
......................
“Jadi, sekarang beritahu aku apa yang sebenarnya terjadi!” titah Qingyi pada Baili Qingchen.
Sekarang, mereka sudah berpindah ke tempat yang lebih nyaman untuk bicara. Qingyi merasa mereka perlu memperjelas mengapa semua ini bisa terjadi kepada mereka dan mengapa hanya Qingyi saja yang berbeda.
Baili Qingchen menarik napasnya, kemudian mulai menceritakan apa yang terjadi kepadanya.
Dia bilang, saat itu dia tiba-tiba terbangun di mansion. Awalnya Baili Qingchen berpikir itu hanya mimpi, namun setelah dia bertemu dengan sosok Xiao Junjie, Cui Kong, dan beberapa sosok yang ia ingat ia tuliskan di dalam cerita, ia merasa bahwa yang dialaminya adalah kenyataan.
Baili Qingchen merasa dirinya berpindah dimensi. Dia menjadi tokoh utama dalam ceritanya sendiri.
Dia ingin bersikap biasa, namun anehnya justru kepribadiannya menyerupai kepribadian tokoh ‘Baili Qingchen’ yang ia atur. Dia tanpa sadar merasa nyaman dan cocok dengan posisi itu, hingga ia terbiasa bersikap dingin, tegas, tidak tersentuh.
Karena ia penulis asli, ia jelas tahu apa saja yang akan terjadi di masa depan. Akan tetapi, ia tidak bisa merubahnya karena ia ‘dipaksa’ menjadi sosok Baili Qingchen yang asli.
Ingatan, kemampuan, kisah hidup, semuanya menggantikan hidupnya yang sebenarnya. Baili Qingchen menjadi sosok ‘Baili Qingchen’ yang sesugguhnya.
Ia bahkan melupakan fakta bahwa ia adalah orang dari dunia lain. Dalam masa-masa itu, dirinya benar-benar menjadi Baili Qingchen yang asli, seorang Dewa Perang Bingyue dan Raja Changle yang agung. Ia juga tidak mengerti mengapa itu terjadi kepadanya.
“Aku merasa bahwa dia adalah diriku yang sebenarnya. Tanpa sadar, aku telah menjadi dirinya, mengikuti kepribadiannya, dan melanjutkan hidupnya sampai melupakan kenyataan bahwa aku adalah orang dari dunia lain. Ingatan dunia nyataku perlahan menghilang dan berganti dengan ingatan Baili Qingchen yang sesungguhnya.”
“Itu mungkin karena aku telah memutuskan untuk hidup mengikuti alur. Aku menjadi lupa siapa diriku yang sebenarnya.”
Sangat aneh, pikir Qingyi. Biasanya orang yang bertransmigrasi akan tetap memiliki ingatan orang di sana, tetapi tidak akan mengikuti hidup dan kepribadiannya.
Apa yang dialami oleh pria ini justru sangat berbeda, dan mungkin hanya terjadi kepadanya saja. Dia menjadi ‘lupa’ akan dirinya sendiri.
“Yah, beberapa kejadian memang tidak selalu sama,” ucap Qingyi. “Kupikir aku juga bermimpi, tapi itu terlalu nyata.”
“Bagaimana denganmu? Mengapa kau bisa menjadi Liu Qingyi?”
“Mungkin karena aku bertanggungjawab dalam pengeditannya,” canda Qingyi.
“Katakan dengan jujur!”
Qingyi tentu saja tidak akan menurut. Dia hanya bercerita bahwa dia juga tiba-tiba datang ke dunia itu dan menjadi Liu Qingyi.
Karena ia tahu kelanjutan cerita, ia tentu saja harus bertahan jika ingin hidup. Itu sebabnya dia menjadi iblis kecil yang perhitungan dan penuh siasat, licik, berlidah tajam dan sangat misterius.
__ADS_1
Dia tidak akan menceritakan perihal ruang dimensi dan berbagai macam misi yang ia terima. Biarlah itu menjadi rahasia dan biarkan terkubur sebagai sepenggal kisah lain dalam hidupnya. Yang terpenting sekarang, dia sudah menemukan sosok Baili Qingchen yang ia tinggalkan dan ia tukar hidupnya.
Meskipun sudah dijelaskan, Baili Qingchen tidak sepenuhnya percaya. Ia mengernyit dan menatap curiga pada Qingyi, yakin bahwa wanita ini menyembunyikan sesuatu darinya.
Di dunia itu, wanita ini begitu licik dan misterius. Kalau bukan karena itu adalah sifat aslinya, maka itu tidak mungkin. Sifatnya pasti masih sama dengan waktu itu.
“Lalu bagaimana dengan alam misterius yang sering kulihat itu? Bukankah kau harus menjelaskannya padaku?”
“Bukankah sudah kukatakan? Itu mungkin hanya halusinasimu saja.”
“Halusinasi? Kita berdua bisa berpindah dimensi ke dalam sana. Lalu bagaimana bisa alam misterius itu menjadi sebuah ilusi?”
Benar juga, pikir Qingyi. Semua ini tidak masuk akal dan sudah terjadi. Baili Qingchen mana mungkin percaya bahwa itu hanya halusinasi.
Mereka saja bisa berpindah dimensi, bagaimana bisa itu menjadi mustahil?
