Love Imagination System

Love Imagination System
Bagian 137: Berani Bermain Trik


__ADS_3

Kesulitan berjalan yang dialami Qingyi membuat wanita itu tidak bisa pergi dari mansion selama beberapa hari. Dia harus menghabiskan waktunya seharian dengan berdiam atau jalan-jalan kecil di halaman, sekadar untuk menghilangkan kebosanan. Atau, dia akan pergi ke ruang dimensi jika kediamannya sangat mengesalkan.


Hari ini, dia akhirnya bebas. Tubuhnya sudah pulih dan cara berjalannya sudah normal kembali. Qingyi meminta kusir untuk mengantarnya ke istana.


Wanita itu hendak mengunjungi Selir Jia, mengirimkan beberapa bahan obat sekaligus mencari perhitungan dengannya. Gara-gara Selir Jia, Qingyi malah terjebak dan membuat Baili Qingchen mendapat kesenangan.


Selir Jia hanya menahan tawa dan menutup mulutnya saat Qingyi datang untuk melabraknya. Ekspresi marah wanita itu adalah sebuah pemandangan lucu yang menyegarkan untuknya.


Sejak ia hamil, emosinya menjadi tidak stabil. Pelayan di istananya semuanya tidak berani datang tanpa diperintah. Sehari-hari, ia hanya bisa dilayani Baoning dan itu membuatnya sangat bosan.


“Bukankah kau juga menikmatinya, Putri Permaisuri? Bagaimana, apakah Raja Changle sangat hebat dan kuat?”


Qingyi mendecih dan menatap tak suka pada Selir Jia. Hebat? Hah, pria itu kelewat hebat! Dia seperti kuda perang yang berpacu di arena penuh darah dan mayat.


Semangatnya sangat tinggi, kemampuannya sangat kuat, dan Qingyi hampir tidak bisa mengimbanginya. Dia yang asalnya hanya gadis biasa mana mampu menandingi seorang Dewa Perang ketika di atas ranjang!


“Aku akan menjadikannya keledai penarik pedate jika dia melakukannya lagi!” sungutnya sambil mengepalkan tangan.


Dia tidak menampik kenyataan jika dia juga menikmatinya, namun dia sangat tidak suka saat pria itu melakukannya lagi dan lagi saat tubuhnya sudah lelah.


“Bukankah keledai juga kuat? Keledai bisa menggantikan seekor kuda juga.”


“Apa kau ingin aku memberimu racun?” ancam Qingyi. Selir Jia lalu menyerah dan tidak berniat menggodanya lagi.


“Ah, tampaknya mansion Raja Changle memerlukan beberapa tahun lagi untuk memiliki seorang penerus,” ucap Selir Jia dengan nada menyindir.


Qingyi tidak mempedulikannya dan fokus menata obat-obatan herbalnya. “Aku datang bukan untuk bicara omong kosong denganmu.”


Kata-kata Putri Permaisuri Changle memang sangat pedas, sangat tajam dan sangat menusuk hati. Selir Jia mulai membiasakan diri dengan setiap umpatan kasar dan gerutuan Putri Permaisuri Changle yang ajaib ini.


Telinganya agak gatal karena seorang wanita tidak seharusnya berkata kasar, apalagi seorang keturunan bangsawan dan keluarga kekaisaran. Kelembutan dan keanggunan itu terpancar lewat ketenangan tindakan, emosi, dan perkataan.

__ADS_1


Semua itu umum dimiliki oleh setiap gadis dan istri bangsawan di Bingyue, namun Selir Jia tidak menemukannya pada diri Putri Permaisuri.  Wanita yang menjadi istri Raja Changle ini lebih mirip dengan kuda liar yang besar di jalanan, sangat tidak sopan, brutal, dan kata-katanya kasar.


Selir Jia sudah tahu betapa keras dan cerdasnya wanita ini sejak ia mencoba menjatuhkannya di Festival Zaochun tempo hari. Berkaca dari hari itu, rasanya akan sulit menghadapinya jika Selir Jia memaksa dan menyinggungnya. Perilaku dan segala sesuatu yang dibawa di diri Putri Permaisuri harus diterima olehnya secara perlahan agar ia terbiasa.


“Baiklah, aku tidak bercanda lagi. Apa ini adalah obat-obatan yang harus kukonsumsui juga?” tanyanya setelah melihat herbal-herbal tertata di meja.


“Ya.”


“Tapi, yang kau berikan kemarin juga belum habis. Susunya sangat manis, namun mengenai benda berwarna merah yang kecil itu, tubuhku sepertinya tidak bisa menerimanya. Kepalaku selalu pusing setiap kali meminumnya.”


