
Saat ini, Baili Qingchen dan Xiao Junjie tengah berada di ruang belajar. Usai pulang dari istana, Baili Qingchen berniat berdiam diri di ruang belajarnya. Namun, ia tidak menduga kalau Xiao Junjie sudah duduk di sana dan menunggunya. Karena tidak tega mengusirnya, Baili Qingchen kemudian mengajaknya untuk berbincang.
Baili Qingchen memberitahu Xiao Junjie semua yang terjadi di istana dan bagaimana semua itu bisa terjadi. Xiao Junjie mendengarnya dengan saksama.
Sebagai pendamping, ia tentu harus tahu segala situasi agar dapat bertindak. Hanya saja ia sedikit terkejut ketika Baili Qingchen mengatakan bahwa Wang Yiyuan sedikit familiar untuknya.
“Maksudmu, Wang Yiyuan mempunyai wajah yang sama dengan Pangeran Permaisuri Pertama, Wang Lingshan?” tanya Xiao Junjie penuh ketidakpercayaan.
Baili Qingchen mengangguk. Awalnya ia juga tidak percaya. Namun, setelah ia memikirkannya dengan baik, itu mungkin saja. Beberapa hari lalu ketika ia pulang bersama Qingyi, ia melihat sosok yang sangat familiar, ia melihat orang dengan wajah Wang Lingshan di kota kekaisaran sampai membuatnya terdiam beberapa saat.
Tetapi, sosok itu adalah wanita, sedangkan Wang Lingshan adalah laki-laki. Lagipula, Baili Qingchen sendiri yang menguburkan jasadnya saat itu, jadi tidak mungkin jika Wang Lingshan hidup lagi. Baili Qingchen ragu dan menganggap kalau ia mungkin salah lihat. Tapi setelah kejadian malam itu, keraguannya terjawab dan penglihatannya tidak salah.
Wajah Wang Yiyuan jelas adalah wajah Wang Lingshan dalam versi perempuan. Ini aneh. Baili Qingchen tidak tahu apa yang salah dari itu. Ia mengalami sedikit guncangan ketika melihatnya dengan jelas pertama kali, dan itu sebabnya dia terdiam sebelum Qingyi berteriak memperingatkannya.
Siapa sebenarnya Wang Yiyuan dan mengapa ia punya wajah yang begitu mirip dengan istri pertamanya? Wang Lingshan adalah yatim piatu dan sudah mengikutinya sejak kecil. Dia masuk militer dan tumbuh bersama Baili Qingchen. Sama sekali tidak ada kerabat yang pernah mengunjunginya.
Baili Qingchen butuh waktu untuk menyelidiki ini sampai masalahnya menjadi jelas, sebelum ia memutuskan hukuman apa yang harus diterima oleh orang itu.
“Kali ini, Putri Permaisuri sudah sangat banyak membantu,” ucap Baili Qingchen.
Xiao Junjie menyembunyikan ekspresi kecewanya sebaik mungkin dan mengubahnya menjadi senyuman yang terlihat tulus namun sebenarnya sangat dipaksakan.
“Ya. Kau beruntung, A-Chen. Seharusnya Kaisar memberinya hadiah yang besar.”
Baili Qingchen mengangguk. Seharusnya orang yang pertama kali ia beritahu adalah Qingyi, namun pemikirannya berkata kalau itu bisa dilakukan nanti. Padahal, Baili Qingchen tahu kalau kesabaran permaisurinya setipis tisu yang dibagi dua.
Baili Qingchen tidak menyadari, saat itu, Qingyi ada di balik pintu ruang belajar dan menguping pembicaraan mereka.
Ketika Qingyi mengetahuinya, dia jadi marah. Pintu ruang belajar ditendang dan terbuka sekaligus, sampai mengagetkan penghuninya. Baili Qingchen dan Xiao Junjie sama-sama menatap Qingyi dengan tatapan terkejut. Oh, mereka seperti pasangan selingkuh yang ketahuan oleh istri sah!
__ADS_1
“Bagus! Baili Qingchen, kau orang yang tidak tahu budi! Aku yang menangkap Wang Yiyuan dan menyadari konspirasi Perdana Menteri! Hal sepenting ini pun tidak kau beritahukan padaku?”
Yinghao merasa sebentar lagi akan ada perang dunia ketiga.
Baili Qingchen hendak bicara, tapi Qingyi mendahuluinya dan berkata dengan nada tinggi, “Baik! Nikmati waktumu bersama Pangeran Permaisurimu dan mintalah bantuan padanya kelak! Aku tidak akan membantumu lagi!”
Setelah mengatakannya, Qingyi berbalik dan pergi dari ruang belajar dengan kemarahan yang meledak-ledak. Dia membanting pintu dan berjalan dengan hentakan kaki yang keras. Para pelayan ketakutan dan melarikan diri saat berpapasan dengannya.
Wajah Putri Permaisuri Changle saat ini benar-benar tidak enak dilihat dan dia tidak seharusnya disinggung!