“Aku melihatmu bicara pada seekor panda di alam itu,” ucap Baili Qingchen.
Qingyi membelalak dan seketika berkata, “Kau membuka matamu?”
“Ya.”
“Yah, mungkin semacam ruang dimensi.”
“Ruang dimensi? Mengapa aku tidak memilikinya?”
“Mungkin karena takdir.”
Baili Qingchen berpura-pura mengangguk. Padahal, ia juga tahu. Sebenarnya, ada ingatan yang tidak ia ceritakan juga kepada Qingyi.
Setelah Qingyi hilang tanpa jejak hari itu, Baili Qingchen yang mulai pulih mulai bertanya-tanya mengapa Qingyi meninggalkan liontinnya untuknya.
Lalu pada suatu hari, tiba-tiba saja secara ajaib Baili Qingchen masuk ke ruang dimensi saat ia mengelus pelan liontin tersebut. Awalnya ia tidak percaya, tapi setelah mencoba berulang kali, ia akhirnya percaya.
Rupanya, liontin yang ditinggalkan Qingyi adalah akses masuk ke dalam ruang dimensi, sebuah alam yang selalu dirahasiakan Qingyi.
Karena saat itu Baili Qingchen melupakan ingatan bahwa ia adalah manusia modern, ia hanya berpikir bahwa ruang dimensi adalah keajaiban. Sosok Qingyi dan semua benda-benda modern di sana ia anggap sebagai sebuah koleksi antik milik istrinya itu.
Ia tinggal di sana untuk beberapa waktu, menyusuri kenangan dan menyimpan semua kisahnya bersama Qingyi. Ia juga merawat semua tumbuhan yang ditanam oleh Qingyi, menghabiskan waktu sampai tiga tahun lamanya.
__ADS_1
Kemudian pada suatu hari, sebuah cahaya melintas dan tiba di hadapannya. Baili Qingchen yang penasaran menghampirinya, kemudian cahaya itu tiba-tiba menelannya.
Ruang dimensi saat itu hancur, sementara liontinnya masih utuh. Baili Qingchen secara ajaib terbangun di kamar lamanya, dengan ingatan acak dan tidak bisa membedakan siapa dirinya yang sebenarnya. Apakah dia Gu Qingchen, atau Baili Qingchen.
Butuh waktu berbulan-bulan sampai ia bisa memilah ingatannya. Qingyi hanya tersenyum jahil mendengar pertanyaan Baili Qingchen tanpa berniat menjawabnya.
Menurutnya, biarlah kisah itu menjadi rahasia lain. Takdir pada kenyataannya telah mempertemukannya kembali dengan sosok itu.
“Baiklah, Tuan Raja. Bagaimana rasanya dikhianati dan ditusuk oleh pendampingmu sendiri?” ucap Qingyi, mengingat bahwa di sana, pria ini mati karena ditusuk oleh Xiao Junjie.
“Yah, sangat sakit, dan… menyedihkan.”
Tatapannya agak sendu. Yah, pria ini adalah Baili Qingchen asli dalam dunia itu, Raja Changle yang punya seorang pendamping Pangeran Kecil.
Bagaimanapun, hatinya pernah tergerak oleh pria itu dan mereka pernah bersama lebih dari sekian tahun. Mengetahui orang yang membunuhnya adalah orang terdekatnya, hatinya pasti sangat terluka.
“Tapi, yang lebih menyakitkan adalah mengetahui kau pergi dan menghilang tanpa jejak.”
“Jika aku tidak pergi, kau akan benar-benar mati.”
Suasana hening beberapa saat. Baili Qingchen memperhatikan wanita itu dengan saksama, meyakinkan diri bahwa inilah kehidupan nyatanya. Tatapannya jatuh pada bagian tengah tubuh Qingyi, yang tertutup pakaian longgar. Ada yang menyembul dari bagian itu.
“Ngomong-ngomong, mengapa perutmu agak buncit?” tanya Baili Qingchen.
Astaga! Qingyi lupa jika ia sedang hamil!
“Bukankah karena perbuatanmu? Dia ikut kembali bersamaku ke dunia nyata.”
Mendengar itu, mata Baili Qingchen seketika berkaca-kaca. Dia berpindah duduk, meraih tangan Qingyi dan menatapnya penuh sukacita.
“Mengapa kau tidak memberitahuku sebelum kita berpisah hari itu?”
“Aku juga baru tahu.”
Sungguh, dimensi itu telah memberikan hidup yang baru dan cerita yang unik untuk Baili Qingchen dan Qingyi. Meskipun sangat tidak masuk akal, tetapi semua itu adalah sebuah kisah yang tidak akan pernah dilupakan oleh keduanya, di masa lalu, sekarang, atau di masa depan.
................THE END....... ......
...Gimana nih? Pada ngerti nggak kenapa Baili Qingchen tiba-tiba muncul di sini dan alasannya? Hihihi. Udah ya, Otor udah bikin mereka ketemu lagi. Buat jelasin hal-hal yang belum jelas, termasuk kenapa Xiao Junjie mengkhianati Baili Qingchen dan lain-lain, nanti Otor jelasin di side story ya. Kapan side story-nya terbit, Tor? Nanti ya, ditunggu aja. Yuk bilang pendapat kalian di bawah! See you di next cerita ya! ...
__ADS_1