“Apa kau sedang mengeluh padaku?”


Selir Jia tergagap.


“Tidak. Maksudku, bisakah aku melewatkan pil merah itu?”


“Tidak. Kau sedang berbadan dua. Satu tubuh dengan dua nyawa, apalagi sedang tumbuh memerlukan asupan yang seimbang. Turuti perintahku dan jalani harimu dengan tenang!”


Tidak ada tambahan minum susu atau meminum pil penambah darah. Tabib juga hanya datang sesekali ketika dibutuhkan. Tidak ada begitu banyak aturan.


“Aku tidak tahu jika saat hamil, hidupku akan berubah. Setiap pagi, aku akan mual. Banyak makanan yang disajikan oleh dapur kekaisaran tidak kumakan karena tidak berselera. Selain itu, tubuhku juga mudah lelah dan sering tertidur,” keluh Selir Jia yang merasa sangat kerepotan.


“Siapa suruh kau hamil.”


“Kau benar. Aku memang harus melewatinya,” ucap Selir Jia, mencoba menerima kenyataan dengan sedikit semangat yang tersisa.


“Apa adikku datang mengganggumu lagi?”


Selir Jia menggelengkan kepalanya dengan lembut. “Yang Mulia menegurnya kemarin. Aku tidak tahu kesalahan apa yang ia buat sampai membuat Yang Mulia semarah itu.”


“Kaisar hanya menegurnya?”

__ADS_1


“Tidak. Yang Mulia mengurungnya selama dua puluh hari dan menghentikan uang bulanannya selama setengah tahun.”


Qingyi menghela napasnya dengan kecewa. Kaisar Baili memang menuruti perintah Baili Qingchen, namun hukumannya terlalu ringan. Orang yang mencelakai sampai mengancam nyawa Janda Permaisuri Ming seharusnya dihukum berat.


Tampaknya, Kaisar Baili sangat menyukai Liu Erniang sampai ia menutup sebelah matanya dan mengabaikan kenyataan jika wanita itu telah membuat ibu kandungnya hampir kehilangan nyawa.


“Ah, setengah tahun tidak akan cukup untuk membuatnya jatuh miskin. Istana Dingin seharusnya menjadi tempat yang nyaman untuk ia tinggali.”


“Apa kesalahannya sebesar itu?”


Selir Jia agak bergidik saat Qingyi menyebutkan Istana Dingin. Istana itu tidak lebih dari sebuah penjara yang sangat sepi. Setiap selir yang diasingkan kebanyakan lebih memilih mati bunuh diri daripada bertahan. Kesalahan Selir Xian pasti besar jika Qingyi sampai ingin wanita itu masuk ke Istana Dingin.


“Kau tidak perlu tahu. Diamlah jika tidak ingin terseret ke dalam arus yang berbahaya.”


Selir Jia tahu pasti posisinya saat ini. Dengan kondisinya, jika yang dikatakan Qingyi benar, maka sebaiknya ia diam. Harem sangat mengerikan.


Selir Xian mungkin akan menyeretnya juga jika ia ikut campur. Selir Jia khawatir itu akan membahayakan bayi yang ada di dalam kandungannya, karena ia sangat tahu bahwa Selir Xian punya lebih dari seribu cara yang kejam untuk menyingkirkannya.


“Baiklah. Ikuti katamu saja,” ujarnya kemudian.


“Jika kau berani bermain trik dan menjebakku lagi, aku tidak akan membantumu. Selir Jia, aku bukan orang yang murah hati.”


“Aku tahu. Aku tidak akan menggunakan trik itu lagi.”


Qingyi mengangguk puas. Ia tiba-tiba merasa harus mengunjungi adik laknatnya dan memberinya ucapan selamat dan hadiah. Hari ini ia cukup senggang karena Baili Qingchen tidak mengikutinya. Setelah selesai memeriksa dan memberikan obat-obatan, Qingyi kemudian hendak meninggalkan istana.


Namun, Selir Jia terlebih dahulu menahannya dengan sebuah pertanyaan: “Apa ada yang terjadi akhir-akhir ini?”


“Maksudmu?”


“Aku dengar pagi ini Raja Changle menginspeksi kantor Pengadilan Tinggi Kekaisaran dan menginterogasi semua orang. Kupikir dia memberitahumu terlebih dahulu.”

__ADS_1


Qingyi mengerutkan keningnya. Baili Qingchen menginspeksi Pengadilan Tinggi Kekaisaran? Apakah sesuatu yang besar telah terjadi di tempat itu?


__ADS_2