Baili Qingchen segera berlari menyusulnya. Qingyi kembali ke halaman barat, lalu menutup gerbang dan menguncinya dari dalam. Dia juga memakunya dengan papan hingga tidak bisa didobrak. Selain itu, dia menumbuhkan tanaman berduri yang beracun di sepanjang tembok yang memagari kediamannya, sampai orang tidak akan bisa melewatinya kecuali mereka ingin mati.
“Putri Permaisuri, aku berencana memberitahumu!” teriak Baili Qingchen dari luar.
Dia tak henti-hentinya menggedor pintu gerbang, namun sia-sia karena Qingyi tidak mau bicara padanya.
“Qingyi, ayolah! Tidak boleh seperti ini!”
“Pergi atau aku akan membakar seluruh kediaman ini!”
Baili Qingchen tidak menyerah. Ia benar-benar merasa bersalah setelah menyadari semuanya. Baili Qingchen duduk di depan gerbang, menunggu sampai Qingyi mau membuka pintu untuknya. Namun sampai matahari terbenam, gadis itu sama sekali tidak berniat membukanya. Cui Kong datang, namun ia juga sudah tidak bisa lagi menyelinap ke atap dan mengetahui kondisi terkini sang Putri Permaisuri.
Keduanya hanya bisa meratap.
***
“Yinghao, apa aku boleh meracuni protagonis pria?”
Yinghao menggeleng. Dia benar-benar kehilangan akal dan tidak tahu bagaimana meredakan kemarahan tuannya. Sudah lima jam berlalu sejak Qingyi pergi dengan marah dari ruang belajar di halaman timur. Dia terus berada di dalam ruang dimensi, melampiaskan kemarahannya dengan menumbuk berbagai tanaman dan membuatnya menjadi racun.
__ADS_1
Qingyi benar-benar marah. Baili Qingchen seharusnya memberitahunya lebih awal apapun alasannya. Bahkan jika ia sedang menutup kediamannya, tidak bisakah Baili Qingchen menyelinap? Bukankah dia sangat hebat? Pria itu malah memberitahu Xiao Junjie alih-alih dirinya!
Siapa Xiao Junjie? Pria kemayu itu bahkan tidak membantu apapun!
Qingyi bukan tipe orang yang suka repot mengurusi hal yang bukan urusannya. Tapi karena kali ini ia yang menyelesaikan permasalahan itu dan paling banyak berkontribusi, dia jadi marah. Rasanya seperti sudah membantu tapi tidak dianggap. Jika dulu ia masih bisa mengabaikannya dan sengaja tidak ikut campur, kali ini berbeda.
“Tuan, sampai kapan kau akan marah? Apa kau mau mengubah ruang dimensi ini menjadi lembah beracun?” keluh Yinghao.
“Kenapa? Kau juga mau diracun? Kebetulan, aku tidak punya objek untuk dijadikan eksperimen!”
Yinghao seketika menutup mulutnya. Qingyi meletakkan tumbukan herbal racun lalu memfermentasinya di botol kimia. Sejak tadi wajahnya selalu masam. Semua tanaman di ruang dimensi dicabut habis olehnya dan hanya tersisa beberapa tanaman obat. Qingyi mengepalkan tangannya, hatinya masih sangat kesal.
“Aih. Padahal aku mau memberitahumu sebuah misi rahasia baru.”
“Katakan!”
“Cari hubungan antara Wang Yiyuan dengan Wang Lingshan.”
Api kemarahan di dalam tubuh Qingyi perlahan padam secara bertahap. Ia baru sadar kalau dirinya terlalu dikuasai kemarahan sampai lupa pada detail penting seperti ini. Qingyi meletakkan gelas kimia dan melepas jas labnya, lalu berbalik kepada Yinghao.
“Kenapa kau tidak bilang dari tadi? Aku tidak akan menyia-nyiakan waktuku di sini jika kau mengatakannya lebih awal!”
Sistem pusat sepertinya telah mengatur Yinghao untuk selalu dimarahi dalam situasi apapun sepanjang tugasnya. Qingyi yang tadinya marah sekarang jadi sangat bersemangat. Mereka keluar dari ruang dimensi dengan pakaian hitam dan jubah panjang. Saat itu, malam sudah larut dan gelap.
Qingyi melompat ke atas atap, lalu dengan ilmu meringankan tubuhnya, dia meninggalkan mansion Raja Changle dengan cepat. Di bawah cahaya bulan, Qingyi seperti kelelawar yang sedang mencari mangsa. Untunglah, pengawal Raja Changle dan Cui Kong tidak menyadari kalau dia telah meninggalkan halaman barat.
Sampai beberapa menit kemudian, mereka sampai di depan gerbang penjara Pengadilan Tinggi Kekaisaran. Ada banyak penjaga di sana dan semuanya bertubuh kekar. Sulit jika melawan mereka sendirian. Qingyi mengeluarkan sebotol racun bius dari bajunya, lalu meniupnya kepada mereka.
Para penjaga itu mulai mengantuk.
__ADS_1