
Beberapa hari berlalu setelah kejadian itu. Di kampus tempat Andre bekerja hari ini di umumkan nama-nama dosen yang lolos dalam seleksi dekan.
Andre keluar dari kelas setelah mengajar dan melewati ruang kajur. Dia pun berhenti saat melihat keramaian di sana.
“Ada apa di ruang kajur kenapa ramai sekali ?”batin Andre penasaran. Untuk menjawab rasa penasarannya Andre masuk ke ruang kajur.
Di dalam ruangan itu para dosen berkumpul di depan papan pengumuman di samping pintu masuk.
“Bukankah di sana tempat dipasangnya pengumuman perekrutan dekan beberapa waktu lalu. Mungkinkah...”gumam Andre mengira hasilnya sudah keluar.
Andre maju untuk melihat hasil pengumuman dan menyisip di tengah keramaian. Pelan dia membaca beberapa nama yang tercantum di papan pengumuman.
“Apa... nama ku ada... ?!Aku lolos menjadi dekan ?”gumam Andre tak percaya setelah membaca hasil pengumuman.
Dia pun segera keluar dari tengah kerumunan kemudian berjalan keluar dari ruang kajur.
Di tengah jalan dia bertemu dengan Levi dan mengajaknya bicara sebentar.
“Levi... selamat kau juga lolos menjadi dekan.”ucap Andre mengeluarkan tangan menjabat tangan Andre sambil tersenyum lebar.
“Terima kasih... kau juga selamat atas kesuksesan mu.”balas Levi tersenyum lebar dan membalas ucapan selamat untuk Andre.
Andre kemudian kembali berjalan dan masuk ke ruangan umum untuk mengambil buku acuan mengajarnya yang tertinggal di ruangan.
Satu minggu berlalu setelah pengumuman kelulusan rekrutmen dekan. Saat ini Andre tetap berprofesi sebagai dosen pengajar namun dia merangkap jabatan menjadi seorang dekan, yang bisa menjadi obat pengganti rasa sakitnya karena perceraiannya dengan Renata dan kehilangan Rianty.
__ADS_1
Tiga minggu berlalu dan Andre mulai terbiasa dengan posisi barunya sebagai dekan yang membuat lelaki itu sibuk dan sering lembur hingga malam hari.
Dari tempat yang jauh Noah masih memantau aktivitas Andre saat ini. Dia sedang bersama dengan Sharp Eye di rumah melihat sebuah tayangan.
“Kurasa perbuatan Andre belum terungkap meski aku sudah mengirimkan video bukti rekaman aksi Andre ke universitas.”ucap Noah saat melihat tayangan dan menyaksikan Andre yang menjadi disegani di universitas itu sekarang dan lebih dihormati oleh mahasiswanya karena posisi barunya.
“Sudah akhiri saja tayangan ini aku muak aku melihatnya.”ucap Noah pada Sharp Eye.
Sharp Eye segera mematikan tayangan sesuai yang diperintahkan oleh Noah.
“din... din... din...” suara klakson mobil yang berhenti di depan rumah Renata.
“Ada Alden di depan menunggumu cepat keluarlah.”ucap Sharp Eye pada Noah.
Tiga hari kemudian pihak kampus mendapati rekaman video dan memutar tayangan video itu yang menunjukkan aksi curang Andre ya marah kan berbagai acara agar bisa lolos sebagai dekan.
Masalah itu kemudian menjadi urusan kesekretariatan kampus. Tanpa sepengetahuan Andre dan staf lainnya mereka mengadakan rapat rahasia membahas masalah Andre dan memutuskan apa hukuman yang cocok untuk dirinya.
Suatu ketika di sore hari saat semua dosen dan staf lainnya sedang sibuk Andre mendapatkan panggilan dari kesekretariatan.
Seorang tugas umum yang merupakan utusan dari kesekretariatan masuk ke ruangan tempat Andre berada saat ini.
“Pak Andre anda diminta masuk ke ruang kesekretariatan sekarang.”ucap seorang lelaki pada Andre.
“Oh... ya baik...”jawab Andre kemudian berdiri dari tempat duduknya dan menuju ke ruang kesekretariatan.
__ADS_1
Selama berjalan lelaki itu berpikir Sebenarnya ada apa dirinya dipanggil ke ruang kesekretariatan.
“Semoga saja itu kabar bagus. Atau mungkin aku berprestasi atau semacamnya...”batin Andre positive thinking.
Andre masuk ke ruang kesekretariatan di mana di sana hanya ada satu orang dan dirinya saja.
“Saudara Andre silakan duduk dulu ada sesuatu yang penting yang ingin ku bahas dengan mu.”ucap salah satu anggota kesekretariatan.
Andre duduk dan masih penasaran sebenarnya hal penting apa yang ingin dibicarakan dengan dirinya.
“Ehem... begini saudara Andre. Kami selaku dari anggota kesekretariatan menemukan bukti kecurangan anda.”ucap lelaki itu menjelaskan pada Andre.
Andre mulai berkeringat dan tidak tahu arah pembicaraan yang di maksud oleh anggota kesekretariatan.
“Kecurangan dalam hal apa, pak ?” balas Andre sedikit gemetar dan takut sendiri.
“Ini....” anggota sekretariatan menyerahkan bukti rekaman berupa video dan memutarnya.
Andre langsung terdiam dan tak bisa berkata apa-apa. Dia hanya berkeringat dingin tak bisa mengelak lagi dan tak bisa membela dirinya.
“Sayang sekali dengan berat hati kami memutuskan untuk menarik kembali jabatan sebagai dekan.”ucap anggota sekretariatan memberi putusan kepada Andre.
Andre masih duduk terdiam dengan lemas di ruang kesekretariatan setelah anggota sekretariatan pergi dari ruangan itu. beberapa saat kemudian setelah otot kakinya kembali normal Andre berjalan keluar dari ruang kesekretariatan. Dia meratapi nasibnya menjadi dosen biasa lagi, dalam hati dia bertanya siapa yang telah memberikan bukti video itu pada dewan kesekretariatan.
BERSAMBUNG ...
__ADS_1