuan bercerita panjang lebar di dalam penjara yang pengap dan kotor itu. Katanya, kampung halaman mereka terletak jauh di utara. Karena bencana banjir bandang, dia dan Wang Lingshan menjadi yatim piatu dan terombang-ambing di kota kekaisaran sebagai pengungsi yang sangat miskin. Mereka berpisah karena seseorang menculiknya dan menjadikannya penari di rumah bordil.


Wang Yiyuan banyak melayani pejabat tinggi dan bangsawan kaya, dan perlahan dia mempelajari pola pikir mereka. Setelah usaha bertahun-tahun, dia akhirnya bisa membebaskan diri dan mulai membangun bisnis di pasar gelap sampai menjadi penguasa terbesar yang jaringannya sangat luas.


Wang Yiyuan baru mendapat kabar mengenai keberadaan saudara kembarnya setelah tiga tahun menjadi penguasa pasar gelap. Sayangnya, dia menerima pukulan berat karena orang mengatakan kalau saudara kembarnya menikah dengan Raja Changle.


Pria tulen sepertinya tidak mungkin menjadi orang yang tersesat. Wang Yiyuan marah dan sempat berpikir untuk membawanya kembali, namun sebuah kabar mengejutkan kembali datang kepadanya di pagi buta. Katanya, Pangeran Permaisuri Changle, Wang Lingshan, meninggal karena sakit.


Wang Yiyuan tentu saja tidak percaya. Dia yakin, saudara kembarnya pasti dibunuh. Satu-satunya orang yang sangat mungkin menjadi pelaku utama adalah Raja Changle itu sendiri. Wang Yiyuan bukan orang naif yang memandang kemuliaan keluarga kekaisaran. Ia tahu dengan jelas seperti apa keluarga kekaisaran.


Karena itulah, dia menyusun kekuatan dan sangat ingin membalaskan dendamnya. Tapi, siapa sangka jika semua yang ia lakukan selama ini, ternyata hanya untuk membenci seseorang yang salah? Bukankah itu sangat konyol?


“Mengharukan sekali. Kau ingin membalas dendam?” tanya Qingyi.


“Tentu saja! Bahkan jika aku harus mati, maka orang itu juga akan kubawa!”


Qingyi mengangguk mengerti. Dia mengeluarkan kunci penjara, lalu membuka pintu penjara. Wang Yiyuan menatapnya tak percaya.

__ADS_1


Apa Putri Permaisuri sungguh-sungguh dengan perkataannya?


Seakan mengerti, Qingyi lalu berujar, “Aku selalu menepati perkataanku. Pergilah jika kau ingin membunuhnya. Tapi, kau harus ingat bahwa ini adalah kesempatan terakhirmu!”


__ADS_2