
Keesokan harinya Renata berada di pengadilan agama untuk memenuhi panggilan sidang perceraian. Dia datang sendiri ke sana bersama pengacaranya dan menunggu sidang dimulai.
Wanita itu menunggu dengan gelisah karena satu jam lagi sidang akan segera dimulai.
“Semoga saja Andre datang dan tidak mangkir dari panggilan pengadilan...”batin Renata yang sedikit cemas.
Satu jam berlalu dan sidang dimulai namun Andre belum terlihat datang juga ke pengadilan. Dan sidang di undur sampai tiga puluh menit untuk menunggu Andre datang.
“tap... tap... tap...”suara derap langkah kaki masuk ke pengadilan.
Renata menoleh ke belakang dan melihat Andre masuk ke ruangan kemudian duduk di sebelahnya.
Sidang pun segera dimulai. Hakim membacakan gugatan yang diajukan oleh Renata pada Andre dengan kasus perselingkuhan.
“Saudara Andre... apa benar Anda berselingkuh ?”tanya hakim menatap Andre.
“Maaf tuduhan itu tidak benar dan itu hanya salah paham saja.”ucap Andre membantah tuduhan yang ditujukan padanya.
“Keberatan... suamiku benar-benar berselingkuh dan aku punya buktinya.”ucap Renata menyanggah jawaban Andre.
Renata kemudian maju dan menyerahkan bukti berupa foto-foto perselingkuhannya bersama dengan Rianty pada hakim.
Hakim melihat dan memeriksa foto-foto pemberian Renata yang merupakan foto asli bukan editan.
“Saudara Andre sanggahan anda ditolak. Bukti foto ini kuat yang menunjukkan hubungan dekatmu dengan wanita lain.”ucap hakim menatap Andre sambil menunjukkan barang bukti padanya.
Andre diam dan tak bisa menyangkal lagi. Dia mencari cara agar perceraian itu dibatalkan.
__ADS_1
“Hakim... keberatan... aku juga melihat Renata pergi dengan lelaki lain. Apa itu tidak bisa dikatakan selingkuh ?”ucap Andre membalikkan keadaan dan melaporkan aktivitas yang dilakukan istrinya selama dirinya tak ada di rumah.
“Apa... aku selingkuh dengan siapa ? Aku tidak pernah keluar dengan lelaki...!”ucap Renata menoleh ke samping menatap Andre karena lelaki itu memfitnah dirinya.
“Apa kau punya buktinya saudara Andre... ?”tanya hakim menengahi mereka berdua.
Andre tampak bingung saat hakim meminta bukti darinya karena dia memang hanya asal bicara untuk memenangkan persidangan.
“Soal bukti yang hakim minta aku tidak punya itu sekarang, tapi Aku akan segera mencarikan buktinya dan menyerahkannya pada hakim.”jawab Andre yang masih bisa berkelit.
Ternyata pernyataan Andre membuat hakim memberi mereka waktu untuk berpikir ulang dan menyelesaikan masalah mereka sendiri sebelum keputusan final diambil.
“Saudari Renata... saudara Andre kami memberikan waktu pada kalian berdua untuk menyelesaikan masalah rumah tangga secara baik-baik terlebih dulu. Dua hari lagi kalian akan kembali ke sini.”ucap hakim mengakhiri sidang dan mengetuk palu.
“Apa... ?!” ucap Renata terkejut mendengar putusan hakim yang memberinya waktu untuk berdiskusi menyelesaikan masalah mereka secara baik-baik.
Renata menetap Andre dengan kesal dia pun segera berdiri kemudian keluar dari ruangan.
Melihat Renata yang keluar ruangan, Andre berdiri dan menyusulnya keluar.
“Renata tunggu !”ucap Andre berjalan dengan cepat. Namun Renata sama sekali tidak menoleh apalagi menjawabnya dan terus berjalan.
Andre dengan terpaksa menarik tangan Renata untuk menghentikannya.
“Lepaskan !”teriak Renata mencoba melepaskan tangannya dari Andre. Namun Andre tidak melepaskan tanggal Renata dan semakin mempererat memegangnya.
“Renata aku minta pada mu untuk menangguhkan perceraian ini. Kita bisa bicarakan semuanya baik-baik.”ucap Andre memaksa Renata.
__ADS_1
“Bicara baik-baik... ? Apa yang perlu dibicarakan ? Semuanya sudah jelas sekali. Aku sudah bilang padamu aku tak ingin hidup denganmu lagi !”bentak Renata.
“Tapi ini hanyalah masalah kecil dan seharusnya kau tak perlu membawanya sampai ke pengadilan... !”balas Andre yang bersikeras tak ingin bercerai darinya.
Renata sudah kehabisan kata-kata dan dia pun mengangkat satu tangan lainya akan melayangkan tamparan ke wajah Andre. Namun Andre menahan tangan Renata lagi.
Dari kejauhan Alden tak sengaja melintas di depan mereka. Dia melihat Renata yang menatap seorang lelaki dengan marah dan tak berdaya.
“broom...”Andre melaju motornya menuju ke arah mereka berdua.
Andre turun dari mobil dan langsung menghampiri Andre kemudian menariknya dan mendorong tubuhnya hingga membentur tembok.
“Kau tidak apa-apa ?” tanya Alden pada Renata setelah menghampirinya.
“Ya aku tidak apa-apa terima kasih sudah menolong ku.”jawab Renata sambil senyum menatap Alden.
Alden kemudian beralih menatap Andre dengan tatapan tajam.
“Hei kau... ! jika aku sampai melihatmu mengganggu wanita ini lagi aku takkan sega-segan bertindak lebih kasar lagi padamu !”ucap Alden memberikan peringatan pada Andre.
Renata pun kemudian pergi bersama Alden dan berhenti di depan mobil mereka untuk bercakap-cakap sebentar.
Sementara Andre berdiri kemudian mengamati dari jauh dan mempunyai sebuah ide setelah melihat Alden yang akan bisa dia jadikan bukti perselingkuhan Renata.
Andre tersenyum lebar melihat dua mobil yang pergi dari sana secara beriringan.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1