Mafia Penghancur Playboy

Mafia Penghancur Playboy
Eps. 162 Berkunjung Ke Rumah Nathan


__ADS_3

Dengan penggantian biji kopi dengan kualitas yang lebih rendah daripada sebelumnya membuat para customer Coffee shop Tomy di prefektur Rock Valley turun sedikit demi sedikit setiap harinya, namun Luna tak mengetahui hal itu.


Suatu pagi wanita itu berangkat ke coffee shop seperti biasanya.


“Apa aku datang kepagian ?”ucap Luna lirih saat cafe yang tampak sepi seperti saat jam baru buka.


Ia pun melirik jam di tangannya yang menunjukkan pukul 10.00 pagi.


“Tidak kepagian juga... kenapa ya sepi begini ?”batinnya melihat kursi customer yang lebih dari separuh kosong.


Luna sama sekali tak curiga dan mengira hal itu baik-baik saja mungkin disebabkan karena saat ini tanggal tua jadi wajar saja.


Wanita itu kemudian terus berjalan dan masuk ke ruangannya.


“tik...tik...tik...”terlihat Luna sedang mengetik pesan dan mengirimnya.


“Ding...” beberapa saat kemudian dia menerima pesan balasan. Wanita itu tersenyum lebar membaca pesan yang masuk.


“Baiklah aku harus bersiap sekarang.”gumamnya lalu menaruh kembali ponsel ke dalam tas.


Luna kemudian mengeluarkan cermin dan alat make up nya. Wanita itu memperbaiki riasannya yang pudar.


Lima belas menit kemudian terdengar suara mobil berhenti di depan cafe.


“Itu pasti dia.”gumam Luna tersenyum kecil dan keluar dari ruangan menuju ke depan.


Luna menghampiri mobil yang terbuka pintunya dan segera duduk di dalamnya.


“Ayo kita berangkat sekarang Nathan.”ucap Luna menoleh ke samping kekasihnya.


“broom...” mobil Nathan segera meluncur di jalan.


Di tengah jalan, Luna tiba-tiba teringat jika dia belum mempersiapkan sesuatu.


“Nathan... apa kesukaan Melody ?”ucapnya saat melihat deretan toserba dan supermarket di sepanjang jalan.

__ADS_1


“Berikan saja dia puding. Dia sedang diet saat ini.”jawab Nathan sambil tersenyum kecil teringat Melody yang menunjukkan lipatan lemak di pinggangnya.


“Oke... jika begitu kita berhenti sebentar untuk membelinya.”ucap Luna.


Nathan kemudian menghentikan mobilnya di sebuah supermarket. Dia duduk menunggu di mobil sementara Luna turun dan masuk seorang sendiri ke supermarket.


“Tolong di hitung.”ucap Luna pada kasir dengan menyerahkan beberapa puding serta beberapa kue yang barusan diambil.


“Baik nona.”balas kasir menghitung pembelian rumah dan menyebutkan sejumlah nominal padanya.


Luna perjalanan keluar dari supermarket setelah melakukan pembayaran dan kembali duduk manis di mobil.


“Banyak sekali yang kau beli.”ucap Nathan melihat barang bawaan Luna.


“Ya... tak apa ini juga untuk hubungan kita berdua.”jawab Luna sambil tersenyum. Wanita itu rela melakukan apa saja dan mengeluarkan berapa saja agar hubungannya dengan Nathan tetap terjalin dan aman.


Tak berapa lama kemudian mobil tiba di rumah Nathan.


“tok... tok...”Luna segera mengetuk pintu begitu tiba di sana.


“Nathan... Luna... ayo masuk.”ucap Melody setelah membuka pintu dan mempersilahkan Luna masuk bersama Nathan.


“Melody... tolong terima ini sedikit buah tangan dariku.”ucap Luna sambil menyerahkan puding, kue salad buah dan lain sebagainya pada Melody.


“Oh... kau tak perlu repot seperti ini.”jawab Melody tersenyum kecil saat menerima buah tangan dari Luna.


“Lama tak jumpa dengan mu.”ucap Melody sambil memeluk Luna karena merasa sudah berbulan-bulan tak bertemu dengannya.


Mereka berdua kembali duduk setelah beberapa saat kemudian.


“Ya... akhir-akhir ini aku agak sibuk. Ada beberapa urusan di coffee shop yang harus ku tangani.”balas Luna beralasan.


Nathan hanya diam saja melihat dunia wanita itu terlibat dalam sebuah obrolan dan baginya terasa membosankan.


“Melody... Luna... kalian ngobrol dulu, aku mau ke belakang sebentar.”ucap Nathan sambil berdiri.

__ADS_1


“Ya baiklah.”jawab Melody dan Luna persamaan menatap lelaki mereka untuk beberapa saat dan kemudian kembali melanjutkan obrolan mereka.


Nathan tersenyum kecil melihat keakraban wanita itu saat mendengar gelak tawa mereka yang renyah.


“Sepertinya tak ada yang perlu ku khawatirkan.”batin Nathan kemudian perjalanan meninggalkan dua wanita itu dan masuk ke kamar.


Di dalam kamar Nathan merasa gerah, dia pun melepas baju kerjanya lalu berganti dengan baju santai.


Lelaki itu duduk di kursi sebentar sekedar untuk menyandarkan punggungnya. Dia melihat mejanya yang sudah rapi dan tatapannya tertuju pada sebuah disk dan flashdisk yang ada di meja.


“Punya siapa ini ?”gumam lelaki itu saat melihat this dan flash disk yang sebelumnya tak pernah dia lihat.


“Apa ini milik Melody ? Tumben sekali dia menyimpan file di disk dan flash disk ?”gumamnya saat mengambil dua benda tadi dan melihatnya.


“Mungkin isinya seputar menu masakan luar negeri.”gumam Nathan modal kembali dua benda yang dipegangnya itu ke meja.


Lama dia terdiam di depan meja dan tatapannya tetap tertuju pada dua benda asing tadi. Entah kenapa tiba-tiba saja dia ingin melihat isinya.


Nathan membuka laptop dan menyalakannya. Dia pun mengambil disc tadi dan memutarnya.


“klik...”lelaki itu menekan tombol play saat melihat isinya ternyata berubah sebuah video.


Betapa terkejutnya dia saat melihat tayangan video yang dia putar saat ini merupakan videonya bersama dengan Luna saat berada di mobil beberapa hari yang lalu.


“Astaga... kenapa ada videoku di sini ? Siapa yang merekamnya ?!”pekik Nathan terkejut setengah mati.


Lelaki itu segera mematikan dan mengeluarkan disc tadi dan menyimpannya ke tempat yang aman. Ia pun beralih mengambil flash disk dan melihat isinya yang ternyata merupakan video yang sama dengan yang ada di disk tadi ditambah dengan beberapa fotonya bersama Luna.


“Apa ini kerjaan Melody ?”batin Noah sambil mencabut kembali flash disk itu dan menyimpannya di tempat yang aman. Lelaki itu diam sejenak dan berpikir ulang.


“Tidak mungkin ini kerjaan Melody. Jika memang benar dia pasti dia sudah marah padaku ataupun Luna.”batin Nathan.


“Jika begitu jangan sampai Melody melihat rekaman ini.”batin Nathan lagi dengan berkeringat dingin.


Lelaki itu diam dan tampak gelisah, masih berpikir dan mencari siapa yang telah merekam dan mengirim video itu ke rumah.

__ADS_1


BERSAMBUNG....


__ADS_2