Love Imagination System

Love Imagination System
Bagian 44: Mengamankan Orang


__ADS_3

Pemulihan kesehatan Baili Qingchen memerlukan waktu yang tidak terlalu lama. Setelah hari keempat, pria itu sudah pulih dan langsung bisa menghadiri rapat pengadilan istana.


Setelah pulang, dia diperiksa kembali dan dirawat dengan benar oleh tabib istana. Janda Selir Sun mengunjunginya sekali untuk mengecek keadaannya. Luo Niang juga datang pada hari kedua dan berbincang beberapa kata dengan Qingyi di halaman barat.


Selain itu, ada banyak herbal berkualitas tinggi yang mempercepat proses penyembuhan. Dengan mudahnya Qingyi membabat habis kebun obatnya di ruang dimensi.


Untung saja waktu pertumbuhan di sana sangat cepat hingga dalam waktu dua hari, semua tanaman obat yang habis digunakan sudah tumbuh kembali.


Hari ini, Qingyi keluar mansion untuk berjalan-jalan. Tapi, diam-diam ia menyembunyikan motif lain. Ia ingin mencari tahu apakah Liu Erniang benar-benar sudah sembuh atau kabar itu hanyalah tipuan perdana menterti belaka untuk mengelabui semua orang. Gadis itu tidak yakin jika belum memastikannya sendiri.


Di restoran Jinfeng, Qingyi berkumpul dengan Liu Qingti. Terlalu malas baginya untuk menginjakkan kaki di kediaman perdana menteri yang selalu membuat tekanan darahnya naik dua kali lipat. Qingyi lebih memilih mengonfirmasinya lewat Liu Qingti, karena kakaknya itu dapat dipercaya.


“Jadi, berita itu benar?” tanyanya pada sang kakak.


“Ya. Erniang memang sudah sembuh,” jawab Liu Qingti.


“Wah, dia benar-benar punya keberuntungan.”


Liu Qingti mengangguk setuju. Sebagai putra yang tidak disayang dan selalu disalahkan, baginya tidak ada bedanya jika Liu Erniang waras atau gila.


Nasib hidupnya tetap akan sama dan tidak akan berubah selama perdana menteri dan istrinya terus memikirkan keuntungan dan menjadikan putra-putri mereka sebagai pion bisnis dan kekuasaan. Kalau bukan karena dirinya yang tidak bisa apa-apa, Liu Qingti pasti sudah lama hengkang dari kediaman terkutuk itu.


“Qingyi, kudengar Yang Mulia sakit. Apa sekarang dia sudah sembuh?”


“Tentu saja. Aku memberinya obat-obatan terbaik yang tidak ada bandingannya di sini. Jika dia tidak sembuh, maka aku sendiri yang akan memasukannya ke dalam peti mati dan mengkremasinya!” seru Qingyi.


Rasa kesalnya selalu muncul setiap kali mengingat Baili Qingchen, namun rasa itu entah sejak kapan menjadi sesuatu yang adiktif.


“Aku malah kasihan pada Yang Mulia Changle karena punya istri sepertimu.”


“Kasihan? Benar juga, aku juga kasihan padanya. Setiap hari selalu khawatir dengan pengawasan Kaisar Baili dan Perdana Menteri. Itu belum termasuk orang-orang lain yang mengincar nyawanya.”


“Jadi, kau jangan selalu bertengkar dengannya. Kau bisa mencoba hidup harmonis bersama mereka,” ucap Liu Qingti.


Hidup harmonis? Oh, tidak semudah itu!

__ADS_1


Hidup harmonis hanya ada dalam impian. Bagi Qingyi, mansion Raja Changle tidak lebih dari kandang serigala. Setiap hari selalu ada mata yang mengawasinya.


Mata-mata istana milik Kaisar Baili, juga mata-mata perdana menteri, semuanya berkumpul di sana dan hidup melayani pemiliknya. Hanya tentang masalah waktu untuk mengungkap siapa saja mereka. Hanya saja, Baili Qingchen sepertinya tidak berniat untuk melakukannya.


“Diamlah. Kalau kau menyukai Raja Changle, kau bisa meminta ayahmu untuk menyuruh Kaisar menjadikanmu selir Raja Changle,” ujar Qingyi.


Ia pun bergidik geli jika itu benar-benar terjadi. Kakak adik berbeda jenis kelamin menikahi orang yang sama, itu adalah lelucon paling besar sepanjang hidupnya.


“Aku masih pria normal,” tukas Liu Qingti.


“Baguslah. Tapi, mengapa hari ini kau memakai penutup kepala?”


Qingyi baru sadar kalau Liu Qingti memakai penutup kepala sejak tadi. Biasanya pria itu akan memakai ikat rambut paling bagus dan rambutnya selalu digerai setengah layaknya para tuan muda di kota kekaisaran. Liu Qingti salah tingkah, berusaha menyembunyikan sesuatu dan mencoba agar adiknya tidak bertanya lebih jauh.


“Kau menyembunyikan sesuatu di kepalamu?” tanya Qingyi lagi.


“Tidak.”


“Kalau begitu jawab aku, mengapa kau memakai penutup kepala?”


