
“Aiya, mengapa di sini begitu ramai?”
Qingyi dalam balutan kostum wonder woman yang seksi datang sambil bertepuk tangan. Ia berjalan memasuki aula pengadilan dengan aura membunuh yang kentara.
Kini, semua beralih menatap sang Putri Permaisuri Changle yang berjalan dengan kostum anehnya.
Baili Qingchen membelalak melihat bagian tubuh istrinya terkspos di mana-mana. Tatapannya menggelap. “Apa yang kau pakai, Putri Permaisuri?”
“Ini kostum baruku. Bagaimana, bagus, bukan?”
Sungguh, pasangan gila ini benar-benar gila! Di saat tegang seperti ini, mereka masih bisa bercanda dan berkomentar.
Semua menteri tidak habis pikir dengan keanehan hubungan raja dan putri permaisuri ini. Qingyi dengan ringan mengabaikan tatapan gelap Baili Qingchen.
Baili Qingchen melepas jubahnya, kemudian menyampirkannya ke tubuh Qingyi. Qingyi berdecak kesal karena Baili Qingchen merusak kostum barunya.
Baili Qingchen marah karena wanitanya ini sangat kurang ajar. Berani-beraninya dia memakai pakaian minim seperti itu!
Qingyi kemudian menatap Kaisar Baili yang sedang ditahan Liu Erniang, dan pura-pura terkejut.
“Yo, Yang Mulia, permainan apa yang sedang kau mainkan bersama istrimu?”
“Oh, adik, hati-hati. Nanti bayi palsumu bisa lahir!”
Qingyi menertawakan Liu Erniang di hadapan semua orang. Melihat Putri Permaisuri sengaja memprovokasi Liu Erniang,
Kaisar Baili kemudian ikut bersandiwara sesuai dengan instruksi yang diberikan olehnya lewak Kasim Li. Dengan wajah pucatnya, ia tersenyum ke arah Qingyi.
“Putri Permaisuri, kau ingin bergabung? Pertunjukannya baru saja dimulai.”
Qingyi mengangguk, mengakui sandiwara Kaisar Baili yang mau bekerja sama dengannya. Baili Qingchen lantas berdiri di samping permaisurinya, ikut menatap Liu Erniang dengan tajam. Sedikit saja wanita itu bergerak, maka leher Kaisar Baili akan tergores belati.
“Diam! Yang Mulia, bukankah kau menginginkan kejatuhan Raja Changle dan Putri Permaisurinya? Lalu mengapa kau malah berbalik berpihak kepadanya?” tanya Liu Erniang sambil menatap Kaisar Baili dengan marah.
Kaisar Baili berdecih.
__ADS_1
“Liu Erniang, kau tidak tahu? Sekuat apapun kekuatan yang dimiliki pamanku, dia tidak pernah memiliki niat untuk memberontak. Lihat dirimu! Wanita licik dan jahat sepertimu justru begitu tidak tahu diri! Kau tidak pantas disandingkan dengannya! Hanya Putri Permaisuri yang pantas berdiri di sisinya!”
“Liu Qingyi, kau wanita terkutuk! Mengapa kau tidak mati saja?”
“Aku baru akan mati jika perempuan yang tidak kalah terkutuk sepertimu mati. Adik, bagaimana jika kita mati saja?”
“Dalam mimpimu!”
Setelah itu, Liu Erniang mengeluarkan plakat perintah pasukan pengawal istana yang ia ambil dari Kaisar Baili. Semua prajurit pengawal yang melihat plakat perintah berada di tangan Liu Erniang mengalami kebingungan. Siapapun yang memegang plakat itu, maka mereka harus patuh, tapi mereka bingung karena itu artinya mereka akan menjadi pemberontak.
“Dengarkan perintah! Tangkap Putri Permaisuri Changle dan Raja Changle! Siapapun yang melawan, aku akan menghukumnya!”
Pada saat itu, Qingyi tertawa seperti orang gila, bertepuk tangan. Dia mengeluarkan pistol dari ruang dimensi tanpa disadari, lalu mengarahkan pistol tersebut kepada Liu Erniang. Dengan gerakan cepat, dia menarik pelatuknya dan terdengar bunyi ‘dor’ yang keras dan mengejutkan semua orang.
Peluru dari pistolnya mengenai belati di tangan Liu Erniang, membuatnya jatuh. Saat itulah Kasim Li melompat menyelamatkan Kaisar Baili dan membawanya ke dekat Baili Qingchen.
Liu Erniang menatap marah, meraih pedang dari salah satu penjaga dan menyerang Qingyi. Pertarungan pun terjadi.
Para menteri melipir bersembunyi di pilar-pilar istana, sementara pasukan pengawal yang sudah dikuasai Liu Erniang menyerang Qingyi, Kaisar Baili, dan Baili Qingchen. Baili Qingchen berusaha menjauhkan Kaisar Baili dari pertarungan dan menahan serangan untuknya.
Qingyi juga membantunya menepis serangan. Situasi di dalam aula menjadi kacau. Barang-barang dan hiasan di aula semuanya hancur.
