
Suatu ketika Noah berada di kantor. Dia duduk termenung melihat Lilia dan juga David yang ada di sana sedang mengerjakan tugas mereka.
“Apa sebaiknya yang harus kulakukan sekarang untuk segera mengakhiri semua ini...”batin nya berpikir.
David masuk dan melihat dirinya hanya menatapnya saja kemudian duduk di tempatnya.
Noah lirik David dan muncullah sebuah ide.
“Ya... sepertinya aku harus memulainya sekarang...”batin Noah sambil memegang dagunya.
Kebetulan sekali Lilia berjalan ke meja David di saat Edwin sedang keluar ruangan. Dia melihat ayahnya tersenyum kecil sambil menggoda Lilia.
Irise berdiri kemudian menghampiri mereka berdua.
“Ayah... apa tidak sebaiknya ayah bertunangan dengan Lilia ?”ucap gadis itu tiba-tiba pada ayahnya.
David seketika menatap Irise dan terlihat bengong. Selama ini dia hanya berani menjalin hubungan diam-diam kan khawatir tidak mendapat persetujuan dari Irise.
“Irise... kau... apa ayah tidak salah dengar ?”balas lelaki itu masih menatap putrinya tak percaya.
Sedangkan Lilia terlihat memerah pipinya mendengar Irise berkata seperti itu, dan menatap David malu-malu.
“Dasar gadis bertopeng... bisa-bisanya kau pura-pura tersipu seperti itu. Kau Emang patut dianugerahi Grammy Awards sebagai aktris terbaik...”batin nya dalam hati menatap Lilia.
“Ayah.... bagaimana aku bisa membuat ayah sedih. Aku tahu Ayah menyukai Lilia. Dan aku setuju dia akan menjadi Ibuku nanti.”balas Irise sambil memasang senyum termanisnya menatap mereka berdua.
“Aah...kau memang putri ayah satu-satunya yang pengertian.”ucap David terlihat senang sekali menatap Irise karena dia bisa menerima dan mau mengaku hubungannya dengan Lilia.
Irise kemudian menghampiri Lilia dan menaruh tangannya dengan lembut ke bahu gadis itu.
“Lilia... karena kau akan menjadi bagian dari keluargaku maka... kita terus lebih dekat mulai dari sekarang.”ucap Irise memberinya kesempatan lebar untuk dekat dengan dirinya.
Lilia pun menyambut hal itu dengan senang. Tanpa perlu bersusah payah untuk mendekati Irise gadis itu sendiri yang mendekatinya.
__ADS_1
“Aku tak menyangka semuanya akan berjalan semudah ini.... sebentar lagi aku akan menjadi tuan rumah keluarga David...”batin gadis itu dengan wajah yang berseri-seri.
“Oh Irise... kau memang seorang wanita pengertian... aku tak menyangka kau merestui hubungan kami. Terima kasih... ”ucap Lilia tak percaya berapa yang dia dengar barusan.
Irise kemudian pergi dan kembali ke tempat duduknya. Sementara Lilia dan David sekarang tak malu-malu lagi dan tak menutupi lagi hubungan mereka berdua dan terlihat bermesraan di depan Irise.
“Kau sudah menangkap kailku... selanjutnya aku akan menarik mu keluar dan dan memasukkan Mu ke ember.”batin nya tersenyum kecil menatap kedekatan ayahnya dan Lilia.
Sore hari di saat pulang kerja, Irise tiba-tiba berhenti di ujung pintu dan menunggumu lewat.
“Lilia apa kau ada urusan sepulang kerja ?”tanya Irise menghentikan Lilia di depan pintu.
“Aku... aku tidak ada urusan sepulang kerja.”jawab Lilia berhenti dan menatap Irise.
“Jika begitu aku ingin mengajakmu keluar sebentar...”balas Irise mendekat sambil memegang bahunya.
“Kemana kau akan mengajakku pergi ?”jawab Lilia yang penasaran karena baru pertama kali ini Irise mengajaknya keluar.
“Aku mau ke mall untuk membeli beberapa baju kau mau kan menemaniku ?”ucap Irise sambil membuka pintu.
Mereka berdua pun keluar dari kantor dan berjalan bersama menuju ke tempat parkir.
Sementara Edwin yang berjalan di belakang mereka berdua hanya diam saja dan tersenyum dalam hati.
“Ternyata Irise memang bodoh sekali... dia malah mencoba untuk akrab dan dekat Lilia yang akan menghancurkan hidupnya.”batin David tertawa geli sendiri tanpa bersuara dan ikut berjalan menuju ke tempat parkir.
Sedangkan David yang juga melihat hal itu tampak semakin Senang saja karena Irise tak sekedar omong saja dan benar-benar membuka hatinya untuk Lilia.
“broom...”Irise melajukan mobilnya menuju ke sebuah pusat perbelanjaan yang ada di kotanya.
Tak lama kemudian mobil iris berhenti di depan sebuah mall. Dia segera turun dari mobil bersama dengan Lilia dan masuk ke pusat perbelanjaan.
“tap... tap... tap...”
__ADS_1
Dua wanita itu berjalan melihat ke berbagai stand pakaian.
“Bagaimana dengan baju ini menurutmu ?”tanya Irise pada Lilia saat mencoba beberapa baju di ruang ganti dan menunjukkannya pada Lilia.
“Kurasa yang itu kurang cocok untukmu dan lebih cocok baju yang ini.”ucap Lilia memberikan komentar sambil menunjukkan baju yang sebelumnya dicoba oleh gadis itu.
“Baiklah aku akan mengambilnya ini dan itu. Tolong bantu aku membawanya sebentar aku akan ganti baju.”ucap Irise menyerahkan beberapa potong baju yang di pilihnya pada Lilia lalu kembali masuk ke ruang ganti untuk berganti baju.
Di luar ruang ganti Lilia duduk menunggu Irise selesai berganti baju. Dia pun iseng melihat price list di baju itu.
“Apa.... ??! Satu baju ini harganya tiga juta ??!”pekik Lilia tercengang saat melihat bandrol harganya yang ternyata selangit.
Irise selesai berganti baju dan keluar dari ruang ganti. Dia pun kemudian berjalan lagi bersama Lilia menuju ke stand baju yang lain.
Gadis itu mengambil dua potong baju kemudian menghampiri Lilia.
“Lilia kau coba saja baju ini sekarang.”ucapnya menyerahkan dua potong baju pada gadis itu.
“Apa ini...”tanya Lilia sambil menerima dua potong baju tersebut.
“Itu baju untukmu... karena kau akan menjadi istri ayahku maka kau harus mengganti selera berpakaian mu.”jawab Irise sambil tersenyum lebar.
Lilia tampak senang sekali Dia pun segera membawa baju itu dan masuk ke ruang ganti untuk mencobanya.
“Tentu saja bagus sekali dan pantas sekali Jika aku memakainya Karena harganya begitu mahal...”gumam Lilia saat mencoba baju tadi bergantian dan bercermin.
“Beginikah rasanya menjadi istri orang kaya... selama ini Edwin saja tak pernah membelikan ku pakaian seperti ini.”batinnya merasa melambung di udara dengan kebaikan yang diberikan oleh Irise padanya.
Lilia keluar dari ruang ganti dengan membawa dua pakaian yang tadi dicobanya.
“Bagaimana kau suka tidak ?”tanya Noah pada Lilia.
Gadis itu mengangguk sambil tersenyum dan berterima kasih pada Irise. Irise pun berjalan ke kasir dan membayar semua baju yang diberinya dan juga untuk Lilia.
__ADS_1
Bersambung...