Sebelum Liu Qingti menjawab, seseorang yang baru datang mendahuluinya. Pria itu berkata, “Itu karena dia kalah taruhan denganku.”


Baili Qingyan duduk satu meja dengan mereka, dan meminum segelas teh yang sengaja dibiarkan dingin. Wajahnya yang jenaka jelas ingin menertawakan Liu Qingti sampai puas.


Penutup kepala Liu Qingti dibuka dengan cepat oleh Qingyi. Sedetik kemudian, dia tertawa terpingkal-pingkal sampai hampir jatuh dari kursinya.


Baili Qingyan memecahkan tawanya juga. Lain halnya dengan Jingling, pengawal itu malah menutup mulutnya dan berpura-pura memandang ke sudut restoran di lain sisi.


“Kau mau jadi biksu?” canda Qingyi. Perutnya sudah sakit karena terus tertawa.


Bagaimana tidak, dia melihat kepala Liu Qingti tanpa rambut alias botak. Tidak ada satu helai pun yang tersisa.


Rupanya, dia kalah taruhan dengan Baili Qingyan. Beberapa hari lalu, keduanya bermain di tempat ini dan bertaruh dengan adu jangkrik. Orang yang kalah harus mencukur habis rambutnya dan tidak boleh mengelak.


Liu Qingti kalah, jadi dia harus mencukur habis rambutnya. Perdana menteri sampai marah karena rambut yang ditumbuhkan selama belasan tahun itu sekarang habis tak bersisa. Kepala Liu Qingti sudah mirip dengan bola lampu taman yang bulat dan bercahaya.

__ADS_1


“Ya ampun. Kau benar-benar payah! Aku bahkan hampir mengira kalau kepalamu itu adalah bola lampu taman!” Qingyi kembali dengan candaannya yang tidak lucu.


Liu Qingti merengut, merajuk karena adiknya malah mengejeknya. Salah dia sendiri karena mau-mau saja bertaruh dengan Baili Qingyan.


“Kakak ipar, jangan mengejeknya lagi. Dia bisa saja menjadi biksu sungguhan jika kau terus menertawainya,” ujar Baili Qingyan. Qingyi menghentikan tawanya, dan beralih menatap keduanya bergantian.


“Sejak kapan kalian berteman?” tanyanya.


“Yah, mungkin sejak kau menjewer telinga kami,” jawab Baili Qingyan.


Sungguh lucu, pikirnya. Dua orang pemuda yang seperti kucing dan anjing pada awalnya sekarang justru malah berteman. Ternyata dia punya peran juga di sini.


Tapi terlepas dari itu semua, Qingyi masih punya sesuatu yang harus dikatakan kepada adik iparnya. Berhubung dia sukarela datang kemari, jadi Qingyi akan langsung memberitahunya hari ini.


“Baiklah, aku berhenti. Pangeran Ketiga, kusarankan kau agar segera kembali ke Negeri Chen. Jika tidak, kau mungkin dalam bahaya,” ucap Qingyi.


Suasana tiba-tiba berubah serius. Ayolah, Qingyi tidak suka ini, tapi mau bagaimana lagi. Firasatnya mengatakan kalau Baili Qingyan harus segera pergi dari Bingyue. Jika tidak, akan ada masalah besar yang menimpanya. Baili Qingyan mengernyit, ia memang hendak pergi namun tidak secepat itu.


“Bahaya apa yang kau maksud?” tanyanya pada Qingyi.


“Entahlah, hubungannya dengan adik perempuanku.”


Baili Qingyan tidak bisa menebak isi pikiran Qingyi, sama seperti Baili Qingchen yang tidak pernah tahu bagaimana isi kepala gadis itu. Namun, ia tahu dengan jelas bahwa perkataan kakak ipar keduanya benar-benar serius.


Belakangan ini, kehebohan yang dibuatnya di kota kekaisaran telah menyebar luas. Bahkan para pelayan dan penjaga istana pun sering membicarakannya.


Jadi, apa yang dikatakannya pasti bukan omong kosong belaka.


Suasananya jadi canggung. Baili Qingyan terus menebak, sementara Qingyi memikirkan semua kemungkinan. Jika terjadi masalah pada Baili Qingyan, Baili Qingchen akan kesulitan membantunya karena adik bungsunya itu berdarah campuran antara Bingyue dan juga Chen. Akan banyak orang yang mengkritiknya nanti dan itu akan sangat merepotkan.


Pada saat itu, tiba-tiba Cui Kong datang menghampiri mereka. Wajahnya terlihat panik.


“Ada apa?” tanya Qingyi.


“Yang Mulia Putri, Yang Mulia ditahan di istana karena menentang Kaisar!”

__ADS_1


Sontak saja semua orang terkejut. Qingyi sampai berdiri dari kursinya. Baili Qingyan dan Liu Qingti juga sama. Semuanya menatap Cui Kong.


Pada saat yang tegang seperti itu, Yinghao muncul di pundak Qingyi. Telinga panda kecil itu bergerak, tanda bahwa Qingyi harus melakukan sesuatu. Panda kecil tersebut berbisik, “Tuan, ada misi sampingan baru untukmu.”


__ADS_2