Melihat situasi tidak berhasil dikuasai, Liu Erniang kemudian menjauhkan Qingyi dari Baili Qingchen dan menyerangnya secara pribadi.
Pertarungan berubah menjadi duel antara kakak beradik itu. Qingyi bergerak lincah, melompat dan menghindari serangan Liu Erniang yang membabi buta.
“Hebat juga kau, Adik! Apa orang selatan yang mengajarimu beladiri?”
“Diam! Wanita terkutuk, matilah!”
Liu Erniang yang sudah dikuasai amarah menyerangnya lagi dan lagi. Ilmu beladirinya ternyata tidak kalah tinggi dari Qingyi. Qingyi bertepuk tangan dalam hatinya akan kemampuan wanita ini menyembunyikan kemampuannya. Liu Erniang ternyata memiliki sesuatu yang di luar dugaan!
“Aku pernah memberimu kesempatan untuk membunuhku. Ah, sayang sekali kau melewatkannya. Adik, kau tidak akan punya kesempatan itu lagi!”
Liu Erniang berhenti sejenak, memikirkan kesempatan yang dimaksud. Malam itu! Malam itu seharusnya ia membunuhnya!
__ADS_1
“Aku tidak membutuhkan kesempatan darimu!”
Kedua tangan Qingyi memegang pedang. Pistol yang ia gunakan untuk menembak belati sudah ia simpan kembali di ruang dimensi. Ia ingin pertarungan yang real tanpa senjata api. Karena itulah ia menggunakan dua buah pedang, satu pemberian Baili Qingchen dan satu lagi merupakan pedang yang ia dapat sebagai hadiah dari sistem.
Liu Erniang cukup kewalahan, namun ia belum mau menyerah. Mahkota phoenix yang semula terpasang di kepalanya terjatuh dan tercerai berai. Jubah permaisurinya robek di sana-sini akibat pertarungan tersebut.
Hari ini, bagaimanapun caranya, Liu Qingyi harus mati!
Tepat saat pihak Baili Qingchen hampir kalah, pasukan bantuan datang. Mereka adalah pasukan pengawal rahasia Raja Changle yang baru tiba setelah membantu menumpas pemberontakan pasukan pengawal di luar gerbang istana. Melihat raja dan putri permaisuri mereka dikepung dari berbagai sisi, pasukan pengawal rahasia segera turun tangan.
Pertarungan menjadi semakin sengit. Pasukan pengawal rahasia berhadapan dengan pasukan pengawal istana. Kekuatan keduanya sama-sama kuat.
Mayat-mayat dari kedua belah pihak mulai bergelimpangan. Darah mengalir membanjiri lantai aula yang terbuat dari marmer.
“Lindungi Kaisar Baili!” seru Baili Qingchen.
Sebagian pasukan melingkar melindungi Kaisar Baili dan Kasim Li, sementara yang lain ikut bertarung bersamanya. Para menteri yang berjiwa heroik ikut membantu, namun mereka kalah dan hanya bisa duduk ketakutan di lantai. Yang lainnya masih bersembunyi dan melindungi diri.
Liu Wang yang sejak tadi terdiam mengambil pedang salah satu prajurit, lalu menyerang Baili Qingchen. Liu Wang dan Liu Erniang sekarang berduel bersama pasangan Raja Changle dan Putri Permaisuri Changle. Kekuatan mereka seimbang, pertarungan berlangsung sengit.
Qingyi menendang perut Liu Erniang saat wanita itu lengah. Liu Erniang seketika terjatuh dan pedang di tangannya terlempar beberapa meter ke sampingnya.
Qingyi membuatnya berlutut di depannya, menjambak rambutnya dan memaksanya untuk mendongak.
“Kau sudah puas? Sudah kubilang kau harus bersabar, Adik!”
Mata Liu Erniang memerah. Tangannya ingin melepaskan diri, tapi Qingyi telah menguncinya dan dia tidak bisa bergerak.
Saat itu, Baili Qingchen juga berhasil melumpuhkan Liu Wang dan membuatnya jatuh pingsan dengan darah mengalir di bahunya.
Napas Baili Qingchen masih memburu. Beberapa luka di bahu dan tangannya terbuka dan darah membasahi jubah indahnya. Ia menatap Qingyi, kemudian tersenyum. Qingyi yang saat itu sudah menaklukkan Liu Erniang balik menatapnya dan tersenyum padanya.
Akan tetapi, senyum di wajah Qingyi seketika hilang, begitu pula dengan senyum Baili Qingchen. Baili Qingchen merasakan sebuah benda dingin menembus punggungnya, dan ujung benda dingin yang tajam itu kemudian menyembul dari dadanya.
Ujung benda tajam nan dingin itu dilumuri cairan merah kental yang anyir. Dari tempat ujung itu muncul, cairan merah kental lain keluar dari dalam tubuh Baili Qingchen.
__ADS_1
Mata Qingyi memerah, sangat marah.
“XIAO JUNJIE APA YANG KAU LAKUKAN?!”